PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Menjenguk Pak Marwa


__ADS_3

"Aku tahu diluar sana banyak yang lebih sempurna darimu,tapi hatiku telah terpaut dengan hatimu, aku tak bisa berpaling darimu meski itu hanya sekejap,meski ada banyak hati yang mendekat tapi cintaku hanya untukmu selamanya, hanya kamu yang selalu ada dihatiku"


,


,


,


,



Sang surya kini sudah memancarkan cahayanya yang terang, kini saatnya Hyun bin berpamitan,dia akan kembali kekorea karena dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama. sedangkan Ryeon yang masih ingin berlibur diIndonesia jadi dia tak ikut pulang sama Hyun bin ditambah pekerjaannya dengan para member Super sun sedang agak sepi jadi dia punya banyak waktu untuk berlibur.Ya,begitulah,semenjak Rayyan keluar dari Super sun ketenaran mereka mulai menurun sebab banyak fans yang mulai oleng ke grup boyband lain karena diSuper Sun mereka tak bisa lagi melihat Rayyan.


Setelah mengantar sampai bandara Ryeon,Baby Zayn dan Rayyan kembali lagi kerumahnya. Diperjalanan Ryeon menghentikan langkahnya lalu melirik kebelakang.


"Ada apa Ryeon? Ko gelagat lo aneh banget" tanya Rayyan seraya mengikuti langkah Ryeon yang berhenti


"Lo ngga ngerasa kalau dari tadi kita diikutin?" Ryeon balik bertanya seraya mengerutkan dahinya


"Gue kira cuma perasaan gue aja, ternyata lo juga merasakan yang sama" jawab Rayyan


"Kira-kira siapa ya, yang ngikutin kita dari tadi? Fans kah? Sasaeng kah? Atau siapa?" tanya Ryeon lagi


"Gue juga ngga tahu, sebenarnya bukan pertama kali ini aja gue diikuti sama sosok misterius itu. tapi untungnya gue selalu berhasil mengecohnya jadi gue bisa kabur" tutur Rayyan


"Berarti dia itu mengincar lo hyung, lo harus berhati-hati takutnya sosok misterius itu berniat jahat sama lo" kata Ryeon


"Padahal gue ngga punya musuh loh, gue juga ngga pernah cari masalah sama orang. ko gue malah ngerasa kaya dikejar sasaeng aja ya" gumam Rayyan


Ah! ntahlah apa tujuan sosok misterius itu yang harus Rayyan lakukan hanyalah dia harus waspada saja. agar sosok misterius yang dari tadi mengikuti mereka tidak curiga bahwa Ryeon dan Rayyan menyadari kehadiranya lalu mereka melanjutkan berjalan dengan tatapan awas dan siaga takutnya sosok misterius itu berbuat jahat pada mereka.


Rayyan dan Ryeon lalu segera menaiki kendaraan umum agar sosok itu tak mengikutinya lagi. tak berapa lama bus yang mereka tumpangi kembali melaju. dari balik kaca jendela mobil mereka bisa melihat sosok yang dari tadi mengikutinya sedang berdiri disudut dengan wajah yang tertutup topi, masket dan kaca mata hitam, saat busnya melewati sosok misterius itu.


*****


Esok harinya, Ryeon pamitan akan pergi kehotel tempatnya menginap bersama Hyun bin karena dia akan mengambil barang-barangnya dihotel, sedangkan Rayyan seperti biasa pergi bekerja ketoko buah sementara Pak Marwa masih dalam proses penyembuhan jadi dia masih belum bisa pergi bekerja.


Ketika sang surya sudah melewati sepenggal bumi, ia telah siap untuk mendekap dalam peraduannya. para penduduk bumi pun yang menyambutnya sudah mengakhiri segala rutinitas disiang harinya. begitu pula dengan Rayyan, dia sudah menutup toko buahnya dan akan segera pulang. tapi didepan pasar tak sengaja dia berpapasan dengan Ayiswa.


"Assalammualaikum Ayiswa, kamu pun baru mau pulang ya" Sapa ramah Rayyan pada Ayiswa


"Waalaikummusalam, iya bang, aku baru mau pulang" jawab Ayiswa lalu dia menyapa Baby Zayn yang saat itu dalam gendongan Rayyan dengan menggunakan gendongan bayi didepan.

