PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Kejutan tak terduga


__ADS_3

Ryeon jadi kelabakan bingung karena gadis kecil itu terus menangis sebeb kimbabnya tak bisa dimakan lagi. Ryeon lalu mencoba menenangakannya agar dia diam karena perhatian orang-orang disekitar mulai terfokus padanya.


"Gadis kecil, sudah ya! kamu jangan nangis lagi, aku minta maaf atas semua ini. Aku janji akan mengganti semuanya asal kamu berhenti menangis. Udah ya, malu tuh! Dilihatin orang, jangan nangis lagi ya" bujuk Ryeon.


"Hiks,, hiks,, aku ngga mau,aku maunya yang itu, paman harus mengembalikan yang itu padaku" rengek gadis kecil itu.


"Itu kan kotor udah ngga bisa dimakan lagi, Ya udah, gini aja deh! Coba sebutkan dimana kamu membeli kimbab ini, biar aku belikan untukmu?" tanya Ryeon mengambil jalan pintas agar urusannya dengan gadis itu cepat beres.


"Ini tidak dijual dimana pun karena ibuku yang membuatnya" jawab gadis kecil masih sambil terisak-isak sedih.


"Ya kalau begitu gampang, kamu tinggal minta ibumu membuatkan kimbabnya lagi" saran Rayyan pada sang gadis kecil.


"Itu masalahnya, ibuku tak punya banyak waktu untuk membuatkan makanan kesukaanku ini karena dia sangat sibuk dengan pekerjaannya" lirih gadis kecil itu dengan amat sedih.


Dan ketika sang ibu punya waktu untuk membuatkan kimbab kesukaan gadis kecil itu,dia jadi amat senang dan bahagia tapi kebahagiannya direnggut oleh Ryeon karena dia sudah mencuri dan menjatuhkan kimbab buatan ibunya itu. Ryeon jadi merasa bersalah karena perbuatannya itu, gadis kecil jadi bersedih.


"Lalu apa yang harus kulakukan agar aku bisa menebus kesalahanku itu?" tanya Ryeon.


"Tolong belilah waktu ibuku dengan uangmu itu, agar dia mau membuatkan kimbab untukku" jawab gadis kecil dengan tatapan polosnya yang penuh harap.


Ryeon merasa miris dengan permintaan sederhana dari gadis kecil itu. Sesibuk itukah ibunya hingga dia tak punya banyak waktu untuk membuatkan kimbab untuk putri kecilnya itu? Dia benar-benar tak habis pikir, ko ada ya, seorang ibu yang seperti itu. Ryeon jadi merasa iba pada gadis kecil itu. Sepertinya dia amat kesepian karena ibunya tak punya banyak waktu untuknya.


Ryeon jadi makin penasaran dengan sosok gadis kecil itu, dia lalu mengorek sedikit kisah hidupnya si gadis kecil dengan mengajaknya ngobrol. Gadis kecil itu pun mulai berhenti menangis saat dia merasa Ryeon terlihat ramah, baik dan menyenangkan.


"Aku bisa saja menuruti keinginanmu untuk membeli waktu ibumu dengan uangku, tapi sebelum itu bolehkah aku mengetahui siapa namamu?" tanya Ryeon.


"Terimakasih paman, namaku Lee Ye sung" jawab Ye sung.


"Oh! Ye sung ya, perkenalkan nama paman Kim Ryeon" kata Ryeon sambil mengulurkan tangannya dengan senyuman ramah. Ye sung lalu menjabat tangan Ryeon dan mulai tersenyum padanya.


"Ye sung, kenapa ibumu harus bekerja keras sampai-sampai dia tak punya banya waktu untukmu?"

__ADS_1


"Karena ibuku harus menghidupi kami, aku tinggal dirumah hanya berdua dengan ibuku" jawab Ye sung.


"Emang ayahmu kemana?" tanya Ryeon makin penasaran dengan Ye sung.


"Aku tidak tahu, kata orang dari aku bayi ayahku sudah meninggalkan kami dan ibuku juga tidak pernah menceritakan tentang sosok ayahku bahkan fotonya saja kami tidak punya. Jadi aku tidak tahu seperti apa wajah ayahku" lirih Ye sung tertunduk sedih.


"Eeee,,,! Maaf ya, aku sudah membuatmu sedih, aku tidak tahu kalau ayahmu meninggalkanmu dari kamu masih bayi" Ryeon meminta maaf karena merasa tidak enak hati pada gadis polos itu.


"Tidak apa-apa paman aku sudah terbiasa dengan semua ini" tutur gadis kecil itu dengan ketegarannya menghadapi hidup yang pahit diusianya yang masih anak-anak.


"Terus kenapa kamu tidak pergi kesekolah? Malah membolos disini" tanya Ryeon.


"Aku tidak suka sekolah, orang-orang disekolahku semuanya menyebalkan" ujar Ye sung dengan wajahnya yang merengut kesal.


Ryeon lalu menasehati gadis kecil itu agar dia mau pergi kesekolah karena walau bagaimana juga pastilah ibu dari gadis kecil itu ingin kalau Ye sung belajar dengan sungguh-sungguh untuk masa depannya kelak.


