PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Semua kembali


__ADS_3

Seminggu setelah Rayyan dan Ayiswa menikah, Kini Ayiswa tinggal dirumah Rayyan karena mereka sudah berumah tangga dan tak ingin merepotkan Umi lagi jadi Ayiswa dibawa kerumahnya.


Sore itu, Ryeon lagi berkemas dikamarnya tiba-tiba Rayyan datang.


"Ryeon, lo lihat bapak nggak?" tanya Rayyan.


"Ah! Paling jam segini dia nongkrong sama teman-teman seperjuangannya diwarung depan" jawab Ryoen tanpa melihat Rayyan karena dia sibuk memasukan pakaiannya kekoper.


Rayyan lalu kembali keluar kamar tapi saat pikirannya terfokus pada sesuatu dia memutar balik tubuhnya dan mendekati Ryeon.


"Lo lagi ngapain? Ini pakaian mau diapain ko dimasukin ke koper?" tanya Rayyan.


"Besok gue mau pulang kekorea. Gue nggak mau ngegerecokin lo terus, lagian keluarga gue udah neleponin terus nyuruh gue cepat pulang, mereka udah kangen ama gue" jawab Ryeon.


Rayyan jadi sedih karena kalau dia pulang kekorea nanti rumah ini bakalan sepi tanpa sibayi besar yang penakut itu.


"Gue bakal sedih kalau lo pulang, nanti disini bakal sepi kalau nggak ada lo" ucap Rayyan sedih.


"Ya udah, lo juga pulang aja ke korea. Emangnya lo belum ada rencana nemuin lagi keluarga lo dikorea?" tanya Ryeon tiba-tiba


Membuat Rayyan jadi diam seribu bahasa karena mendadak dia jadi kepikiran sama keluarganya dikorea.


Esok paginya Ryeon benar-benar pulang kekorea dan dia mengambil jadwal penerbangan pagi jadi siang harinya dia sudah tak ada diIndonesia lagi.


******


Sejak menikah dengan Ayiswa kehidupan Rayyan jadi semakin baik seolah dia telah lulus dalam ujiannya dan kini saatnya Allah mengembalikan semua yang telah hilang darinya dengan perlahan. Mulai dari keadaan ekonominya yang semakin hari semakin membaik bahkan sekarang dia sedang merintis jadi seorang pengusaha dengan modal dari hasil bayarannya saat dia berkolaborasi dengan George.


Dia membangun semuanya dari nol namun tak disangka kini takdir baik berpihak padanya kini dia sudah menjadi pengusaha yang cukup sukses karena dia membangun sebuah lestoran yang cukup mewah dan usahanya berkembang sangat pesat.


Mungkin itu karena Rayyan dan Ayiswa tak pernah melupakan dirinya yang dulu pernah ada dibawah jadi mereka mengerti bagaimana perasaan dan kondisi orang-orang susah. Makannya setiap hari jumat mereka selalu mengadakan jumat berkah. Jadi setiap hari jumat mereka akan menggeratiskan semua makanan yang dijual dilestorannya untuk siapa saja yang mampir.


Dan kebanyakan yang datang, mereka merupakan orang-orang yang tak mampu, anak-anak jalanan, dan pemulung. Dan itu sesuai dengan harapan Rayyan dan Ayiswa yang ingin berbagi kebahagian pada mereka. Karena Rayyan dan Ayiswa suka bersedekah makannya Allah melancarkan rezeki mereka hingga mereka punya banyak cabang leatoran diseluruh Indonesia.


Meski kini mereka sudah mapan tapi Ayiswa,Rayyan dan pak Marwa masih tinggal dirumah kecil nan sederhana itu. Hingga suatu hari Rayyan menawarkan pada Ayiswa dan pak Marwa untuk membeli rumah yang jauh lebih besar dan mewah.


"Ayis, Pak, gimana kalau kita beli rumah baru yang jauh lebih besar dan mewah dari ini?" saran Rayyan.


"Ah! Kalau bapak sih! Ini disini juga sudah cukup, bapak tak perlu rumah mewah asal sudah bisa bersama kalian walau tinggal disini itu sudah cukup bagi bapak" jawab pak Marwa.


