
Saat Ayiswa mencium punggung tangan Rayyan,Rayyan amat terharu matanya berkaca-kaca karena amat bahagia akhirnya dia bisa memiliki Ayiswa seutuhnya setelah melewati banyak cobaan yang membuat batinnya amat tertekan, frustasi, putus asa,dan amat terluka.
Ah! Bila diingat-ingat lagi semua itu hanya akan menyesakan dada.
Tapi alhamdulillah sekarang semua telah berlalu dengan akhir yang membahagiakan. Kini saatnya Rayyan merangkai biduk rumah tangga yang indah didalam hari-harinya dengan kekasih halalnya itu. Setelah ijab kabul selesai semua orang mulai menyalami dan memberi selamat kepada sepasang pengantin baru itu.Tidak terkecuali dengan Ryeon, dia lalu memeluk sahabatnya itu dengan riang gembira.
"Hyuuungng,,,! Selamat ya, sekarang lo udah resmi menyandang gelar baru, sebagai suaminya Ayiswa" kata Ryeon sambil memegangi kedua pundak Rayyan.
"Makasih Ryeon"
Setelah itu Ryeon memberi selamat pada Ayiswa, dia merentangkan kedua tangannya hendak memeluk gadis yang kini sudah berstatus sebagai istri sahabatnya itu. Tapi Rayyan yang melihat itu langsung mengerutkan dahinya sambil menarik Ayiswa kebelakang tubuhnya. Sedangkan Ayiswa hanya menunduk dibelakang tubuh suaminya.
"Mau apa lo, ngerentangin tangan lo kek gitu?" tanya Rayyan dengan tatapan sinis
"Yaaa,,, mau ngucapin selamatlah, emang mau apa lagi" jawab Ryeon
"Modus lo, bilang aja lo mau meluk istri gue,enak aja lo mau ngeduluin gue" kata Rayyan dengan mata yang melotot.
"Ya,emangnya kenapa, bukan kah ini wajar dikorea?"
"Ini Indonesia bukan Korea,disini tak sebebas dikorea. Udah sana, lo ngga usah ngucapin selamat ke Ayiswa" usir Rayyan yang tak ingin istrinya diganggu oleh Ryeon.
*****
Sore harinya, Jong ki yang dari pagi ada diacara pernikahan Rayyan dan Ayiswa, lalu dia mendekati Rayyan sambil menggendong Baby Zayn karena dia akan berpamitan pulang ke negara asalnya diKorea sebab masa visanya sudah hampir habis.
"Rayyan, aku harus segera kembali kekorea karena masa waktu visaku sudah hampir habis, aku juga akan membawa Baby Zayn" Jong ki berpamitan
Rayyan lalu menggendong bayi itu kemudian memeluknya dengan erat. Sedangkan Jong ki hanya pasrah melihat bayinya digendong oleh Rayyan sebab walau bagai mana juga Rayyan pernah ikut membesarkan bayinya itu jadi wajar saja kalau dia amat menyayangi Baby Zayn.
"Aku pasti akan merindukan Baby Zayn" lirih Rayyan sedih
"Kan aku sudah bilang kalau kamu merindukannya kamu bisa video callan dengan kami atau kamu kunjungi kami dikorea" ucap Jong ki
Rayyan lalu mengangguk.Dia lalu mengecup pucuk kepala Baby Zayn dengan penuh kasih sayang setelah itu dia memberikan Baby Zayn kembali pada ayahnya.
"Hati-hati ya dijalannya, tolong jaga Baby Zayn dengan baik" kata Rayyan seraya mengelus lembut pipi halus bayi itu.
Jong ki lalu mengangguk seraya tersenyum dan berkata pada Ayiswa.
"Ayiswa, segera kasih baby untuk Rayyan ya, agar dia tidak kesepian karena ditinggal oleh Baby Zayn"
"Hah!" ucap Ayiswa tersentak kaget mendengar ucapan Jong ki.Dia lalu tertunduk malu
Sementara Rayyan menatap Ayiswa sambil tersenyuman yang tak biasa.
