
Setelah matahari mulai benar-benar tenggelam mereka lalu memutuskan untuk pulang tapi sebelumnya Ayiswa meminta izin untuk menunaikan shalat magrib terlebih dahulu karena kalau dilaksanankan dirumah takut tidak keburu, setelah selesai shalat barulah mereka pulang.
Ayiswa dan perawat itu nampak kelelahan setelah seharian mereka pergi jalan-jalan hingga Ayiswa dan perawat itu tidur dimobil sedangkan Byun soo terus fokus mengendarai mobilnya walau sesekali dia melirik kearah Ayiswa yang terlelap tidur.
"Nampaknya kamu sangat lelah Ayiswa, sabar ya, bentar lagi kita nyampe ko" gumam Byun soo dengan suara pelan.
Tiba-tiba handphonenya berdering pertanda ada panggilan masuk, Byun soo lalu memasang headset dikedua telinganya kemudian dia mengangkat panggilan telepon dari ibunya sebab hari ini Byun soo belum menelepon ibunya.
"Maaf bu, aku belum bisa nelepon ibu, seharian ini aku pergi bersenang-senang dengan teman-temanku" tutur Byun soo.
Setelah ngasih kabar pada ibunya,Byun soo mengakhiri panggilan teleponnya, sebentar pandangannya teralih pada layar pipi yang ia simpan dilaci yang ada didashboard mobilnya.hingga tanpa Byun soo sadari didepan ada lubang yang cukup besar dan tanpa bisa menghindar mobilnya melewati lubang besar itu hingga mobilnya oleng.
Untungnya Byun soo bisa mengendalikan itu tapi handphonenya terjatuh kebawah mobil kemudian dia meraba-raba untuk mencari handphonenya, sebab matanya terus fokus kedepan jalan. Namun tangannya masih belum meraih handphone yang ia cari, yang ntah jatuh kesebelah mana? Dia lalu semakin menundukan kepalanya hampir mendekati Ayiswa.
Saat dia masih mencari handphonenya tiba-tiba ada sebuah kaki manusia diantara kepala Ayiswa dan depan wajah Byun soo yang berjarak sangat dekat. Sontak Byun soo jadi kaget, dia lalu mengerem mendadak membuat Ayiswa yang tengah tertidur jadi kejedot kedashboard mobil.
"Aaaww,,,!! Ada apa bang, ko ngerem mendadak? " ringis Ayiswa sambil memegangi jidatnya.
Ayiswa lalu melirik kearah Byun soo dan betapa kagetnya ia ketika ada sebuah kaki terjulur didepan wajahnya.
"Kaki siapa ini bang?" tanya Ayiswa lagi.
Mereka berdua lalu melirik kebelakang mobil, dilihaynya perawat itu mengacungkan kakinya didepan wajah Ayiswa dan wajah Byun soo dengan posisi kedua tangan tersilang diatas perut dan kedua matanya terpejam, kemudian perawat itu membuka matanya dan menurunkan kakinya lalu dia membetulkan posisi duduknya dengan tegap dan penuh wibawa.
"Naega jam deul-eo issdago saeng-gag hajima neon yeoggy eong-ui gihoeleul humchil su-iss-eo ahjeonhan geolileul yujihada (Jangan mentang-mentang saya tidur anda bisa mencuri kesempatan dalam kesempitan, tetaplah jaga jarak aman)" hardik perawat itu dengan tatapan datarnya.
Mendengar ucapan perawat itu membuat Byun soo jadi kesal, sebenarnya dia sudah mau marah-marah dari tadi karena ulah perawat itu yang terus salah paham pada dirinya tapi dia terus menahannya. Tapi kali ini Byun soo sudah tak bisa bersabar lagi. Akhirnya dengan tatapan penuh emosi, umpatan itu meluncur bebas dari mulut Byun soo.
