
Halo semua, sebelum kita lanjut baca ceritanya Author mau memperjelas nama-nama tokoh yang akan ada dalam novel ini soalnya author sendiri kalau baca karya author lain yang namanya berasal dari luar negri atau terlalu banyak nama dalam novel tersebut suka belibet ya mungkin pengalaman ini sama kaya para readers dan author yang lainnya yang mampir kesini.
👉Nama tokoh utama Pria: Park Byun soo/Muhamad Arrayyan Al Ayman
👉Nama tokoh utama wanita: Ayiswa nahla
👉Nama member/anggota boyband Super sun:Kim Ryeon, Tae hyun, Min ho, Lee, Young jae, Hwuan, Seo jun, Byun soo juga termasuk member Super sun ya
👉Manager Super sun:Jung min
👉Orang-orang yang tinggal dipanti asuhan:Umi,bi Idah, mang Udin, Alika, Alisya, Hafis dan lain-lain
👉Teman dekat Ayiswa:Upik/Ulfa ikhsania
👉Mantan jadi pelakor:Kim Youri
👉Keponakan Byun soo:Junno
👉Kakak laki-laki Byun soo:Park Hyun bin
👉Ibunya Byun soo:Lee jung eun
👉Ayahnya Byun soo:Park Jun gyu
👉Kakak Ayiswa dan suaminya:Zarra dan Alif
👉Nama-nama yang akan muncul di bab berikutnya:Pak marwa, Baby Zayn, Lee jong ki dan Yusuf
Keterangan: Hyeong(panggilan laki-laki pada seorang laki-laki yang umurnya lebih tua dari dirinya), Oppa (panggilan wanita pada laki-laki yang lebih tua), Ajuma (panggilan untuk wanita yang lebih tua secara umum)
"Lo bawa apaan tuh?" tanya Byun soo.
"Ini gue, abis bikin cup cake sama bi idah khusus buat hyung tersayang, jadi lo harus cobain" jawab Ryeon sambil memberikan cup cakenya pada Byun soo.
__ADS_1
"Semenjak disini lo jadi suka masak ya"
"Ya, habisnya gue mau ngapain lagi? Gue cuma nyari kegiatan aja.Rencananya nanti kalau gue pensiun dari dunia hiburan gue mau buka toko cup cake aja soalnya gue suka makan cup cake" kata Ryeon.
Byun soo lalu mengacungkan kedua jari jempo tangannya. Beberapa hari kemudian, Byun soo sudah sembuh dari sakitnya jadi hari ini dia bisa ikut kegiatan jumat bersih dipanti. Dia dan yang lainnya membersihkan dan merapihkan panti, biasanya acara ini suka dilaksanakan seminggu sekali.
Ketika dia hendak membersihkan kaca jendela dari dalam rumah, tiba-tiba dia melihat Ayiswa dibalik jendela luar rumah yang juga sedang membersihkan kaca jendela. Mereka saling menatap untuk sesaat karena tak menyangka akan membersihkan kaca jendela bersamaan. Setelah itu Ayiswa pergi menghindar, sedangkan Byun soo hanya ngelihatin Ayiswa untuk sesaat setelah itu dia kembali membersihkan kaca jendelanya.
Dia lalu melanjutkan pekerjaannya yang lain, membakar sampah yang sudah menumpuk dibelakang rumah, setelah apinya mulai menyala dan asap mulai mengepul dia melempar sampah-sampah itu ke dalam api. Tiba-tiba Ayiswa datang untuk membuang sampah yang dibawanya dari dalam rumah, dia sempat menghentikan langkah sejenak saat melihat ada Byun soo.
Lalu Ayiswa menundukkan pandangannya dan terus melangkah mendekati Byun soo. Setelah dekat dia segera membuang sampahnya kemudian pergi tanpa menyapa Byun soo. Baru beberapa langkah dia pergi Byun soo memanggilnya.
"Ayiswa, tunggu!!"
Dia menghentikan langkahnya tanpa melirik Byun soo kemudian Byun soo mendekatinya dan berkata.
"Makasih ya, kemarin saat aku sakit kamu sudah menjaga dan merawatku" ucap Byun soo.
"Iya sama-sama" jawab Ayiswa masih membelakangi Byun soo.
"Tidak apa-apa, lupakan saja semua itu, anggap saja bang Byun tidak pernah berbicara apa pun dan tidak pernah menjanjikan apa pun padaku"
Setelah berkata itu Ayiswa yang merasa tertampar kenyataan yang membuat perasaannya tidak karuan langsung pergi tanpa memberi kesempatan pada Byun soo yang masih ingin bicara padanya. Ntah kenapa hatinya jadi merasa sedih saat Byun soo berkata seperti itu. Seperti harapannya dipatahkan oleh kenyataan yang tak sesuai harapan.
Jiwanya berharap sesuatu yang lebih sedangkan batinnya menolak karena perbedan mereka, dan itu membuat Ayiswa yang baru pertama kali dekat dengan seorang pria menjadi galau luar biasa. Seperti anak ABG yang baru pertama kali mengenal cinta.
Sedangkan Byun soo sendiri merasa bingung harus bersikaf seperti apa pada Ayiswa yang baperan dengan semua kejadian yang terjadi antara dirinya dan Ayiswa karena dia tidak mau menyakiti siapa pun. Dan disisi lain dalam hatinya masih tersimpan sebuah nama yang masih belum bisa dia lupakan meski semuanya sudah berakhir tujuh tahun yang lalu.
