
Rayyan dan pak Marwa mencari Baby Zayn dengan berpencar diarea sekitar pasar. kaki Rayyan terus melangkah mencari bayi itu sambil terus berteriak memanggil namanya hingga sampailah dia ditaman dekat pasar. tiba-tiba pandangannya teralih pada sosok gadis yang amat dicintainya. gadis itu tengah duduk disebuah kursi panjang yang ada ditaman bersama seorang bayi.
"Astagfirullahaladzim Zayn, kenapa dia bisa sama Ayiswa? Gimana ini?" gumam Rayyan sambil mengacak rambutnya bingung karena dia belum siap memperkenalkan Baby Zayn pada Ayiswa
Saat dia lagi kebingungan pak Marwa menepuk bahunya.membuat Rayyan jadi kaget.
"Rayyan, udah ketemu belum Baby Zaynnya?" tanya pak Marwa
"Itu pak, Zayn sama gadis bercadar itu" tunjuk Rayyan ragu dan bingung
"Kenapa kamu malah diem disini bukannya nyamperin mereka?" tanya pak Marwa
"Bapak aja ya, aku ngga bisa nemuin gadis itu, jangan ceritakan soal aku dihadapan gadis itu ya" pinta Rayyan
"Emang kenapa? Emang dia siapa? Apa kamu mengenalnya?" pak Marwa menjejali Rayyan dengan pertanyaanya
"Iya aku mengenalnya, tapi saat ini aku belum bisa ceritain soal dia. jadi aku mohon bawa lagi Zayn ya"
"Ya udah bapak kesana dulu ya"
Rayyan mengangguk sambil memberikan foto Baby Zayn dari dompet Rayyan agar Ayiswa yakin kalau bayi yang lagi bersamanya itu benar cucu pak Marwa.setelah itu dia mencari posisi yang aman untuk bersembunyi dan mengintip mereka dari kejauhan. sementara pak Marwa mendekati Ayiswa.
"Assalammualaikum nak" sapa salam pak Marwa
Ayiswa yang lagi asyik bermain dengan bayi itu lalu menjawab salam bapak tua itu. kemudian pak Marwa mengutarakan maksud kedatangannya untuk membawa kembali Baby Zayn yang hilang karena kurangnya pengawasan dia. setelah menunjukan foto Baby Zayn pada Ayiswa dan Ayiswa baru percaya kalau bayi yang bersamanya itu beneran cucu sibapak tua itu lalu dia memberikan bayinya pada kakeknya.
"Makasih ya nak, kamu sudah jagain cucu bapak ini" ucap pak Marwa
"Iya pak sama-sama lain kali hati-hati ya pak jangan kaya gini lagi kan kasihan Baby Zayn jalan-jalan sendirian, gimana kalau ada yang nyulik dia" tutur Ayiswa
"Iya nak, lain kali bapak tidak akan seperti ini lagi"
Ayiswa lalu pamitan, dia mengelus lembut kepala bayi itu sambil tersenyum.
"Sayang, Ate pulang dulu ya, kamu ngga boleh nakal jangan kabur lagi ya ganteng" ucap Ayiswa lalu pergi
*****
Siang itu,setelah selesai makan siang disebuah warteg, pak Marwa dan Rayyan kembali ketoko buah tapi ditengah jalan Rayyan menghentikan langkahnya.
"Pak, bapak duluan ya ketokonya aku mau kedalam pasar dulu ada perlu sebentar tapi tolong bawa Baby Zayn ya pak" kata Rayyan tiba-tiba
"Emang kamu mau kemana sih? Mau ngapain?" tanya pak Marwa penasaran
"Cari sesuatu bentar ya pak,ini penting"
"Ya udah, sini Baby Zaynnya biar bapak gendong"
Rayyan lalu memberikan Zayn pada pak Marwa setelah itu mereka pergi dengan tujuan masing-masing. sebenarnya Rayyan pergi kepasar karena mau melihat Ayiswa dari kejauhan untuk memastikan apakah dia masih kerja ditempat itu atau sudah tidak lagi.
