
"Hyeong dia pulang tuh, terus kita gimana?" tanya Ryeon.
"Kita ikutin dia sampai kerumahnya aja yuk, untuk sementara kita tinggal dirumahnya saja" saran Byun soo.
Ryeon lalu mengacungkan kedua jempolnya pertanda dia setuju dengan saran Byun soo. Kemudian mereka mengikuti Ayiswa hingga kerumahnya,sesampainya dirumah Ayiswa langsuk masuk dan menemui Umi yang sedang masak didapur lalu dia memberi salam, setelah itu Ayiswa pergi kekamarnya untuk mandi dan ganti pakaian. Tak berapa lama tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi pertanda ada tamu didepan rumah.
"Bi,kayanya ada tamu tuh didepan, coba bukain pintu biar saya yang lanjutin masaknya" suruh Umi.
"Iya Umi" ucap wanita berusia 50 tahun itu lalu pergi kedepan rumah.
Bi idah lalu membuka pintu rumahnya, dia kemudian menatap tamunya dari ujung kaki sampai ujung rambut karena mereka menggunakan pakaina serba hitam, kaca mata, topi dan masker yang juga serba hitam. Melihat mereka yang mencurigakan membuat bi Idah sedikit takut tapi dia mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
"Siapa kalian? Dan ada perlu apa datang kesini?"
Ryeon yang menyadari kalau bi Idah agak ketakutan melihat mereka lalu membuka topi, masker dan kaca matanya hingga nampaklah wajah Ryeon yang ganteng dan imut seperti bayi. Byun soo juga membuka masker,topi dan kaca matanya hingga wajahya yang baby face,cute dan ganteng terlihat. Bi Idah lalu tersenyum ketika melihat mereka karena jarang-jarang ada orang ganteng datang ke panti asuhan kasih bunda ini. Ryeon dan Byun soo lalu memberi hormat pada bi Idah dengan membungkukkan setenga badannya.
"Perkenalkan nama saya Kim Ryeon kami kesini mau mencari,,,, " kalimat Ryeon tertahan karena lupa dengan nama gadis bercadar itu.
"Kami mencari Ayiswa nahla" sambung Byun soo lalu dia juga memperkenalkan namanya.
"Perkenalkan nama saya Park Byun soo"
Bi Idah agak kaget ketika mendengar mereka mencari Ayiswa, mengingat selama ini Ayiswa tidak pernah terlihat dekat dengan seorang laki-laki mana pun.
"Sejak kapan Ayiswa punya teman laki-laki" batin bi Idah.
"Sebetar ya saya panggilkan Ayiswanya, kalian duduk aja dulu" ucap bi Idah.
Mereka lalu mengangguk setelah itu bi Idah masuk kedalam rumah lagi untuk melaporkan ini pada Umi.
"Siapa bi tamunya?" tanya Umi masih sambil masak.
__ADS_1
"Itu didepan ada dua pria ganteng dan masih muda nyariin Ayiswa" jawab bi Idah.
"Siapa mereka bi? Mau ngapain mereka mencari Ayiswa? Ada hubungan apa Ayiswa dengan mereka dan sejak kapan Ayiswa punya teman laki-laki?" tanya Umi tanpa jeda dengan tatapan penuh curiga.
"Tadi tuh, siapa ya namanya? Bibi lupa lagi soalnya namanya aneh tidak seperti kita, ya udah, Umi lihat aja kedepan mungkin Umi kenal mereka" jawab bi Idah.
"Ya udah kalau gitu bibi panggil Ayiswa suruh temuin tamunya, sementara saya akan menemui tamunya Ayiswa" kata Umi lalu mematikan kompornya.
"Baik Umi" bi Idah lalu pergi kekamar Ayiswa.
Sementara diluar Byun soo dan Ryeon menunggu yang punya rumah keluar sambil
melihat-lihat sekitar depan rumah dengan berdiri membelakangi pintu depan rumah Ayiswa.
"Nol iteogaiss eoseo goawon in geos gat ayo (kayanya ini panti asuhan deh karena ada taman bermainnya)" ucap Byun soo.
"Ayiswaga goawon-e salgo iss-euljido molla (Bisa jadi mungkin Ayiswa tinggal dipanti asuhan)" kata Ryeon.
Tak lama umi keluar dari rumah dan menyapa mereka, Byun soo dan Ryeon langsung memberi salam sambil membungkukan badannya.
Umi hanya melongo tak mengerti kemudian dia bertanya "Maaf kalian siapa ya dan ada perlu apa kemari?"
Belum sempat mereka menjawab tak lama Ayiswa dan bi Idah sampai ditempat itu dan Ayiswa melihat Byun soo dan Ryeon.