*****
Acara pernikahan kini sudah berakhir dengan aman dan lancar. Ayiswa dan Rayyan baru bisa masuk kekamarnya setelah menyambut banyak tamu dan mereka kini sudah pulang semua.Setelah masuk kekamar Ayiswa langsung duduk menunduk diujung tempat tidurnya.
Suasana kala itu seketika berubah menjadi amat menegangkan dan serba canggung bagi Ayiswa karena untuk pertama kalinya dalam hidup Ayiswa, dia harus berbagi kamar dengan seorang pria yang katanya kini sudah resmi menjadi suaminya itu.Sementara Rayya nampak biasa saja, tak ada sedikit pun ketegangan atau kecanggungan digambaran raut wajahnya itu.
Dia nampak sedang berdiri sambil membuka dasi dan jasnya. Sesekali Ayiswa mencuri pandangan pada suaminya itu. Dalam hatinya berkata.
__ADS_1
"Masya Allah, ko aku baru tahu ternyata suamiku itu amat tampan ya" puji Ayiswa sambil senyam senyum sendiri dibalik cadarnya dengan penuh kekaguman pada sang suami.
Tiba-tiba Rayyan melirik kearah Ayiswa sambil membuka jasnya. Sontak Ayiswa langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Hari ini cukup melelahkan ya, tapi aku bersyukur karena semuanya berjalan dengan lancar" kata Rayyan
Setelah menggantung jasnya dia lalu mendekati Ayiswa dan duduk disampingnya. Rayyan lalu menatap kagum pada sosok wanita yang terus menunduk malu yang kini ada dihadapannya.
"Bolehkah sekarang aku melihatmu tanpa,,, " kata Rayyan yang kalimatnya langsung dipotong oleh Ayiswa yang kala itu merasa amat canggung dan tegang.
"Eee,,, li,,, li,, lihat,,,a-apa?" tanya Ayiswa terbata-bata karena dia masih amat malu kalau harus menampakan sesuatu yang biasa tertutup.
"Aku ingin melihatmu tanpa cadar dan kerudung" jawab Rayyan.
Ayiswa yang terus dilanda ketegangan dan rasa malu tak bisa begitu saja memperlihatkan mahkota keindahan seorang perempuannya yaitu rambutnya, pada seorang laki-laki walaupun kini dia sudah menjadi suaminya. Dia lalu memegangi kepalanya dengan kedua tangannya saat Rayyan semakin mendekatinya.
Rayyan yang menyadari kegelisahan yang kini sedang melanda sang istri, dia lalu tersenyum seraya berkata dengan lembut.
"Kenapa? Bukankan sekarang kita sudah halal? Jadi kamu jangan malu-malu lagi padaku"
Ayiswa menggelengkan kepalanya pertanda dia tak siap memperlihatkan mahkotanya pada sang suami. Tapi Rayyan membujuknya dengan pelan-pelan seraya hendak membuka tali cadarnya namun Ayiswa makin kuat memegangi cadarnya akhirnya Rayyan sedikit memaksanya hingga terjadi tarik menarik.
"Hyung, Ayiswa, malam ini aku tidur sama kalian ya, soalnya aku takut tidur sendiri" Ucap Ryeon dengan wajah datar dan polosnya dengan tiba-tiba yang saat itu sudah duduk bersila diatas tempat tidur.
N'tah dari mana datangnya dan kapan masuk kekamar Ayiswa dan Rayyan tiba-tiba saja dia sudah ada ditengan-tengah mereka yang sedang tarik menarik cadar agar Ayiswa melepas cadarnya. Sontak itu membuat Ayiswa dan Rayyan kaget.
"Astagfirullahaladzim !!" serempak Rayyan dan Ayiswa berkata.
"Kenapa tiba-tiba bang Ryeon ada disini sih? Untung aja aku belum membuka cadar dan jilbabku" batin Ayiswa jadi tersipu malu.
"Ngapain lo disini? Kapan masuknya?" tanya Rayyan sambil mengadu gigi seri atas dan bawahnya sambil menggeram kesal karena merasa terganggu.
"Sebelum kalian masuk kekamar aku sudah tidur disini. Aku mau tidur sama kalian malam iniiiii,,, aja ya" pinta Ryeon sambil merengek seperti anak kecil.
