PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Gara-gara jidat merah


__ADS_3

Saat itu kegelapan masih menyelimuti bumi dan masih banyak orang yang masih terbuai dalam mimpi indahnya.Sementara Ayiswa baru selesai menunaikan shalat subuh dia langsung memakai kerudungnya dan menatap sang suami yang masih terlelap tidur sambil duduk dikursi dekat meja riasnya.


Tak lama Rayyan pun terbangun. Saat pertama dia membuka matanya yang nampak dipandangannya adalah sosok bidadari surga yang kini menjadi istrinya. Rayyan lalu tersenyum pada Ayiswa tapi Ayiswa tak membalasnya, wajahnya nampak merengut tak bersahabat dengan tatapan tajam yang seolah mengintimidasi Rayyan,dengan kedua tangan yang tersilang diatas perutnya.


Rayyan yang belum peka dengan suasana hati sang istri hanya menanggapinya dengan senyuman. Dia lalu melirik jam beker yang terdapat dinakas sebelah tempat tidurnya.


"Udah jam 05.00 pagi, kenapa kamu tidak bangunin aku buat shalat subuh berjamaah" tanya Rayyan


Bukannya menjawab pertanyaan Rayyan, Ayiswa malam segera memakai cadarnya lalu keluar dari kamarnya tanpa sepatah kata pun. Rayyan yang tak mengerti dengan tingkah Ayiswa hanya bisa menerka-nerka tanpa ada jawaban yang pasti kecuali kalau dia bertanya langsung pada Ayiswa tentang penyebab wanita cantik itu terlihat amat marah.


"Ayiswa kenapa ya? Ko dia kaya lagi marah gitu? Apa gara-gara tadi malam kita gagal menghabiskan malam pertama kami? Ah! Ayiswa, kamu bikin aku jadi gemes sama kamu. Tunggu nanti malam, kita akan bertempur hihihi,,," kata Rayyan sambil cengengesan sendiri.


Setelah itu dia mandi lalu shalat subuh. Waktu menunjukan pukul 06.30.Pak Marwa, Ryeon dan mang Udin sedang duduk santai didepan rumah sambil ngobrol.Tak lama Ayiswa datang sambil membawa kopi dan camilan teman ngopinya untuk ketiga pria itu.


"Wih,,,! Ayiswa, hyung hebat ya, itu merahnya ampe kejidat-jidat hihihi,,,! " celetuk Ryeon terkekeh melihat jidat Ayiswa yang memar berwarna merah.


Sontak Ayiswa yang mendengar itu langsung mencari cermin. Dia lalu bercermin dikaca jendela dan dari pantulan kaca jendela itu memang Ayiswa bisa melihat kalau jidatnya merah. Dia lalu menarik dalaman kerudungnya untuk menutupi warna merah dijidatnya. Dia lalu melirik ketiga pria itu yang sedang terkekeh melihatnya.


Itu membuat Ayiswa jadi amat malu lalu Ayiswa segera mengambil nampan bekas membawa kopi dan camilan untuk mereka kemudian dia segera masuk lagi kedalam rumah dengan tergesah-gesah karena ingin segera menghindari ketiga pria yang sampai detik ini masih menertawainya.


Dia terus berjalan sambil terus melirik kebelakang untuk memastikan kalau ketiga pria itu tak lagi menertawainya hingga Ayiswa tak melihat kedepan jalan yang dilaluinya.Ayiswa yang berjalan tergesah-gesah itu akhirnya menabrak Rayyan yang baru keluar dari dapur sambil makan buah straubery.


BUG,,,


"Auh,,,!" ringis Ayiswa


"Kamu kenapa sih! Jalannya tergesah-gesah sambil terus lihatin kebelakang?" tanya Rayyan


Ayiswa lalu menatap Rayyan dengan kesal.


"Ini semua gara-gara bang Rayyan" jawabnya dengan ketus lalu dia melengos pergi


Dan itu menyisakan tanda tanya besar dibenak Rayyan.


"Salahku apa sih? Perasaan dia sensitif melulu deh, kalau lihat aku?" tanya Rayyan kebingungan

__ADS_1


"Ah! Sudahlah"


Rayyan lalu pergi kedepan rumah dan bergabung dengan ketiga pria yang lagi asyik ngobrol sambil minum kopi. Saat dia datang tiba-tiba Ryeon mengacungkan kedua jempolnya pada Rayyan dengan senyuman ganjil.Ternyata mang Udin dan pak Marwa juga ikut mengacungkan kedua jempolnya pada Rayyan.


"Kalian kenapa sih! Ko, mengacungkan kedua jempol kalian padaku?" tanya Rayyan yang dibikin bingung oleh ketiga pria itu.


"Kamu hebat Rayyan" jawab mang Udin


"Hebat apaan?" tanya Rayyan lagi


"Itu, si Ayiswa, merahnya sampai kejidat-jidit pasti elo pelakunya kan? " imbuh Ryeon sambil tersenyum geli.


"Hah! Masa sih? Pelaku apaan maksudnya?" kata Rayyan yang tak tahu dengan kondisi istrinya itu.


"Iya Rayyan, ngga apa-apa ko. Bapak juga paham kan dulu juga bapak pernah muda" kata pak Marwa membuat Rayyan makin bingung.


"Haduuuhh,,,! Ada apa sih! Dengan kalian semua? Ngga Ayiswa, ngga kalian bikin aku bingung aja" keluh Rayyan yang tak dapat mencerna maksud dan perkataan mereka semua.


Bukannya menjawab dan menjelaskan dengan segamblang mungkin, ketiga pria itu malah menertawakan sepasang pengantin baru itu. Rayyan yang merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka lalu memutuskan untuk tidak bergabung lagi dengan mereka kemudian dia pergi.


