
Tak lama mang udin yang waktu itu berada dibelakang rumah datang untuk mengecek suara ledakan apa yang baru saja terjadi. Ketika melihat kaca jendela pecah dan pintu rumah rusak parah seketika mang Udin jadi kaget.
"Astagfirullahaladzim, ini rumah siapa yang ngebom?" kata mang Udin kaget.
Tak lama Umi dan penghuni panti lain yang berada didalam rumah, keluar untuk melihat sumber ledakan yang membuat kaget semua orang.
"Astagfirullahaladzim, ini rumah kenapa bisa hancur berantakan seperti ini?" gumam Umi kaget ketika melihat keca jendela pecah dan pintu rusak parah.
"Umi! Jangan mendekat, itu asapnya masih ngepul, saya mau ngecek dulu takut terjadi ledakan lagi" teriak mang Udin dari luar rumah ketika melihat Umi, bi Idah, Ayiswa dan beberapa anak panti yang ada didalam rumah mendekati sumber ledakan.
Setelah mereka mendengar ucapan mang Udin mereka langsung mundur kembali lalu mang Udin segera mengecek keadaan. Umi yang melihat Ryeon dan Byun soo lagi berantem sambil guling-gulingan ditanah lalu menyuruh mang Udin untuk melerainya.
"Mang itu Byun soo sama Ryeon kenapa berantem disaat lagi genting kaya gini? Coba mamang lerai mereka"
Mang Udin lalu melirik kearah mereka dan berkata dalam hati "Ya ampun mereka lagi apa sih? Ngerepotin aja"
Kemudian Laki-laki paruh baya yang bertubuh gempal dan gemuk itu, menjewer telinga kedua pria yang bertubuh lebih tinggi darinya.
"Aa,, aa,, aa,, aaawww,,,!! Sakit mang" ringis serempak Byun soo dan Ryeon.
"Kalian ini ngapain sih malah berantem disaat semua orang lagi panik karena rumah ada yang ngebom?" tanya mang Udin sambil terus menjewer telinga Byun soo dan Ryeon.
"Lepasin dulu dong mang, sakit tahu" kata Ryeon.
Mang udin lalu melepaskan tangannya kemudian mulai mendengarkan alasan kenapa mereka bertengkar.
"Gimana aku gak marah dan kesal coba mang, dia tuh ngelempar granat ke arahku, kalau aku gak segera melemparnya mungkin aku sudah meledak dan mati seiring meledaknya tadi" ketus Ryeon.
__ADS_1
"Oh,,,!! Jadi ini semua ulahnya si biang kerok Byun soo?" batin mang Udin kesal karena waktu terjadi ledakkan dia hendak minum kopi panas, karena kaget dengan suaranya yang tiba-tiba, kopi panas itu tumpah kebaju mang Udin hingga mang Udin kepanasan.
Mang Udin lalu menatap sinis Byun soo, dia lalu berkelit dengan berkata "Ya maaf, aku kan gak tahu kalau itu granat, aku pikir itu bola karena bentuknya lucu mirip kaya mainan keponakan aku Junno yang umurnya baru dua tahun"
"Lo kan udah pernah ikut wamil hyeong, masa lo ga bisa bedain mana bola dan mana granat,gue aja yang belum pernah ikut wamil tahu mana bola mana granat, ah! jangan-jangan saat pelatihnya nerangin soal granat lo malah tidur atau lo malah sibuk nyari cara buat ngejailin teman disebelah lo, iya kan? Hayo ngaku" tanya Ryeon.
Keterangan:Wamil itu singkatan dari wajib militer ya guys bukan singkatan dari wanita hamil ya,,,π jadi dikorea itu pemerintahnya mewajibkan setiap warganya yang berjenis kelamin laki-laki untuk mengikuti wajib militer jika dia sudah berusia 18 tahun sampai 30 tahun (perhitungan usia dikita sama dikorea itu beda ya guys, kalau sekarang umurmu 17 tahun kalau dikorea berarti umurmu udah18 tahun).lama wamil itu beda-beda ya, ada yang satu tahun lebih ada yang 2 tahun dan lain-lain itu ditentukan oleh didepartemen mana kamu ditempatkan, darat, udara atau laut. ya begitulah kurang lebih penjelasan soal wamil.
Byun soo malah cengengesan saat Ryeon bertanya seperti itu, mang Udin dan Ryeon lalu menatap sinis dan tajam seperti singa yang hendak mencengkram mangsanya, menyadari tatapan mereka yang garang, Byun soo jadi beringsut mundur sambil berkata.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?"
Mang Udin dan Ryeon tidak menjawab, mereka malah menarik tubuh Byun soo lalu menoyor dan menjitakin kepala Byun soo tanpa ampun.Merasa posisinya tidak aman, dia lalu mencoba melepaskan diri dan berlari kedalam rumah melewati bekas ledakan tadi, untuk mencari perlindungan pada Umi. Ryeon dan mang Udin lalu mengejar dia kedalam rumah.
