PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Hari bahagia kini telah tiba


__ADS_3

Kini hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Rayyan dan Ayiswa untuk menyatukan cinta suci mereka dalam sebuah ikatan cinta yang suci dan sakral telah tiba.mereka hanya mengadakan pesta syukuran yang sederhana.Rayyan hanya mengundang Pak ustad dan Istrinya sebagai perwakilan wali dia. sedangkan Ayiswa hanya mengundang sanak saudara Umi, sahabat karibnya Upik beserta Bos pemilik toko tempatnya bekerja, Pak RT, Pak RW, dan beberapa tetangga saja.



Rayyan yang waktu itu mengenakan setelan jas berwarna hitam dan kemeja putih serta memakai dasi hitam terlihat sangat tampan dan berkarisma, dia sudah nampak hadir bersama Pak ustad dan istrinya. sambil menunggu penghulu datang dan Ayiswa selesai didandanin, Rayyan, Pak ustad serta Istrinya, Umi dan mang Udin ngobrol bersama dengan keceriaan yang menghiasi suasana waktu itu.


Namun dibalik semua itu, Rayyan yang merasa tegang dan gugup tak bisa menyembunyikan perasaannya itu, dia terus menggetarkan kakinya dengan perasaan gelisah.


"Rayyan, Apa kamu sudah siap dengan akad nikahnya nanti?" tanya Pak ustad tiba-tiba yang waktu itu duduk disebelah Rayyan


"Insya Allah pak, aku udah siap, cuma aku ngerasa sedikit tegang aja" ucap Rayyan agak kikuk


"Kamukan badboy, ngga tahu malu,dan petakilan masa orang kaya kamu gitu bisi tegang sih?" timpal mang Udin


"Mamang apaan sih? Aku ngga kaya gitu ko" sangkal Rayyan langsung manyun


"Oh iya, mamang lupa sekarangkan kamu udah taubat ya, jadi setidaknya panti bakalan aman dari si perusuh yang suka bikin onar" ucap mang Udin dengan nada sedikit menyindir dan bercanda pada Rayyan


"Emang dulu Rayyan orangnya kaya gimana?" tanya Pak ustad jadi penasaran


"Bocah nakal dia itu Pak, mainannya aja granat, ini panti aja pernah dibom sama dia sampai rusak parah" jawab mang Udin


Pak ustad yang meragukan cerita mang Udin lalu menanyakan hal itu pada Rayyan. Rayyan lalu bergumam pelan sambil menatap mang Udin dengan tatapan tajam karena mang Udin sudah membuka kartunya.


"Mang udin, buka kartu aja nih! Aku jadi malu sama pak Ustad.dulukan aku ngga sengaja ngebom panti karena aku ngga tahu kalau benda yang mirip bola itu adalah granat"


Pernyataan Rayyan itu membuat mang udin dan Umi tertawa kecil sedangkan Pak ustad dan Istrinya geleng-geleng kepala sambil tersenyum.Setelah itu mereka ngobrol sambil bercanda.tapi tiba-tiba Rayyan mendadak terdiam sambil menunduk sedih.sesekali dia melirik kearah jalan. hati kecilnya terus berharap orang-orang yang disayanginya dikorea bisa hadir diacara pernikahannya ini.


Seperti pungguk merindukan bulan, seperti itu pulalah harapannya, rasanya itu sangat tidak mungkin terjadi akhirnya Rayyan hanya bisa tertunduk sedih.saat perasaannya sedang bergelut antara harapan dan kesedihannya, tiba-tiba ada dua mobil van berwaran hitam yang berhenti tepat didepan panti asuhan kasih bunda.


Tak lama keluarlah seoarng pria muda yang tampan,berkulit putih dan bermata sipit, pria itu lalu berteriak ketika dia melihat Rayyan sedang duduk sambil menunduk.

__ADS_1


"Hyuuuung,,,!!"


Rayyan yang mendengar suara itu dan merasa tidak asing lagi dengan suaranya lalu melirik kesumber suara, seketika wajahnya berubah menjadi sumringah saat melihat sosok pria muda yang baru keluar dari mobil van itu.


"Ryeon,,,!!" gumam Rayyan penuh haru


Rayyan, mang Udin, Umi, Pak ustad dan istrinya langsung berdiri.tak lama keluarlah para member Super sun dan managernya Jung min. Rayyan langsung berlari menghampiri mereka. mereka semua langsung berpelukan karena saling merindu. tiba-tiba Rayyan meringis kesakitan saat bekas luka tusukannya yang belum semuanya mengering tersentuh oleh para member yang memeluknya seperti teletubbies berpelukan.


"Aaaaww,,,!!"


Sontak merek semua langsung melepaskan pelukannya.


"Kenapa lo, ko meringis kesakitan gitu?" tanya Tae hyun penasara mewakili semua para member


"Ngga apa-apa ini bukan masalah besar, hanya saja lengan gue agak sedikit sakit" jawab Rayyan


Mereka lalu melepas rindu saling menanyakan kabar dan sebagainya.para member dan managernya lalu ikut gabung sama Umi, mang Udin, Pak ustad dan istrinya,mereka semua lalu duduk. Rayyan lalu memperkenalkan mereka semua pada Pak ustad dan istrinya yang belum mengenal para member Super sun, sedangkan Umi dan mang Udin sudah mengenal mereka.


Karena cuma Ryeon yang bisa berbahasa Indonesia jadi cuma dia yang bisa menjawab pertanyaan Rayyan.


