
Ketika Ayiswa asyik makan tiba-tiba dia tersedak karena cara makannya yang terlalu cepat akhirnya dia meminta air minum pada Byun soo, dengan segera dia memberikan secangkir saenggang cha hangat pada Ayiswa, namun sebelum ia meminumnya, dia menatap tajam pada Byun soo.
"Minuman apa ini? Minuman ini mengandung alkohol atau tidak?" tanya Ayiswa curiga.
"Tidak, aku ini sedang menjaga pola hidup sehat, jadi aku tidak pernah menyimpan minuman beralkohol dirumahku" jawab Byun soo.
Ayiswa mengendus bau minuman itu dengan menyernyitkan dahinya seolah minta penjelasan yang lebih detail tentang minuman itu, Byun soo yang pahan akan keraguan Ayiswa lalu menjelaskan.
"Ini namanya saenggang cha minuman dari jahe,ini bagus untuk memperlancar sirkulasi darah, dan minuman ini cocok diminum saat musim dingin" Byun soo menjelaskan.
Setelah itu Ayiswa baru mau meminum, tak berapa lama datanglah perawat untuk Ayiswa dari rumah sakit yang Byun soo hubungi tadi.Perawat yang berumur sekitar 40 tahunan itu lalu memperkenalkan dirinya. Wajahnya yang kaku dan selalu serius menunjukan dia seorang yang jarang senyum, tapi meski begitu orang bilang hasil kerjanya sangat bagus, dia orang yang sangat teliti, gesit, rapi,dan cekatan.
Dia begitu telaten merawat Ayiswa hingga sembuh meski mereka hanya menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi karena Ayiswa tidak bisa berbahasa korea demikian pula dengan perawat itu dia pun tak bisa berbahasa Indonesia. Beberapa hari kemudian, pagi itu, Ayiswa sedang duduk dimeja makan sedangkan perawat itu sedang mempersiapkan sarapan pagi untuk Ayiswa. Tak lama Byun soo datang dan langsung menyapa Ayiswa.
"Pagi Ayiswa,Bagaimana kabar kamu pagi ini?"
"Pagi juga, sekarang aku sudah sehat" jawab Ayiswa.
"Baguslah kalau begitu, kamu baru mau sarapan ya?"
Ayiswa lalu mengangguk, Byun soo yang juga belum sarapan akhirnya sarapan bareng Ayiswa. Ketika mereka sedang sarapan, perawat itu lalu berpamitan pada mereka karena sekarang Ayiswa sudah sembuh jadi tugasnya untuk merawat Ayiswa sudah selesai tapi sebelum dia pulang Byun soo menawarinya pekerjaan baru.
"Pekerjaan apa lagi yang bisa saya lakukan untuk anda, tuan?" tanya perawat itu dengan wajah datarnya.
Byun soo lalu berdiri dan mendekatinya kemudian dia berbisik pada perawat itu.
"Pekerjaannya mudah ko, kalau ajuma mau saya akan bayar dua kali lipat, kerjanya cuma diam, mengawasi dan memperingati gitu aja ko" tutur Byun soo.
"Apakah anda menyuruh saya untuk menguntit seseorang?" tanya perawat itu tak mengerti dengan wajahnya yang serius.
"Bukan, nama pekerjaan itu adalah jadi obat nyamuk" jawab Byun soo sambil tersenyum.
Mendengar itu seketika perawat itu jadi melotot sinis pada Byun soo, dia merasa seperti sedang dipermainkan dan diledek oleh Byun soo.
"Pekerjaan apa itu? Seumur hidup saya baru mendengar nama pekerjaan itu" ucap perawat itu dengan ketus.
Byun soo lalu menunjuk ke arah Ayiswa yang sedang asyik menikmati sarapan paginya sambil berkata pada perawat itu.
"Lihatlah gadis itu! Dia sangat unik,dia berbeda dengan gadis biasanya, saya ingin mengajaknya pergi jalan-jalan tapi dia tidak akan mau pergi jalan-jalan kalau hanya berdua dengan saya, jadi maukah ajuma mengikuti kemana pun kami pergi? Saat kami lagi jalan tolong ajuma awasi saya jika jarak saya dan gadis itu terlalu dekat tolong peringati saya karena kalau saya kebawa suasana jadi suka lupa jaga jarak" tutur Byun soo menjelaskan.
__ADS_1
Walau pun nama pekerjaan itu terdengar sangat aneh tapi perawat itu mulai mempertimbangkan tawaran Byun soo yang akan membayarnya dua kali lipat dari bayarannya sebagai perawat, akhirnya dia setuju dengan penawaran dari Byun soo.Kemudian dia kembali menghabiskan sarapannya. Setelah selesai dia baru mengutarakan keinginannya untuk mengajak Ayiswa pergi jalan-jalan.
