PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Shopping sama anak sultan


__ADS_3


Sesampainya dipusat perbelanjaan mereka langsung mencari counter paling bagus dan terbesar dipusat perbelanjaan itu. Setelah berada dicounter Byun soo langsung menyuruh Ayiswa untuk memilih handphone yang disukai oleh Ayiswa. Karena begitu banyak handphone yang berjejer rapi dietalase toko dengan berbagai model dan tipe, Ayiswa hanya bengong karena bingung semua handphonenya bagus.


"Udah ada yang kepilih belum? Kamu mau yang mana?" tanya Byun soo sambil menatap Ayiswa.


"Ngga tahu, aku bingung semuanya bagus, gak usah jadi beli deh, biar aku pake handphone lamaku saja" jawab Ayiswa lalu meminta handphonenya pada Upik.


Upik segera memberikan handphone Ayiswa yang tadi dipungutnya itu. Ayiswa lalu menghidupkan tombol on/offnya karena handphonenya sempat mati setelah dibanting oleh Byun soo.


"Handphoneku emang tahan banting. Tuh! masih hidup jadi aku pake ini aja deh" kata Ayiswa sambil memperlihatkan handphonenya yang masih berfungsi.


Kalau Ayiswa tidak mau dibeliin handphone jadi buat apa mereka pergi kecounter, Byun soo yang geram lalu merebut kembali handphone Ayiswa lalu dia membanting lagi handphonenya hingga hancur berantakan kemudian dia menginjak-injak handphone itu untuk memastikan kalau handphonenya sudah tidak bisa digunakan lagi.


"Nah! Sekarang handphonenya udah rusak jadi kamu tidak bisa pake handphone itu lagi, cepat pilih kamu mau yang mana" kata Byun soo dengan wajah tanpa dosa.


Ayiswa hanya bisa melongo kaget ketika handphone yang dibelinya dengan uang hasil kerja kerasnya yang ia tabung selama beberapa bulan kini hancur bagaikan kelindes kereta api, dalam hatinya kesal atas tingkahnya Byun soo, tapi apa mau dikata namanya juga Byun soo kalau gak bikin kesal orang bukan dia namanya.


"Ah! Lama. Ya udah biar aku aja yang milihin" kata Byun soo yang tidak sabar menunggu Ayiswa.


"Mbak, coba rekomendasikan beberapa model dan tipe handphone yang paling bagus dan paling mahal" pinta Byun soo pada pelayan tokonya.


Lalu pelayan itu mengambil beberapa handphone yang diminta oleh Byun soo dan memberikannya pada dia, dia segera memilih.


"Yang ini aja, sekalian sama kartu perdana, memori card, pulsa sama kuotanya isiin juga ya, terus totalin jumlah yang harus saya bayar berapa?"


Pelayan itu lalu memasukan kartu perdana, memori card, mengisi kuota sama pulsanya lalu dia membuat nota pembayarannya. Setelah handphonenya dikemas pelayan itu memberikan handphonenya pada Byun soo sambil menyebutkan total yang harus dibayar olehnya.


"Total semuanya tiga puluh lima juta sembilan ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah"


Ayiswa dan Upik tercengang kaget mendengar nominal uang yang harus dibayar oleh Byun soo yang cukup fantastis itu. Byun soo lalu mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya dan memberikan pada pelayan itu.


"Ngga usah, maaf ya mbak ngga jadi beli handphonenya" kata Ayiswa sambil memberi isyarat pada Byun soo agar mereka semua segera pergi dari counter karena dia tidak berani mendorong atau menyentuhnya untuk mengajaknya pergi.


Byun soo lalu menyernyitkan kedua alisnya karena tak mengerti kenapa mereka harus pergi dari counter itu padahal dia udah mau membayar pada pelayannya. Lalu Ayiswa menjelaskan kalau dia tidak mau membeli handphone itu karena harganya terlalu mahal. Byun soo lalu berdecak kemudian dia kembali kedalam counter itu untuk membayar handphone yang udah dipilihnya. Setelah itu dia kembali pada Ayiswa dan Upik yang menunggunya diluar counter.