Sebenarnya Byun soo itu tipe orang yang susah jatuh cinta dan susah melupakan seseorang yang pernah ada dalam hatinya, jadi sekarang ini dia masih berusaha untuk move on dari Kim Youri yang dulu pernah jadi pacarnya. Meski itu tak semudah membalikan telapak tangan karena mereka bekerja ditempat yang sama dibawah naungan CM Entertainment, jadi mereka sering bertemu walau pun sudah putus.
Tapi meski begitu jika dia terpaksa harus satu panggung dengan Kim Youri, Byun soo selalu bersikaf biasa saja pada Kim youri, seperti layaknya rekan kerja karena Byun soo yang pandai menyembunyikan perasaannya tak pernah mencampur baurkan kehidupan pribadi dengan pekerjaannya.
*****
Pagi itu, matahari mulai menampakkan cahayanya yang keemasan, sinarnya yang memberi kehangatan membuat Byun soo ingin pergi jalan-jalan sambil menghirup udara pagi yang segar. Dia pun melangkahkan kakinya diarea komplek perumahan. Ketika sedang berjalan ntah dari mana datangnya, tiba-tiba dia melihat ada sekelompok tentara yang sedang bererlari menuju mobil dinasnya.
__ADS_1
Perawakan mereka yang tinggi, kekar dan gagah dengan seragam tentara mereka membuat Byun soo tak bisa berhenti menatap mereka, hingga mereka semua masuk kemobil dinasnya dan menghilang dari pandangan Byun soo. Setelah itu Byun soo memutuskan untuk pulang tapi saat dia memutar balik arah, kakinya hendak menginjak sesuatu yang bentuknya bulat dengam motif kota-kotak yang menghiasi benda itu.
"Apaan nih? Bentuknya lucu kaya bola main keponakanku Junno" gumam Byun soo sambil memperhatikan benda yang dipungutnya itu.
Dia lalu pulang sambil membawa benda itu. Ditempat berbeda, Ryeon yang baru keluar dari rumah, melihat sinar matahari yang cerah memancarakan cahayanya yang hangat dipagi ini membuat dia ingin berjemur, kemudian dia pergi kedalam rumah untuk mengambil kaca mata hitam dan kursi panjang untuk bersantai lalu membawanya kehalaman depan rumah.
Dia lalu berjemur dibawah cahaya mentari yang hangat dengan sepoi-sepoi angin sejuk mulai membelai lembut tubuh Ryeon yang sedang berbaring dikursi santai itu dengan kedua tangan terentang sambil menikmati suasana pagi yang cerah.
"Uuhhh!! Indahnya pagi ini" gumam Ryeon dengan senyuman yang merekah disudut bibirnya.
Meski hanya berjemur didepan rumah tapi Ryeon benar-benar menikmatinya seperti berjemur dipinggir pantai. Hingga akhirnya Byun soo datang dan mengacaukan hari cerah Ryeon.
"Ryeon, main bola yuk, nih! Tangkap bolanya" teriak Byun soo tiba-tiba.
Ryeon yang waktu itu sedang berbaring dengan santainya dikursi panjang lalu dengan santainya membuka sedikit kaca mata hitamnya untuk melihat Byun soo yang sedang bersiap melempar sesuatu. Dengan sigap Ryeon bangun dan duduk sambil menangkap sesuatu yang dilemparkan padanya oleh Byun soo.
"Apaan nih?" batin Ryeon sambil memperahtikan benda itu.
Ketika dia baru menyadari benda apa yang dilemparkan oleh Byun soo pada dirinya, dengan panik Ryeon lalu berdiri dan melempar benda itu kedepan rumah lalu dia segera berlari dari tempat itu.
Syuuuuttt,,,BOOM,,,!!!
Seketika terjadilah suara ledakan yang sangat keras yang meluluh lantahkan pintu dan kaca jendela depan rumah membuat Byun soo, Ryeon dan seluruh penghuni panti kaget ketika mendengar suara ledakan itu. Setelah melihat kekacauan itu Ryoen lalu menatap garang pada Byun soo, dengan keadaan marah dan kesal dia mulai mendekati Byun soo yang cengengesan tak menyangka akan terjadi kejadian seperti ini.
"Gila lo hyeong, lo mau bunuh gue? Barusan lo ngelempar granat ke gue, nemu dimana si benda kek gitu?" tanya Ryeon sambil marah-marah.
Byun soo mulai beringsut mundur dengan perlahan tapi pasti melihat Ryeon yang semakin mendekatinya sambil menatap tajam dirinya.
"Lo bener-bener minta gue hajar ya" kata Ryeon dengan nada suara meninggi.
Sementara Byun soo terus cengengesan sambil minta damai dengan mengagkat tangannya membentuk huruf V. Dengan kesal Ryeon lalu memukul dan menjitaki kepala Byun soo tanpa ampun.
"Ampun yeon, ampun, gue minta maaf gue kira benda tadi itu bola karena bentuknya lucu kaya bola mainanya keponakan gue Junno yang umurnya masih 2 tahun" ucap Byun soo.
Next,,,
__ADS_1