__ADS_1


"Aku dengar, Pak Marwa sakit katanya, Apa itu benar?" tanya Ayiswa


"Iya benar, bapak habis dioperasi karena batu ginjal tapi sekarang kondisinya udah membaik, bapak sedang dalam proses pemulihan aja" ujar Rayyan


"Apakah aku boleh menjenguknya?"


"Tentu aja boleh, kalau gitu ayo ikut denganku pulang kerumahku" ajak Rayyan


Ayiswa lalu mengangguk, mereka lalu naik kendaraan umum untuk bisa sampai kerumah Rayyan. Seperti tak pernah terjadi sesuatu yang membuat hati kedua insan itu terluka, mereka nampak akrab kembali seolah Ayiswa telah melupakan rasa sakit hati yang telah Rayyan goreskan dihatinya. senyuman kebahagian itu kini telah mekar bersemi disudut bibir mereka.


Rayyan pun mulai merasa tidak canggung lagi pada Ayiswa karena sekarang Ayiswa sudah terlihat menerimanya kembali meski tak ada kata yang terucap dari keduanya untuk kembali merajut cinta dalam ikatan suci.


*****


Sesampainya dirumah Rayyan. Mereka langsung masuk kerumah. Ayiswa mengedarkan pandangannya disekeliling rumah Rayyan.


"Oh, jadi disini bang Rayyan tinggal" batin Ayiswa


"Ayiswa, tunggu dulu disini ya, Zayn ini biasa kalau aku pulang kerja, dia suka ketiduran dijalan, jadi sekarang aku mau menidurkan dia dulu" ucap Rayyan


Ayiswa lalu mengangguk. setelah menidurkan Baby Zayn dikamar dia kembali pada Ayiswa.


"Ayis, kayanya bapak lagi istirahat dikamar, kita kekamarnya aja ya" ajak Rayyan


Lagi-lagi Ayiswa hanya mengangguk dan mengikuti Rayyan. dia lalu mengetuk pintu


"Pak, apa bapak tidur" tanya Rayyan sebelum masuk kekamar pak Marwa


"Masuk aja Rayyan, bapak tidak tidur ko" sahut pak Marwa


Mereka lalu masuk, Ayiswa lalu memberi salam pada Pak Marwa.Pak Marwa yang tak menyangka akan kedatangan Ayiswa lalu menjawab salamnya dengan menggantung kalimatnya.


"Waalaikummusalam, Ayiswa kamu,,, ?!"


"Aku ingin menjenguk bapak, makannya aku datang kesini sama bang Rayyan" tutur Ayiswa


"Ayiswa, pak, kalian ngobrol aja dulu ya aku mau buatkan minum buat Ayiswa" kata Rayyan


"Ngga usah repot-repot buatkan aku minum bang"


"Aku ngga merasa direpotkan ko, bentar ya aku buat minum dulu" ujar Rayyan dengan senyuman yang tersungging dari bibirnya


Rayyan lalu pergi kedapur, sedangkan Pak Marwa dan Ayiswa lalu ngobrol. tak menyia-nyiakan kesempatan Pak Marwa lalu mengutarakan semua unek-unek dalam hatinya.

__ADS_1


"Ayiswa, bolehkah bapak bertanya sesuatu padamu?"


"Ya,tentu saja, bapak boleh bertanya apa pun padaku"


"Ayiswa, Apa kamu masih mencintai Rayyan?"


Pertanyaan Pak Marwa yang to the point itu sontak membuat Ayiswa kaget, Ayiswa langsung mengedarkan pandangannya dengan acak karena dia bingung harus jawab apa.


"Kenapa bapak bertanya soal itu padaku?" Ayiswa yang tak mau menjawab pertanyaan Pak Marwa malah balik bertanya


"Bapak tahu masa lalu kalian seperti apa? Dan bapak juga tahu perasaan Rayyan sekarang padamu seperti apa?"


Kalimat Pak Marwa terhenti sejenak membuat Ayiswa penasaran karena dia mengatakan soal perasaan Rayyan seperti apa padanya saat ini.


