PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Biang kerok


__ADS_3

Halo semua readers and para Author kesayanganku yang udah mampir disini, makasih banyak ya, atas dukungan kalian semua😍😊 ini membuat Authornya makin semangat buat terus nulis disaat mood author berubah-ubah, karena Author gak bisa nulis kalau moodnya jelek (bagi Author merevisi itu jauh lebih sulit dari pada membuat cerita baru apa lagi kalau harus sama persis sama naskah aslinya, makanya disini banyak yang diubah, maka dari itu like dan komentar dari para readers dan author sangat berarti buatku,karena itu bisa menyemangatiku) . jujur setiap Author baca komentar dari kalian Authornya suka senyum-senyum sendiri karena senang membaca komentar dari kalian.Sekali lagi terimakasih untuk semua, jangan bosen buat selalu dukung Authornya ya, saranghaeyo, l love you, Abdi bogoh ka anjeun, Ana ahibuk,cinta banyak untuk semua


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


,


,


,


Happy reading


Mereka lalu pulang, mendengar Byun soo akan menginap dipanti, Upik malah ingin ikut-ikutan nginep dipanti karena ada Byun soo, lagian kalau dia tidak pulang kekontrakannya juga tidak akan ada yang nyariin dia, karena Upik tinggal sendiri dikontrakannya sebab kedua orang tuanya ada dikampung, dia datang kekota besar untuk mengadu nasibnya berharap itu akan memperbaiki perekonomiannya yang sulit saat dia berada dikampung halamannya. Sesampainya dipanti, Byun soo langsung disambut hangat oleh para penghuni panti, semua sangat senang karena akhirnya dia berkunjung juga setelah beberapa bulan pulang kenegara asalnya dikorea selatan walau pun sebenarnya mereka agak kecewa karena Ryeon tidak ikut berkunjung ke panti.


Esok pagi kemudian


Ayiswa dan Upik sedang mencuci piring didapur, bekas mereka semua sarapan pagi sambil ngobrol. Sedangkan Byun soo dan yang lainnya lagi asyik ngobrol diruang keluarga. ketika sedang mencuci piring tiba-tiba Upik berkata.


"Ayiswa, kayanya Byun soo suka sama kamu deh, aku bisa lihat itu dari tatapan matanya saat dia melihat kamu dan cara dia memperlakukan kamu"


"Ah! Kamu so tahu, udah deh, kamu jangan suka menerka-nerka" sangkal Ayiswa tanpa melihat Upik karena dia pokus nyuci piring.


"Ih! Dikasih tahu malah ngeyel"


Ayiswa lalu menghentikan kegiatannya dia lalu menatap lekat Upik.


"Aku dan dia tidak mungkin bisa bersama karena kami sangat berbeda, apa lagi keyakinan kami tidak sama, aku tidak akan bisa menerima dia karena itu" tutur Ayiswa.


"Oh! Jadi kamu mau dia berkorban dengan pindah agama seperti agama yang kamu anut gitu?"


Ayiswa tak menjawab dia hanya diam seribu bahasa sambil melanjutkan mencuci piring lalu Upik pergi keruang keluarga sambil berkata.


"Ya udah, aku akan bilang sama dia kalau kamu akan menolak cintanya jika keyakinan kalian masih berbeda"


Mendadak perasaan Ayiswa jadi tidak enak lalu dia segera mematikan keran air yang mengalir kemudian dia mengikuti Upik.


"Oppa Byun soo" teriak Upik dari kejauhan.


Membuat semua mata yang berada diruang keluarga mengalihkan perhatiannya pada Upik,demikian juga dengan Byun soo dia lalu mengalihkan perhatiannya pada Upik dengan seribu pertanyaan yang menggelayuti pikirannya tentang prihal kenapa tiba-tiba Upik memanggil namanya.


"Oppa, aku mau nanya, Apa oppa suka sama Ayiswa? Sebaiknya oppa jawab pertanyaanku dengan jujur, kalau oppa suka dia maukah kamu berkorban untuknya agar kamu pindah agama ke agama yang dianut oleh Ayiswa, sebab Ayiswa akan menolakmu jika kalian masih beda keyakina?" tutur Upik.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu membuat Byun soo jadi bingung harus jawab apa, apa lagi semua orang yang ada disana malah berbalik menatapnya seakan semua penasaran dengan jawaban atas pertanyan Upik yang dilontarkan padanya. Untungnya Ayiswa segera datang dan langsung membekam mulut Upik lalu menariknya mundur.


