
Dipanti Asuhan Kasih Bunda,,,
Sesampainya dipanti, Rayyan,Ayiswa dan rombongan terus melewati pelataran panti menuju kedalam rumah, dengan langkah penuh keyakinan yang mantap dan bahagia. Saat mereka semua sampai didepan rumah, nampaknya didalam sedang ada tamu sebab suara Umi yang lagi ngobrol sama tamunya terdengar sampai keluar rumah.
Didalam rumah, Umi sedang melepas rindu pada saudaranya yang sudah lama tak bertemu dan kali ini mereka sekeluarga mengunjungi Umi. Tapi rupanya selain ingin bersilaturahmi mereka juga punya maksud lain atas kedatangannya kepanti ini.
"Jadi begini aunty, aku dan kedua orang tuaku datang kesini karena punya maksud lain,,,,," ucap Yusuf sengaja menggantung kalimatnya
"Emang maksud kedatangan kalian,selain mau silaturahmi ada maksud apa lagi?" tanya Umi dengan ramah.
"Aku ingin melamar Ayiswa aunty. Meski dia anak angkat aunty tapi kan kami tidak sedarah jadi kami boleh menikah kan?" jawab Yusuf
Umi lalu tersenyum pada Yusuf. Tentu saja Umi amat senang kalau keponakannya itu akan melamar Ayiswa karena dia pikir Yusuf adalah sosok yang baik dan dia rasa Yusuf cocok dengan Ayiswa. Tapi semua akan Umi serahkan kembali pada Ayiswa karena ini semua menyangkut masa depan Ayiswa.Kalau Ayiswa berkenan menerima Yusuf maka Umi pun akan merestui lamaran Yusuf pada Ayiswa.
Disisi lain, Rayyan yang mendengar lamaran Yusuf pada Ayiswa itu seketika lututnya menjadi lemas, hatinya benar-benar amat terpukul mendengar semua itu, rasa putus asa kini hinggap lagi dihatinya. Dia yang terlalu lelah terus memperjuangkan cintanya akhirnya menyerah kerena sekeras apa pun dia berusaha dan berkali-kali dia mencoba menyatukan cintanya dengan Ayiswa tapi pada akhirnya tetap saja Ayiswa tak bisa dimilikinya.
Dia tahu mungkin Yusuf lebih baik darinya makannya Umi pasti lebih memilih Yusuf menjadi calon suami Ayiswa ketimbang dirinya. Ayiswa yang melihat ada kekecewaan yang amat mendalam dari pancaran mata Rayyan hanya melihatnya dengan sedih. Ayiswa takut Rayyan akan menyerah pada keadaan dan berhenti sampai disini untuk memperjuangkan cinta mereka.
Dan apa yang ditakutkan oleh Ayiswa menjadi kenyataan. Rayyan yang dibakar api cemburu dan marah atas takdir yang selalu tak berpihak padanya akhirnya pergi tanpa sepatah kata pun dengan wajah yang merengut.
"Bang Rayyan,,,!!" panggil Ayiswa dengan lirih
Tapi Rayyan tak menggubris Ayiswa,dia terus melangkahkan kakinya dengan cepat. Ayiswa yang juga sudah lelah dengan takdir yang selalu mempermainkan cinta mereka, dia lalu tak tinggal diam. Ayiswa segera masuk kedalam rumah untuk menghampiri Umi dan tamunya itu.
"Assalammualaikum" salam Ayiswa.Semua mata langsung tertuju padanya.
"Waalaikummusalam" serempak mereka menjawab.
"Ayiswa,kamu baru pulang? Kebetulan banget ini ada Yusuf mau,,, " kalimat Umi terpotong oleh Ayiswa.Tanpa basa basi lagi Ayiswa yang saat itu berdiri lalu berkata.
"Aku tahu maksud kedatangan bang Yusuf kesini untuk apa? Karena tadi diluar aku tak sengaja mendengar obrolan kalian" kata Ayiswa menghentikan kalimatnya sejenak. Lalu dia menatap Yusuf seraya berkata.
"Maaf bang Yusuf, aku tidak bisa menerima lamaran kamu karena hatiku dari dulu hingga sekarang masih tetap sama. Hatiku sudah dimiliki oleh seseoarang" ujar Ayiswa.
