PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Diculik


__ADS_3

Sore itu Ayiswa baru pulang kerja dia lalu turun dari angkot dan melanjutkan jalan kaki untuk bisa sampai kerumahnya karena kendaraan umum hanya lewat dijalan utama saja dan tak pernah masuk kejalan komplek perumahan Ayiswa tinggal. Saat dia sedang bejalan tiba-tiba berhentilah sebuah mobil van berwarna hitam tepat dihadapannya. Tak lama keluarlah dua pria bertubuh tinggi kekar dengan balutan jas hitam, kemeja putih, dasi dan kacamata hitam.


Kedua pria itu menghampiri Ayiswa dan tanpa basa basi langsung menyeret Ayiswa masuk kedalam mobil, Ayiswa yang ketakutan,dengan tubuhnya yang kecil dan mungil mencoba berontak dan berteriak minta tolong namun sebelum suaranya didengar orang salah satu pria berjas rapi tersebut membekam mulut Ayiswa dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.


Akhirnya Ayiswa tak sadarkan diri dan dibawa masuk kemobil, mobil itu langsung membawa Ayiswa pergi kebandara. Dibandara sudah nampak seoarang wanita yang bermata sipit dengan model pakaian hampir mirip dengan Ayiswa dia sedang menunggu kedatangan mobil yang membawa tubuh Ayiswa.


"Bagaimana apa kalian berhasil?" tanya gadis bercadar pada salah satu pria yang tadi menculik Ayiswa.


"Iya berhasil, sekarang dia masih belum sadarkan diri" jawab pria berjas hitam itu.


"Kalian harus suntikan obat tidur lagi biar selama beberapa jam dia masih tidak sadarkan diri, agar dia tidak membuat kegaduhan yang akan membuat orang-orang curiga selama diperjalanan" kata gadis bercadar yang sedang menyamar menjadi gadis muslim padahal dia bukan seorang muslim.


Kemudian pria berjas itu melaksanakan perintah gadis bercadar, obat tidur dosis tinggi itu dimasukan ketubuh Ayiswa melalui jarum suntik yang disuntikan keurat nadi tangan Ayiswa. Setelah itu Ayiswa didudukan dikursi roda lalu dia dibawa masuk kebandara untuk naik pesawat.


Berjam-jam lamanya mereka didalam pesawat,membuat seorang pramugari agak curiga pada dua gadis bercadar sebab yang satunya dari awal naik pesawat hingga kini dia terus tertidur, pramugari itu lalu bertanya pada gadis bercadar satunya lagi.


"Excuse me sorry miss why is the lady next to you sleeping all the time? (Permisi maaf nona.Kenapa nona disebelah anda dari tadi tidur terus?)"


"She is sick so she sleeps all the time,l want to take him for treatment abroard (Dia sedang sakit jadi dia tidur terus, saya akan membawanya berobat keluar negri)" jawab gadis bercadar yang membawa Ayiswa pergi.


Setelah puas mendapat jawaban dari gadis bercadar itu, pramugari itu, lalu pergi melayani penumpang lain.



Bandara internasional incheon, Korea selatan

__ADS_1


Ayiswa yang saat itu masih belum sadarkan diri dibawa gadis bercadar dan dua pria berjas hitam memasuki mobil untuk pergi kesebuah rumah cukup mewah, tapi ketika diperjalanan gadis yang bersama Ayiswa baru menyadari kalau sedari tadi Ayiswa masih membawa tasnya dengan handphone yang masih aktif. Karena tak mau misi penculikannya terendus orang gadis itu lalu membuang tas Ayiswa yang berisi dompet dan handphone kesemak-semak jalan. Sesampainya dirumah itu dia didudukan disebuah kursi dengan posisi tangan dan kaki diikat, tak lama Ayiswa mulai terbangun dari pingsannya, sepasang matanya langsung menangkap dua perempuan dan dua pria yang sangat asing baginya. Menyadari dirinya diikat lalu dia berontak.


"Siapa kalian? Aku tidak kenal kalian dan kita tidak punya urusan apa pun jadi kenapa kalian menculikku? Lepaskan saya!" bentak Ayiswa.


Seorang perempuan yang kira-kira umurnya 35 tahun dengan perawakan tinggi langsing mendekati Ayiswa, dia lalu mengangkat dagu Ayiswa hingga dia menengadah.


"Hey! Gadis Indonesia, kau memang tidak mengenalku dan kau juga tak punya urusan denganku, tapi bagiku kau adalah sumber masalahku, sebaiknya kau diam dan tak usah banyak melawan kalau hidupmu ingin baik-baik saja" ancam perempuan bermata sipit itu yang ternyata sudah faseh berbahasa Indonesia.


Ayiswa yang masih penasaran kenapa dia diculik lalu mengulang pertanyaannya untuk yang kedua kalinya. Perempuan itu lalu menjambret cadar Ayiswa.


"Saya hanya ingin melihat seperti apa wajah gadis misterius yang disukai oleh seorang Park Byun soo" jawab perempuan bermata sipit itu sambil menatap tajam pada Ayiswa.


