
Setelah tadi menangani banyak pasien, Yora baru sadar kalau dia tidak memakai name tagnya lalu dia mengambil name tag ditasnya, tapi saat dia mencari, dia tak menemukan name tagnya.
"Aduh! Name tagku dimana ya? Aku inget banget ko, kalau aku membawanya dari rumah,tapi ko ditasku ngga ada ya, pasti ini jatuh deh!" gumamnya sendiri sambil terus mencari name tagnya.
Setelah mencari diruangan tempatnya bekerja dan masih tak ketemu akhirnya Yora mencari keluar disekitar area rumah sakit. Hingga sampailah dia dekat resepsionis.
"Dokter Yora!!" panggil petugas resepsionis dengan setengah teriak.
Yora pun melirik kesumber suara itu kemudian dia menghampirinya.
"Dokter, nampaknya sedang mencari sesuatu?" tanya petugas resepsionis.
"Iya betul, name tag saya hilang, Apa anda melihatnya?" jawab Yora kemudian balik bertanya.
"Iya saya melihatnya. Tadi ada seoarang pria yang memberikan name tag Dokter Yora pada saya, ini name tagnya" tutur petugas resepsionis itu sambil memberikan name tag pada Yora.
"Seorang pria? Siapa ya?"
"Saya tidak mengenalnya, Dokter! Sebab dia memakai masker. Tapi meski dia memakai masker dia terlihat sangat tampan"
"Oh! ya udah, terimakasih ya"
"Iya sama-sama"
*****
Saat hari H telah tiba, Rayyan dan Ayiswa pergi mengungsi kerumah lain yang dulu pernah dibeli oleh Rayyan dan diberikan pada orang tuanya karena mereka tak mau ikut campur urusan agama keluarga Rayyan, mereka tinggal disana selama satu minggu.
Tapi siapa sangka selama pengungsian Rayyan dan Ayiswa malah betah tinggal berdua dirumah itu tanpa kedua orang tua dan kakaknya Rayyan. Akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal disana.
Awalnya Jung eung tak setuju apa lagi sekarang Ayiswa sedang hamil jadikan kalau nanti ada apa-apa dengan Ayiswa pihak keluarga tidak akan cepat tanggap karena mereka tidak tahu-menahu tentang keadaan Ayiswa. Tapi meski begitu Rayyan dan Ayiswa tetap bersikukuh mau tinggal berdua dirumah itu dengan ditemani pembantu yang akan mengurus rumah dan membantu Ayiswa.
Akhirnya Jung eung mengizinkan juga dengan syarat jika terjadi apa-apa mereka harus cepat menghubungi pihak keluarga, dan mereka pun menyetujui persyaratan itu.
*****
Pagi itu Rayyan dan Ayiswa yang kini sudah tinggal dirumahnya sedang sarapan pagi. Tiba-tiba tanpa diundang dan tanpa pemberitahuan Ryeon datang kerumah mereka.
"Hyeong! Ayiswa!" seru Ryeon dengan Setengah berteriak.
Saat mendengar suara itu, mereka langsung mengalihkan perhatiannya pada sumber suara. Betapa terkejutnya mereka ketika melihat sosok Ryeon yang sedang berdiri sambil melambaikan tangan dan menyunggingkan senyuman manis yang terukir dibibirnya.
"Ryeon?!" gumam Rayyan.
Ryeon langsung menghampiri mereka dan mencari posisi duduk yang berhadapan dengan Rayyan dan Ayiswa.
"Wah! Kalian lagi sarapan pagi ya? Kebetulan aku juga belum sarapan" kata Ryeon lalu dia mengambil piring, sendok dan sumpit dirak piring yang ada didapur.
Tanpa ditawari dia langsung mengambil makananya dan mulai ikut sarapan sama Rayyan dan Ayiswa. Sementara Rayyan dan Ayiswa hanya melongo melihat Ryeon.
"Kenapa kalian cuma diam aja? Ayo makan jangan sungkan-sungkan ambil aja" kata Ryeon dengan mulut penuh makanan.