Yusuf hanya bergeming mendengar penolakan dari Ayiswa. Setelah itu Ayiswa menatap Umi yang saat itu sedang bengong dengan pikirannya sendiri.
"Umi, tolong restui aku, aku hanya ingin menikah dengan bang Rayyan,,," belum selesai Ayiswa menyelesaikan kalimatnya Umi sudah memotong pembicaraannya.
"Tapi kan dia sudah mengkhianati kamu Ayiswa, terus kenapa sekarang kamu malah mau balik lagi sama dia?" tanya Umi
"Tidak Umi, bang Rayyan tak pernah mengkhianatiku, cintanya itu tulus padaku dan dia juga tak punya sedikit pun niat untuk mengkhianatiku. Selama ini dia difitnah, kak Youri sudah menjebaknya untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang tak pernah dilakukannya. Ternyata bayi yang dikandung kak Youri itu bukan anak bang Rayyan tapi dia anaknya kak Jong ki. Kak Jong ki,tolong jelaskan semuanya pada Umi" tutur Ayiswa seraya meminta Jong ki yang saat itu masih ada ditempat itu untuk menjelaskan semuanya.
Jong ki yang saat itu menggendong Baby Zayn lalu menjelaskan semuanya pada Umi.
__ADS_1
"Jadi gimana Umi? Apakah Umi mau merestuiku menikah dengan bang Rayyan?" tanya Ayiswa setelah Jong ki menjelaskan semuanya.
"Rayyannya mana, ko ngga kelihatan?" tanya Umi sambil celingukan mencari sosok Rayyan.
"Dia marah dan kecewa karena mendengar aku dilamar oleh bang Yusuf makannya dia pergi" jawab Ayiswa.
"Yusuf, maafin aunty ya, karena aunty tidak akan menerima lamaran kamu. Ujian cinta yang sudah dilalu oleh Rayyan dan Ayiswa sudah terlalu berat jadi aunty tidak mau menghalang-halangi lagi cinta mereka" kata Umi pada Yusuf
Yusuf lalu tersenyum,dia pun bisa menerima keputusan auntynya itu karena dia yakin jodohnya itu sudah diatur oleh sang kholik dan mungkin Ayiswa itu memang bukan jodohnya. Yusuf lalu berkata "Tidak apa-apa aunty, mungkin Ayiswa memang bukan jodohku"
"Ya sudah! Ayiswa, kejarlah Rayyan, bilang padanya kalau Umi merestui kalian untuk menikah" kata Umi sambil tersenyum pada Ayiswa
Ayiswa pun langsung tersenyum senang dan tanpa menunggu lama-lama lagi dia segera berlari mencari Rayyan. Ditempat berbeda, Rayyan terus mempercepat langkahnya dengan perasaan hancur yang sudah tak karuan lagi.Dia terus melangkah dengan membawa kemarahannya tanpa tahu harus pergi kemana? Dia hanya terus mengikuti kemana kakinya melangkah.
Tak lama Ayiswa yang terus berlari sambil memanggil nama Rayyan, mulai terlihat diujung gank. Dia yang juga sudah melihat Rayyan yang terus berjalan dengan wajah merengut segera mengejarnya karena meski dia terus memanggilnya Rayyan tak mau menghentikan langkahnya. Kemudian dia merentangkan kedua tangannya didepan Rayyan agar dia berhenti.
"Udahlah, Ayiswa! Cepat kamu minggir! Aku mau pergi sejauh mungkin agar tak bisa melihatmu lagi karena aku sudah lelah dengan semua ini" kata Rayyan dengan penuh penekanan
Ayiswa lalu mendekatkan jari telunjuknya didekat bibir Rayyan tapi tak sampai menyentuh bibirnya Rayyan, agar dia berhenti bicara. Akhirnya Rayyan bergeming.
"Berhentilah marah-marah bang, karena aku membawa kabar gembira untukmu. Umi telah merestui kita untuk menikah" tutur Ayiswa dengan lembut
"Apa kamu serius?" tanya Rayyan tak percaya
"Kenapa aku harus berbohong? Kalau kamu tidak percaya tanyakan saja sama Umi sekarang juga" jawab Ayiswa
"Umi sudah menolak lamarannya karena Umi ingin aku menikah denganmu"
Kini dengan perlahan wajah Rayyan yang tadi merengut seperti awan hitam yang membawa hujan, berubah seperti cahaya mentara pagi yang mulai menampakan sinarnya yang terang.