"Umiii,,, tolong Umiii,,,Ryeon dan mang Udin jahat tuh!" teriak Byun soo sambil berlari meghampiri Umi untuk mencari perlindungan.
"Ko mereka malah jadi kejar-kejaran sih disaat lagi genting kaya gini? Kaya anak kecil aja" batin Umi karena belum mengetahui penyebab mereka mengejar Byun soo.
"Mang, saya kan suruh mamang melerai Byun soo dan Ryeon tapi ko sekarang mamang malah ikut-ikutan ngejar Byun soo kenapa?" tanya Umi.
"Tadi Byun soo melempar granat ke Ryeon,Ryeon yang kaget langsung melempar granat itu kedepan jendela jadi kekacauan semua ini ulahnya Byun soo" mang Udin menjelaskan.
Umi lalu menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap Byun soo, Umi benar-benar heran, bingung dan tak mengerti bisa-bisanya dia jadiin granat sebagai mainan padahal itu bisa membahayakan nyawa seseorang. Dengan tanpa ada rasa sedikit pun bersalah dia berkelit dengan berkata kalau dia tidak tahu itu adalah granat karena bentuknya lucu seperti bola mainan Junno, anak kakak laki-lakinya.
"Ya ampun, bukannya minta maaf tapi dia masih bisa berkelit dengan wajah tanpa dosa seperti itu" batin Ayiswa.
Ayiswa lalu membayangkan kelakuan Byun soo aja seperti itu lalu bagaimana dengan kakak dan kedua orang tuanya? Apakah mereka satu keluarga sama seperti itu semua atau tidak? Umi lalu memberi hukuman pada Byun soo, dia disuruh menjewer kedua telinganya dengan posisi tangan disilang dan sebelah kaki diangkat. Byun soo yang merasa hukuman itu hanya untuk anak SD lalu dia protes, minta diganti dengan hukuman yang lain.
__ADS_1
"Umi itu kan hukuman untuk anak SD, aku kan udah dewasa, aku gak mau dihukum seperti itu ah!" protes Byun soo.
"Dewasa kamu bilang? Kelakuan kamu masih kaya anak TK mau dibilang dewasa? " kata Umi.
"Ish! Beneran Umi aku udah dewasa ko umurku sudah 29 tahun" Byun soo meyakinkan Umi.
"Terserah umurmu mau berapa, pokoknya Umi tidak mau tahu turuti aja hukuman dari Umi, jewer Kedu telingamu dengan posisi tangan disilangkan dan sebelah kaki diangkat selama 2 jam tapi sebelumnya kamu harus beresin dan bersihkan dulu bekas ledakan tadi" Umi menegaskan lalu menyuruh mang Udin untuk mengawasi dia, takut dia tak menjalankan hukumannya.
Lalu dengan puas dan senang Ryeon mencibir pada Byun soo sambil berkata.
"Makannya jadi orang jangan suka aneh-aneh, rasain lo dihukum sama Umi"
Dengan kesal Byun soo langsung manyun.
"Ryeon, kamu juga Umi hukum sama seperti Byun soo" kata Umi tiba-tiba.
Wajah puas dan bahagia Ryeon saat mendengar Byun soo dihukum seketika berubah jadi manyun.
"Ko aku juga dihukum sih Umi? Padahalkan penyebab kekacauan ini semua Byun soo hyung" tanya Ryeon tak mengerti.
"Ya kamu juga salah, kenapa kamu malah ngelempar granatnya kedepan kaca jendela? Kalau kamu ngelemparnya ketempat luas mungkin kekacauan ini gak akan terjadi" jawab Umi lalu dia pergi.
Ryeon jadi kecewa dan kesal karena ulah Byun soo dia juga jadi kena hukuman dari Umi, Byun soo yang merasa senang karena Ryeon juga dihukum langsung tersenyum senang. Sedangkan Ryeon terus manyun sambil menatap kesal pada Byun soo.
"Dasar lacknat lo hyung. Awas aja! nanti gue balas perbuatan lo, gue akan kerjain lo balik, sekali-kali lo emang perlu dikasih pelajaran" batin Ryeon sambil berpikir tentang rencana untuk membalas kejailan Byun soo.
Kemudian mereka berdua membereskan dan merapihkan bekas ledakan tadi karena kaca-kaca yang pecahnya takut terinjak oleh anak-anak panti. Setelah selesai membereskan dan membersihkan Umi menyuruh tukang untuk mengganti kaca jendela yang pecah dan pintu yang rusak parah. Sementara Byun soo dan Ryeon mulai menjalankan hukumannya dengan diawasi oleh mang Udin.
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungan buat authornya ya dengan meninggalkan jejak like, komen, vote, hadiah, favoritkan dan follow authornya terimakasih,saranghaeyo ππππππππππππππππππππππππππππππππ Cinta banyak untuk kalian semua yang udah mampir dan beri dukungan kenovel ini
Next