
Setelah melepas rindu yang tertahan sekian lamanya antara Rayyan dan keluarganya, Rayyan lalu meminta izin untuk pergi kekamarnya karena dia dan Ayiswa ingin istirahat setelah perjalanan jauh yang sudah mereka tempuh.
Setelah kamarnya dibereskan dan dibersihkan oleh pembantu Ayiswa dan Rayyan segera menuju kamar Rayyan.
"Inilah kamarku, semoga kamu suka" tutur Rayyan seraya membukakan pintu dan mempersilahkan Ayiswa masuk kedalam.
Kamar dengan ukuran cukup luas itu terdapat sebuah sofa panjang untuk nonton televisi didalam kamar, selain ada kamar mandi disana juga ada sebuah ruangan khusus untuk menyimpan pakaian.
"Kamarnya bagus dan luas banget, kalau begini aku bakal betah lama-lama didalam kamar" ucap Ayiswa sambil melihat-lihat kamarnya.
"Aku juga suka banget,lama-lama didalam kamar, apa lagi kalau berdua sama kamu" kata Rayyan dengan girangnya.
Ayiswa lalu menatap tajam pada suaminya yang sedang tersenyum nakal padanya. Ayiswa lalu mencibir kemudian dia melihat-lihat kamarnya lagi. Tapi perhatiannya teralih pada deretan foto yang terpampang didinding kamar. Ayiswa lalu mendekati deretan foto itu dan melihatnya satu persatu.
"Itu foto pertama kali aku debut album" ucap Rayyan sambil menatap foto yang terpampang didinding.
Ayiswa yang berdiri disamping suaminya lalu melirik Rayyan. Ada senyuman yang terukir indah disudut bibirnya, pikirannya seolah kembali pada masa lalu.
"Hulffh,,,aku jadi kangen sama mereka" lirih Rayyan sambil menghela nafas dalam-dalam.
"Kita kan sekarang ada dikorea, kalau kamu kangen sama mereka, kenapa bang Rayyan tidak menemui mereka?" ucap Ayiswa masih menatap suaminya.
"Idemu bagus juga. Oke, kalau begitu nanti kita temui mereka ya" kata Rayyan sambil tersenyum dan menatap Ayiswa.
Ayiswa lalu mengangguk. Lalu dia melanjutkan melihat foto-foto yang lain.
"Siapa dia? Kelihatannya bang Rayyan akrab banget sama dia dan kayanya dia juga bukan member Super sun" kali ini Ayiswa yang bertanya tanpa menunggu Rayyan menjelaskan.
"Dia teman sekolahku namanya Ye Joon, itu foto diambil saat kami masih culun" jawab Rayyan.
Rupanya didinding itu begitu banyak memori kenangan Rayyan saat dirinya masih remaja.Dan Ayiswa sangat suka melihat itu semua, Rayyan terlihat sangat imut diusianya yang masih remaja. Ketika mereka asyik nostalgiaan dengan foto-foto masa lalu Rayyan, tiba-tiba Rayyan melihat satu foto yang menurutnya tidak boleh dilihat oleh Ayiswa, dia segera mengambil foto itu dan menyembunyikannya dibalik tubuhnya.
Tapi Ayiswa keburu melihat aksinya itu, karena Ayiswa penasaran dengan apa yang disembunyikan oleh Rayyan kemudian dia meminta Rayyan untuk menunjukan apa yang disembunyikannya itu. Awalnya Rayyan ragu karena takut Ayiswa marah tapi keraguannya sirna ketika tatapan mengintimidasi dari Ayiswa terhadap Rayyan lebih kuat ketimbang rasa ragunya. Akhirnya dia menunjukan foto itu.
"Itu cewek ganjen banget sih! Mepet-mepet sama bang Rayyan, Siapa sih! Dia?" batin Ayiswa tapi sebisa mungkin dia menyembunyikan rasa cemburunya itu.
Ayiswa lalu pergi meninggalkan deretan foto itu dengan wajah datarnya. Rayyan lalu mengikutinya.
"Apa kamu tidak marah padaku?"
"Tidak"
"Apa kamu tidak cemburu?"
"Tidak"
"Apa kamu penasaran dengan,,, " belum selesai Rayyan menyelesaikan kalimatnya Ayiswa sudah memotong ucapannya.
"Tidak"
Mendadak Rayyan langsung memonyongkan mulutnya tanda tak suka dengan sikaf Ayiswa.
"Kenapa kamu bang, manyun gitu?" tanya Ayiswa jadi heran akan tingkah Rayyan yang tiba-tiba manyun.
"Kamu tuh! Udah nggak peduli lagi sama aku, kamu udah nggak sayang lagi sama aku" jawab Rayyan dengan suara ngegas.
"Kenapa kamu bisa ngomong gitu?"