"Rayyan itu orang yang sangat baik,selalu peduli sama orang dan dia orang yang sangat bertanggung jawab, tapi dia juga manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan. dan bapak tahu dia sangat amat menyesali kesalahan yang telah dibuatnya hingga hubungan kalian harus kandas dengan menyakitkan. kalau saja ada cara untuk menebus kesalahannya, dia sangat ingin melakukannya,tapi apa? Apa yang harus dia lakukan? Dia tidak tahu. akhirnya dia tersesat dalam ketidak pastian dengan perasaannya yang terus menggantung" tutur Pak Marwa


Ayiswa hanya bergeming mendengarkan setiap kata yang terucap dari mulut bapak tua itu seraya terus menunduk. Pak Marwa lalu melanjutkan kalimatnya.


"Perlu kamu tahu Ayiswa, sampai detik ini Rayyan masih sangat mencintaimu dia masih mengharapkanmu jadi pendamping hidupnya tapi dia merasa tak percaya diri untuk mengungkapkannya padamu.karena sekarang dia sudah berbeda, dia bukan lagi seorang pria lajang yang tak punya tanggung jawab apa pun karena kini dia sudah menjadi seorang ayah dari bayi wanita lain. bapak tahu, mungkin akan sangat berat bagimu untuk bisa menerima kehadiran Baby Zayn sebagai anak tirimu, makannya bapak tidak akan memaksamu untuk menerima Rayyan kembali,bapak cuma ingin kamu tahu saja perasaan Rayyan sekarang masih tetap sama seperti dulu, soal akhirnya harus seperti apa? Bapak serahkan semuanya padamu, bapak berharap yang terbaik saja untuk kalian" tutur Pak Marwa


Seketika perasaan Ayiswa jadi tak karuan lagi. karena jujur,dia pun masih sangat mencintai Rayyan.soal Baby Zayn sebenarnya dia tidak mempermasalahkan soal itu karena dari hatinya yang terdalam selalu berkata 'Baby Zayn tak bersalah atas kehancuran cintanya dengan Rayyan jadi rasanya tak pantas kalau dia harus menyalahkan Baby Zayn. kalau pun bayi itu bisa bicara pastilah dia juga menolak harus dilahirkan atas kesalahan kedua orang tuanya'


Tapi ini sudah menjadi ketetapan sang kholik yang mau tak mau, bisa tak bisa harus diterima dengan lapang dada. setelah Ayiswa tahu perasaan Rayyan sekarang seperti apa padanya? Dalam hatinya pun ada keinginan untuk kembali pada Rayyan. tapi dia adalah seoarang gadis polos yang masih malu-malu mengungkapkan perasaannya pada lawan jenisnya.


Jadi rasanya tak mungkin bagi Ayiswa untuk ngomong duluan kalau dia bersedia balik lagi dengan Rayyan dan siap menerima dia apa adanya dengan setulus hatinya yang suci. lalu dengan cara apakan Allah akan menyatukan kembali cinta mereka dalam ikatan suci sementara keduanya saling meragu untuk mengungkapkan duluan. lagi-lagi hanya waktu yang bisa menjawab kearah mana hubungan mereka akan dibawa.


Tak lama setelah itu Rayyan kembali kekamar Pak Marwa sambil membawa minuman. setelah memberikan pada Ayiswa mereka bertiga melanjutkan ngobrol dengan topik yang berbeda hingga waktu mau menjelang magrib. Ayiswa lalu berpamitan untuk pulang dan Rayyan mengantarnya sampai depan rumah.


"Apa perlu aku mengantarkanmu pulang, aku bersedia ko, kalau kamu mengizinkannya" Rayyan menawarkan diri pada Ayiswa.


"Untuk saat ini jangan dulu bang, Aku takut Umi sama mang Udin masih belum bisa menerima kamu lagi" tolak Ayiswa


Rayyan lalu menunduk sambil berkata dengan perasaan yang sedih "Oh! Baiklah kalau itu yang terbaik, aku minta maaf Ayiswa"


Sejenak Ayiswa menatap pria yang kini ada dihadapannya itu batinya berkata "Apakah benar kamu masih mencintaiku, bang Rayyan?


Apakah benar kamu masih mengharapkanku jadi istrimu,bang Rayyan?"


Butir bening itu hampir saja jatuh namun Ayiswa segera menyekanya sebelum Rayyan menyadari kalau Ayiswa menangisinya kemudian dia pun segera berpamitan pulang.



Next,,,

__ADS_1


__ADS_2