PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Dijambret


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Hai readers dan para author yang udah mampir dikaryaku, makasih ya atas dukungannya jangan bosen-bosen ya untuk meninggalkan jejak dengan memberi like, komen, vote, hadiah, favoritkan dan follow authornya.


Sebelum kita lanjut Author mau nanya dulu nih sebenarnya kalian semua suka novel ini alasnnya apa? Pilih jawabnya dibawah ya.


πŸ‘‰ A. karena alur ceritanya menarik


πŸ‘‰B. karena visualnya Baekhyun dan Sehun


Komen dibawah ya, kalau kalian semua pilih jawabannya yang B Author pasrah deh, no komen, gak bisa berkata apa-apa lagiπŸ˜”πŸ‘πŸ˜œπŸ˜…


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


,


,


,


,


,


😍Happy Readding😍


Pagi itu mang Udin tengah bersantai mainin handphonenya sambil ngopi didepan rumah, tiba-tiba Byun soo yang rusuh datang langsung duduk dan menyambar kopi mang Udin yang tersimpan dimeja lalu dia mencium aroma wangi kopi itu kemudian menyeruputnya.Melihat itu mang Udin lalu memukul lengan Byun soo hingga kopinya hampir tumpah.


"Itu kopi mamang, ngapain diminum sih?" tanya mang Udin.


"Aku haus mang, lagian kopinya dianggurin aja jadi aku minum deh" jawab Byun soo sambil menyimpan kembali kopinya dimeja.


"Kalau mau bikin sendiri napa"


"Gak ah! Mau ini aja"


Mang Udin langsung mencibir lalu dia menyimpan handphonenya dimeja karena akan menghabiskan kopinya sebelum Byun soo mengembat kembali kopinya. Byun soo yang melihat handphone mang Udin lalu meminta izin untuk meminjamnya sebentar karena dia mau mengirim pesan pada member Super sun berharap mereka bisa membaca pesannya agar Byun soo dan Ryeon dijemput oleh mereka.


"Mang pinjam handphonenya dong"


"Ya udah ambil aja" kata mang Udin.


"Wow! Handphonenya keren, sosmednya lengkap lagi, mang Udin walaupun udah tua tapi gaul juga ya" puji Byun soo.


"Muji si muji tapi gak usha ngatain mamang udah tua juga kali, biar udah tua tapi jiwa mamang masih kaya anak muda tau" kata mang Udin sambil manyun karena dikatain tua oleh Byun soo.

__ADS_1


"ish! Mamang aku cuma bercanda jangan marah napa, maaf ya" ucap Byun soo.


"Mang percaya gak kalau aku dan Ryeon itu seorang artis?" tanya Byun soo tiba-tiba.


Mang Udin lalu memperhatikan Byun soo dengan seksama lalu dia berkata dengan polosnya.


"Mamang ragu soalnya mamang gak pernah lihat kamu ditelevisi yang biasa mamang tonton"


Byun soo menghela nafas berat sambil berkata dalam hati "Ya iyalah kalau lihatnya dipertelevisian Indonesia gue pasti jarang kelihatan coba kalau lihatnya dipertelevisian korea, diyuotube, instagram,diaplikasi nonton film dan sosmed lainnya pasti bisa sering lihat gue, susah emang kalau ngomong sama orang-orang yang kurang update"


Setelah itu Byun soo membuka google dan mengetik namanya tak lama muncullah foto-foto dia yang ada didunia maya. Byun soo lalu memperlihatkan foto-foto itu pada mang Udin untuk meyakinkan dia kalau dirinya benar-benar seorang artis.





Byun soo lalu menanyakan pendapat mang Udin soal foto-foto yang diperlihatkannya, mang Udin berkomentar kalau foto-foto itu kadang tak sesuai dengan yang aslinya karena difoto terlihat ganteng sedangkan aslinya terlihat cantik. Jawaban mang Udin membuat Byun soo jadi manyun karena tak sesuai ekspektasinya. Mang Udin lalu menscrool kebawah dia melihat foto Ryeon dengan seseorang yang tidak dikenali oleh mang Udin.



"Ryeon, meski pake topi sama masker tetap kelihatan ganteng ya, tapi ini dia lagi ngerukiyah siapa udah pendek, gundul, kecil, idup lagi" tanya mang Udin polos.


Byun soo yang penasaran lalu melihat foto yang dimaksud oleh mang Udin, setelah melihat foto itu wajahnya berubah cemberut, dia lalu merebut handphone mang Udin.


"Ih! Kamu ko tiba-tiba marah?"


"Ih! Kenapa foto itu muncul si? Udah lama foto itu pengen aku hapus tapi pasti sangat sulit karena udah kesebar kemana-mana" batin Byun soo masih manyun.


"Jangan-jangan itu foto kamu sama Ryeon ya?" tanya mang Udin tiba-tiba dengan senyuman yang terkembang disudut bibirnya.


Byun soo lalu memalingkan wajahnya dari mang Udin sambil terus manyun, seketika gelak tawa mang Udin pecah membuat Byun soo siraja penista dalam candaannya yang super jail makin kesal karena merasa dinistakan oleh mang Udin. Mang Udin terus tertawa menunduk sambil mukul-mukul meja saking lucunya melihat foto Byun soo sebelum dia berangkat mengikuti wajib militer dinegaranya yang mengharuskan dia mencukur rambutnya sampai gundul.


