
Ayiswa yang melihat ada kekecewaan yang amat mendalam diraut wajah Byun soo, segera berlari keluar rumah untuk mengejar Byun soo lewat pintu belakang karena dia tidak mau Umi tahu soal itu.sementara Byun sok terus berjalan sambil menunduk sedih,langkahnya semakin gontai ketika perasaan kecewa, sedih dan benar-benar hancur terus menghimpit dadanya hingga menyeskan hati yang terluka.
Tiba-tiba ditengah jalan dia berlutut lemah sambil berteriak kecewa dan penuh amarah yang sedari tadi ditahannya.
"Aaaaaa,,,! Kenapa hidupku jadi berantakan seperti ini? Kenapa aku tidak bisa bersama Ayiswa? hiks,, hiks,, padahal aku sudah mengorbankan segalanya,harta,karier bahkan keluargaku pun sudah tak menganggapku lagi,tapi kenapa sangat sulit bagiku untuk bisa memiliki Ayiswa"
Byun soo lalu menangis terisak-isak saat kesedihannya sudah tak tertanahkan lagi, sementara Ayiswa hanya melihatnya dari jauh karena dia belum punya keberanian untuk mendekati Byun soo.
"Aku tidak pernah menyangka kalau bang Byun selama ini benar-benar mencintaiku? Aku pikir selama ini dia cuma bercanda karena dia suka bercanda, aku sedih melihatmu seperti itu, maafkan aku karena aku,kamu jadi menderita seperti ini" batin Ayiswa sedih
"Tuhaaan,,,! Katanya engkau maha penolong, tapi mana pertolonganmu padaku? Dimanaaaa,,!! Hidupku sudah terlalu hancur, aku sudah putus asa tak ada lagi harapan yang bisa membuatku bertahan lalu kenapa kau biarkan aku tetap hidup??" teriak Byun soo lagi dengan penuh amarah
Kemudian dia mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat lalu dia meninju aspal jalanan itu sekuat tenaganya, tak peduli meski itu harus melukai tangannya hingga lecet dan berdarah dia tetap saja terus meninju aspal jalanan itu,walau pun terasa perih tapi itu tak bisa mengalahkan rasa perih dihatinya yang sudah amat hancur.
Ayiswa yang melihat itu segera berlari mendekatinya kemudian dia pun jongkok dan menarik tangan Byun soo untuk menghentikan dia yang melukai dirinya sendiri.
"Hentikan bang! Kamu sudah terluka karena ini, tanganmu berdarah" teriak Ayiswa
Byun soo tercengang kaget ketika tiba-tiba ada Ayiswa dihadapannya sambil memegangi tangannya. saat mulai sadar Ayiswa segera melepas tangan Byun soo sementara Byun soo segera menyeka air matanya.
"Mau apa kamu kesini? Kenapa kamu menghentikanku? Biarkan saja aku sendiri kamu tidak usah peduli denganku" tanya Byun soo sambil memalingkan wajahnya dari Ayiswa
"Aku tahu kamu sangat kecewa dengan semua ini, Aku mendengar pembicaraanmu dengan Umi dan aku tidak pernah menyangka kalau selama ini kamu menyukai gadis biasa seperti aku ini, aku pikir selama ini kamu hanya bercanda padaku, harusnya aku sadar dari dulu kamu tidak mungkin menyempatkan waktumu hanya untuk pulang pergi Korea ke Indonesia untuk menemuiku padahal kamu sangat sibuk dengan duniamu sendiri, maafkan aku bang, karena aku tidak pernah peka terhadapmu" tutur Ayiswa sambil menatap sedih pada Byun soo
Byun soo yang sedari tadi menunduk lalu menatap wajah Ayiswa dengan sendu kemudian dia berkata.
"Kamu sudah tahu perasaanku seperti apa padamu? Tapi itu percuma saja, tak ada satu orang pun yang merestui hubungan kita. padahal aku sudah mengorbankan segalanya, aku sudah tidak punya apa-apa lagi,karierku sudah hancur, aku juga sudah kehilangan keluargaku karena niatku untuk masuk islam tapi mereka menentangnya dan langsung mencoret namaku dari daftar keluarga.aku merasa semua pengorbananku sia-sia,jadi buat apa aku terus melanjutkan niatku untuk masuk islam jika aku tetap tidak bisa bersamamu"
"Kamu jangan berkata seperti itu bang,percayalah padaku, tak ada pengorbanan yang akan sia-sia jika niat dalam hatimu sudah lurus dan benar. jika kamu benar-benar ingin masuk islam, masuk islamlah karena Allah Swt bukan karena kamu ingin menikahiku. insya Allah jika niatmu sudah benar Allah akan mempermudah niat baikmu itu bang Byun" kata Ayiswa berusaha meyakinkan Byun soo
"Kalau aku sudah meluruskan niatku dan aku sudah masuk islam, Apa kamu akan menerimaku sebagai suamimu?" tanya Byun soo penuh harap
Ayiswa lalu tersenyum dibalik cadarnya dengan tatapan mata yang teduh dan penuh ketulusan.