"Maaf bang, Upik hanya bercanda bang Byun tidak perlu menjawab pertanyaan Upik" ucap Ayiswa dengan perasaan malu setengah mati atas ulah sahabatnya itu.


Byun soo akhirnya bisa bernapas lega setelah mendengar ucapan Ayiswa, karena dia sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan Upik. Sementara Upik melepaskan tangan Ayiswa sambil berkata dengan suara cemprengnya.


"Siapa juga yang lagi bercanda? Aku itu serius Ayiswa, bukannya tadi didapur kamu ngomong akan menolak oppa Byun soo kalau kalian masih beda keyakinan, makannya aku suruh dia buat pindah keyakinan agar diterima sama kamu"


Ayiswa udah kaya benar-benar pengen lari tapi tak bisa karena seakan-akan kakinya mendadak tertanam ditempat itu, padahal wajahnya yang tertutup cadar sudah memerah seperti udang goreng saking malunya dia pada Byun soo.


"Please ya bang, kamu jangan dengerin Upik dia itu emang suka bercanda" ucap Ayiswa malu-malu.


Byun soo yang tadi melongo langsung menunduk sambil tersenyum kemudian dia menatap Ayiswa dan berkata.


"Oh iya ngga apa-apa ko"


Setelah itu Ayiswa menarik paksa Upik kedapur agar dia tidak bicara sesuatu yang akan membuat Ayiswa bertambah makin malu.Didapur Ayiswa lalu menoyor Upik sambil ngomelin dia habis-habisan karena Ayiswa kesal dengan mulut Upik yang ember itu. Beberapa menit kemudian.


"Mang, nanti sore anterin aku ya kebandara soalnya aku harus segera kembali ke korea sebab waktu libur kerjaku cuma dua hari jadi nanti hari senin aku harus mulai kerja lagi" ucap Byun soo tiba-tiba memecah keheningan setelah mereka saling diam karena ulah Upik tadi.


"Mmmm,,, iya, oke nanti mamang anterin kamu tapi, nanti mamang pulangnya jadi naik kendaraan umum dong kalau kita kebandaranya pake mobil kamu?" tanya mang Udin.


"Ngga usah mang, mamang pulangnya pake mobil aku soalnya aku ngga akan bawa pulang itu mobil, mobil itu akan aku titip dipanti biar kalau suatu hari aku kesini lagi ada kendaraan buat aku pergi kemana-mana, jadi tolong rawat dan jaga mobilku ini, nanti untuk biayanya aku transfer tiap bulan kerekening mamang oke" tutur Byun soo.


"Mereka ngapain sih gak ada kerjaan tidur disini bukannya tidur dikamar aja" gumam Byun soo sambil melihat ketujuh member yang tidur berantakan dengan bekas makanan yang berserakan di meja dan dilantai dekat mereka.


Kemudian dia hendak pergi kekamarnya tapi langkahnya terhenti ketika melihat tujuh koper berjejer rapi dekat sofa.


"Mereka mau pergi kemana sih, udah nyiapin koper segala?" tanyanya lagi belum terkonek dengan perbuatannya sendiri yang sudah membuat ketujuh member berakar gara-gara nungguin dia yang janji mau berlibur bersama di vilanya.


Setelah itu dia masuk kekamarnya dan langsung video callan dengan Ayiswa untuk mengabarkan kalau dia udah sampai dengan selamat dinegara asalnya sambil ngobrol panjang lebar dan sambil bercanda. Tiba-tiba Seo jun bangun dari tidurnya karena perutnya keroncongan sebab dia belum makan dari tadi pagi, dia hanya memakan camilan seadanya yang ada dikulkas.


Tapi tiba-tiba dia mendengar samar-samar suara cekikikan yang tak tahu asalnya dari mana, seketika bulu kuduknya jadi merinding, dia lalu membangunkan semua member karena ketakutan, mereka semua akhirnya bangun.


"Denger gak suara ketawanya makin jelas?" tanya Seo jun.


Semua member mengangguk karena mereka mendengar suara itu. Hwuan yang penasaran lalu mengajak mereka semua untuk mencari sumber suara itu, awalnya semua menolak karena ketakutan tapi suaranya tak berhenti dan terus mengiang-ngiang ditelinga mereka, itu sangat menggangu lalu mereka semua mencari sumber suara itu dengan berjalan mindik-mindik, beriringan dan saling dorong karena tak mau berjalan didepan.