Dan ternyata dia memang masih kerja ditempat itu.ada sebuah kerinduan yang mulai merayapi hatinya. Rayyan merindukan kembali masa-masa saat mereka masih berhubungan baik, suka teleponan karena mereka menjalani long distance relationship,pergi jalan-jalan,bercanda dan menghabiskan waktu bersama.mengingat semua itu semakin membuat Rayyan merindukan Ayiswa.
Tapi apakah mereka bisa kembali seperti dulu lagi.itu selalu membuat Rayyan ragu karena luka yang telah dia goreskan dihati Ayiswa terlalu sakit hingga mungkin Ayiswa tidak akan memaafkannya kembali. saat Rayyan sedang diam-diam memperhatikan Ayiswa dari kejauhan tiba-tiba Ayiswa berjalan semakin mendekatinya.
Rayyan jadi kelabakan bingung harus ngumpet dimana, karena dia tidak mau ketahuan oleh Ayiswa. saat Rayyan melihat ada seorang pedagang sedang memegangi spidol karena sedang menulis barang-barang yang masuk ketokonya untuk pencatatan Rayyan lalu meminjam spidol itu.
"Bang, pinjam spidolnya dong bentar aja" kata Rayyan sambil merebut spidol itu dari tangan yang punya
"Eh! Mau ngapain? Pasang rebut aja"
__ADS_1
"Bentar bang ngga lama ko"
Rayyan lalu jongkok sambil menyembunyikan wajahnya diantara barang-barang dagangan orang itu kemudian dia mencoret-coret wajahnya agar saat Ayiswa menghampirinya dia tidak akan begitu mengenali Rayyan, itulah yang ada dipikirannya saat ini.
Rupanya Ayiswa datang untuk menukarkan uang seratus ribuan keuang recehan kesesama pedagang hal ini sudah biasa dilakukan jika mereka tak punya uang recehan untuk kembalian.setelah menukarkan uangnya dia lalu kembali ketoko pakaiannya.
"Makasih ya bang, spidolnya" ucap Rayyan dengan wajah cemongnya itu
"Kamu ngapain itu muka dicoret-coret gitu? Spidol saya ini permanen loh! Kalau itu muka kamu ngga bisa dihapus gimana?" jelasnya
"Serius bang spidolnya permanen?" tanya Rayyan tak percaya
"Iya serius"
Rayyan lalu mencari cermin atau benda yang bisa memantulkan bayangan dirinya untuk bercermin.
"Ya ampun! Kenapa aku harus nyoret-nyoret wajahku kaya gini sih?" gerutu Rayyan kesal pada dirinya sendiri
Lalu dia pergi ketoilet umum untuk membasuh wajahnya dan ternyata spidol itu tidak bisa dihapus dengan mudah, Rayyan terus menggosok-gosok wajahnya tapi usahanya sia-sia coretan itu masih menempel diwajahnya.
"Ah! sial masa mukaku selamanya akan kaya gini sih" gerutu Rayyan
Akhirnya dengan wajah yang masih cemong Rayyan kembali ketoko dengan tertunduk malu karena orang-orang terus ngelihatin wajahnya yang terlihat aneh. sesampainya ditoko dia langsung duduk dekat Baby Zayn yang sedang bermain dilantai bersama pak Marwa.melihat wajah Rayyan yang cemong pak Marwa langsung tertawa.
"Hahahaha,, wajah kamu kenapa itu?" tanya pak Marwa
Rayyan yang kesal karena perbuatan konyolnya itu langsung manyun sambil menjawab pertanyaan pak Marwa dengan asal. Baby Zayn yang juga melihat wajah Rayyan ikut tertawa.
"Ah! Zayn, kamu pun malah ikut nertawain ayah" gerutu Rayyan
Setelah pulang kerumah akhirnya Rayyan bisa menghapus coretan diwajahnya juga dengan menggunakna sabun cuci muka.
Disuatu sore Pak Marwa, Rayyan dan Baby Zayn baru pulang dari kerjanya dengan berjalan kaki sekalian mereka cari makan untuk makan malam.
