
"Nanti sakit dong pak, kalau dipotong?" tanya Byun soo
"Ngga ko, cuma kaya digigit semut aja, masa kamu ngga berani sih! Anak kecil aja berani" ujar pak ustad
"Aku berani ko, Siapa takut?!" Byun soo nantangin padahal hatinya mengkerut.
"Ya udah, setelah makan kita pergi kedokter khitan ya"
Byun soo lalu mengangguk, setelah selesai makan barulah mereka pergi kedokter khitan untuk mengkhitankan Byun soo. Diruang tunggu Byun soo nampak sangat gugup, dia terus menghentakkan kakinya tak tenang karena rasa takut dan tegang namun sebisa mungkin dia menepis kegugupanya itu. tiba-tiba pak ustad memberikannya sebuah kain.
"Kain apa ini?" tanya Byun soo
"Ini namanya sarung,nanti setelah dikhitan kamu pake sarung ini, tuh! cara pakainya kaya anak kecil yang baru keluar dari ruangan dokter itu" pak ustad menjelaskan sambil menunjuk keanak kecil yang baru keluar dari ruangan dokter
Byun soo hanya melongo sambil menganggut-anggut. tak lama namanya dipanggil, dia pun segera melangkahkan kakinya menuju ruang doktet dengan ragu, seraya melirik kearah pak ustad yang saat itu tengah duduk sambil tersenyum dan memberi isyata dengan tangannya supaya Byun soo segera masuk kedalam.
"Mak,,,tolongin gue, gue takut,," batin Byun soo dengan mimik wajah seperti hampir menangis
Setelah masuk kedalam ruangan dokter, dokter langsung menyapanya.
"Silahkan masuk, anaknya mana ko ngga dibawa?"
"Saya dok yang mau dikhitan" jawab Byun soo tersipu malu
Dokter yang tak percaya lalu melihat data pasien khitan berikutnya dan memang benar ternyata disana juga tertulis pasien bernama Park Byun soo itu sudah berusia 29 tahun, dokter itu lalu menggelengkan kepalanya. sementara pak ustad terus menunggu Byun soo hingga akhirnya dia keluar dengan wajah cemberut.
"Pak ustad bohongin aku nih, katanya ngga sakit, cuma kaya digigit semut aja,ko ini sakit sih! kaya digigit gajah" keluh Byun soo hampir menangis
Melihat expresi wajah Byun soo seketika pak ustad langsung terkekeh-kekeh.
"Ya udah, kamu jangan nangis,malu tuh! sama anak kecil, masa kamu kalah sih sama mereka"
"Ah! Pak ustad bohongin aku nih!" keluh Byun soo lagi dengan mulutnya yang masih manyun
"Itu tuh! tidak seberapa dibandingkan perempuan yang melahirkan,sakitnya jauh lebih dari itu"
"Tapikan aku tidak akan melahirkan karena aku laki-laki" sangkal Byun soo
"Ya elah! ini cuma perbandingan aja, bukan berarti kamu akan melahirkan karena bapak tahu kamu itu seorang laki-laki"
__ADS_1
Tetap saja Byun soo tidak terima karena udah dibohongin pak ustad,lalu dia duduk dilantai kemudian merengek dengan menggerak-gerakan kakinya seperti anak kecil tanpa mempedulikan bekas khitannya. tiba-tiba dia meringis kesakitan.
"Aaaaaww,, "
"Udah! makannya kamu jangan kaya anak kecil gitu,malu dilihatin orang, ayo bangun! kita pulang" ajak pak ustad sambil mengulurkan tangannya
Mereka akhirnya pulang.selama masa penyembuhan Byun soo terus menghapal bacaan dan gerakan shalat sebab setelah dia resmi memeluk islam, dia harus sudah melaksanakan shalat lima waktu.dia juga suka berzikir untuk mengingat Allah agar hatinya makin tenang dan tentram seperti yang telah dijelaskan oleh pak ustad dalam Quran surat Ar Rad ayat 28 yang artinya.
_(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram_
******
Byun soo kini akhirnya sudah sembuh dan dia sudah bisa beraktifitas seperti sedia kala.Byun soo yang cerdas dan bisa dengan mudah menghapal sesuatu hal baru, juga sudah hapal dengan bacaan shalat, gerakannya dan dia juga suduh hapal beberapa surat dalam Al Quran untuk bacaan shalatnya nanti.kini tibalah waktunya untuk dia mengucap ikrar suci syahadat yang akan dilaksanakan dimesjid dengan dua saksi yaitu RT setempat dan DKM mesjid,setelah dia menyerahkan syarat menjadi mualaf.
Pak ustad selaku penuntun Byun soo untuk mengucapakan dua kalimat syahadat sudah siap untuk menuntunnya.ia pun segera melapazkan dua kalimat syahadat dengan pelan-pelan agar Byun soo bisa mengikutinya.
"Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar-rosuullullah"
Setelah Byun soo mengikuti dua kalimat syahadat,pak ustad juga membacakan artinya yang kemudian diikuti oleh Byun soo.
Semua orang yang ada disana langsung mengucap puji syukur ketika Byun soo berhasil mengucapkan dua kalimat syahadat dengan lancar dan tak ada paksaan dari siapa pun. tak terasa butir bening menetes dari kedua matanya sambil berucap puji syukur.
"Alhamdulillah"
"Syukurlah sekarang kamu sudah resmi menjadi seorang mualaf, mudah-mudahan kamu istiqomah ya" ucap pak ustad sambil menepuk-nepuk pundak Byun soo
"Iya, Terimakasih pak, tolong tetaplah bimbing saya untuk menjadi seorang muslim yang baik dan taat" ucap Byun soo
Karena kini dia telah resmi menjadi seorang mualaf, dia pun ingin memulai hidupnya yang baru.tapi dia juga ingin mengubah namanya yang lebih keislamian lagi dengan nama yang lebih baik.dia lalu meminta pak ustad untuk memberikannya nama sebab nama itulah yang akan digunakannya untuk mendaftar menjadi seorang WNI.
Sejenak pak ustad berpikir nama apa yang cocok suntuk Byun soo. ketika terlintas sebuah nama barulah pak ustad berucap kembali.
"Bagaimana kalau namamu Muhamad Ar Rayyan Al Ayman ? Bagaimana apa kamu suka dengan nama itu?"
Muhamad π nama nabi
Ar Rayyan π nama pintu surga khusus buat orang-orang yang suka berpuasa
__ADS_1
Al Ayman π nama pintu surga khusus buat orang-orang tawakal yang tanpa hisab dan tanpa siksa
Byun soo langsung mengangguk setuju dengan nama itu.mulai hari ini namanya sudah berganti dan orang-orang memanggilnya dengan panggilan Rayyan. sejak saat itu pula dia mulai aktif meramaikan mesjid dengan belajar ilmu Allah, ikut shalat berjamaah,ikut shalat jumat dan kegiatan mesjid lainnya.
Kini hari-harinya dihabiskan dengan banyak berdiam diri dimasjid untuk banyak kegiatan, dia juga ikut membersihkan masjid bersama marbot masjid tersebut.disuatu hari,saat akan menunaikan shalat berjamaah dimesjid,Rayyan sudah datang paling awal,dia lalu duduk dishaf paling depan, dipojokan dekat jendela masjid, ketika muadzin sedang mengumandangkan adzan, Rayyan dengan serius mendengarkan dan mengikutinya.
Mulutnya terus bergumam pelan ketika suara adzan itu tengah berkumandang, tanpa Rayyan sadari pak ustad mendengarkannya dan ketika adzan selesai barulah pak ustad menyapanya.
"Rayyan, besok kamu ya,yang adzan bapak denger suara kamu bagus"
Rayyan tersentak kaget ketika tiba-tiba mendengar suara pak ustad.
"Ta-tapi pak, sa-saya baru belajar saya takut masih salah" Rayyan merasa tidak percaya diri kalau harus jadi muadzin
"Ya udah, nanti dirumah bapak tes kamu adzan sama iqomat ya, kalau lulus besok kamu yang adzan" ucap pak ustad lalu mengajak semua merapikan shafnya karena shalat akan segera dimulai.
********
Dirumah pak ustad langsung ngetes Rayyan. adzan dan iqomatnya sudah betul atau masih salah? Dan ketika dites ternyata Rayyan sudah hapal akhirnya dia disuruh untuk jadi muadzin.adzan pertamanya dikumandangkan saat akan melaksanakan shalat subuh.para warga sekitar yang tadinya enggan untuk shalat berjamaah dimasjid jadi pada datang ke masjid karena penasaran dengan pemilik suara yang baru didengarnya itu.
Karena emang basicnya seorang penyanyi jadi suara adzan Rayyan terdengar sangat merdu dan menyejukan hati, sangat berbeda jauh dengan muadzin terdahula yang sudah tua suaranya pun bikin orang ngantuk jadi mereka pada malas untuk shalat berjamaah dimesjid. ketika selesai mengumandangkan adzan dan iqomat Rayyan kembali duduk dishafnya.
"Oh! pantes suaranya beda rupanya yang adzan orangnya juga beda ya"
"Eh! dia putih banget matanya juga sipit, kayanya dia bukan warga sini deh, saya baru lihat dia"
"Dia masih muda, putih,mulus,tampan lagi"
"Ih! dia kelihatan cantik, sebenarnya dia laki-laki apa perempuan sih?"
"Kayanya laki-laki deh, kalau bukan laki-laki mana mungkin dia pake baju koko, sarung sama peci"
Bisikan dari bapak-bapak yang lagi ngegosif itu sebenarnya terdengar oleh Rayyan tapi dia diam saja sambil menunduk meski kupingnya panas karena diomongin sama mereka.
__ADS_1
Next,,,