
Ayiswa masih saja terus menangisi takdirnya yang harus gagal menikah dengan cara yang memalukan seperti ini. tak lama Upik masuk kekamar Ayiswa dan melihatnya tengah meringkuk sambil menangis.Upik lalu duduk disamping Ayiswa sambil menyentuh bahunya.
"Ayiswa !!" sapa Upik
Ayiswa lalu bangun kemudian memeluk Upik sambil menangis sesegukan.
"Aku mengerti perasaanmu saat ini,kamu yang sabar ya Ayis, mungkin Allah punya rencana lain buat kamu, kamu yang kuat ya Ayis" hibur Upik seraya menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu.
"Aku malu Upik, aku ngga mau ketemu sama orang-orang lagi, aku ngga nyangka kalau bang Rayyan akan melakukan dosa besar itu, hatiku sakit Upik" lirih Ayiswa sambil menatap Upik dengan air mata yang tak mau berhenti menetes.
"Kamu jangan seperti itu Ayis, hidup kamu masih panjang, pasti Allah telah menyelipkan hikmah dibalik semua ini, aku jadi merasa sangat berdosa pada kamu, maafkan aku Ayiswa,karena dulu aku pernah nyumpahin kamu supaya kamu jatuh cinta pada salah satu member Super sun tapi cinta kamu kandas, maafkan aku Ayiswa karena sudah menyumpahi kamu seperti itu" ucap Upik penuh penyesalan.
"Ini bukan salah kamu Upik, takdirku saja yang harus seperti ini" kata Ayiswa seraya meratapi nasibnya.
Mereka lalu menangis bersama sambil berpelukkan.
Youri lalu membawa Rayyan ke apartementnya. disana dia langsung dikurung dikamar karena Youri tahu dia pasti sangat marah pada Youri dia juga pasti terus berontak untuk pergi darinya akhirnya Rayyan dikurung dikamar lalu Youri meninggalkannya karena dia ingin Rayyan sendirian dulu supaya dia lebih tenang. sementara Rayyan terus menggedor-gedor pintu minta dikeluarkan dari kamar sambil terus marah-marah.
"Youri !! Keluarkan aku dari sini, kamu tidak bisa melakukan ini padaku! Cepat lepaskan aku sebelum aku benar-benar marah dan tak akan memafkanmu lagi" teriak Rayyan sambil terus menggedor-gedor pintu.
Youri tak menyahut teriakan Rayyan karena dia tak ada disekitar tempat itu. karena terus diacuhkan oleh Youri dia makin marah lalu dia melempar cermin yang ada dikamar itu dengan benda yang diraih sembarangan olehnya.
"Aaaaaaaa,,,,!!" teriak Rayyan penuh kekecewaan
Praang,,,!!
Seketika cermin itu pecah berantakan, dengan penuh kekecewaan Rayyan lalu duduk dipojok seraya bersandar kedinding dan terus meratapi takdirnya yang harus seperti ini.
******
__ADS_1
Setiap hari Youri selalu mengantarkan makanan ke kamar Rayyan, tapi Rayyan terus duduk terdiam sambil berpangku tangan diatas meja,tak mau bicara pada Youri.sedikit pun makanan itu tak pernah disentuh oleh Rayyan selera makannya benar-benar hilang karena gagalnya ia menikah dengan Ayiswa.
"Kamu harus makan,kamu tidak bisa terus menyiksa dirimu seperti ini" kata Youri sambil menyimpan nampan penuh makan dihadapan Rayyan.
Tapi Rayyan tidak merespon dia terus terdiam bahkan dia memilih memalingkan wajahnya dari Youri sebab Rayyan masih marah padanya. merasa tidak tahan lagi dengan sikaf dingin Rayyan yang terus mendiamkannya Youri lalu pergi kedapur. tak lama dia kembali sambil membawa sebilah pisau tajam. dengan perasaan sedih dan berlinang air mata lalu Youri berkata.
"Rayyan, aku tahu kamu sangat marah padaku, tapi kamu tidak bisa memperlakukanku seperti ini, kamu pikir aku mau kaya gini" ucap Youri menahan kalimatnya karena dia menyeka air matanya
"Aku,, aku pernah berpikir ingin menggugurkan kandunganku karena aku pun tidak siap menerima kehadiran bayi ini, tapi aku urungkan niatku karena bayi ini juga berhak hidup,dia juga berhak melihat dunia ini" lirih Youri sambil melihat perutnya yang membuncit dan mengelusnya dengan lembut dengan sebelah tangannya karena sebelahnya lagi memegang pisau
"Tapi kalau seperti ini buat apa dia hidup, itu hanya akan membuatnya terluka seumur hidup karena tak diakui oleh ayah kandungnya sendiri, aku tak ingin membuat bayiku menderita jadi lebih baik aku akhiri saja hidupnya mumpung dia belum melihat dunia ini" lirih Youri makin sedih
Youri lalu mengarahkan pisau yang dipegangnya itu dengan putus asa,tepat diurat nadinya.
