PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Teman masa kecil


__ADS_3


Ayiswa lalu melepaskan kedua tangan Rayyan.


"Ayiswa, aku minta maaf karena sudah membuatmu terluka, sungguh tak ada niat sedikit pun dariku untuk melakukan kesalahan itu, ini semua karena kecelakaan.aku mohon maafkan aku Ayiswa" ucap Rayyan dengan sungguh-sungguh dan penuh penyesalan


Ayiswa tak menjawab apa pun dia terus bergeming hingga akhirnya pandangan matanya tertuju pada seorang bapak tua yang sedang berjalan sambil celingukan dan dia menggondong seorang bayi laki-laki.


"Pak, pak, toloooong,,, pak,, tolong kami!!" teriak Ayiswa tiba-tiba


Rayyan lalu melirik pada sosok yang dipanggil oleh Ayiswa itu dan si bapak tua itu mendekati mereka.


"Pak, kami tidak bisa turun, tolong cariin tangga ya" ucap Ayiswa dari atas pohon


"Iya, kalian tunggu disini dulu ya, bapak akan cari tangga" sahut bapak tua itu dari bawah


Dia lalu mencari tangga tak berapa lama dia kembali dengan membawa tangga. Ayiswa dan Rayyan lalu turun dari pohon itu.


"Bapak yang waktu itu kehilangan cucunya kan ya?" tanya Ayiswa tiba-tiba


"Iya, kamu yang waktu itu nemuin Baby Zayn ya?" tanya balik pak Marwa.Ayiswa lalu mengangguk


"Eh! Ini Baby Zayn ya? hay! Ganteng apa kabar kamu" sapa Ayiswa pada bayi itu sambil menggendongnya


"Alhamdulilah aku baik kakak" jawab pak Marwa mewakili Baby Zayn yang belum bisa bicara sambil melambai-lambaikan tangan baby Zayn yang waktu itu sudah beralih digendong oleh Ayiswa


Pak Marwa dan Ayiswa lalu asyik ngobrol sedangkan Rayyan hanya garuk-garuk kepala tak gatal karena dia dikacangin sama mereka.


"Ko kamu bisa sama-sama kejebak diatas pohon sih! sama Rayyan?" tanya pak Marwa penasaran


"Nih! semua gara-gara dia,dikejar anjing ngajak-ngajak aku" tunjuk Ayiswa sinis pada Rayyan


"Eh! tunggu, ko bapak bisa tahu namanya Rayyan, Apa bapak kenal dia?" tanya Ayiswa yang baru ngeh


"Kenallah diakan anak angkat bapak" jawab pak Marwa


Ayiswa lalu menatap Rayyan yang tersenyum cengengesan.


"Terus,,, Baby Zayn itu, Apa dia anakmu bang?" tanya Ayiswa dengan kelu pada Rayyan

__ADS_1


Seketika Rayyan lalu menunduk sambil berkata dengan berat karena mungkin kehadiran baby Zayn akan semakin membuat Ayiswa terluka.


"Iya, maafkan aku Ayiswa"


Ayiswa lalu menatap wajah polos bayi tak berdosa itu, mata Ayiswa mulai berkaca-kaca karena sedih Baby Zayn harus terlahir dengan cara seperti ini.prasangka Rayyan yang salah kira, Ayiswa matanya berkaca-kaca karena sakit hati dan cemburu pada Baby Zayn malah makin membuat Rayyan merasa bersalah karena mungkin dia sedih melihat bayi dari orang yang dicintainya dengan wanita lain.padahal terkaan Rayyan itu salah besar, dia yang tak mau semakin membuat Ayiswa terluka kemudian menggendong alih Baby Zayn.


Tapi nampaknya bayi itu tak mau lepas dari gendongan Ayiswa, dia malah menangis sambil megangin kain jilbab Ayiswa saat hendak digendong oleh Rayyan.


"Tak apa bang, Baby Zayn masih mau digendong olehku" ucap Ayiswa sambil menggendong Baby Zayn kembali


"Tapi Ayis,Apa kamu tidak membenciku dan Baby Zayn?" tanya Rayyan dengan ragu


"Kenapa aku harus membenci kalian? Apa alasannya aku harus membenci kalian" Ayiswa malah balik bertanya


"Tapi aku kan udah,,," Rayyan menggantung kalimatnya


"Kenapa apa aku tidak boleh menggendong anakmu dengan kak Youri? Apa kak Youri akan melarangku karena menggendong anaknya?" tanya Ayiswa dengan tatapan nanar


"Tidak, bukan begitu,noona Youri tidak akan melarangmu karena dia,,, " sejenak Rayyan menghentikan kalimatnya tak lama kemudiam dia melanjutkan lagi kalimatnya


"Karena dia sudah meninggal dunia beberapa hari setelah melahirkan baby Zayn"


Seketika Ayiswa tercengang kaget dan tak menyangka wanita yang sudah menggagalkan pernikahannya dengan Rayyan kini sudah meninggal dunia.


Tiba-tiba Bayi Zayn berceloteh tidak jelas karena dia baru belajar bicara. seolah-olah dia mengajak Ayiswa untuk bicara.