"Heh! Ini kan rumah gue, makanan gue, kenapa malah jadi elo yang nawarin ke gue si?" tanya Rayyan sambil geleng-geleng kepala dengan tingkahnya Ryeon.
"Ya, habisnya lo diam aja, gue kan laper ya udah gue makan aja, ini kan makanannya banyak" jawab Ryeon dengan suara yang kurang jelas karena mulutnya masih penuh dengan makanan.
"Kalau ngomong itu makanan ditelan dulu. Nanti kalau lo keselek terus nyembur ke gue, Awas! Aja ya, lo. Datang-datang kesini lo langsung minta makan" gerutu Rayyan dengan sedikit mengancam.
Ayiswa lalu menyikut lengan Rayyan sambil berbisik "Udah! bang, biarin bang Ryeon ikut sarapan sama kita"
Rayyan lalu melirik Ayiswa kemudian dia terdiam sejenak. Kemudian dia melanjutkan makan sambil menatap Ryeon.
"Ko, lo bisa tahu sih! Rumah gue disini? Dan ko lo bisa tahu juga kita ada dikorea?" tanya Rayyan tiba-tiba.
"Kalau lagi makan jangan banyak bicara, nanti keselek loh! Nanyanya n'tar aja kalau udah makan" kata Ryeon.
__ADS_1
Akhirnya Rayyan tak bertanya lagi dan mereka saling terdiam hingga selesai makan.
"Ah! Sekarang gue udah kenyang, makasih ya,sarapannya" ucap Ryeon.
"Iya. Jadi sekarang lo bisa jawab partanyaan gue soal yang tadi" kata Rayyan.
Sebelum dia menjawab pertanyaan Rayyan, dia melihat jam tangan yang melingkar dipergelangam tangannya dan waktu menunjukan pukul 08.00 pagi.
"Wah! Udah jam delapan, gue udah telat nih! Hyeong gue pergi dulu ya, nanti gue kesini lagi, bye" kata Ryeon lalu melengos pergi.
"Ya elah! Tuh! Anak mau ngapain kesini kalau mau pergi lagi? Apa dia datang kesini cuma buat numpang sarapan aja?" tanya Rayyan heran.
"Ya udah, biarin aja. Toh, dikita juga ada banyak makanan" ujar Ayiswa.
"Ya heran aja, dia kan anak konglomerat, emang dirumahnya kagak nyiapin sarapan gitu, ampe numpang sarapan disini?"
Ayiswa mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tahu setelah itu dia membereskan bekas mereka makan.
*****
Siang itu, Ryeon baru selesai syuting disebuah taman yang ada dikota itu. Dia hendak pulang kerumahnya, tapi tiba-tiba pandangannya teralih pada sekelompok anak kecil. Awalnya dia tak peduli dengan aktifitas anak-anak itu tapi saat dia melihat ada Ye sung, sejenak dia memperhatikan mereka dan ketika dilihat-lihat nampaknya anak-anak itu sedang membuly Ye sung. Akhirnya Ryeon mendekati mereka.
Ye sung menatap tajam pada teman-teman sekelasnya yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian. Perlawanannya terhadap mereka membuat mereka makin geram.
"Dasar! Anak haram, berani kau menatapku dengan tatapan seperti itu" bentak Sinbi sambil mendorong Ye sung hingga dia beringsut mundur dan terjatuh.
Sinbi and the gank lalu memutari Ye sung yang saat itu masih terduduk, sambil meledek dan mendorongnya silih bergantian.
Ye sung anak haram!
Ye sung anak haram!
Ye sung anak haram!
Kalimat itulah yang digunakan untuk membuly gadis kecil itu. Dia jadi amat marah, kedua tangannya mengepal dengan kuat sambil menatap mereka dengan penuh amarah. perlakuan Sinbi dan teman-temannya sudah amat keterlaluan dan itu membuat Ye sung sudah tidak tahan lagi, lalu dia membentak Sinbi dan teman-temannya dengan beruraian air mata karena sedih dan marah.
"Jangan bohong, Ye sung! kami tahu siapa ibumu dan dirimu, Ye sung pembohong! Ye sung anak haram!" serunyanya lagi menjadi provokator.
