PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Ayiswa halal untuk dimakan??


__ADS_3


Hallo para readers dan author kesayangan, apa kabarnya nih? Semoga kalian semua sehat selalu ya. Dimasa pandemi ini jangan lupa tetap jaga prokes dengan selalu memakain masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, semoga pandemi ini segera berakhir aamiin,,,!! eitz!! Jangan lupa yang udah mampir kesini kasih dukungannya juga ya buat Author biar lebih semangat lagi nulisnya dengan meninggalkan jejak like, komen, vote, favoritkan,follow Authornya, kasih hadiah juga,,, dukungan kalian semua sangat, sangat, sangat Author tunggu. makasih😍😍😍


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


,


,


,


,


,


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–Happy ReadingπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


"Kamu pikir dokter itu punya nenek moyangmu jadi bisa disuruh-suruh datang kesini? Kami tidak punya dokter pribadi yang bisa datang kesini jika dipanggil, kalau ada orang panti yang sakit biasanya kami yang bawa kerumah sakit bukan dokternya yang datang ke sini" kata Ayiswa.


"Ya udah, aku gak mau kerumah sakit, biarin aja aku istirahat lagian aku kan udah minum obat" Lirih Byun soo.


"Bandel banget si kalau dibilangin, keadaanmu bisa lebih parah dari sekarang kalau kamu tidak segera dibawa kedokter. ya udah, kalau kamu tetap keras kepala aku mau kerumah sakit buat bawa dokternya kesini"


Ayiswa yang berdiri disamping tempat tidur Byun soo lalu pergi hendak kerumah sakit tapi Byun soo menahan Ayiswa dengan memegangi tangannya. Kemudian Ayiswa mencoba melepaskan tangan Byun soo.


"Lepaskan tanganku,,!!" gertak Ayiswa.


Byun soo lalu melepaskan tangan Ayiswa sambil berkata "Kumohon jangan tinggalkan aku, tetaplah disini bersamaku, kalau kamu pergi siapa yang akan membantuku kalau aku mau sesuatu? Anak-anak ini tidak bisa diandalkan"


Mendengar rintihan Byun soo membuat hati Ayiswa terenyuh, dia jadi tidak tega meninggalkannya dalam kondisi lemah seperti itu. Akhirnya Ayiswa tak jadi pergi, dia lalu menelepon Umi untuk membawa dokter kerumah agar Byun soo segera ditangani dokter. Tapi Umi bilang, ia tidak akan bisa pulang cepat sebab pendonaturnya mengajak jalan-jalan untuk membicarakan soal sumbangan yang akan mereka berikan pada panti asuhan Kasih Bunda.


Setelah itu Ayiswa menelepon mang Udin agar dia segera pulang dan membawa dokter kerumahnya tapi mang Udin juga tidak akan bisa pulang cepat karena masih banyak pesanan yang belum diantar dan rumah yang mesannya juga cukup jauh. Dengan perasaan cemas, bingung dan khawatir lalu dia menatap Byun soo yang tertidur meringkuk ditempatnya.


"Bang Byun, mang Udin sama Umi tidak akan bisa pulang cepat terus bagaimana dengan kondisimu kalau tetap dibiarkan seperti ini?" tanya Ayiswa khawatir.


"Ya udahlah tidak apa-apa aku bisa bertahan ko,aku mau tidur aja" jawab Byun soo.

__ADS_1


Tak lama kemudian Byun soo tertidur, begitu pula dengan anak-anak panti mereka juga tertidur dilantai tanpa alas apa pun. Ayiswa yang juga mulai diserang rasa ngantuk mulai tertidur sambil duduk dilantai dipinggir tempat tidur Byun soo dengan bertumpu pada kedua tangannya yang disilang diatas tempat tidur Byun soo.


Waktu menunjukkan pukul 13.00, Byun soo terbangun dari tidurnya, dia melihat kesekeliling kamar, dilihatnya semua anak-anak panti juga tertidur dilantai hingga tak ada satu pun jalan untuk menginjakan kaki karena disesaki oleh anak-anak panti. Kemudian dia melirik kesamping kiri ada Ayiswa yang juga tengah terlelap tidur.


Sejenak Byun soo menatap datar Ayiswa yang hanya nampak kedua kelopak matanya yang indah karena tertutup cadar sedang memejamkan mata, Byun soo lalu tidur menghadap Ayiswa. Tangannya hendak menyentuh wajah cantik yang tersembunyi dibalaik cadar itu, tapi dia mengurungkan niatnya karena suatu alasan. Akhirnya Byun soo hanya menatap Ayiswa dengan senyuman yang mulai terkembang disudut bibirnya.


Tiba-tiba Ryeon datang dan langsung tercengang kaget ketika melihat anak-anak panti tertidur dilantai dan menyesaki kamarnya.


"Hyeong, ada apa ini? Ko mereka semua tidur dilantai?" tanya Ryeon tiba-tiba yang melihat Byun soo sudah bangun dari tidurnya.


Seketika Byun soo yang tadi tidur meringkuk langsung tidur terentang karena dia tak mau Ryeon tahu kalau dia lihatin Ayiswa yang lagi tidur. Ayiswa yang mendengar suara Ryeon mulai terbangun, masih dalam keadaan setengah sadar dia mengucek-ngucek kedua matanya lalu mulai berdiri.


"Bang Ryeon, akhirnya pulang juga, mang Udinnya mana?" tanya Ayiswa.


"Ada diluar tuh" jawab Ryeon sambil menunjuk kearah luar.


Ayiswa lalu keluar dari kamar dengan melewati anak-anak panti untuk menemui mang Udin agar dia membawa dokter kerumah untuk memeriksa keadaan Byun soo. Sementara Ryeon masuk kekamar dan menanyakan apa yang terjadi sehingga anak-anak itu bisa tidur dikamarnya. Byun soo lalu menjelaskan pada Ryeon.