"Iya, aku percaya sama kamu, kalau begitu ayo! kita bicarakan soal ini pada Umi agar pernikahan kita segera dilakukan" kata Rayyan
*****
Tak terasa seminggu kini telah berlalu dan malam ini adalah malam terakhir Rayyan berstatus lajang karena besok dia akan menikah dengan Ayiswa. Ryeon yang waktu itu belum bisa tidur lalu pergi kekamar Rayyan. Sementara Jong ki, Baby Zayn dan pak Marwa sudah tidur dikamar pak Marwa.
Tok,,,
Tok,,,
Tok,,,
"Masuk ngga dikunci ko" sahut Rayyan dari dalam yang waktu itu masih belum tidur.
__ADS_1
"Lo, belum tidur Hyung?" tanya Ryeon sambil bawa selimut
"Gue belum ngantuk" jawab Rayyan yang waktu itu lagi rebahan ditempat tidurnya samil main handphone.
"Gue tidur sama lo ya, malam ini, soalnya Jong ki sama Baby Zayn malah tidur dikamar pak Marwa" kata Ryeon sambil ikut rebahan ditempat tidur Rayyan.
"Ya udah, ayo sini"
Mereka saling diam untuk sesaat hingga akhirnya Ryeon membuka pembicaraan yang telah hening untuk sesaat.
"Hyung, gimana perasaan lo sekarang yang akan menghadapi hari pernikahan lo besok?"
"Gue takut pernikahan gue sama Ayiswa gagal lagi" jawab Rayyan
"Gue yakin kalau kali ini lo ngga bakal gagal nikah lagi, semangat ya" ucap Ryeon sambil mengepalkan sebelah tangannya dan mengangkat tinggi tangannya itu untuk memberi semangat pada Rayyan.
"Makasih ya, Ryeon. lo emang teman gue yang terbaik"
"Iya sama-sama. Tapi setelah lo nikah lo jangan lupain gue ya" kata Ryeon karena dia takut kehilangan sahabatnya sekaligus kakak baginya.
"Ya nggalah, lagian kan lo kenal sama Ayiswa jadi kita bertiga masih bisa tetap berteman dan bersama walaupun gue udah nikah nantinya.Makannya lo juga cepat cari calon istri napa, biar kalau kita pergi kemana-mana lo ngga jadi obat nyamuk" gurau Rayyan sambil tersenyum
"Tahu nih! siAuthornya ngga ngasih gue jodoh makannya gue ngejomblo terus" sungut Ryeon kesal.
"Ya udah, lo tunjuk aja salah satu readers gue yakin mereka ada yang mau sama lo" kata Rayyan
"Mana? Siapa? Orang dia ngga nongol-nongol" tanya Rayyan penasaran
"Gue yakin pasti ada yang mau sama cowok seganteng lo,tunggu aja n'tar dia muncul dikomentar"
"Kalau ngga ada yang komentar gimana?"
"Berarti lo harus nerima takdir lo jadi jomblo akut hehehe,,, " ledek Rayyan.
"Sialan! lo Hyung" gerutu Ryeon
(Maaf authornya lagi gabut dan ngantuk berat jadi ceritanya ngga jelas😴😴, posisi nulis ini udah malam)
*****
Esok paginya. Kini semua telah siap.Rayyan dan Ayiswa yang kini sedang dilanda kegugupan dan kecemasan luar biasa sedang menunggu penghulu untuk memulai acara akad nikahnya. Saat ikrar suci itu terucap dari mulut Rayyan dengan amat lancar para saksi langsung berkata 'sah ' dan mereka semua langsung mengucap puji syukur karena setelah melewati banyak ujian dalam cinta mereka akhirnya kini Rayyan dan Ayiswa resmi meyatukan cinta mereka dalam sebuah ikatan suci nan sakral.
__ADS_1
Kini akhirnya Rayyan dan Ayiswa resmi menjadi sepasang suami istri dimata hukum dan agama. Ayiswa dengan malu-malu lalu mencium punggung tangan suaminya sebagai rasa hormatnya pada sosok yang kini jadi suaminya.
Next,,,,