
Mereka lalu ngobrol panjang lebar. Rayyan juga menceritakan kalau sekarang dia sudah mengganti namanya, dan sekarang Rayyan meminta Ayiswa untuk memanggil namanya dengan nama baru dia. ketika waktu sudah menunjukkan pukul satu siang, Ayiswa pamit pulang pada Rayyan.
"Ya udah, hati-hati dijalannya ya" ucap Rayyan
Ayiswa mengangguk lalu dia pergi, Rayyan terus menatapnya sambil tersenyum hingga Ayiswa menghilang dari pandangan matanya.tiba-tiba pak ustad datang dan membuyarkan lamunan Rayyan.
"Hayo!! Siapa tadi? Kenapa kamu senyum terus padahal dia udah ngga kelihatan loh!?" tanya pak ustad sambil duduk disamping Rayyan
Rayyan lalu tersipu malu saat dia kepergok lagi lihatin Ayiswa tadi.
"Inget ya! mulai sekarang kamu harus menjaga pandangan matamu"
"Astagfirullahaladzim!! Maaf pak, aku lupa" ucap Rayyan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal
"Jadi, tadi itu siapa?" tanya pak ustad lagi
"Dia gadis yang menyuruhku untuk datang kemesjid waktu itu, Namanya Ayiswa, Uminya tidak merestui aku saat aku melamarnya karena saat itu aku belum memeluk islam" jawab Rayyan seraya mengenang waktu dulu dengan menatap kelangit yang cerah disiang ini.
Tak lama dia lalu menatap pak ustad,dengan wajah yang memelas, dia meminta pak ustad untuk menemaninya melamar Ayiswa sebab disini tak ada keluarga yang bisa menemaninya melamar Ayiswa dan cuma pak ustad yang dia kenal.pak ustad yang menyetujui niat baik Rayyan lalu setuju untuk menemaninya melamar Ayiswa.
********
Rayyan dan pak ustad akhirnya datang kepanti untuk meminta restu pada Umi agar dia bisa melamar Ayiswa. Umi yang sudah tahu kalau sekarang Rayyan sudah menjadi seoarang mualaf kemudian merestuinya.
"Maafkan Umi ya, dulu Umi tidak menerimamu" Umi meminta maaf pada Rayyan
"Tidak apa-apa Umi, aku mengerti ko" ujar Rayyan sambil tersenyum
"Sekarang Umi akan merestui hubungan kamu sama Ayiswa, tapi, semuanya akan Umi serahkan kembali pada Ayiswa, terkait apakah dia akan menerimamu sebagai calon suaminya atau tidak"
Semua orang lalu menatap pada Ayiswa yang sedari tadi terus menunduk karena tegang dan gugup sambil sesekali menatap mereka lalu menunduk lagi.
"Ayiswa, jadi bagaimana? Apakah kamu mau menerima Rayyan sebagai calon suamimu?" tanya Umi pada Ayiswa
Ayiswa lalu menatap Rayyan yang sedang menatapnya penuh harap, berharap Ayiswa akan menerimanya,tak lama kemudian Ayiswa lalu mengangguk seraya berkata.
"Iya, aku akan menerina bang Rayyan sebagai calon suamiku"
Tentu saja jawaban Ayiswa itu membuat Rayyan amat senang hingga sifat aslinya mulai keluar kembali.dia lalu menggerakan kaki dan tangannya sambil bersyukur.
"Yes,, yes,, Alhamdulillah, terimakasih ya Allah"
Rayyan lalu bersujud syukur dilantai karena duka yang menyelubungi hatinya dan pengorbanan yang telah dilakukannya kini telah berganti dengan kebahagian yang tak bisa terlukiskan lagi saking bahagianya dia. Rayyan lalu mendekati Ayiswa yang duduk bersebelahan dengan Umi, dia hendak menjewer pipi Ayiswa dengan gemasnya untuk mengungkapkan kebahagian hatinya yang teramat sangat. tapi pak ustad menghardiknya.
__ADS_1
"Rayyan! Jangan! Kamu dan Ayiswa belum halal"
Sontak dia lalu menepuk jidatnya sambil beristighfar "Astagfirullahaladzim! Aku lupa"
Dia kembali duduk disamping pak ustad. mereka lalu membicarakan tentang acara pernikahannya, Akan dilakukan dimana? Hari tanggal, bulannya kapan? Setelah berunding dan mendapatkan kesepakatan bersama akhirnya mereka memutuskan akan menggelar pernikahan Ayiswa dan Rayyan beberapa minggu lagi. setelah selesai membahas soal acara pernikahan Rayyan dan pak ustad langsung pulang.