Saat mang Udin tertawa terbahak-bahak tiba-tiba Ayiswa keluar dari rumah dan menyapa mang Udin.


"Ngetawain apaan sih mang, sampai segitunya?" tanya Ayiswa.


"Itu Byun soo,,, " belum selesai kalimat mang Udin, Ayiswa sudah memotongnya


"Aku berangkat kerja dulu ya mang, Assalammualaikum"


"Waalaikummusalam ya udah hati-hati ya" jawab mang Udin.


Setelah Ayiswa pergi, Byun soo lalu berkata "Tuh! Mang sekarang Ayiswa gitu ke aku,padahal aku ada disini tapi dia tidak menyapaku bahkan saat tadi mamang mau menjawab pertanyaannya, tapi ketika mamang menyebut namaku kalimat mamang langsung dipotong sama dia kenapa coba dia kaya gitu?"

__ADS_1


"Mungkin dia masih malu sama kamu karena insiden cadarnya itu"


"Diakan pake cadar, wajahnya ketutup gitu jadi kenapa mesti malu aja si? Kalau kek gitu udah gak usah pake cadar"


"Ya gak bisa kaya gitu dong, cadar itu udah ibarat pakaian bagi Ayiswa, coba sekarang mamang mau nanya ke kamu, kamu bakal malu gak kalau keluar rumah gak pake baju?"


"Ngga, aku gak akan merasa malu tuh" jawab Byun soo dengan wajah datar.


Mang udin lalu menepuk jidatnya, dia lupa malah bertanya pada orang yang salah, karena Byun soo orangnya gak tahu malu jadi salah banget kalau nanya itu kedia.


"Astagfirullahaladzim, nyesel mamang nanya ke orang kaya kamu, kamu kan gak tahu malu"


Byun soo lalu tertawa terbahak-bahak sambil berkata.


"Mamang kalau ngomong suka bener deh, hahaha,,,,"


"Nih! Anak bukannya insyaf tapi malah makin tidak waras" lirih mang Udin.


Byun soo lalu mengirim pesan pada Minho lewat sosmednya agar dia menjemput dirinya dan Ryeon diIndonesia, Byun soo juga menyertakan alamat tempat tinggalnya sekarang diIndonesia. karena takut Minho tidak membaca pesannya dia juga hendak mengirim pesan kesemua member Super sun tapi ketika mengirim pesannya loading terus dan saat dia bertanya pada mang Udin jawabannya mungkin kuotanya sudah habis. Untungnya dia sudah berhasil mengirim pesan pada Minho jadi sekarang dia hanya tinggal menunggu Minho membaca pesannya.


******


Sore itu Ayiswa baru pulang kerja setelah turun dari angkot dia lalu berjalan kaki diarea komplek perumahan untuk sampai dirumahnya. Tiba-tiba ada dua orang yang mengendarai sepeda motor lewat didepan Ayiswa, salah satu dari mereka menjambret tas Ayiswa dengan spontan Ayiswa berteriak minta tolong.


"Toloooong,, tolooong,, tas saya dijambret"


Byun soo dan Ryeon yang sedang berjalan-jalan mendengar teriakan Ayiswa, saat menyadari yang berteriak minta tolong itu Ayiswa mereka lalu mengejar penjambret itu.Karena kecepatan lari mereka yang tak mungkin bisa mengejar sepedah motor Byun soo lalu mengambil batu dari jalanan kemudian melempar batu itu dengan gerakan seperti sedang bermain bisbol.


Batu yang melesat jauh itu berhasil mendarat tepat ditangan pengemudi motor hingga dia kesakitan dan motor agak oleng. Ryeon tak menyia-nyiakan kesempatan ini, dengan kakinya yang jenjang dan langkahnya yang lebar Ryeon segera mempercepat larinya hingga bisa meraih kerah baju penjambret dari belakang dan menariknya dengan kuat hingga penjambret itu tersungkur dari motor.


Pengemudi motor yang tak bisa menyeimbangkan motornya lalu jatuh berguling-guling sedangkan motornya terus melesat tanpa pengemudi dan menabrak pembatas jalan. Byun soo segera merebut tas Ayiswa dari penjambret yang mencoba melarikan diri.


Tapi Byun soo dan Ryeon terus mengejar dan berkelahi dengan mereka hingga mereka menyerah akhirnya penjambret itu kalah dan lari kocar kacir. Setelah itu Byun soo mengembalikan tasnya pada Ayiswa.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Byun soo.


"Iya aku baik-baik saja, makasih ya udah nolongin aku, aku pikir kalian tidak bisa berkelahi tapi tadi itu keren banget" puji Ayiswa sambil mengacungkan kedua jempol tangannya.


"Jangan salah gini-gini aku pernah menjadi pemegang sabuk hitam hopkido, orang-orang menjulukiku sebagai manusia burung karena aku bisa meloncati 4 sampai 5 orang, waktu aku kuliah aku juga pernah ngajarin anak-anak olah raga bela diri karate" kata Byun soo.




__ADS_1


Ayiswa mengangguk-angguk lalu mengacungkan jempolnya lagi karena kagum dan tak menyangka pria cantik itu memendam banyak bakat.


Next,,,


__ADS_2