"Aku setuju sama bapak, kalau bang Rayyan punya uang lebih ditabung aja buat masa depan kita" tambah Ayiswa.


"Oh iya udah, kalau itu mau kalian tidak apa-apa aku ikut aja"

__ADS_1


Saat mereka lagi asyik sarapan sambil ngobrol tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu dari luar.


Tok,,,


Tok,,,


Tok,,,


"Kayanya didepan ada tamu, aku buka pintu dulu ya" kata Ayiswa lalu dia pergi membuka pintu.


Saat membuka pintu dia melihat ada seorang pria, wanita dan anak kecil. Mereka langsung mengucap salam pada Ayiswa.


"Assalammualaikum,, " serempak mereka mengucap salam.


"Waalaikummusalam,, maaf kalian siapa ya? Dan ada keperluan apa ya?" tanya Ayiswa yang tak mengenali mereka.


"Perkenalkan nama saya Rendi, ini istri saya namanya Devi ini anak kami namanya Lira.Kedatangan kami kesini untuk mencari seseorang. Apakah benar pak Marwa tinggal disini?" tanya Rendi.


"Pak Marwa?! Iya betul dia tinggal disini, Kalau gitu ayo masuk dulu, silahkan duduk, biar saya panggil bapak dulu" kata Ayiswa mempersilahkan tamunya.


Mereka semua lalu masuk kemudian Ayiswa memanggil pak Marwa.


"Pak, itu didepan ada yang nyariin bapak"


"Aku nggak kenal bapak lihat aja dulu kedepan"


Pak Marwa, Ayiswa dan Rayyan lalu pergi keruang tamu. Ketika pak Marwa sudah berada diruang tamu, para tamu itu langsung memburunya mereka langsung menangis sambil bersujud dikaki pak Marwa.


"Bapak, maafin kami pak, kami tak ada maksud buat ninggalin bapak sendirian, waktu itu kami terpaksa meninggalkan bapak karena aku benar-benar harus pergi keluar pulau untuk memperbaiki ekonomi kita pak tapi aku tidak bisa membawa bapak karena suatu alasan maafin kami pak" lirih Rendi seraya menangis.


Pak Marwa hanya terdiam, dia bingung harus marahkah atau harus senangkah, karena memang dalam hatinya ada kemarahan atas kelakuan anak dan menantunya itu yang sudah meninggalkan dia dan menjual rumahnya itu tapi nalurinya sebagai seoarang ayah, pak Marwa juga amat merindukan anaknya.


"Pak tolong maafkan aku, izinkan aku membawa bapak kembali, aku dan istriku ingin membahagiakan bapak dihari tua bapak,sekarang keadaan ekonomiku sudah jauh lebih baik jadi bapak jangan takut kami tinggalkan lagi. Aku punya usaha konveksi, dari itu aku bisa menafkahi keluargaku dan juga bapak. Jadi aku mohon kembalilah bersama kami pak"


Rendi memelas pada pak Marwa.


"Iya pak, pulanglah dengan kami" bujuk Devi.


Sementara Rayyan dan Ayiswa hanya melihat saja. Pak Marwa lalu melirik pada Ayiswa dan Rayyan, mereka hanya menyunggingkan senyuman pada pak Marwa.


Pak Marwa lalu mengangkat lengan Rendi dan Devi untuk berdiri kemudian dia memeluk anak dan menantunya itu.


"Sudah Rendi, Devi,ayo bangunlah karena bapak sudah memaafkan kalian" ucap pak Marwa.

__ADS_1


Mereka lalu duduk disofa, Ayiswa segera menyiapkan minuman untuk mereka setelah itu barulah dia bergabung untuk mendengarkan apa yang terjadi diantara pak Marwa dan anaknya hingga dia bertemu dengan Rayyan.


"Rayyan, Ayiswa, makasih ya, kalian sudah merawat bapakku semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah" ucap Rendi.


Rayyan dan Ayiswa lalu tersenyum padanya sambil meng-iya-kan. Karena pak Marwa tak ingin terus merepotkan Rayyan dan Ayiswa, akhirnya ia mau pulang kembali bersama anaknya ditambah pak Marwa juga ingin kembali tinggal bersama anak, menantu dan cucunya itu.