"Ajuma! Wae geoleohgejjaj eungha cham eulyeogo nolyeohaessjiman hangsan jjajeunggna nan isanghan jis anhae bang-geum tteol-eujin haendeupon-eul gajyeo gass-eo (Ajuma! Kenapa kamu sangat menyebalkan sekali, aku sudah berusaha untuk sabar tapi kau selalu membuatku kesal, aku tidak berbuat yang aneh-aneh, tadi itu aku hanya mengambil handphoneku yang jatuh)" umpat Byun soo.
Ayiswa yang tak mengerti apa yang diucapakan oleh Byun soo dalam bahasa korea, itu terdengar seperti suara cuitan burung yang merdu, Ayiswa malah membayangkan Byun soo berubah jadi burung yang sedang bercuit dengan bahasanya sendiri. Tanpa dia sadar,diam-diam Ayiswa malah tersenyum melihat Byun soo yang lagi memarahi perawat itu.
"Ho,, ho,,!! Dangsin-eun naleul kkujij-eul su eobs-seobnida neo jasin-i ileohge ilhalagoh dangsin-eul geugeos-eul ij-eossseubnikka (Ho,, ho,,!! Anda tidak diizinkan memarahi saya karena anda sendiri yang memberi dan menyuruh saya untuk bekerja seperti ini, anda lupa itu?)" kata Perawat itu dengan wajah julidnya.
Akhirnya Byun soo yang tadi terus menatap kebelakang mobil membetulkan posisi duduknya dengan menatap kedepan karena dia akan mulai mengemudi lagi.
"Songong sekali perawat itu, dia benar-benar menyebalkan" gerutu pelan Byun soo.
__ADS_1
"Kalian ngomongin apaan sih dari tadi?" tanya Ayiswa.
"Sudahlah, dia cuma menjalankan pekerjaannya" jawab Byun soo.
*********
Pagi hari kemudian,
Hari ini Ayiswa akan pulang ke Indonesia jadi perawat itu sudah boleh pulang karena pekerjaannya sudah benar-benar selesai. Tapi dibalik wajahnya yang selalu terlihat dingin, kaku dan jarang senyum, perawat itu diam-diam mulai menyayangi Ayiswa seperti anaknya sendiri karena keramahan dan kebaikan hati Ayiswa yang benar-benat tulus.
Dia lalu minta izin pada Byun soo untuk ikut mengantar Ayiswa sampai kebandara, tentu saja Byun soo mengizinkannya untuk ikut kebandara. Sebelum Ayiswa dan Byun soo naik pesawat mereka berpamitan dulu.
"Hati-hati dijalannya ya, nona" ucap perawat itu dengan menggunakn bahasa Indonesia karena dari semalam dia belajar bahasa indonesia untuk mengucapkan kalimat perpisahan itu pada Ayiswa.
Ayiswa lalu tersenyum kemudian dia meminta Byun soo merjemakan kalimatnya agar perawat itu mengerti perkataan Ayiswa.
"Bang Byun, tolong terjemahkan kalimatku ini ya, Aku senang bertemu dengan ibu, terimakasih ibu sudah menemaniku disini "
Byun soo lalu menerjemahkan kalimat Ayiswa dalam bahasa korea "Mannaseo bangawoyo yeogi danghaeng naejusin ajuma gamsahabnida"
"Ayis, Ayis, mau dong" pinta Byun soo tiba-tiba.
Ayiswa melepaskan pelukannya sama perawat itu lalu menatap lekat pada Byun soo dengan kebingungan.
"Mau apa?" tanya Ayiswa tak mengeri.
"Mau kaya kamu sama ajuma" jawab Byun soo dengan tersenyum nakal pada Ayiswa sambil meragain seperti saat Ayiswa yang berpelukan sama perawat itu.
Ayiswa lalu mendengus sambil bergidik ngeri, Byun soo hanya tersenyum melihat respon Ayiswa. Perawat itu lalu memberikan sebuah benda berukuran kecil dengan bentuk persegi panjang. Ayiswa yang tak mengerti benda apa itu lalu bertanya.
"Apa ini?"
Dengan terbata-bata sambil mengingat dengan begitu keras perawat itu menjelaskan benda apa itu? Dalam bahasa Indonesia karena dari semalam dia yang sudah tahu bahwa hari ini Ayiswa akan kembali kenegara asal diIndonesia terus menghapalkan kalimat yang akan diucapkannya pada Ayiswa.