Sementara Ayiswa langsung masuk kekamarnya dengan hati yang amat bahagia. dia lalu menelepon upik untuk mengabarkan berita bahagia ini. setelah teleponnya diangkat oleh Upik Ayiswa langsung bercerita padanya.
📞Upik, aku lagi seneng banget hari ini' tutur Ayiswa
📞Senang kenapa sih?
📞Kamu tahu ngga? Tadi aku dilamar dan sebentar lagi aku akan menikah
Sontak ucapan Ayiswa itu bikin Upik sangat kaget hingga dia terbatuk-batuk karena keselek tiba-tiba
Uhuk,, uhuk,,uhuk,,,
Suara Upik batuk terdengar dibalik ujung telepon.Upik ikut senang dengan berita yang didengarnya ini.
📞Ih! Ko bisa sih! Tiba-tiba kamu mau nikah, padahalkan aku ngga pernah lihat kamu dekat sama cowok, kamu mau nikah siapa?
📞Calon suamiku itu namanya bang Rayyan, kamu juga udah kenal sama dia ko
📞Perasaan aku baru denger nama itu deh! Siapa sih dia?' tanya Upik penasara
Seketika Upik langsung menjerit histeris hingga memekikan telinga Ayiswa, dia lalu menjauhkan teleponnya karena berisik dengan suara teriakan Upik yang ikut bahagia atas rencana pernikahan sahabatnya itu dengan mantan idolnya, Upik serasa mimpi dan tidak percaya dengan ini semua.begitu pula dengan Ayiswa, dia yang menjalaninya pun benar-benar tidak menyangka seorang pria yang amat jauh dari kata tipenya Ayiswa itu mampu memikat hatinya dan akan memperistrinya,bahkan Ayiswa pun tak bisa menolak karena hatinya sudah jatuh cinta padanya sosok seoarang Rayyan.
Cinta itu benar-benar buta, bagaimana bisa pria cantik berbadan kurus dan jauh lebih pendek dari teman-temannya itu bisa memikat hati Ayiswa?. Dengan cara apa dia bisa meluluhkan hati Ayiswa yang sangat menyukai pria yang bepikiran dewasa, bertubuh tinggi, kekar dan tampan?. tapi Ayiswa bisa menetapkan hatinya pada Rayyan dan tak bisa berpaling kehati lain meski mungkin ada pria yang sangat sesuai dengan kriteria idamannya namun hatinya tetap untuk Rayyan.
******
Sesampainya dirumah, dia segera memarkir mobilnya didepan rumah. karena sekarang dia sudah punya rumah sendiri jadi mobilnya yang dititipkan dipanti dibawanya pulang.Rayyan lalu masuk kedalam rumah, dia langsung rebahan disofa sambil mengaktifkan handphonenya karena dia ingin menelepon member Super sun untuk mengabarkan pernikahannya dengan Ayiswa, tapi tak ada satu pun member yang mengangkat teleponnya.
"Mereka pada kemana sih,ko ngga angkat telepon aku? Apa mereka lagi sibuk ya? Ah! Aku kirim pesan aja deh untuk ngabarin ini" kata Rayyan dalam hati
Setelah itu dia juga mengirim pesan pada kakaknya Hyun bin dan inilah bunyi pesannya.
_Kak, Aku akan segera menikah tanggal 17 bulan depan, aku berharap kakak, ibu, ayah, Junno dan Kak Ayri datang keacara pernikahanku, aku akan sangat mengharapkan kehadiran kalian_
Setelah itu Rayyan malah ketiduran disofa. beberapa hari kemudian Rayyan dan Ayiswa pergi kantor urusan agama (KUA) untuk mendaftarkan pernikahannya, saat sudah beres mengurus ini dan itu dikantor KUA,mereka melanjutkan untuk mengurus gedung untuk acara pernikahannya, catering dan sebagainya.
Diperjalanan mereka terus membicarakan tentang konsep pernikahannya hingga disebuah jalan yang sepi tiba-tiba ada seorang kakek yang menghentikan mobil Rayyan dengan berdiri ditengah jalan. sontak Rayyan langsung ngerem mendadak hingga terdengar decitan ban mobil yang beradu dengan aspal jalanan dan itu membuat Ayiswa jadi kaget.