__ADS_1
"Karena kamu udah nggak cemburu lagi sama aku, nggak marah saat aku dekat dengan wanita lain,,, "belum selesai Rayyan bicara Ayiswa sudah memotong lagi pembicaraannya itu.
"Iya aku emang ngga marah, ngga cemburu dan ngga penasaran sama cewek itu tapi,,, " Ayiswa sengaja menggantung kalimatnya agar Rayyan penasaran. Hingga akhirnya dia bertanya.
"Tapi apa?"
"Tapi malam ini kamu tidur diluar, jangan tidur dikamar bersamaku" jawab Ayiswa sambil melengos.
"Sa-sayang, ko gitu sih! Jangan gitu dong. Beneran yang, aku ngga ada apa-apa sama cewek itu. Nih! Aku sobekin ya, fotonya" kata Rayyan sambil menyobek foto itu didepan mata Ayiswa.
"Masa? Kalau nggak ada apa-apanya ngapain bang Rayyan mepet-mepet sama tuh! Cewek"
"Beneran sayang, aku nggak ada apa-apa. Itu tuh! Ceweknya aja yang mepetin aku" Rayyan terus membela dirinya agar Ayiswa tak marah padanya.
"Tapi kamu senangkan dipepetin sama tuh! Cewek?" tanya Ayiswa dengan tatapan mengintimidasi.
"Nggak sayang, aku nggak kaya gitu"
"Jangan bohong! Kamu pikir aku bisa dibodohin?! Difotonya aja kamu senyum itu artinya kamu senang dipepetin sama tuh! Cewek, Dasar kucing garong! dikasih ikan asin langsung nyantol! Udah sana pergi aku tidak mau dekat-dekat sama bang Rayyan" gertak Ayiswa.
"Aduh! Kenapa foto itu aku pajang didinding sih? Mana fosenya lagi senyum lagi, kalau gini ceritanya alamat aku beneran tidur diluar kamar nih!" batin Rayyan galau.
Dia lalu terus membujuk istrinya agar tidak marah lagi.
*****
Pagi itu, tak biasanya Ayiswa tiduran lagi selepas shalat subuh. N'tah kenapa dihari kedua dia berada dikorea badannya serasa tidak enak, kepalanya pusing, badannya terasa meriang dan rasa mual itu begitu menekan perutnya hingga dia ingin mengeluarkan seluruh isi perutnya itu.
Akhirnya Ayiswa bulak balik kekamar mandi karena ingin muntah padahal perutnya belum diisi dan sudah kosong sebab dia terus muntah-muntah. Rayyan yang juga ikut tertidur selepas shalat subuh tak mengetahui kondisi istrinya yang kurang sehat, sampai dia terbangun dari tidurnya, dia baru menyadari kalau Ayiswa sedang tidak baik-baik saja.
Ayiswa yang baru keluar dari kamar mandi lalu tiduran lagi karena kepalanya masih terasa pusing.
"Nggak tahu nih! Badanku terasa ngga enak banget, Apa aku masuk angin ya, gara-gara cuaca dikota ini dingin" jawab Ayiswa.
"Apa perlu aku tambah suhu pemanas ruangannya biar lebih hangat?"
"Nggak usah aku pake selimut aja" jawab Ayiswa sambil tidur dengan posisi meringkuk kearah Rayyan.
"Ya udah, kamu istirahat aja, setelah aku mandi aku akan bawakan sarapan kekamar ya" kata Rayyan penuh perhatian pada Ayiswa.
"Hhmm,,,!!" jawab singkat Ayiswa.
*****
Dibawah semua orang sudah siap untuk sarapan. Sementara Rayyan baru keluar dari kamarnya dan menyapa semua.
"Pagi semua!" sapa Rayyan.
"Pagi juga" serempak semua menjawab.
"Byun soo, ayo kita sarapan bersama, Ayiswanya mana? Ko kamu sendirian aja?" tanya Jung Eun.
"Ayiswa lagi ngga enak badan bu, makannya aku mau bawa sarapan kekamar buat dia" jawab Rayyan.
"Dia sakit kenapa?" tanya Jung Eun cemas pada menantunya itu.
"Katanya sih! Pusing, meriang sama dia muntah terus karena mual" jawab Rayyan sambil mengambil sarapan yang sudah tersedia dimeja makan dengan menggunakan nampan.
__ADS_1
"Dari kapan, dia sakit?"
"Dari subuh"
"Ya udah, nanti ibu panggil dokter Yora kerumah buat periksa Ayiswa"
"Iya bu. Perasaan nama dokternya baru aku dengar deh!"
"Iya, Dia dokter pribadi keluarga kita yang baru, dokter yang lama udah pensiun" jawab Jung Eun.
Ditempat berbeda. Ryeon sedang duduk sendirian ditaman disebuah kursi panjang yang terbuat dari kayu. Jari-jarinya terus asyik memainkan layar pipih yang sedang dipegangnya itu. Tiba-tiba datang seorang gadis kecil berusia tujuh tahun, Dia membawa tas gendong dan berpakaian seragam sekolah dengan jaket yang membalut tubuh kecilnya dan dengan rambut dikepang dua.