Lalu teman-teman Sinbi mengikuti seruan Sinbi yang terus memprovokatori mereka sambil menjambak dan mendorong Ye sung.
Ye sung pembohong! Ye sung anak haram!
Ye sung pembohong! Ye sung anak haram!
Mereka terus melontarkan kata-kata yang membuat Ye sung sakit hati dan amat sedih.Akhirnya dia hanya bisa menunduk sambil menangis sesegukan.
"Hentikan! Kalian tidak boleh membulynya lagi" hardik Ryeon dengan tiba-tiba.
Para gadis kecil itu lalu melirik kearah pria tampan yang menghardik mereka. Ryeon lalu menghampiri Ye sung dan mengulurkan tangannya pada gadis kecil itu.
"Bangunlah, Ye sung!" ucap Ryeon.
Ye sung lalu mendongakan wajahnya untuk melihat sosok pria yang mengulurkan tangannya pada Ye sung. Dia lalu menjabat tangannya dan berdiri. Sinbi yang tak suka pada Ye sung kemudian hendak memukulnya tapi tangan kecilnya ditahan oleh Ryeon bersamaan dia sambil menarik Ye sung kebelakang tubuhnya agar terhindar dari pukulan Sinbi.
"Berhentilah kau menyakiti Ye sung! Kalau kau melakukannya lagi aku akan melaporkanmu kepolisi" ancam Ryeon pada Sinbi dan teman-temannya.
"Siapa kau paman? Beraninya mengancamku, kami tidak suka Ye sung sekelas dengan kami,kami ingin dia keluar dari sekolah kami tapi dia bermuka tebal dan masih saja tetap bertahan disekolah kami. Kata ibuku, ibunya Ye sung itu seorang wanita penggoda makannya dia punya anak tanpa seorang suami" Pekik Sinbi dengan amat arogan.
"Astaga, bagaimana bisa seorang ibu ngajarin yang tidak benar pada anaknya" batin Ryeon tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Ibuku tidak seperti itu, dia wanita baik-baik" teriak Ye sung membela ibunya.
Ryeon hanya melongo melihat situasi seperti ini. Tiba-tiba Ye sung berkata sesuatu yang membuat Ryeon amat tercengang kaget dan bingung.
"Ayah, tolong jelaskan pada mereka kalau kamu adalah ayah kandungku, kalian terpaksa harus bercerai saat aku masih bayi karena suatu alasan. Dan tolong jelaskan juga kalau ibu bukanlah wanita penggoda, ibuku adalah wanita baik-baik" ucap Ye sung memelas pada Ryeon sambil mendongakan wajahnya menatap wajah tampan itu dan sambil memegangi tangan Ryeon dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Bukan hanya Ryeon yang tercengang, Sinbi dan teman-temannya pun tercengang kaget. Mereka tak menyangka ayahnya Ye sung masih muda dan amat tampan. Ryeon yang masih kebingungan terus menatap Ye sung dengan penuh tanda tanya. Niatnya mau membebaskan Ye sung dari bulyan teman-tamannya tapi dia malah disuruh ngaku kalau dirinya itu adalah ayah kandung Ye sung padahal semua itu tidak benar.
Bagaimana bisa Ryeon mengakui sesuatu yang tidak benar adanya? Ditambah lagi dia baru mengenal Ye sung. Ye sung yang melihat Ryeon terus terdiam karena bingung lalu dia mengedipkan sebelah matanya untuk memberi kode, ini cuma pura-pura agar mereka berhenti membuly Ye sung.
Setelah Ryeon paham maksud Ye sung akhirnya dia berkata.
"Oh iya, apa yang Ye sung katakan itu memang benar. Saya memang ayah kandungnya Ye sung. Saya dan istri saya bercerai karena suatu alasan, selama ini saya tak pernah menemui Ye sung atau menghadiri acara rapat disekolahnya karena saya tinggal diluar negri dan sekarang saya baru kembali kesini untuk menemui Ye sung. Jadi, kalian tidak boleh mengganggunya lagi, Kalau kalian berani mengganggunya lagi saya akan buat kalian dikeluarkan dari sekolah" ancam Ryeon pada mereka.