"Ma,, ma,, ma,, mama,, ma,, ma,, ma" celoteh Baby Zayn dengan suaranya yang menggemaskan dan lucu


"Kamu ngomong apa Baby?" tanya Ayiswa


"Dia manggil kamu mama,Ayiswa" celetuk pak Marwa tiba-tiba membuat suasana menjadi canggung.


Ayiswa jadi salah tingkah dan tersipu malu. dan lagi-lagi pak Marwa membuat suasana makin canggung dengan celotehannya.


"Rayyan, kamu ngga denger tuh! Baby Zayn minta mama baru, kenapa kamu ngga segera carikan mama baru untuknya misalnya Ayiswa ini gitu,baby Zayn kayanya suka sama Ayiswa, dia orangnya baik dan penyayang anak-anak,iya kan Ayiswa" celetuk pak Marwa yang tidak mengetahui masa lalu Ayiswa dan Rayyan.


"Hah,,?!" Ayiswa terperanjat kaget ketika namanya disebut


Itu membuat Rayyan makin canggung, wajahnya yang putih terlihat memerah seperti udang goreng.

__ADS_1


"Bapak apaan sih! Udah ah! Jangan ngomong yang aneh-aneh lagi kita pulang yuk" kata Rayyan mengalihkan pembicaraan


Setelah berhasil membujuk baby Zayn untuk pulang. Rayyan lalu berpamitan pada Ayiswa. mereka lalu pulang kerumah masing-masing


******


Sesampainya dirumah, seperti biasa Ayiswa mengucap salam pada orang rumah. tapi nampaknya saat itu Umi sedang kedatangan tamu.


"Ayiswa, kamu sudah pulang? Sini duduk dulu sama Umi" kata Umi


Ayiswa lalu duduk disamping Umi. kemudain dia memperkenalkan tamunya.


"Ayis, Apa kamu masih ingat dengan dia?" tanya Umi sambil menunjuk kepria muda yang tampan dengan fostur tubuh tinggi,kekar yang menjadi tamunya itu.


Ayiswa lalu menggelengkan kepalanya pertanda dia tidak tahu siapa tamunya Umi itu.


"Dia ini Yusuf, yang waktu kecil kalian suka main bareng. Yusuf keponakan Umi adinya Alif,suami dari kakak kamu Zarra. Apa kamu sudah lupa dengan dia?"


Setelah Umi menceritakan detail pria tampan yang terlihat soleh dan alim itu barulah Ayiswa mengingat tentang Yusuf teman bermainnya waktu masih kecil. Ayiswa tak menyangka Yusuf yang dulu kurus kerempeng, cengngeng dan lebih pendek darinya kini setelah dewasa dia menjelma menjadi pria yang amat tampan, alim, soleh bertubuh tinggi dan kekar. wajahnya hampur mirip dengan Alif. mungkin karena mereka sedarah jadi tingkat kemiripannya seperti anak kembar padahal usia Alif dan Yusuf terpaut amat jauh.


"Assalammualaikum Ayiswa, Apa kabar kamu?" sapa salam Yusuf sambil tersenyum ramah pada Ayiswa


"Waalaikummusalam, Alhamdulilah aku baik bang, bang Yusuf sendiri gimana kabarnya?"


"Alhamdulilah aku juga baik, kamu tidak berubah ya,masih saja sama seperti dulu" tutur Yusuf


"Hehe,, Aku udah berubah bang, jadi lebih tua.bang Yusuf aku pangling loh! ngelihat bang Yusuf. kamu sekarang tumbuh lebih tinggi dari pada aku" komentar Ayiswa


Yusuf hanya menanggapinya dengan senyuman.mereka kemudian ngobrol panjang lebar sampai menjelang magrib. Ayiswa lalu pamitan mau pergi kekamarnya karena dia belum mandi setelah pulang kerja sementara sekarang hampir menjelang magrib. Ayiswa lalu pergi kekamarnya.


"Aunty, meski wajah Ayiswa tertutup cadar tapi dia kelihatan cantik ya" puji Yusuf pada Ayiswa sambil tersenyum


"Oh iya, dia emang cantik" ujar Umi


*****


Setiap nafasku mengalirkan cinta untukmu, setiap bait doaku, selalu kuselipkan namamu, meski takdir tak menggariskan cinta kita untuk bisa bersatu namun harapanku selalu kujunjung tinggi, selama hayatku masih dikandung badan cinta dan harapku tak kan pernah mati.meski kau telah menggoreskan luka dihatiku.aku akan tetap mencintaimu,namamu yang akan tetap terukir indah direlung hatiku.


Setelah memanjatkan doanya pada sang kholik, Ayiswa lalu melipat sajadah dan mukenanya kemudian dia menyimpannya dinakas setelah itu dia bercermin. menatap wajahnya yang teduh dan sendu, tanpa cadar dan tanpa balutan kain jilbab, bayangan tubuhnya terpantul dicermin hingga nampaklah rambut panjangnya yang tergerai lurus. betapa tubuh ini sangat lemah dihadapan sang kholik bahkan dia tak mampu melawan apa yang sudah menjadi garis takdirnya.

__ADS_1


"Hhhmm,,, Apakah aku begitu hina dihadapan sang kholik hingga aku tak bisa mendapatkan apa yang kuinginkan dan aku harus selalu mendapatkan kekecewaan ini?" batin Ayiswa seraya mengenang kembali kejadian tadi sore saat dia bertemu dengan Rayyan


Next,,,


__ADS_2