"Kalau kamu tetap tidak mau bertanggung jawab lihatlah kematianku dan bayi ini dihadapanmu agar kamu puas, agar kamu tidak terbebani olehku dan bayi ini, lihatlah kematian kami Rayyan!!" ucap Youri setengah berteriak
Mendengar itu Rayyan baru melirik kearah Youri yang sudah siap mengiris urat nadinya dengan pisau yang dipegangnya itu. Rayyan bukanlah orang yang tidak punya hati yang akan membiarkan orang lain bunuh diri dihadapannya, dia juga bukanlah orang yang pendendam meski berkali-kali dia disakiti, dia lalu beranjak dari duduknya kemudian menepis pisau yang dipegang Youri hingga terjatuh kelantai, namun pisau itu sempat menggores hingga mengeluarakn percikan darah segar.
Klontang,,,,!!
Youri yang sudah terluka hendak memungut kembali pisaunya karena urat nadinya belum terputus. Rayyan lalu menarik tangan Youri untuk mencegahnya mengambil pisau tadi hingga Youri beringsut mundur.
"Lepaskan aku Rayyan,bukankan kamu lebih senang melihatku mati agar tidak membebanimu" bentak Youri yang sudah putus asa
"Bukan seperti ini yang aku inginkan, aku tidak pernah menyuruhmu untuk membunuh bayi itu, aku hanya tidak yakin kalau bayi yang kau kandung itu adalah anakku" kata Rayyan sambil menatap mata Youri dengan kemarahan yang membara.
"Lalu harus dengan cara apa lagi supaya kamu yakin kalau bayi ini benar-benar darah dagingmu?" tanya Youri yang juga menatap Rayyan dengan air mata yang terus mengalir deras dari matanya
"Lakukan tes DNA kalau bayi itu sudah lahir,maka aku akan menikahimu jika dia benar anakku" titah Rayyan dengan terpaksa
"Kalau kamu melarikan diri sebelum bayi ini lahir gimana?" tanya Youri ragu
"Kamu kan sudah mengenalku, aku tidak akan lari dari tanggung jawab kalau memang itu benar darah dagingku" jawab Rayyan
__ADS_1
Meski pun hati Youri sangat sedih untuk menuruti keinginan Rayyan agar dia yakin bayi yang dikandungnya itu benar-benar darah dagingnya lalu Youri dengan lantang menyetujui persyaratan Rayyan.setelah itu Rayyan mengajaknya keluar dari kamar untuk mencari kotak obat karena dia akan mengobati luka Youri.
Rayyan lalu mengobati luka sayatan ditangan Youri dengan sangat hati-hati. sementara Youri terus menatap wajah kecil dan tirus yang kini sedang mengobati lukanya itu.
"Sudah selesai, kamu jangan melukai dirimu lagi, aku tidak suka melihatnya" ucap Rayyan seraya membereskan kotak obat itu.
"Iya aku berjanji"
*****
Setelah melakukan kesepakatan itu akhirnya Rayyan dibebaskan,dia diizinkan kembali pulang kerumahnya dengan syarat dia harus menjadi calon ayah yang siap siaga kapan pun Youri membutuhkannya karena sewaktu-waktu Youri bisa saja melahirkan. Rayyan harus selalu stand bay dengan handphonenya agar jika ada apa-apa Youri bisa langsung menelepon dan Rayyan segera menemui Youri.karena mereka tidak tinggal satu rumah sebab Rayyan tidak mau satu rumah dengan perempuan yang bukan menjadi istrinya, meski pun mungkin nanti mereka akan menikah juga.
Youri lalu mengantar Rayyan pulang kerumahnya dengan ditemani bodyguard sekaligus sopir Youri. sesampainya dirumah Rayyan, Youri melihat-lihat rumah yang tidak terlalu besar itu.
"Apa ini beneran rumah kamu? Kenapa kecil dan sumpek banget? Ko kamu betah sih tinggal disini?" tanya Youri sambil mencibir
"Kalau tidak suka ya sudah, jangan datang kesini lagi" kata Rayyan sangat dingin
"Gitu aja ko marah?! Bagaimana bisa aku tidak akan kesini lagi? Sebentar lagi aku kan akan jadi istri kamu" kata Youri
"Aku berharap itu tidak akan pernah terjadi" batin Rayyan
"Kamu jangan minta minum atau pun apa-apa, disini tidak ada apa-apa karena sekarang aku sudah menjadi orang miskin,sebaiknya kamu pulang saja"
"Apa kamu mengusirku Rayyan?" tanya Youri
"Bukan itu maksudku, sebentar lagi malam sebaiknya kamu cepat pulang karena tidak baik buat orang hamil keluyuran dimalam hari" kata Rayyan dengan sikaf dinginnya
Meski begitu Itu membuat Youri tersenyum karena kini Rayyan sudah mulai perhatian padanya meski pun sikafnya masih tetap dingin padanya.
"Baiklah,aku akan pulang sekarang dan aku janji tidak akan mampir kemana-mana lagi"
Youri lalu pulang.
__ADS_1
Next,,,,