"Jika kamu ditakdirkan menjadi jodohku, apa pun yang terjadi aku akan selalu menunggumu untuk meminangku bang" ucap Ayiswa
Seketika mata Byun soo yang sendu berubah menjadi berbinar-binar, dia seolah mendapatkan secercah harapan dari Ayiswa dan itu membangkitkan lagi asanya yang telah putus asa, Ayiswa seperti pelita yang meneranginya dikegelapan hingga dia bisa berjalan kembali dengan lurus.
"Terimakasih Ayiswa, kamu sudah memberiku harapan lagi yang sudah memudar, aku janji akan terus berjuang tanpa menyerah, lalu apa yang harus kulakukan sekarang?" tanya Byun soo
"Pargilah kemesjid, berdoalah pada Allah dengan sungguh-sungguh, insya Allah,Allah akan memberimu jawaban dari permasalahanmu" tutur lembut Ayiswa
Byun soo lalu mengangguk, kemudian mereka mulai berdiri kembali, Ayiswa yang melihat tangan Byun soo terluka lalu mengajaknya untuk cari tempat duduk, setelah ketemu dia lalu pergi sebentar untuk membeli obat luka dan plesternya, sementara Byun soo hanya duduk sambil menunggu Ayiswa.
__ADS_1
Tak lama dia datang kembali dan langsung mengobati luka Byun soo dengan sangat hati-hati, sementara Byun soo hanya terus menatap gadis yang ada dihadapannya itu dengan tatapan penuh kekaguman dan cinta pada Ayiswa.
"Aku sudah selesai mengobati lukamu, lain kali kalau aku melihatmu seperti ini lagi jangan harap kamu bisa bertemu denganku lagi, karena aku akan sangat marah jika kamu melampiaskan kekecewaanmu dengan melukai diri sendiri" kata Ayiswa
"Iya Ayiswa, aku berjanji tidak akan seperti ini lagi" ucap Byun soo sambil tersenyum pada Ayiswa
******
Malam itu, sampailah Byun soo disebuah masjid, dia melangakah mendekati teras masjid dengan penuh keraguan sambil terus memperhatikan kesekeliling tempat itu, banyak jamaah yang masuk kedalam masjid untuk melaksanakan shalat isya. Byun soo lalu duduk diteras tanpa berani masuk kedalam.
Tak lama suara adzan pun berkumandang pertanda telah memasuki waktu shalat isya, mendengar suara adzan, hati Byun soo bergetar kembali seperti yang dirasakannya dulu saat pertama kali dia menginjakkan kakinya dimasjid waktu dikorea.
Para jamaah pun mulai menunaikan shalat isya,setelah selesai satu persatu para jamaah itu keluar dari masjid hingga yang didalam hanya tersisa beberapa orang yang tengah tadarusan.sementara Byun soo hanya terus duduk diteras seraya menatap kedalan mesjid sambil melamun.Hingga seorang laki-laki paruh baya duduk disamping Byun soo dan menyapanya.
"Assalammualaikum nak! Kenapa tadi kamu tidak ikut shalat isya?" tanya laki-laki yang kerap kali dipanggil pak ustad itu
"Saya tidak bisa shalat karena saya bukan seorang muslim" jawab Byun soo
"Oh maaf, bapak kira kamu seorang muslim. lalu apa gerangan yang membawamu mau datang ketempat beribadah kami ini?" tanya pak ustad lagi
"Ada seorang gadis muslim yang menyuruhku untuk datang kesini, dia bilang kalau aku berdoa dengan sungguh-sungguh pada Allah maka Allah akan memberi jawaban dan jalan keluar dari setiap permasalahan hidupku" jawab Byun soo
Pak ustad langsung tersenyum pada Byun soo kemudian pak ustad meminta Byun soo untuk menceritakan semua permasalah hidupnya hingga membuat dia benar-benar putus asa.akhirnya Byun soo menceritakan semua masalah hidupnya dia juga mengungkapkan keinginannya untuk masuk islam.Tentu saja pak ustad menyambutnya keinginan Byun soo dengan senang hati.