Seketika Ayiswa langsung menundukan pandangannya ketika tabir kecantikan yang tersembunyi dibalik cadar tersingkap gara-gara perempuan itu mencopot paksa cadarnya. Seribu pertanyaan langsung menggelayuti benak Ayiswa ketika perempuan itu menyebut nama Park Byun soo.


Perempuan ini mengenali bang Byun? Ada hubungan apa dia dengan bang Byun? Sepertinya mereka bukan orang Indonesia? Sebenarnya siapa mereka? Apa motifnya menculikku? Sekarang aku dimana? Apa yang akan mereka lakukan padaku?


"Wajahmu cantik, kulitmu halus pantas saja Byun soo menyukaimu, tapi itu tidak akan berlangsung lama karena saya tidak akan membiarkan itu terjadi" ancam perempuan itu sambil menyeringai. Lalu dia berdiri tegap sambil menatap Ayiswa dengan sinis.


"Jang nara, meojianh-a neoui kkum-i ilueojilgeoya jogeumman cham-a naega god ilueojulge (Jang nara, sebentar lagi mimpimu akan terwujud, bersabarlah, aku akan mewujudkannya" gumam perempuan itu sambil menyeringai pada Ayiswa.


Dia lalu menyuruh pengawalnya Membawa Ayiswa masuk kedalam kamar untuk mengurungnya. Ayiswa yang bertubuh mungil tak bisa melawan kedua pria kekar yang membawanya pergi, sepanjang jalan dia terus melihat-lihat rumah tempatnya disekap, disana terpampang foto perempuan yang tadi mengancamnya mengenakan pakaian dokter, dengan banyak penghargaan dan sertifikat kedokterannya yang terpampang didinding.


Dan diruangan lain yang ia lewati dia juga melihat banyak foto Byun soo yang dipajang didinding dan meja tempat menyimpan hiasan untuk mempercantik rumah itu.


"Kenapa disini banyak foto bang Byun? Apa ini rumah bang Byun? Ah! Aku ngomong apaan sih, Aku pasti ada diIndonesia bukan dinegara orang" batin Ayiswa terus bertanya-tanya.

__ADS_1


Hingga akhirnya dia dikurung disebuah kamar yang tertutup karena kaca jendelanya dipasangi tralis besi hingga tak mungkin Ayiswa bisa kabur dari tempat itu.


Indonesia, Dipanti asuhan


Umi terus mondar-mandir cemas karena sudah pukul 22.00 malam Ayiswa yang tadi pagi pamit berangkat kerja sampai detik ini belum juga pulang padahal biasanya Ayiswa pulang sore hari, Umi sudah mencoba menghubungi Upik untuk menanyakan kabar Ayiswa dan kata Upik,ia sudah pulang dari tempat kerjanya, Umi juga sudah nyuruh mang Udin untuk mencari Ayiswa tapi sampai hari sudah larut malam Ayiswa belum juga ditemukan.


"Ayiswa kemana sih, tumben dia belum pulang, dia juga tidak mengangkat teleponku" gumam Umi sambil terus mencoba menghubungi nomor Ayiswa.


"Ya sudahlah, ini sudah malam, mau mencari dia kemana lagi coba? Sebaiknya sekarang Umi tidur aja, besok saya akan cari Ayiswa lagi" kata mang Udin.


Akhirnya Umi pergi kekamarnya meski hatinya cemas dan sangat khawatir pada Ayiswa tapi rasanya tidak mungkin juga mereka melanjutkan pencarian karena ini sudah larut malam.


Seoul, Korea selatan


Subuh-subuh Ayiswa terbangun dari tidurnya, ia hendak melakukan shalat subuh namun kaki dan tangannya masih diikat, dia lalu mencoba melepas ikatannya tapi ikatannya yang kuat tak berhasil Ayiswa lepaskan. Akhirnya Ayiswa melakukan shalat subuh semampunya dengan posisi tangan dan kaki masih terikat, dia percaya Allah pasti memalumi keadaannya yang sedang dalam kesulitan ini.



Setelah selesai shalat subuh dan berzikir hingga sang fajar mulai menampakkan dirinya dari tempat peraduannya, Ayiswa melirik kearah jendela ada sebuah penampakan yang tak biasa ia lihat, butir putih itu berjatuhan dari atas langit, Ayiswa lalu mendekati jendela. Dengan tatapan yang membelalak tak percaya, dia melihat hamparan salju menutupi semua bagian yang ditimpanya.



"Apa aku sedang bermimpi? Apa itu benar-benar salju?" tanya Ayiswa pada dirinya tak percaya. Dia lalu mencubit pipinya dengan keras.


"Aaaaa,,,!! Sakit, jadi aku tidak sedang bermimpi? Ini beneran salju? Sejak kapan Indoneaia turun salju?" tanya Ayiswa masih tak menyadari dimana keberadaannya sekarang.

__ADS_1


Next,,,


__ADS_2