Dia lalu menatap Ryeon dengan tatapan tajam kemudian dia duduk disebelah Ryeon. Sekilas Ryeon melirik gadis kecil itu, wajahnya nampak sedang kesal itu terlihat jelas dari tatapan matanya yang berapi-api dan mulut yang manyun.
"Mungkin suasana hati gadis kecil itu sedang kurang baik makannya dia manyun" batin Rayyan sekilas dan tak peduli.
Gadis itu lalu membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah box makanan. Ditatapnya box itu dengan lekat kemudian dia memeluk box itu dengan bahagia. Tingkah gadis itu sedikit membuat Ryeon penasaran pasalnya tadi dia datang dalam keadaan marah tapi ketika melihat box makanannya dia terlihat tersenyum bahagia.
Dibukanya box makanan itu yang ternyata isinya adalah kimbab dengan isi sayuran dan daging. Gadis kecil itu lalu memakannya dengan perlahan. Dia kemudian menyimpan box itu disebelah tempat duduknya kemudian dia mengambil buku pelajaran sekolah didalam tasnya. Dan dia mulai belajar sambil memakan kimbab. Diam-diam Ryeon penasaran dengan gadis kecil yang berkeliaran sendirian dijam sekolah.
"Hay! Gadis kecil! Kenapa kau berkeliaran sendiri dijam sekolah? Apa kau membolos?" tanya Ryeon.
"Paman, tidak usah ikut campur urusanku" jawab gadis kecil itu dengan wajah judesnya.
"Galak banget nih! Bocah" batin Ryeon sambil terus menatap bocah itu.
Tiba-tiba pandangannya tertuju pada kotak makanan milik gadis kecil itu. Dia terlihat begitu menikmati kimbabnya masih sambil terus fokus pada buku pelajarannya.Diam-diam Ryeon menelan salivanya saat melihat setiap gigitan kimbab yang masuk ketenggorokan gadis kecil itu.
"Kayanya kimbabnya enak tuh!" batin Ryeon sambil terus ngelihatin kimbab milik si gadis kecil.
Keinginannya untuk merasakan setiap gigitan kimbab dimulutnya terlalu kuat membuat Ryeon ingin mencoba kimbab milik si gadis kecil tapi dia tak berani meminta langsung pada si gadis jutek itu,akhirnya Ryeon diam-diam mengambil kimbab si gadis saat dia sedang lengah.
Setelah kimbab berada ditangannya dia lalu segera memasukan semua kimbab yang diambilnya itu kedalam mulutnya agar si gadis kecil tak menyadarinya.Kemudian Ryeon pura-pura sibuk lagi mainin layar pipih yang masih dipegangnya.
Setelah dirasa-rasa ternyata kimbab milik si gadis kecil itu rasanya sangat enak, membuat Ryeon jadi ketagihan akhirnya dia mengambil kimbab itu lagi dan lagi tanpa sepengetahuan si gadis kecil hingga kimbabnya tersisa sedikit.
Saat si gadis kecil akan mengambil kimbabnya dia merasa ada yang aneh.
"Perasaan tadi masih banyak, kenapa sekarang jadi sedikit?" batin si gadis kecil itu.
Dia lalu menatap Ryeon yang nampak sedang asyik main handphone,gadis kecil itu merasa curiga pada pria yang sedang duduk disampingnya itu. Karena tak punya bukti untuk menuduh pria yang disampingnya,gadis kecil itu lalu pura-pura belajar lagi.
Saat dirasa si gadis kecil itu fokus kembali pada bukunya Ryeon mulai beraksi lagi. Diam-diam tangannya menjelajah mendekati kimbab milik si gadis kecil dengan tatapan mata terus fokus pada layar pipih yang dipegangnya itu.Ketiak tangannya sudah berhasil menggapai kimbab dengan sigap si gadis kecil itu lalu menggigit tanga Ryeon.
"Ketahuan ya, sekarang! Ternyata paman yang mencuri kimbabku" hardik si gadis kecil.
Sontak Ryeon langsung menjerit kesakitan saat tangannya digigit si gadis kecil.
Aaaaaaa,,,,!!
Ryeon lalu mencoba melepaskan tanganya dari si gadis kecil hingga tak sengaja menyenggol kotak makanan si gadis sampai terjatuh ketanah. Gadis itu lalu berhenti menggigit tangan Ryeon, dia kemudian segera memunguti kotak makanannya.Tapi sayang kimbabnya sudah tak bisa dimakan lagi karena kotor, akhirnya dia menangis sekencang-kencangnya.
Hiks,, huuuaaaa,,,huuaaa,,,!!!
Next,,,
__ADS_1