"Jadi gimana, Apa kamu mau pergi jalan-jalan untuk mengenal negaraku ini? Ajuma juga diajak pergi ko"
"Eeeee,,!! Boleh deh. Eh! Nggak mau ah!" jawab Ayiswa.
"Lah, ko gitu kenapa?"
"Aku mau pulang ke Indonesia, orang-orang panti pasti sangat mengkhawatirkanku jadi uang buat jalan-jalannya gunain buat ngurus tiket sama visa aku aja, nanti kalau aku udah punya uang aku janji akan mengganti uang bang Byun" kata Ayiswa jadi murung.
Byun soo lalu menghela nafas panjang kemudian dia berkata lagi.
"Aku lagi nyuruh orang buat ngurusin itu, kamu jangan khawatir aku pasti mengantarmu pulang ke Indonesia tapi sebelum menunggu semuanya beres bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan dulu? Soal biaya kamu tidak usah khawatir,aku bayarin ko, semuanya gratis"
Meski Byun soo berkata seperti itu tetap saja dia merasa sungkan dan tidak enak hati hingga dia terus menolak ajakan Byun soo. Tak putus asa sampai disana Byun soo terus membujuknya bahkan dengan sedikit ancaman yang membuat Ayiswa tidak bisa lagi menolaknya.
"Ya udah, kalau kamu ngga mau jalan-jalan sama aku,aku ngga akan anterin kamu pulang ke Indonesia, kalau kamu mau pulang, pulang aja sendiri" kata Byun soo tanpa melihat Ayiswa yang waktu itu duduk disebelahnya.
"Iiiihh,,!! Ngancamnya ko gitu sih, ya udahlah, aku mau pergi sama bang Byun" kata Ayiswa terpaksa sambil manyun.
Setelah selesai makan mereka lalu pergi jalan-jalan ketempat destinasi wisata yang ada dikorea. Mereka lalu masuk kedalam mobil, Ayiswa dan Byun soo duduk didepan sedangkan perawat itu duduk dibelakang.
"Kita mau pergi kemana?" tanya Ayiswa.
Sesampainya di namsan tower Byun soo lalu membawa Ayiswa untuk membeli sepasang gembok cinta dan menyuruhnya untuk menulis nama orang yang paling spesial baginya. Tapi saat Byun soo memberikan gembok cinta itu dia malah garuk-garuk kepala tidak gatal karena bingung harus menulis nama siapa?
"Emang ngga ada seseorang yang sangat spesial bagi kamu sampai kamu bingun kaya gitu?" tanya Byun soo.
Ayiswa lalu menggelengkan kepalanya dengan wajah polosnya pertanda tak ada seorang pun yang sangat spesial baginya, Byun soo lalu berdecak kecewa karena dia sangat berharap dirinya menjadi seseorang yang paling spesial bagi Ayiswa.
"Masa sih ngga ada satu aja orang yang paling spesial buat kamu?" tanya Byun soo sekali lagi tak percaya.
Sejenak Ayiswa berpikir kemudian matanya mulai berbinar-binar penuh kekaguman seolah-olah dia sudah menemukan seseorang yang paling spesial bagi dirinya,
"Oh iya,ada" ucap Ayiswa dengan tatapan berbinar-binar penuh kekaguman.
"Siapa,Siapa?" tanya Byun soo penasaran sambil terus berharap namanya yang akan disebut Ayiswa
"Allah swt" jawab Ayiswa sambil tersenyum.
__ADS_1
Byun soo lalu mendengus kecewa lalu dia menulis nama Ayiswa digembok cinta miliknya dalam bahasa hangeul hingga Ayiswa tidak bisa membaca tulisan itu.
"Aku udah selesai nulis satu nama, sekarang giliran kamu tulis satu nama, tapi jangan nama allah, kalau kamu bingung tulis saja namaku diheart lock itu"
"Kenapa harus nama bang Byun? Gunanya kita ngelakuin ini buat apa?"
"Biar kamu ngga bingung, udah tulis aja nama aku, gunanya ini semua ya, kita ngikutin orang-orang aja, katanya ini lambang keabadian" tutur Byun soo menjelaskan namun ceritanya tidak lengkap karena dia tidak bilang kalau gembok itu lambang keabadian cinta sepasang insan.
Melihat Ayiswa masih melongo kebingungan lalu dia menulis namanya Park Byun soo, disebuah kertas dengan menggunakan bahasa hangeul.