Rayyan tak bisa mencegah keinginan pak Marwa yang ingin kembali pada keluarganya jadi dia mengizinkan pak Marwa kembali pulang tapi meski begitu hubungan tali silaturahmi mereka akan tetap terjaga. Pak Marwa atau pun Rayyan masih bisa saling menghubungi jika mereka saling merindu.


Sepulangnya pak Marwa dan keluarganya,kini tinggallah Rayyan dan Ayiswa dirumah itu.


"Rumah makin sepi aja ya tanpa Ryeon dan pak Marwa" keluh Rayyan yang mulai merindukan mereka padahal mereka belum lama pergi.


"Ya kalau kamu kangen sama mereka, kita kan bisa berkunjung ketempat mereka" tutur Ayiswa.


Suasana menjadi hening untuk sesaat hingga Ayiswa memecah keheningan dengan berkata.


"Bang, sudah berapa kali kamu mengunjungi keluargamu dikorea setelah kamu tinggal diIndonesia?"


Rayyan tak langsung menjawab pertanyaan Ayiswa,dia malah menatap Ayiswa cukup lama sambil menggelengkan kepalanya.


"Belum satu kali pun. Aku belum berani menemui mereka" jawab Rayyan.


"Kenapa?" tanya singkat Ayiswa.


"Ibu mengusirku karena aku memilih jadi seorang mualaf dan memilih tinggal diIndonesia karena aku ingin bersamamu" jawab Rayyan.


Ayiswa lalu menunduk sedih dan merasa bersalah karenanya hungungan antara ibu dan anak itu harus seperti ini.


"Aku minta maaf bang, karena aku kamu jadi dimusuhi keluargamu" ucap Ayiswa sepenuh hatinya dan merasa tidak enak hati.


Rayyan lalu menengadahkan wajah cantik Ayiswa yang tersembunyi dibalik cadar, dengan kedua tangannya agar Ayiswa menatapnya yang saat itu berdiri dihadapannya. Lalu dia berkata.


"Dengar Ayiswa, ini sudah menjadi keputusanku dan aku tidak akan menyesalinya sedikit pun. Lagian kakakku bilang kalau ibu dan ayah sudah memaafkanku dan mereka kini sudah bisa menerimaku atas keputusanku ini jadi kamu jangan merasa tidak enak hati lagi ya" hibur Rayyan pada sang istri yang nampak murung.


"Oh! Begitu ya, terus kapan bang Rayyan akan bawa aku kepada kedua orang tuamu? Kita menikah sudah satu tahun lebih beberapa bulan, masa aku tidak kenal sama orang tuamu padahal mereka masih hidup kan?" tanya Ayiswa.


"Ya udah, kalau begitu kita akan segera pergi kekorea. Tapi, ibu sangat menyayangiku kalau aku sudah pulang kerumah akan sulit bagi kita untuk cari alasan agar bisa kembali keIndonesia. Jadi kalau ibu menawari kita untuk tinggal dikorea bagaimana denganmu apa kamu tidak keberatan?" tanya Rayyan yang sudah hapal betul sifat ibunya itu.


Tapi dia takut Ayiswa keberatan kalau harus tinggal dikorea makannya sebelum berangkat kekorea dia bertanya dulu pada istrinya itu. Ayiswa yang ingin selalu berbakti pada sang suami tentu tidak merasa keberatan kalau dia harus ikut suaminya tinggal dikorea karena disini pun dia cuma tinggal sama keluarga angkatnya.


Lagian Umi pun tidak akan melarang Ayiswa untuk mengikuti suaminya karena tanggung jawabnya sebagai seorang ibu kini sudah selesai jadi sekarang biarlah suami Ayiswa yang bertanggung jawab atas hidupnya Ayiswa. Umi hanya minta pada mereka untuk tidak melupakan panti kalau mereka punya waktu Umi meminta sekali-sekali Rayyan dan Ayiswa mengunjungi panti.


Next,,,,

__ADS_1


__ADS_2