"Ye sung, kamu jangan kecewakan ibumu, jadilah anak yang baik. Kalau kamu mau pergi kesekolah, paman janji akan membeli waktu ibumu agar dia mau membuatkan kimbab untukmu" ujar Ryeon membujuk Ye sung agar dia tidak bolos sekolah lagi.


Ryeon lalu menggaet jari kelingking Ye sung sebagai tanda perjanjian mereka. Setelah itu Ryeon memberikan kartu namanya pada Ye sung karena hari ini dia belum bisa memenuhi janjinya pada gadis kecil itu sebab Ryeon ada keperluan lain hari ini jadi untuk memudahkan menghubunginya Ryeon memberikan kartu namanya pada Ye Sung.


*****


Dikediaman keluarga Park jun gyu,,,


Dokter Yora baru datang kerumah dan dia langsung diajak kekamar Rayyan dan Ayiswa untuk segera memeriksa Ayiswa. Dia pun menjalani serangkai pemeriksaan oleh dokter cantik yang masih muda itu tapi meski masih muda usianya lebih tua dari Ayiswa.


Setelah Dokter cantik itu selesai memeriksa Ayiswa, Rayyan lalu menanyakan terkait kondisi istrinya itu.


"Dok, gimana keadaan istri saya?" tanya Rayyan tak sabar yang saat itu duduk disamping Ayiswa yang terbaring lemah dengan wajahnya yang pucat pasi.


"Tidak apa-apa ini bukanlah hal yang harus dikhawatirkan, wajar kalau seorang ibu hamil mengalami sakit seperti ini" tutur dokter Yora seraya memasukan stetoskop kedalam tasnya.

__ADS_1


Kalimatnya membuat semua yang ada disana tercengang heran pasalnya dikalimat dokter Yora terdapat kata 'ibu hamil' sontak Rayyan langsung bertanya karena penasaran.


"Tunggu! Tunggu! Kata dokter 'Ibu hamil' maksudnya istri saya sedang hamil gitu?"


"Iya, istri anda sedang hamil, jangan bilang anda tidak mengetahuinya karena menurut perkiraan saya usia kandungannya sudah 16 minggu" doktet Yora menjelaskan.


"16 minggu? Itu artinya udah sekitar 4 bulan dong?!" tanya Rayyan masih tidak yakin.


"Iya anda betul" jawab dokter Yora.


Senyuman kebahagian tak terhingga itu kini terukir jelas diwajah Rayyan. Dia amat bahagia mendengar berita ini karena kini rumah tangganya sudah lengkah dengan dihadirkannya buah cinta mereka didalam rahim Ayiswa. Dan dia benar-benar tak menyangka kini istrinya tengah berbadan dua, apa lagi sekarang usia kandungannya sudah 4 bulan itu artinya mereka tinggal menunggu 5 bulan lagi atas kelahiran buah cinta mereka. Dan ini merupakan kejutan yang tak terduga bagi Rayyan.


"Sayang, kenapa kamu ngga bilang sih! Kalau kamu lagi hamil? Kenapa aku baru tahu saat usia kandunganmu sudah menginjak 4 bulan?" tanya Rayyan sambil membelai lembut kepala Ayiswa yang terbalut kain kerudung.


"Aku juga nggak tahu kalau aku lagi hamil soalnya diawal kehamilanku aku tidak merasakan apa-apa" jawab Ayiswa.


"Kan pasti ada perubahan dibadanmu,Ayiswa. Dan kalau lagi hamil pasti kamu tidak menstuasi" imbuh Jung eung.


"Iya bu, emang beberap bulan ini aku tidak menstuasi, tapi aku tidak curiga kalau aku sedang hamil sebab siklus menstruasiku tidak teratur, kadang menstruai kadang tidak jadi saat aku tidak men, aku tidak curiga"


"Oh, ya udah! Ngga apa-apa. Karena sekarang udah ketahuan kamu sedang hamil, tolong dijaga baik-baik ya,cucu ibu.Lebih perhatikan lagi pola makannya, jangan lakukan pekerjaan yang berat-berat dan kamu juga jangan terlalu kecapean ya" kata Jung Eung perhatian pada menantunya.


"Iya bu, aku akan turuti semua nasehat ibu. Terimakasih ibu sudah perhatian sama aku" ucap Ayiswa seraya tersenyum.


"Iya Ayiswa. Byun soo, mulai hari ini kamu harus perhatikan istrimu lebih extra lagi ya, apa pun yang dia mau harus kamu turuti sebab bisa jadi keinginannya itu keinginan sijabang bayi" titah Jung Eung.


"Iya bu, sebelum ibu suruh juga aku akan melakukannya" ujar Rayyan.


Setelah itu Dokter Yora memberikan obat dan vitamin pada Ayiswa agar mengurangi rasa pusing, mula dan demamnya. Kemudian dokter Yora dan Jung eung keluar dari kamar Rayyan dan Ayiswa karena urusan mereka sudah selesai. Setelah kepergian dokter Yora dan Ibu Jung Eng, Ayiswa kembali istirahat dan ditemani oleh Rayyan.


Next,,,,

__ADS_1


__ADS_2