"Sebenarnya sih, n'tar malam kita ada konser, tapi demi lo Hyung, kita rela meluangkan waktu untuk menghadiri acara pernikahan lo sama Ayiswa, Apa kita tidak telat datangnya?" tanya Ryeon


"Gamsahabnida, ajig gyeolhonsig-i sijagdoeji anh-assseobnida (Terimakasih, acara pernikahannya belum dimulai)" ucap Rayyan


"Hyung, maafin gue ya, waktu lo ngirim pesan gue ngga sempat bales, soalnya kita lagi sibuk latihan" tutur Ryeon


"Iya ngga apa-apa gue paham ko, meski ngga ngebales pesan gue tapi gue seneng banget soalnya kalian semua bisa datang kesini untuk menghadiri pernikahan gue"


Mereka lalu ngobrol lagi, tapi lagi-lagi pandangan Rayyan selalu tertuju kearah jalan, dia masih berharap keluarganya bisa datang kesini untuk menghadiri pernikahannya.


"Wae tto? Uliga wassda, geulaeseo wae ajigdo seulpeo? (Lo kenapa lagi? Kita kan sudah datang, jadi kenapa lo masih sedih aja?)" tanya Jung min yang bisa menangkap ada kesedihan tergambar jelas diwajah Rayyan

__ADS_1


"Gajog-i oji anh-a seulpeuda, hyung munjaleul bonaessneundedo (gue sedih karena keluarga gue tidak datang, padahal gue sudah ngirim pesan ke kakak gue)" jawab Rayyan


"Seulpeohajima geunyang naega ni dongsaeng-in cheog hae (Lo jangan sedih anggap aja gue ini kakak lo)" hibur Jung min


"Gomawo nu-i (Terimakasih hyung)" ucap Rayyan


"Hyung,Emangnya kakak lo ngga ngebalas pesan lo? Atau ngga baca pesan lo" tanya Ryeon


"Ngga,mungkin keluarga gue masih marah sama gue" lirih Rayyan sedih


"Eh! Rayyan, Umi lupa, bulan kemarin ibu, ayah dan kakak kamu datang kepanti, mereka nyariin kamu, ibumu sangat sedih saat tidak bisa menemuimu dipanti padahal mereka jauh-jauh dari korea ke Indonesia buat nyariin kamu loh" ujar Umi


Seketika wajah Rayyan jadi sumringah karena kalau mereka sudah mau datang keIndonesia buat nyariin Rayyan itu artinya mereka sudah tidak marah lagi sama Rayyan. tapi dia juga bingung kalau keluarganya sudah tidak marah lagi kenapa mereka tidak datang menghadiri acara pernikahannya? Padahalkan dia sudah mengirim pesan untuk memberi tahu mereka supaya mereka bisa datang?.


Rayyan yang masih dalam keadaan bingung, tak lama penghulunya datang dan acara akad nikahnya akan segera dimulai. lalu Umi menyuruh bi Idah untuk segera menjemput Ayiswa dikamarnya. perasaan Rayyan makin deg-degan dan tegang ketika Ayiswa mulai keluar bersama bi Idah dan Upik.


Semua mata langsung tertuju pada sosok gadis bercadar yang mengenakan balutan gaun pengantin berwarna putih ala islami,dia terlihat sangat cantik meski wajahnya tertutup cadar dan meski hanya menggunakan gaun pengantin sederhana dan seadanya.tapi pesona Ayiswa mampu membuat semua orang yang hadir tercengang karena kecantikannya itu.


"Byun soo, lo beruntung banget bisa menikahi gadis secantik Ayiswa, meski wajahnya tertutup cadar tapi dia sudah kelihatan sangat cantik apa lagi kalau cadarnya dibuka, pasti dia luar biasa cantiknya" bisik Minho pada Rayyan


"Iya Ayiswa memang cantik, gue sangat beruntung karena mendapatkan calon istri secantik Ayiswa, kecantikannya itu hanya diperlihatkan untuk gue saja, pria lain tidak bisa melihat langsung kecantikannya, dan gue merasa bangga karena itu" ucap Rayyan penuh kekaguman dan amat bangga karena bisa mendapatkan calon istri seperti Ayiswa.



Setelah itu Rayyan mendekati calon istrinya yang dari tadi terus menunduk karena malu dan gugup,seraya membawa buket bunga mawar merah sebagai lambang cintanya pada Ayiswa lalu dia memberikannya pada Ayiswa.dia lalu menerima buket bunga dari Rayyan sambil terus menunduk malu, dan hatinya yang terus deg-degan karena dia amat grogi dan gugup.


"Masya Allah Ayiswa, hari ini kamu sangat cantik.aku sangat bahagia karena selangkah lagi kamu akan menjadi istriku, aku berjanji akan selalu membahagiakanmu,menjagamu dan selalu menyayangimu hingga akhir nafasku" ucap Rayyan dengan tulus dan sambil tersenyum bahagia.


Ayiswa makin tersipu malu.kemudian Rayyan memberi isyarat pada Ayiswa karena dia mau menggandeng Ayiswa menuju kepenghulu untuk segera melakukan ijab qobul, dengan malu-malu Ayiswa lalu menyambut tangan Rayyan yang berkacak pingga sebelah untuk menggandeng Ayiswa. riuh tepuk tangan pun menggema ketika mereka berjalan beriringan menuju kepenghulu.


Next,,,,

__ADS_1


__ADS_2