"Rayyan, berhenti dulu ya, bapak cape nih! duduk dulu yuk disana" kata pak Marwa yang waktu itu menggendong Baby Zayn
"Kan aku udah bilang pak, Baby Zaynnya biar aku yang gendong, sekarang dia kan udah berat"
"Ngga apa-apa lagian Baby Zaynnya lagi pengen digendong sama bapak" tutur pak Marwa
Akhirnya mereka duduk disebuah kursi panjang terbuat dari besi yang ada dipinggir jalan dekat area perumahan.
"Aduh! aku laper, makan sekarang aja ah! nasinya" kata Rayyan
"Iya bapak juga laper kita makan aja disini"
Akhirnya mereka makan juga ditempat itu, Rayyan lalu memberikan biskuit camilannya baby Zayn,dan dia pun langsung memakannya.
"Ih! airnya habis padahal aku lagi haus" keluh Rayyan saat dia melihat botol air mineralnya habis
Kemudian Rayyan melempar botol itu kesembarang arah dan ternyata botol air mineral pak Marwa pun sudah habis Rayyan lalu melemparkannya lagi kesembarangan arah tanpa dia sadari botol itu sudah nimpuk anjing helder yang ada dibalik semak-semak.
Gaik,, gaik,,gaik,,!!
Suara anjing itu mengaduh kesakitan.saat anjing tak bertuan itu melihat Rayyan,baby Zayn dan pak Marwa. anjing itu ngenggonggongi mereka.
Guk,,,guk,,,guk,,,guk,,,!!
Rayyan yang menyadari anjing itu semakin mendekat lalu dia mengajak pak Marwa untuk lari. tapi ternyata sebelum dia ngomong pak Marwa yang membawa Baby Zayn sudah mengambil langkah seribu.
__ADS_1
"Ih! Malah lari duluan, pak! Tungguin aku dong"
Rayyan pun lalu mengambil langkah seribu tanpa sempat membereskan bekas makan mereka. merasa tak kuat lagi untuk berlari bapak tua itu memutuskan untuk bersembunyi. dia dan baby Zayn masuk ketong sampah besar yang ada penutupnya. sementara Rayyan yang berlari dibelakang pak Marwa terus berlari tanpa memperhatikan keadaan sekitar pikirannya hanya fokus untuk berlari agar dia selamat dari kejaran anjing helder yang terlihat sangar dan galak itu.
"Baby Zayn, kita selamat anjing itu sudah melewati kita tapi ayah kamu masih dikejar anjing itu" ujar pak Marwa sambil menatap Baby Zayn
Sementara Rayyan terus berlari karena Anjing itu tak mau berhenti mengejarnya. dari arah yang berlawanan Rayyan melihat ada Ayiswa yang lagi berjalan dengan santainya. saat sudah mendekati Ayiswa, Rayyan lalu berteriak.
"Ayiswa, jangan pergi kesana ada anjing yang sedang mengejarku, ayo ikut lari denganku!!" teriak Rayyan sambil menarik tangan Ayiswa
Tanpa sempat berkata apa-apa Ayiswa akhirnya ikut lari bersama Rayyan karena tangannya ditarik oleh Rayyan. sesekali dia menoleh kebelakang dan dia melihat ada anjing yang sedang mengejar mereka. lama-lama Ayiswa mulai kelelahan tapi anjing itu tetap terus mengejar mereka.
"Aku cape lari terus, berhenti dulu yuk" ajak Ayiswa dengan nafas ngos-ngosan
"Ngga bisa Ayis, kalau kita berhenti anjing itu bisa gigit kita"
"Tapi aku udah cape"
Melihat Ayiswa yang sudah kelelahan akhirnya Rayyan mencari cara untuk menyelamatkan diri dari anjing itu. saat melihat ada sebuah pohon dipinggir jalan terpikirlah sesuatu dibenaknya. Rayyan lalu mengajak Ayiswa untuk menaiki pohon itu.