Karena saat itu Ryeon tidur sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut jadi Rayyan dan Ayiswa tak tahu kalau dia sudah ada dikamarnya dari tadi. Rayyan lalu mengusir Ryeon dari kamarnya dengan menyeretnya sampai keluar kamar. Setelah itu dia mengunci kamarnya agar Ryeon tak bisa masuk. Dia lalu menepuk-nepuk kedua tangannya dengan disilang dan tersenyum puas karena berhasil menyingkirkan penggangu dimalam istimewanya dengan Ayiswa.
"Huuuh,,,!! Sekarang kita sudah terbebas dari sipengganggu" kata Rayyan.
Kemudian dia duduk disamping Ayiswa lagi. Kali ini Ayiswa mau membuka cadarnya. Rayyan lalu tersenyum pada sosok bidadari surganya yang tak bersayap, yang kini ada dihadapannya.
Sementara Ayiswa terus berusaha mengendalikan dirinya yang terus dilanda rasa tegang dengan diam seolah terpaku dengan situasi dan keadaan ini sambil terus membelalakkan kedua bola matanya yang indah yang terus menatap Rayyan yang semakin mendekatinya. Jantungnya semakin berdetak kencang seperti genderang yang mau perang saat Rayyan begitu dekat hingga hembusan nafasnya terasa diwajah cantik Ayiswa.
Rayyan lalu sedikit memiringkan kepalanya sambil memegangi pucuk kepala Ayiswa yang masih berbalut kain jilbabnya. Ayiswa yang tak ingin melihat apa yang akan terjadi padanya lalu dia memejakan kedua netranya seperti orang ketakutan dengan kedua tangan diatas pahanya sambil meremas pakaian pengantinnya dengan kuat.
Rayyan semakin mendekati Ayiswa, tanpa mereka sadari jendela kaca kamarnya dari luar rumah terbuka dengan perlahan.
Krekek,,,!!
Tak lama Ryeon menyembulkan kepalanya diluar jendela kamar ke dalam kamar. Dia melemparkan selimut dan bantal yang dibawanya kedalam kamar Rayyan dan Ayiswa. Kemudian dengan wajah polosnya lalu dia berkata.
"Hyeong, malam ini gue tidur sama lo ya, Dibawah lantai juga ngga apa-apa ko. Biar lo sama Ayiswa diatas tempat tidur"
Sontak Ayiswa dan Rayyan jadi kaget mendengar suara yang muncul tiba-tiba itu.Ayiswa lalu mendorong Rayyan untuk menjauh darinya kemudian dia segera menutup wajahnya dengan jilbab yang masih dikenakannya. Sungguh Ayiswa amat malu luar biasa ketika tiba-tiba Ryeon mengagetkan mereka.
__ADS_1
"Ah! Sial, lagi-lagi si Ryeon menggangguku" umpat Rayyan kesal.
Rayyan lalu beranjak dari duduknya kemudian dia memunguti selimat dan bantal Ryeon lalu dia melemparkannya kemuka Ryeon, dia segera menangkap bantal dan selimutnya
"Berhentilah gangguin gue, udah pergi sana! Gue nggak akan biarin lo ganggu gue lagi bersama Ayiswa" hardik Rayyan.
Lalu dia mendorong kepala Ryeon untuk tidak menyembul lagi. Setelah itu Rayyan mengunci jendela kamarnya dan memeriksa semua jendela yang lain takutnya masih belum terkunci hingga Ryeon bisa masuk kekamar mereka lewat jendela. Kemudian Rayyan duduk lagi disamping Ayiswa dan mereka saling diam untuk sesaat hingga situasi menjadi aman dan terkendali.
Sementara Ryeon masih berdiri didepan jendela kamar pengantin baru itu sambil sebelah tangannya memegangi selimut dan bantal. Ryeon yang tetap ingin tidur bersama pengantin baru itu lalu menggedor-gedor jendela kamar pengantin baru sambil terus memanggil-manggil nama Rayyan dan Ayiswa.
Mang udin yang tak sengaja lewat dan melihat Ryeon lagi menggedor-gedor jendela pengantin baru itu lalu berkata dalam hatinya.