"Kalian lagi, mau apa lagi si? Aku gak bisa bantu kalian lagi" ucap Ayiswa.
"Ayiswa tolongin kami sampai akhir dong" Byun soo memohon dengan sungguh-sungguh.
"Kamu kenal mereka Ayis? Ada hubungan apa kamu dengan mereka?" tanya Umi dengan tatapan serius dan curiga.
"Ngga umi, aku baru tadi pagi ketemu sama mereka, katanya mereka ketinggalan pesawat dan tersesat, mereka tidak kenal siapa-siapa disini. Aku pikir mereka tidak akan mengikutiku sampai kerumah, jadi urusan mereka aku serahin aja deh sama Umi terserah Umi mau gimana juga" jawab Ayiswa.
__ADS_1
Setelah itu Umi mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam rumah dan mereka disuruh duduk sambil menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi. Mereka dan Ayiswa lalu menjelaskan kronologi kejadiannya tapi Ayiswa tak menjelaskan tentang dia dikejar-kejar oleh rentenir karena hutangnya Upik sebab Ayiswa takut Uminya akan marah. Setelah menjelaskan Byun soo dan Ryeon memohon pada Umi untuk menolong mereka sampai mereka bisa kembali pulang ke korea selatan.
"Lalu apa yang bisa Umi bantu untuk kalian?" tanya Umi.
"Umi cukup mengizinkan kami tinggal disini, memeberi kami makan dan memberi kami pakaian ganti sebab kami cuma punya pakaian ini aja yang dipakai karena semua pakaian kamu sudah dibawa kru. Kalau kami sudah bisa kembali pulang kerumah kami, kami janji akan balik lagi kesini untuk bayar semua biaya hidup kami selama disini" jawab Byun soo.
Umi berpikir sejenak kira-kira masih ada kamar kosong apa tidak dipanti ini, ketika Umi mengingat ada satu kamar yang kosong dia lalu mengizinkan Byun soo dan Ryeon untuk tinggal dipanti asuhan untuk sementara sampai akhirnya mereka bisa kembali pulang ke korea selatan lagi.
"Ya udah, kalian boleh tinggal disini untuk sementara tapi kalau kalian mau tinggal disini ada aturan yang harus kalian ikuti" kata Umi.
"Apa aturannya?" tanya Byun soo.
"Aturan pertama kalian tidak boleh melewati batas ukhti dan akhi, batas kumpul bersama hanyalah diruang tamu, ruang keluarga dan dapur itu pun dengan catatan tidak boleh berduan ya, paling sedikit kalian boleh berkumpul tiga orang jika kalian berkumpul dengan lawan jenis" Umi menjelaskan.
Byun soo yang notabenenya bukan beragama islam tidak mengerti dengan kata Ukhti dan Akhi lalu dia bertanya.
"Maksud dari Ukhti dan akhi itu apa aku tidak mengerti?"
Lalu Umi menjelaskan kalau Ukhti itu adalah saudara perempuan dan akhi itu adalah saudara laki-laki. Setelah mereka mengerti lalu Umi menjelaskan peraturan berikutnya.
"Peraturan berikutnya kalian harus saling membantu dan saling menyayangi antara sesama saudara agar ikatan persaudaran antara sesama penghuni panti makin kuat. Nah! untuk sementara itu dulu peraturan dalam panti ini untuk selanjutnya kalian bisa bertanya pada peghuni panti lain"
"Tenang aja, itu sih gampang kami bisa mengikuti peraturannya" kata Byun soo.
"Ngomong-ngomong, Sebelumnya Umi pernah lihat kami tidak?" tanya Ryeon penasaran.
Umi yang juga tidak mengenal mereka lalu menggelengkan kepala pertanda tidak mengenal Byun soo dan Ryeon.
"I goawon-ui modeun jumindeul-i enteoteinmeonteuui segyeleul ttaleuji anhneundaneun geos-i balghyeojyeossseubnida (Ternyata semua penghuni panti ini kurang mengikuti dunia hiburan)" bisik Ryeon pada Byun soo.
"Geulae, haja, deo nasda, ama ulineun yeogiseo pyeonghwalobge jinaeul su-iss-eulgeoya ( ya udah, biarin aja, itu lebih baik mungkin kita bisa tinggal dengan tenang kalau begitu)" kata Byun soo.
__ADS_1
Setelah itu Umi memperkenalkan mereka pada semua penghuni panti.Lalu Umi menunjukan kamar kosong dipanti untuk Byun soo dan Ryeon karena kamar kosongnya cuma ada satu jadi terpaksa Byun soo dan Ryeon tidur satu kamar, tentu saja itu membuat Ryeon senang karena dia takut tidur sendiri ditempat yang masih asing baginya.
Next,,,,