Setengah jam kemudian, anak-anak itu sudah bangun dan keluar dari kamar Byun soo dan Ryeon tak lama mang Udin dan dokter datang,dokter langsung memeriksa Byun soo. Ternyata Byun soo mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan dalam tubuhnya itu disebabkan karena dia terus bulak balik ketoilet dan akhirnya membuat tubuhnya sangat lemas.


Dokter lalu memasang jarum infusan ditangannya.Esok hari kemudian. Setelah menghabiskan 5 botol infusan kondisinya kini mulai membaik meski tinggal sedikit rasa lemas saja, Byun soo masih tetap istirahat untuk memulihkan kondisinya.


"Mang, aku bosen nih dikamar terus dari kemarin, aku mau keluar buat cari udara segar ya" kata Byun soo yang mulai merasa jenuh.


"Dasar cacing keremi! Makannya jadi orang jangan terlalu super aktif, baru dikasih sakit beberapa hari aja udah bosen karena gak mau terus diam dikamar" ucap mang Udin sambil memberikan obat dan segelas air putih untuk Byun soo.


Byun soo lalu meminum obatnya setelah itu dia berkata sambil berdecak "Mang Udin gak asyik nih!"


"Biarin, supaya kamu benar-benar sembuh"


Sejenak mereka saling terdiam hingga suasana menjadi hening untuk sesaat, hingga akhirnya Byun soo yang terus kepikiran sama ucapannya pada Ayiswa lalu bertanya pada mang Udin.


"Mang aku mau nanya boleh nggak?"


"Nanya apa?"


"Aku tuh! Kepikiran terus sama ucapanku, sebagai seorang pria yang tak pernah ingkar jani, aku selalu menepati setiap janji yang kuucap, tapi kali ini aku bingung harus nepatinya kaya gimana soalnya aku gak ngerti maksudnya gimana?" tanya Byun soo berbelit-belit hingga mang Udin kebingungan.

__ADS_1


"Kamu tuh! sebenarnya mau nanya apa sih? Intinya aja deh, maksudnya gimana?"


"Jadi gini, karena suatu alasan yang mendesak akhirnya aku asal bicara dengan membuat janji akan menghalalkan Ayiswa asal anterin aku ketoilet, maksud dari kata halal itu apa? Setahu aku ya, agama kalian mengajarkan halal dan haram soal makanan, terus hubungannya sama janji aku itu tentang menghalalkan Ayiswa itu maksudnya gimana? Maksudnya Ayiswa halal untuk aku makan?" tanya Byun soo dengan polosnya.


Mang Udin lalu menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Emangnya kamu manusia kanibal mau makan Ayiswa?" mang Udin balik bertanya.


"Ya bukanlah" sangkal Byun soo.


"Huuh,,,!! Mamang jadi gereget sama kamu, makannya kamu buruan belajar soal islam deh biar kamu gak bego-bego amet"


"Ish! Gak ngerti itu bener harus bertanya bukan dikatain bego" Byun soo nyolot karena dia dikatain.


"Maksud dari kata halal disini kamu mau menikahi Ayiswa"


Sontak Byun soo jadi melongo kaget, mang Udin lalu mewanti-wanti pada Byun soo agar dia tidak mempermainkan perasaan gadis polos yang belum pernah mengenal cinta itu, dia juga meminta pada Byun soo untuk tidak memberi harapan palsu pada Ayiswa. Karena saat ini Ayiswa pasti sedang dilanda kebingungan, dia yang membuat janji dan nazar seperti itu ditambah Byun soo malah berjanji padanya kalau dia akan menghalalkan Ayiswa,itu pasti membuat Ayiswa sangat baper dan kebingungan.


"Ya,, bentar mang,,,bentar,, aku mau mikir dulu" kata Byun soo sambil menyernyitkan kedua alisnya seolah-olah dia benar-benar berpikir dengan serius.


"Emang kamu mau mikirin apa?" tanya mang Udin penasaran.


"Aku mau mikirin, sebenarnya perasaan aku ke Ayiswa itu gimana si?" jawab Byun soo serius.


Mang Udin lalu menoyor kepala Byun soo sambil berkata "Dasar bocah gendeng!! Cinta itu datangnya dari hati bukan dari pikiran, ah! tipe-tipe orang kaya kamu gak bisa dipercaya, pasti kamu orangnya ngga bener, kalau gitu mamang ngga akan kasih Ayiswa ke kamu"


Byun soo lalu tertawa terbahak-bahak melihat expresi wajah mang Udin yang berubah sinis padanya. Setelah itu mang Udin keluar dari kamar Byun soo.


"Lagi sakit masih bisa-bisanya dia ketawa renyah kaya gitu" gerutu mang Udin.


Setelah mang Udin pergi dari kamar Byun soo tak lama Ryeon datang sambil membawa sepiring cup cake. Dia melihat Byun soo sedang melamun memikirkan ucapan mang Udin tentang arti menghalalkan Ayiswa, dia lalu membuyarkan lamunan Byun soo.


"Wooy!! Hyeong lo ngelamun ya? Ngelamunin apaan si?" tanya Ryeon.


"Ngga, gue gak ngelamun, gue cuma lagi bosen aja diam dikamar melulu, gue jadi pengen lari nih" kata Byun soo.


"Tuh! Tangan masih diinfus udah mau lari aja, pokonya lo harus diem dulu sampai sembuh,jangan kemana-mana"

__ADS_1


Byun soo lalu mencibir sambil berkata "Lo sama aja kaya mang Udin gak asyik ah!"


Next,,,


__ADS_2