"Itu si Ryeon ngapain ngegedor-gedor jendela kamar pengantin baru, malam-malam gini?"
Mang Udin yang merasa kasihan pada Rayyan dan Ayiswa lalu menghampiri Ryeon.
"Ryeon, ngapain kamu gedor-gedor jendela kamar pengantin baru dimalam-malam kaya gini?" tanya mang Udin
"Aku takut tidur sendirian makannya akau mau tidur sama mereka" jawab Ryeon sambil manyun
Mang Udin lalu geleng-geleng kepala dengan tingkah Ryeon sambil berdecak.
"Ckckck,,,! Kamu ini,pengertian dikit napa sama mereka. Ini kan malam pertama pengantin baru itu. Jangan gangguin mereka kenapa? Kasihan dong mereka"
"Tapi aku takut tidur sendirian mang" rengek Ryeon
Mang Udin lalu menggiring tubuh tinggi dan sixpack itu untuk menjauh dari kamar pengantin baru.
"Ya udah, kamu tidurnya sama mamang aja ya, mau sekalian mamang bikinin susu bebelac? Kebetulan dikulkas masih ada tuh! Susu punya sikembar Alika dan Alisya" mang Udin bercandain Ryeon
Tapi hal tak terduga pun terjadi, senyuman polos nan menggemaskan Ryeon yang bertubuh tinggi dan sixpack dengan wajahnya yang seperti bayi malam mengangguk mengiyakan apa yang diucapkan oleh mang Udin. Ryeon tersenyum girang dan setuju mau dibikinin susu punya Alika dan Alisya,sibalita kembar yang mau berusia dua tahun kurang itu.
"Astagfirullahaladzim, ini duo korea kenapa ngga ada yang normal satu pun juga.Ngga si Rayyan, ngga si Ryeon keduanya ngga ada yang normal" batin mang Udin sambil ngelus dada
Sementara itu, dikamar Rayyan dan Ayiswa masih saling diam sampai tak terdengar lagi suara teriakan dari Ryeon diluar rumah. Rayyan lalu mendekati Ayiswa lagi karena dia ingin melanjutkan keromantisannya dengan sang istri.
Tapi rupanya kejadian-kejadain tadi membuat Ayiswa makin tegang dan malu hingga peluhnya bercucuran dia yang merasa tak nyaman karena kegerahan lalu berkata.
"Aku mandi dulu ya, nggak nyaman ini" ucap Ayiswa.
Rayyan hanya bisa mengangguk ketika istrinya segera masuk kekamar mandi tanpa persetujuannya. Sejak Ayiswa masuk kekamar mandi hingga waktu cukup lama, Rayyyan tak mendengar ada orang mandi dikamar mandi hingga akhirnya dia yang penasaran lalu berkata dengan setengah berteriak.
"Katanya mau mandi dulu, ko aku gak dengar suara guyuran air sih?"
Setelah mendengar itu dengan secepat kilat Ayiswa segera pura-pura mengguyur badannya dengan air agar terdengar seperti orang mandi.
40 menit kemudian.
"Ayiswa ko lama banget ya mandinya, dari tadi ngga kelar-kelar" gumam Rayyan sambil melirik pintu kamar mandi.
Karena terlalu lama menunggu dia lalu melonggarkan kancing baju kemejanya dengan dibuka sedikit. Karena badannya terasa lelah lalu dia rebahan ditempat tidurnya dengan kedua tangan yang disilang sebagai tumpuan kepalanya. Dia lalu menatap langit-langit kamarnya itu hingga tak terasa dia malah terlelap tidur.
Setelah dua jam berada dikamar mandi,Ayiswa baru keluar dengan sudah memakai baju tidurnya dengan rambut yang tergerai.Dia menatap wajah sang suami yang terlelap tidur karena terlalu lama menunggunya mandi.
__ADS_1
"Bang Rayyan ko malah tidur sih? Dia kan belum mandi. Tapi biarkan sajalah mungkin dia lelah jadi ketiduran gitu" batin Ayiswa sambil terus menatap Rayyan
Next,,,