"Kamu itu ngga usah mikirin soal harganya kenapa? Aku sengaja beliin handphone bagus biar kalau aku udah kembali kekorea bisa video callan sama kamu, udah terima aja kenapa? Cuma gitu aja kan nggak susah" Byun soo memaksa Ayiswa.


Akhirnya Ayiswa menerima handphone yang dikasih oleh Byun soo dengan tidak enak hati karena Ayiswa bukan cewek matre yang suka morotin cowok.


"Kamu tidak boleh menyimpan nomor laki-laki dihandphone ini kecuali nomer aku dan mang Udin" ujar Byun soo.

__ADS_1


"Emangnya Kenapa tidak boleh? Bang Byun itu siapa so, so ngelarang aku buat nyimpen nomor handphone laki-laki lain selain nomor bang Byun dan mang Udin?" tanya Ayiswa tak mengerti.


"Udah aku bilang aku ini masa depan kamu" jawab Byun soo sambil melengos pergi.


"Pasti dia ngomong gitu gak pake mikir lagi, asal bunyi aja kaya sebelumnya bodo ametlah, aku nggak akan percaya lagi sama ucapannya" batin Ayiswa tak percaya dengan ucapan Byun soo.


Kemudian dia dan Upik yang dari tadi hanya menyimak mulai menyusul Byun soo.


"Pulang yuk" ajak Ayiswa.


"Tanggung mumpung udah disini, kita belanja dulu buat kamu dan orang-orang panti, aku mau memberi oleh-oleh buat mereka, kamu milih aja mau beli apa n'tar aku yang bayarin" kata Byun soo.


Mendengar ada kata dibayarin, Upik yang setia mengikuti kemana mereka pergi mulai bersuara.


"Oppa, aku juga mau dong dibayarin" pinta Upik tanpa ada rasa malu sedikit pun.


"Iya, boleh, pilih aja nanti aku yang bayarin" ucap Byun soo tanpa mikir lagi.


Mereka bertiga lalu masuk ketoko. Upik mulai memilih baju, tas, sepatu dan lain-lain yang ingin dibelinya, mumpung ada yang mau bayarin dia tidak tanggung-tanggung mengambil banyak barang, sedangkan Ayiswa hanya melihat-lihat karena bingung harus beli apa. Saat dia melihat ada pakain muslim syar'i yang terpasang diboneka madeken, dia melihat harga dilebel pakaiannya.


"Satu juta lima ratus ribu, mahal banget, biasanya aku beli pakaian paling mahal harga dua ratus ribu, nggak deh ini kemahalan" gumam Ayiswa sendirian sambil meraba-raba pakaiannya.


Rupanya Byun soo yang baru datang setelah memilih beberapa pakaian syar'i mendengar ucapan Ayiswa.


"Iya bagus,,," kalimat Ayiswa terhenti ketika Byun soo memberikan pakaian itu ketangan Ayiswa.


"Udah ini ambil buat kamu"


Dia lalu mengambil pakaian yang terpasang diboneka manaken yang tadi dipegang dan dilihatin terus sama Ayiswa.


"Nih! Sekalian ambil pakaian ini juga" Byun soo lalu memberikan bajunya pada Ayiswa.


"Nggak usah bang, yang ini kemahalan harganya satu juta lima ratus, aku ngga mau" tolak Ayiswa.


"Aku tuh! Heran deh sama kamu, kamu bilang ini mahal itu mahal emang kamu mau beli yang harganya berapa sih? Upik aja ngga komentar soal harga kenapa kamu dari tadi ngomentarin harganya melulu?"


"Aku nggak kaya Upik, dia itu matre, aku ngga suka buang-buang uang buat beli sesuatu yang nggak penting kaya sekarang ini"


"Oh! Jadi pakaian ini ngga penting buat kamu? Jadi kamu lebih suka ngga pake baju biar bisa dilihatin sama aku gitu?" tanya Byun soo dengan sompralnya.


Ayiswa langsung beristighfar, hatinya benar-benar kesal, marah, mau heran tapi ini Byun soo, dia udah bingung gimana lagi menghadapi satu mahluk ciptaan tuhan yang satu ini.