Hingga akhirnya mereka berhenti didepan pintu kamar Byun soo, suara cekikikan itu makin jelas,Tae hyun lalu menyuruh Seo jun untuk mengintip kedalam kamar untuk memastikan, tapi dia menolak karena takut.


"Kenapa harus gue sih? Gue kan takut kenapa nggak suruh Ryeon aja yang ngintip kedalam"

__ADS_1


"Hyung! Apaan sih, gue ngga mau kan lo duluan yang denger suara itu jadi lo dong yang harus lihat kedalam"


Akhirnya Ryeon dan Seo jun berdebat saling tak mau kalah membuat Tae hyun jadi tak sabar lalu dia membuka pintu kamar Byun soo dengan pelan-pelan dan was-was untuk mengintip kedalam kamar sambil membungkukkan setengah badannya, setelah pintu terbuka sedikit dia melihat ada Byun soo lagi tiduran sambil cekikikan sendiri. Tae hyun lalu berdiri tegap dan menatap semua member dengan tatapan serius, membuat para member lain penasaran tentang apa yang dilihatnya.


"Apa? Didalam ada apa?" tanya Young Jae mewakili rasa penasaran para member lain.


Tae hyun lalu menatap Seo jun sambil berkata dengan kesal.


"Seo jun, kata lo Byun soo gak ada dikamarnya, tapi tuh! Dia ada dikamarnya lagi ketawa-ketawa sendirian, dari kemarin loh! Kita nungguin dia ampe berakar kaya gini"


Seo jun yang penasaran karena sudah berulang kali dia cari Byun soo dikamarnya sampai membuka lemari, kebawah ranjang tempat tidurnya tapi tetap tidak bisa menemukan dia, lalu membuka pintu lebar-lebar.


Braaak,,,


Dan dilihatnya Byun soo yang juga menatap dia karena kaget tiba-tiba pintunya terbuka. Byun soo lalu mengakhiri panggilan video call dengan Ayiswa.


"Lo apa-apan sih, masuk kamar orang tanpa ngetuk pintu dulu?" tanya Byun soo agak kesal.


"Lo yang apa-apaan, kemana aja sih lo dari kemarin? Kita semua nyariin lo kekamar lo,kesekitar asrama ampe kelubang semut pun kita semua cariin lo tapi lo gak ketemu, lo tiba-tiba aja mendadak hilang kaya ditelan bumi"


"Salah sendiri kenapa kalian cari gue kelubang semut jadi deh gak nemuin gue, coba aja kalau kalian cari gue dilubang kecoa pasti nemuin gue" kata Byun soo dengan wajah julidnya.


Membuat para member geram karena mereka semua harus menyia-nyiakan waktu liburnya gara-gara nungguin Byun soo sampai berakar, gak keluar buat cari makan, gak melakukan kegiatan apa pun selama libur kerjanya, mereka hanya bengong diruang tamu sambil berharap Byun soo segera kembali agar mereka segera berangkat ke vilanya Byun soo.


"Emang dasar lo kecowa ya, mukanya ngeselin banget, ngajak gelut aja lo" kata Seo jun.


Lalu dia menyingsingkan lengan bajunya dengan penuh emosi.


"Guys, enaknya kita apain nih sibiang kerok?" tanya Seo jun dengan tatapan garang.


Mendadak perasaan Byun soo jadi tidak enak melihat para member menatapnya garang sambil menyingsingkan lengan bajunya seperti hendak bersiap-siap untuk menghajarnya.


"Guys! Ayo serbu! Jangan kasih ampun sibiang kerok yang udah bikin kita kaya orang bego nungguin dia dari kemarin tanpa melakukan apa-apa sampai kita semua berakar" Seo jun ngasih aba-aba untuk menyerang Byun soo.


Byun soo lalu beringsut mundur dari tempat tidurnya sambil mengancam mereka.


"Mau ngapain lo semua? Jangan dekatin gue kalau gak gue gigit nih" ancam Byun soo.


Tapi mereka tak menggubris Byun soo meski dia melempari mereka dengan bantal, tangan dan kakinya dipegangin para member, kaos kakinya dibuka lalu kaki dan daerah sensitifnya digelitikin tanpa ampun oleh para member yang kesal padanya, dia yang sendiri dan dikeroyok oleh tujuh member tidak bisa melawan, dia hanya bisa meronta-ronta sambil tertawa geli karena digelitikin. Seo jun lalu tertawa puas melihat Byun soo dikeroyok oleh ketujuh member.


"Rasain lo, rasain lo, dasar biang kerok" kata Seo jun puas.

__ADS_1


Next,,,,


__ADS_2