"Nih, ikutin tulisan aku kaya gini, tulis digembok punya kamu" kata Byun soo sambil memberikan secarik kertas.
"Dibacanya apa nih?" tanya Ayiswa tak bisa membaca huruf hangeul.
"Karena kamu ngga tahu harus nulis nama siapa,tulis aja itu artinya my soulmate"
Ayiswa yang tak mengerti dan percaya aja sama Byun soo lalu mengikuti tulisan tangan Byun soo itu, setelah itu Byun soo mengunci gembok miliknya dan punya Ayiswa dengan disatukan. Kemudian mereka melanjutkan jalan-jalan ketempat lain. Saat melewati wahana roller coaster Byun soo mengajak Ayiswa untuk mencoba naik kewahana tersebut.
Diwahana itu Byun soo dan Ayiswa duduk bersebelahan sedangkan sang perawat duduk sendirian dibelakang mereka. Roller coaster mulai melaju dengan kecepatan tinggi, naik,turun, muter-muter dan miring kekanan dan kekiri membuat para penumpang spot jantung karena ketakutan, mereka semua lalu berteriak histeris. Begitu pula dengan Byun soo dan Ayiswa mereka ikut berteriak histeris, wajah tegang dan takut sudah tak bisa tergambarkan lagi dari wajah mereka saking takut dan tegangnya.
Tamparan angin kencang mulai membuat rambut Byun soo jadi berdiri namun dia tak peduli dengan semua itu dan Ayiswa sibuk megangin jilbab dan cadarnya yang terus tersibak oleh angin kencang. Sedangkan perawat itu hanya terdiam kaku dengan wajah datarnya yang dingin ketika semua orang berteriak karena tegang dan ketakutan.
Saat keretanya miring kesisi arah Ayiswa, dengan spontan Byun soo pun ikut miring kearah Ayiswa duduk hingga membuat kepala Byun soo berdekatan dengan kepala Ayiswa, insting perawat itu mulai menangkap ada radar sinyal bahaya lalu dengan sigap dia menjauhkan kepala Byun soo dan Ayiswa, mereka yang lagi tegang semakin dibuat spot jantung dengan adanya tangan jail yang tiba-tiba mendorong kepala mereka agar tidak berdekatan.
Mereka lalu melirik sipemilik tangan jail itu kebelakang dan dilihatnya perawat itu menatap dua insan itu dengan tatapan tajam dan dingin, matanya seolah-olah memberi isyarat untuk tetap menjaga jarak aman. Ayiswa yang tak mengerti dengan tingkah perawat itu lalu bertanya pada Byun soo.
"Aku membayar ajuma untuk mengawasi dan memperingatiku jika aku sudah melanggar jaga jarak aman sama kamu hehehe,,," jawab Byun soo cengengesan.Ayiswa baru mengangguk paham.
Lama-lama Ayiswa dan Byun soo mulai menikmati wahana roller coaster itu, wajah mereka yang semula tegang dan takut kini berubah menjadi tawa dan bahagia.
"Aaaaa,,, huuuaaaa,,, kereeen,,, ini,,,keren banget!!" teriak Byun soo yang mulai menikati wahananya dengan keceriaan yang tergambar jelas diwajahnya sambil terus menatap kedepan.
Diam-diam Ayiswa mencuri pandangan Byun soo karena melihatnya amat bahagia sambil berkata dalam hati dengan senyum yang mulai mengembang disudut bibinya yang tertutup cadar.
"Kamu terlihat sangat bahagia bang, tapi aku tidak mengerti kenapa kamu begitu baik sama aku? Kamu itu aneh tapi juga lucu, aku tidak pernah mengerti apa yang ada didalam pikiranmu, kenapa kamu bela-belain mempekerjakan seseorang hanya untuk jadi obat nyamuk cuma buat ngajak aku jalan?"
Saat Byun soo mulai meliriknya Ayiswa segera mengalihkan pandangannya karena takut ketahuan tadi dia ngelihatin Byun soo.Kemudian insan manusia yang tengah dimabuk cinta itu berkata dalam hatinya sambil tersenyun bahagia.
"Ayiswa, hari ini aku sangat bahagia bisa berdua sama kamu, aku berharap hari ini tidak berlalu dengan cepat karena aku ini terus seperti ini, aku ingin terus ada disisimu selamanya. Tunggulah aku Ayiswa, jika waktunya sudah tepat aku akan nyatakan semuanya dan aku akan memintamu untuk tetap berada disisiku selamanya"
Next,,,,
__ADS_1