__ADS_1


"Astagfirullahaladzim, nyesel aku udah ngomong kaya gitu" kata Ayiswa sambil melengos pergi dengan penuh penyesalan.


Lebih baik nurutin aja apa mau Byun soo dan tidak usah banyak berkomentar lagi kalau mau aman dan tidak ada urusan berkepanjangan dengannya karena kalau terus diladenin bakal cape hati sebab dia yang ber IQ tinggi punya segudang cara yang tersimpan diotaknya untuk selalu bikin semua orang kesal dan dengan terpaksa harus mau tak mau nurutin keinginannya meski Ayiswa tidak suka.


Kemudian mereka memilih barang-barang untuk diberikan pada orang-orang panti. Setelah itu mereka pergi kekasir untuk membayar tak lama Upik pun dengan kedua tangan yang kerepotan membawa barang-barang datang. Seketika Ayiswa langsung membelalakan matanya karena kaget.


"Upik kamu ini ngeborong satu toko ya? Ko banyak amat si belanjanya?" tanya Ayiswa tak enak hati pada Byun soo.


"Ya, ngga apa-apa, mumpung ada yang bayarin benerkan oppa" jawab Upik tanpa rasa malu sedikit pun.


Byun soo dengan wajah santainya lalu mengangguk sambil tersenyum.


"Berapa total semuanya mbak?" tanya Byun soo setelah kasirnya selesai menghitung semua belanjaan mereka.


"Total semuanya empat puluh delapan juta sembilan ratus tujuh puluh delapan ribu rupiah"


Lagi-lagi Ayiswa dibuat sesak dada mendengar jumlah nominal uang yang seumur hidupnya belum pernah melihat uang sebanyak itu,rasanya dia mau pingsan tapi tidak bisa,sebenarnya Ayiswa udah kelewat tidak enak hati pada Byun soo yang harus mengeluarkan uang sebanyak itu, tapi lagi-lagi dia tidak bisa menolak pemberian Byun soo karena dia malas berbebat yang ujung-ujungnya hanya akan membuat dia banyak-banyak beristighfar.


Setelah selesai belanja Byun soo yang mulai merasa perutnya sudah keroncongan lalu mengajak Ayiswa dan Upik untuk makan malam sebelun akhirnya mereka pulang mengantar Upik lalu pulang kepanti. Setelah selesai makan Byun soo memesan makanan untuk orang-orang panti dan dia meminta makanan itu untuk dibungkus karena mau dibawa pulang.


Dan lagi-lagi Ayiswa hanya bisa menghela napas karena tidak enak hati tapi dia tidak bisa menolak akhirnya dia hanya diam seribu bahasa. Saat lagi nungguin pesana yang akan dibawa pulang tiba-tiba Byun soo mengambil sebuah kota kecil dari saku celananya dan memberikannya pada Ayiswa.


"Ini buat kamu" Byun soo lalu memberikan cincin emas yang terpasang berlian asli dengan ukiran sangat indah.


"Apa lagi ini?" tanya Ayiswa yang udah malas menerima barang pemberian Byun soo.


"Aku kan udah janji mau ngasih kamu cincin yang asli, ini pakai, kamu kan tidak mau aku yang makain jadi kamu pake sendiri aja ya"


Ayiswa menunduk sambil menepuk jidatnya dan menghela nafas berat.


"Bang aku tuh!,,, " kalimat Ayiswa terpotong oleh Byun soo yang sudah bisa menebak dia mau ngomong apa.


"Ya udah, kalau kamu tidak mau buang aja"


Byun soo lalu melempar kotak cincin itu kesembarang arah sambil ngabek. Ayiswa lalu memungutnya kemudian dia memakai cincin itu dijarinya.


"ih! Cuma gitu aja ko ngambek" gerutu Ayiswa.


"Nih! Udah aku pakai sekarang udah puas?" tanya Ayiswa kesal.


Byun soo lalu tersenyum pada Ayiswa.

__ADS_1


Next,,,,


__ADS_2