Malam hari kemudian,,,


Semua orang yang ada dipanti sudah masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Demikian juga dengan Rayyan dan Ayiswa. Saat itu Rayyan sudah rebahan ditempat tidurnya tapi tidak dengan Ayiswa. Dia masih duduk dikursi sambil menatap wajahnya dicermin.Kain kerudung itu masih membalut mahkotanya yang indah.


Rayyan yang dari tadi terus memperhatikan istrinya karena sebenarnya dari kemarin hingga malam ini dia belum benar-benar melihat Ayiswa tanpa jilbabnya meski kemarin malam mereka sudah tidur satu ranjang. karena namanya orang tidur jadi tidak lihat apa-apa ditambah saat dia terbangun dari tidurnya Ayiswa sudah berpakaian rapi sehingga dia belum sempat melihat sosok istrinya seperti apa tanpa kain kerudungnya.


"Ini udah malam, apa kamu akan tetap duduk disana dan tidak akan tidur?" tanya Rayyan memecah keheningan saat itu. Masih sambil rebahan dengan tangan yang dilipat kebelakang kepalanya untuk jadi tumpuan kepalanya.


"Aku belum ngantuk dan aku juga tidak mau tidur sama bang Rayyan" jawab Ayiswa masih tak bersahabat dengan suaminya.


Sontak Rayyan langsung terduduk, pasti ada sesuatu yang membuat Ayiswa amat marah hingga dia tak mau tidur seranjang padahal mereka masih pengantin baru.


"Kenapa kamu tidak mau tidur denganku?" tanya Rayyan


Dengan wajah yang merengut Ayiswa lalu meremas ujung kain kerudung segi empatnya yang panjang hingga menutupi sampai perut.Lalu dia berkata dengan polosnya.

__ADS_1


"Benar ya,ternyata, kata orang malam pertama bagi pengantin wanita itu menyakitkan. Itu juga yang kurasakan"


"Ooohh,,,! Jadi Ayiswa marah gara-gara itu. Tapi bagaimana bisa sakit bukannya kemarin malam aku belum menyentuhnya?" batin Rayyan kebingungan.


"Apanya yang sakit? Dan bagaimana kamu bisa sakit?" tanya Rayyan sambil tersenyum


Masih dengan mulut yang manyun Ayiswa lalu menjawab " jidatku sakit nih! Bekas kemarin malam, ampe memar gini. Bekasnya tuh! Ngga ilang-ilang lagi jadi aku diledekin sama bang Ryeon, mang Udin dan pak Marwa"


"Iya jidat kamu kenapa bisa memar gitu?" tanya Rayyan yang belum tahu penyebab jidatnya Ayiswa bisa memar.


"Tahu gak, waktu aku lagi enak-enaknya tidur bang Rayyan nendang aku ampe jatuh kelantai otomatis jidatku kepentok tuh! kelantai,masih mending kalau cuma sekali ini berkali-kali tau,jadi semalam aku tidak bisa tidur dengan nyenyak" kata Ayiswa kesal


Sontak Rayyan jadi terbahak-bahak melihat wajah istrinya yang masih polos sambil manyun. Dia pikir Ayiswa sakit karena apa ternyata gara-gara Ayiswa udah nyium lantai karena Rayyan menendangnya dengan tidak sadar saat lagi tidur.


"Hahahaha,,, aku pikir kamu sakit karena apa? Ternyata cuma karena jatuh dari tempat tidur ya"


"Kamu pikir itu lucu? Sakit tahu, aku ngga mau tidur lagi sama bang Rayyan. Kamu pikir aku ini bola ditendang-tendang" Ayiswa makin nyolot karena suaminya malah menertawai dia setelah dia memberi alasan kenapa dia marah sama Rayyan.


Melihat Ayiswa makin marah ini ancaman bagi Rayyan bisa-bisa seumur hidup dia tidak dikasih jatah padahal mereka belum pernah melakukannya sama sekali. Akhirnya Rayyan mendekati sang istri,Rayyan lalu berlutut sambil megangin kedua tangan Ayiswa yang saat itu berada diatas pahanya Ayiswa.


"Sayang, aku minta maaf ya, aku janji deh! Ngga akan nendang kamu lagi saat aku lagi tidur. Sekarang udah ya jangan manyun terus" kata Rayyan sambil menarik lembut kedua ujung bibir Ayiswa agar dia tersenyum.


"Kalau bang Rayyan bohong gimana?" tanya Ayiswa masih manyun


"Kamu boleh menghukumku, apa pun hukumannya aku akan terima. Sekarang udah ya, jangan marah lagi. Ayo kita tidur" ajak Rayyan


Dengan perlahan tapi pasti akhirnya Ayiswa mulai mengukir senyuman dibibirnya. Kemudian Rayyan berdiri lalu dia menarik jarum pentul yang menyemat kain kerudung Ayiswa. Dan dengan perlahan Rayyan membuka kain kerudungnya sementara Ayiswa hanya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Rayyan lalu membuka ikat rambut Ayiswa hingga rambutnya yang lurus, halus dan panjang tergerai.


"Masya Allah, cantiknya istriku ini. Sunggu amat beruntungnya aku bisa memiliki kamu" puji Rayyan pada sang istri.


Ayiswa hanya tersipu malu.Setelah itu Rayyan memboyong Ayiswa ketempat tidur.


"Eh,, eh,, Kamu mau apa bang?" tanya Ayiswa kaget yang tubuhnya diboyong oleh Rayyan.


Rayyan tak menjawab dia hanya tersenyum nakal pada sang istri. Rayyan lalu menidurkan sang istri diatas tempat tidur. Lalu mereka menghabiskan malam panas ini dengan amat romantis.

__ADS_1


Next,,,


__ADS_2