"Sekarang saya sudah bingung harus pergi kemana lagi? Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi? Saya sudah benar-benar kehilangan arah" lirih Byun soo sambil menunduk sedih
_Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) kamu merasa bersedih hati sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman_
Allah juga berfirman dalam Quran surat At Taubat ayat 40 yang artinya
_Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita_
"Ingat nak,Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai kadar kemampuannya, ayat ini dijelaskan dalam surat Al baqarah ayat 286"
Byun soo lalu mengangguk paham, kemudian pak ustad mengajak Byun soo pulang kerumahnya karena ia akan menuntunnya untuk masuk islam.dirumah pak ustad, Byun soo diberi pakaian ganti, diberi makan dan minum dan dia juga diberi tempat tinggal untuk sementara karena Byun soo akan menuntut ilmu agama islam pada pak ustad setelah dia menjadi seorang mualaf.
******
Pagi itu, pak ustad, istrinya dan Byun soo sedang berada diruang makan untuk sarapan pagi,sebenarnya Byun soo enggan untuk ikut sarapan karena dia tidak berselera makan tapi pak ustad terus memaksanya untuk makan akhirnya dia ikut juga sarapan meski cuma sedikit dan makanannya cuma diaduk-aduk doang.
"Kamu harus makan, jangan karena kamu punya masalah berat jadi kamu tidak mau makan, Allah tidak suka pada hambanya yang suka mendzolimi dirinya sendiri" tegur pak ustad pada Byun soo
"Iya pak, aku akan memakannya" kata Byun soo meski pun mulutnya enggan untuk dimasuki makanan tapi dia terpaksa memakan juga agar tidak ditegur sama pak ustad
"Hari ini kita akan pergi kemasjid yang kemarin malam, bapak berencana akan mensyahadatkan kamu agar kamu menjadi seorang mualaf" tutur pak ustad seraya memakan sarapannya
__ADS_1
"Iya pak"
"Tapi sebelun itu kamu harus tahu syarat menjadi seorang mualaf itu seperti apa? salah satu syarat wajib bagi seorang mualaf pria adalah berkhitan, Apa kamu sudah berkhitan?"
Byun soo langsung melongo tak mengerti karena kata itu terdengar sangat asing baginya,bahkan dia sendiri tidak tahu apakah dirinya sudah berkhitan apa belum?.
"Berkhitan itu maksudnya apa?" pertanyaan itu meluncur bebas dari mulut Byun soo dengan polosnya
"Apa kamu serius tidak tahu apa itu berkhitan?" tanya pak ustad tak percaya,pria dewasa seperti Byun soo tidak mengerti arti berkhitan
Byun soo lalu menggelengkan kepalanya pertanda dia benar-benar tidak tahu apa itu berkhitan?.
"Berapa usiamu sekarang ini" tanya pak ustad
"Dua puluh sembilan tahu" jawab Byun soo singkat
Pak ustad lalu menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Ya udah ayo ikut bapak kekamar" ajak pak ustad
"Mau ngapain?" tanya Byun soo penasaran
"Buat mastiin kamu udah dikhitan apa belum?" jawab pak ustad agak canggung
"Kenapa harus dikamar? Kenapa ngga disini aja?" tanya Byun soo yang rasa penasarannya makin tinggi
"Apa kamu ngga malu mau mastiin disini? Disini ada ibu loh?"
Istrinya pak ustad jadi merasa canggung dan malu lalu dia minta izin untuk pergi karena tidak mau ikut campur urusan kedua pria itu.
"Emang berkhitan itu apa?" tanya Byun soo
"Punya kamu dipotong"
"Apanya yang dipotong" Byun soo masih tidak mengerti
"Itu punya kamu dipotong"
Byun soo menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena dia masih tidak mengerti maksud pak ustad. akhirnya pak ustad memberi isyarat dengan menunjuk ke MR X.setelah itu baru dia mengerti apa maksud pak ustad.Byun soo langsung tercengang
sambil merapatkan kedua paha dan kakinya lalu bergidik ngeri.
"Kalau gitu masa depan saya terancam dong pak?" tanya Byun soo ketakutan
"Ya nggalah justru itu bagus buat kebersihan dan kesehatan kamu, lagian yang dipotong ngga semuanya ko, cuma sedikit, kalau dipotong semua kamu bisa mati" jelas pak ustad
__ADS_1
Setelah mendengar penjelasan pak ustad barulah Byun soo bisa sedikit bernafas lega.
Next,,,,