Mendengar ancaman Ryeon mereka lalu bergeming.
"Ayo! Sekarang kalian minta maaf sama Ye sung. Dan awas! Ya, kalian tidak boleh mengatakannya anak haram lagi, kalian juga tidak boleh mengatakan ibunya sebagai wanita penggoda" titah Ryeon.
Mereka akhirnya meminta maaf pada Ye sung sambil bersalaman dan berpelukan, setelah itu mereka pergi. Ryeon dan Ye sung kemudian membeli es krim lalu duduk dikursi taman sambil makan es krim.
"Paman, makasih ya udah nolongin aku dan aku minta maaf karena tadi terpakasa paman harus pura-pura jadi ayah kandungku" ucap Ye sung.
"Iya tidak apa-apa, lain kali kalau mereka masih berani gangguin kamu bilang aja pada paman, paman akan melabrak mereka lagi, oke!" kata Ryeon sambil tersenyum pada Ye sung.
"Siap! Paman" kata Ye sung sambil memberi hormat dengan tangan kanannya.
"Sekarang kamu mau kemana?" tanya Ryeon.
"Aku mau pulang saja" jawab Ye sung.
"Ya udah, kalau gitu biar paman antar kamu pulang ya, gak baik kalau kamu pulang sendiri, nanti kalau ada yang nyulik kamu gimana? " Ryeon menawarkan diri untuk mengantar Ye sung pulang.
Sejenak Ye sung berpikir atas tawaran Ryeon, Akhirnya dia pun setuju diantar pulang oleh Ryeon. Butuh waktu 30 menit untuk bisa sampai dirumah Ye sung. Setelah sampai didepan rumah Ye sung, Ryeon lalu membukakan pintu mobil untuk gadis kecil itu.
"Paman, apa kamu mau mampir dulu dirumahku?"
"Lain kail aja ya, paman masih ada urusan lagi nih!"
"Baiklah kalau begitu, sekali lagi terimakasih paman, atas semua bantuanmu hari ini. l love you, uncle, saranghaeyo" ucap Ye sung sambil membentuk emotikon love dengan kedua tangannya.
Gadis kecil yang masih polos itu membuatnya jadi iba dan tersenyum. Ryeon lalu membalas ucapan Ye sung sambil tersenyum.
"I love you to Ye sung, saranghaeyo"
Setelah itu Ryeon pulang sedangkan Ye sung masuk kerumahnya. Didalam rumah tiba-tiba handphone Ye sung berbunyi pertanda ada panggilan masuk.
📞Halo, ada apa bu' tanya Ye sung.
📞Ye sung, kenapa nomor teleponmu baru aktif, ibu teleponin kamu dari tadi? Kamu sekarang ada dimana? Ibu tadi jemput kamu kesekolah tapi katanya disekolah sudah tidak ada siapa-siapa lagi.
📞Maaf bu, tadi handphoneku lowbet sekarang juga aku nelepon sambil di cas nih! Ibu jangan khawatir aku sudah ada dirumah.
📞Kamu pulang sendiri?
📞Tidak bu, karena ibu telat menjemputku tadi ada paman baik hati yang mengantarku pulang.
📞Oh! Syukurlah kalau begitu, maaf kan ibu ya, Ye sung. Ibu telat menjemputmu hingga kamu harus pulang dengan orang lain.
📞Tidak apa-apa bu, aku mengerti ko.
📞Ya udah, kamu jangan pergi kemana-mana ya, tetap dirumah. Hari ini ibu tidak lembur jadi ibu bisa pulang sore.
📞Iya bu
📞Ya udah, sekarang ibu mau kerja lagi ya, baik-baik dirumah ya sayang.
📞Iya bu, l love you bu, hati-hati kerjanya ya bu.
Diam-diam Ibu Ye sung terharu dengan ucapan putri kecilnya yang masih polos itu, tak terasa butir beningnya menetes.
📞Iya sayang, l love you to Ye sung
__ADS_1
Next,,,,