"Aku ngga bisa naik pohon" kata Ayiswa panik saat mereka ada dibawah pohon
"Naik kepundakku nanti aku dorong kamu keatas" titah Rayyan
Ayiswa nampak ragu, dia terus berpikir apakah dia harus naik atau tidak karena kelamaan mikir akhirnya Rayyan mendesak Ayiswa untuk segera naik kepundaknya karena Rayyan sudah jongkok dan siap mendorong Ayiswa naik keatas. dengan ragu akhirnya Ayiswa naik juga.
"Awas loh, jangan ngintip" ancam Ayiswa
"Iya aku janji ngga akan ngintip" ucap Rayyan
"Ya udah, cepat nunduk dong jangan lihat keatas, Awas! aja kalau berani ngintip aku colok matamu" ancam Ayiswa lagi
"Iya, iya aku udah nunduk nih! buruan naik keburu anjingnya kesini"
"Iya cepet dorong aku keatas" titah Ayiswa setelah naik kepundak Rayyan sambil bepegangan pada pohon
Rayyan lalu mendorong Ayiswa dengan perlahan hingga dia berhasil naik kesebuah daha yang cukup tinggi. setelah berada diatas pohon Ayiswa segera menyuruh Rayyan untuk naik kepohon. sebenarnya Rayyan sendiri tidak bisa naik keatas pohon yang tinggi karena dia takut akan ketinggian tapi karena anjing itu semakin mendekat akhirnya dengan susah payah dia naik juga dengan dibantu ditarik oleh Ayiswa yang sudah duluan diatas pohon.
Akhirnya kedua insan manusia itu berhasil juga menaiki sebuah pohon. tapi anjing itu tak mau pergi dia malah terus menggonggongi mereka dibawah pohon.
"Gimana nih! Anjingnya ngga mau pergi, ini semua gara-gara bang Rayyan, dikejar anjing ko ngajak-ngajak aku" keluh Ayiswa kesal
"Ya maaf, habisnya kamu malah muncul disaat yang tidak tepat sih! Jadi terpaksa deh,kamu juga ikut dikejar anjing" kata Rayyan
Ayiswa lalu mendengus kesal karena kini dia terjebak diatas pohon berdua dengan Rayyan. dia terus berpegangan dipohon yang sama dengan dahan yang berbeda dengan Rayyan sambil terus memalingkan wajahnya dari Rayyan. sementara Rayyan terus menatap gadis yang ada dihadapannya itu,diam-diam dia tersenyum dan bersyukur karena udah dikejar anjing sebab dengan begitu dia bisa ngobrol lagi dengan Ayiswa meski dia masih bersikaf dingin pada Rayyan.
Ditambah Rayyan bisa berdekatan lagi dengan gadis yang amat dicintainya itu.tak lama anjing itu pun akhirnya pergi. kemudian Ayiswa menyuruh Rayyan turun duluan. Rayyan lalu melihat kebawah. dia menelan ludahnya sendiri melihat ketinggian itu. Rayyan mendadak ragu untuk turun duluan karena takut ketinggian.
"Hehe,, kamu duluan deh yang turun" titah Rayyan
"Ko aku sih! ya bang Rayyan duluanlah yang turun, nantikan aku berpijakan lagi dipundakmu" kata Ayiswa agak ngegas
"Aku ngga bisa turun, aku takut ketinggian" ucap Rayyan sambil cengengesan
"Jangan bercanda bang, ngga asyik kan kalau kita terjebak disini selamanya"
Rayyan hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.Ayiswa jadi makin manyun karena kesal. Rayyan yang tak mau membuat Ayiswa makin marah lalu berusaha turun. kakinya meraba-raba sambil mencari pijakan untuknya turun dengan tangan yang terus memeluk pohon besar itu. tapi tiba-tiba dia terpeleset hendak jatuh. untung Ayiswa dengan sigap menarik tangan Rayyan hingga mereka sama-sama memeluk pohon besar itu.
Dengan kedua tangan saling berpegangan. dan tanpa sengaja sepasang mata mereka saling bertatapan cukup lama satu sama lain. dari pancaran mata mereka tersirat jelas kalau mereka masih saling mencintai satu sama lain.hingga akhirnya Ayiswa memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Next,,,,