__ADS_1
"Ada apa bang? Ko ngerem mendadak?" tanya Ayiswa
"Itu didepan ada kakek-kakek bentar dulu ya, aku mau turun dulu" Jawab Rayyan sambil melepaskan safety beltnya
Lalu dia turun dan menghampiri kakek itu.dari kaca depan mobil Ayiswa bisa melihat Rayyan sedang ngobrol dengan kakek itu, tak lama mereka pergi kepinggir jalan untuk menghampiri seorang nenek yang duduk dengan lemas disebuah kursi panjang yang terdapat dipinggir jalan.setelah itu mereka mendekati mobil dan Rayyan menyuruh Ayiswa membuka pintu mobilnya.
"Ada apa bang Rayyan?" tanya Ayiswa
"Ini, kata kakek mereka mau keklinik yang ada diperempatan jalan didepan, tapi karena nenek yang lagi sakit udah ngga kuat buat jalan jadi kakek nyari tumpangan tapi ngga ada yang berhenti katanya, angkot juga ngga ada yang lewat, kita ajak mereka aja ya" jawab Rayyan
"Tapi kan, mobilnya sempit bang" tutur Ayiswa
"Badanya pada kurus semua juga, kita pepetin aja ya, kasihan mereka"
"Ya udah, ayo masuk"
Akhirnya mereka semua masuk, meski mobil sporty Rayyan cuma cukup buat dua orang, toh! mereka numpang juga cuma sampai depan doang, pikir Rayyan tanpa menaruh curiga sedikit pun. setelah semua masuk kemobil Rayyan segera melajukan mobilnya.
Ditengaj jalan sang nenek mengeluarkan sesuatu dari tasnya lalu dia menodongkan benda tajam itu keleher Ayiswa yang duduk disamping Rayyan.
"Apa-apaan ini?" tanya Ayiswa tegang sambil menatap ujung mata pisau yang runcing itu
"Jangan bergerak! Ikuti saja perintah saya kalau tidak ujung mata pisau ini akan menghunus lehermu" ancam si nenek yang ternyata dia itu seorang perampok yang menyamar jadi nenek-nenek padahal dia seorang laki-laki yang masih muda.
Rayyan yang kaget, sontak langsung ngerem mendadak mobilnya.
"Kenapa berhenti ayo terus jalan" bentak perampok itu
"Jangan apa-apakan dia!!" hardik Rayyan
"Kalau kamu mau gadis ini selamat cepat berikan semua barang-barang berharga kalian" titah perampok itu dengan garang
Ayiswa yang sedari tadi lututnya terus bergetar karena ketakutan lalu saling tatap dengan Rayyan.Rayyan lalu memberi kode pada Ayiswa untuk mengeluarkan semua barang berharganya karena akan sangat bahaya kalau mereka melawan untuk saat ini.Ayiswa lalu mengeluarkan dompet dan handphonenya begitu pula dengan Rayyan dia pun mengeluarkan handphone dan dompetnya.
Setelah barang-barang berharga itu ada ditangan perampok, dia mengecek isi dompetnya kemudian berkata sambil memberikan handphone Rayyan padanya.
"Cepat transfer semua uangmu ke nomor rekening berikut ini, kalau kau tidak mau maka ujung pisau ini akan menembus leher gadis ini" Ancam perampok itu
Dengan terpaksa Rayyan mentransfer semua uangnya karena tak mau Ayiswa kenapa-kenapa. setelah itu,perampok itu merebut kembali handphone Rayyan kemudian mereka mendorong paksa Ayiswa untuk keluar dari mobil hingga Ayiswa tersungkur keaspal jalan
"Ayiswa,,,!!" teriak Rayyan panik
Rayyan yang sangat mencemaskan Ayiswa lalu memberi perlawanan pada perampok itu didalam mobil, tak peduli meski perampok itu memegang senjata tajam, dia terus menghajarnya tanpa rasa takut sedikit pun hingga akhirnya pisau tajam itu mendarat mulus dilengan Rayyan.
Jlep,,,
__ADS_1
Beberapa saat Rayyan hanya melongo kaget lalu perampok itu menarik kembali pisaunya hingga darah segar memancar dari lengan sebelah kiri Rayyan. seketika jaket yang dikenakannya pun jadi berlumuran darah.Rayyan mulai meringis kesakitan, tak menyia-nyiakan kesempatan ini,perampok itu lalu mendorong tubuh Rayyan keluar dari mobil hingga dia berguling-guling ke aspal jalanan. kemudian perampok itu segera tancap gas secepat mungkin dan seketik mobil Rayyan raib beserta barang-barang berharganya dan barang berharga Ayiswa ikut raib.
Next,,,,