"Benda itu bisa mengalirkan aliran listrik jika kamu menghidupkan tombol on nya, jika tuan Byun soo berani macam-macam sama kamu setrum saja dia pake ini" ucap perawat itu sambil tersenyum pada Ayiswa.
Ayiswa lalu tersenyum sedangkan Byun soo jadi cemberut mendengar ucapan perawat itu.
__ADS_1
"Ajuma, ada-ada aja, emang dia pikir aku mau ngapain sama Ayiswa? Padahal aku juga bisa menahan diri, aku kan bukan orang yang seperti itu" gerutu Byun soo dengan mulutnya yang maju kedepan karena kesal.
Mereka lalu segera pergi untuk naik kepesawat.Sementara perawat itu hanya diam mematung ditempatnya seraya menatap mereka hingga Byun soo dan Ayiswa menghilang dari pandangan perawat itu setelah itu barulah dia pulang.
"Aku tidak sabar lagi pengen cepat pulang ke Indonesia, orang-orang panti pasti sangat mengkhawatirkanku" ucap Ayiswa tiba-tiba.
"Iya, benar, terutama Umi, saat aku ke Indonesia untuk membantu mencarimu yang tiba-tiba hilang, Umi bahkan tidak berselera makan karena khawatir sama kamu"
Ayiswa jadi sedih mendengar ucapan Byun soo, dia berubah jadi murung. Itu membuat Byun soo jadi merasa bersalah karenanya Ayiswa harus mengalami kejadian mengerikan ini.
"Maafkan aku Ayiswa, gara-gara aku kamu harus mengalami semua ini, aku janji akan menangkap penculik kamu itu biar dia dihukum seberat-beratnya dan aku juga akan mencari orang yang sudah nyebarin foto kita hingga masalah terus bermunculan gara-gara itu"
"Ya udah, aku nggak apa-apa ko, kamu jangan memperpanjang masalah ini"
Meski begitu tetap aja Byun soo jadi merasa bersalah, dia lalu murung dan bersedih. Saat mereka terus berjalan beriringan sambil terdiam sejenak tiba-tiba ada seseorang yang tengah terburu-buru, dia berlari secepat mungkin hingga tak sengaja menyenggol Byun soo yang masih terbuai dengan lamunannya hingga dia oleng dan tak sengaja menyenggol Ayiswa.
Ayiswa yang kaget dengan spontan langsung mengeluarkan alat yang diberikan perawat itu padanya kemudian menyetrumkan pada Byun soo,
Ssszzztttt,,,,
Aliran listrik itu tanpa aba-aba langsung menjalar keseluruh tubuh Byun soo hingga menimbulkan getaran kencang yang mengagetkannya.
"Aaaaawww,,,!!" teriak Byun soo karena kesetrum.
Bukannya berhenti menyetrum Byun soo dia malah melongo kebingungan dengan wajah polosnya, hingga Byun soo mulai berbicara.
"Ayis, tolong hentikan aliran listrik itu" teriak Byun soo sambil menahan sakit.
Ayiswa yang panik langsung menghentikannya lalu dia diam mematung dengan wajah tanpa dosa dia berpura-pura tidak terjadi apa pun diantaranya dan Byun soo. Byun soo lalu terduduk lemas dilantai sambil mengatur nafasnya karena kaget.
"Tadi kamu beneran nyetrum aku, Ayiswa? Tega banget sih, tadikan aku nggak sengaja nyenggol kamu karena ada yang nabrak aku,kamu lihat sendirikan tadi" tanya Byun soo tak percaya.
"Ya,, ta-tadi,, a-aku spontan aja, nggak sengaja" kata Ayiswa dengan wajah tanpa dosa. Lalu dia pergi meninggalkan Byun soo karena tak mau disalahkan.
"Ish! Dasar Ayiswa main kabur aja" gerutu Byun lalu bangun dan mengejar Ayiswa yang sudah jalan duluan.
Next,,,
__ADS_1