
Korea selatan, kediaman Park Jun Gyu
Semenjak kepergian Byun soo,ibunya jadi sering sakit-sakitan keadaannya sering naik turun karena serangan jantung yang mendadak waktu Byun soo berpamitan pergi terakhir kali itu.Dia jadi sering melamun karena sedih, ada perasaan bersalah dan menyesal yang menyelinap masuk kerelung hatinya, namun dia tak bisa berbuat apa-apa karena semua itu sudah terjadi.
Kini ia hanya bisa menatap secarik kertas bertuliskan alamat panti asuhan yang diberikan oleh Byun soo tempo itu. dalam hatinya yang terdalam ada keinginan untuk mengunjungi panti itu karena dia sangat merindukan putra bungsunya itu, namun lagi-lagi semua itu harus ditepisnya karena rasa malu dan ego sebab ia sudah mengusir Byun soo.
Tak terasa butir bening pun menetes dari kedua matanya, Hyun bin yang sedari tadi melihat itu lalu mendekati ibunya dan duduk disampingnya.
"Aku tahu perasaan ibu, ibu pasti sangat merindukan Byun soo kan? Aku pun seperti itu bu, meski kadang dia suka nyebelin tapi aku juga sangat merindukan dia" ucap Hyun bin sambil menatap keatas dan membayangkan wajah adiknya yang selalu tersenyum.
Jung eun lalu menatap anaknya dengan wajah sendu, batinya sangat sakit dengan keadaan yang seperti ini.dia lalu menunduk lagi seraya menatap secarik kertas yang sedang dipegangnya itu.
"Dari pada ibu terus menatap secarik kertas itu, lebih baik kita berkunjung saja kealamat itu untuk mencari tahu kabar Byun soo" saran Hyun bin
Jung eun menatap ragu pada putra sulungnya itu, tapi Hyun bin terus meyakinkannya untuk menurunkan egonya demi rasa rindu yang tertahan hingga menyesakan dada sang ibu. setelah mempertimbangkan banyak hal dan nalurinya sebagai seorang ibu akhirnya Jung eun luluh juga, dia pun ingin memaaf dan mau menerima keputusan Byun soo untuk pindah agama.
Jung eun pun membujuk suaminya untuk menerima Byun soo kembali sebagai anaknya. karena Jun Gyu pun sangat menyayangi Byun soo akhirnya dia mau menerima dan memaafkan Byun soo. mereka lalu memutuskan untuk berkunjung ke alamat yang diberikan Byun soo.
Indonesia, Panti Asuhan
Suasana dipanti saat itu terlihat lengang karena penghuninya sedang beraktifitas seperti biasa, anak-anak yang sekolah, mang Udin yang sedang mengantar pesanan kue dan Ayiswa yang bekerja seperti biasa.yang ada dirumah hanyalah Umi, bi Idah dan si kembar Alisya dan Alika.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. bi Idah segera membuka pintu dilihatnya ada empat orang, dua laki-laki paruh baya, satu laki-laki yang masih muda dan satunya lagi seorang ibu.
"Maaf kalian siapa ya? Dan ada perlu apa ya, datang kemari?" tanya bi Idah sambil tersenyum ramah
"Apakah benar ini panti asuhan kasih bunda?" tanya seorang laki-laki paruh baya.
"Iya benar, ya udah, ayo masuk dulu, saya akan panggilkan pemilik panti ini" kata bi Idah
Setelah mereka masuk, mereka lalu dipersilahkan duduk kemudian bi Idah menemui Umi agar ia menemui tamunya sementara dia akan membuatkan minuman untuk keempat tamu itu.
*****
Diruang tamu, Umi menyapa mereka dan berkenalan.mereka pun mulai memperkenalkan diri.
"Perkenalkan nama saya Baskoro, pekerjaan saya sebagai penerjemah bahasa dan mereka bertiga ini adalah klien saya.mereka ini datang dari korea, yang ini namanya tuan Park Jun Gyu, yang ini istrinya namanya nyonya Lee Jung eun dan ini putra sulung mereka namanya Park Hyun bin.tuan park dan nyonya Jung ini datang kemari untuk mencari tahu kabar putra bungsunya yang beberapa bulan lalu pergi dari rumah dan meninggalkan alamat panti ini pada mereka" tutur Baskora menjelaskan
"Terus apa hubungannya panti ini dengan anak bungsu mereka?" tanya Umi tak mengerti
Baskoro lalu menanyakan pertanyaan Umi pada mereka dengan menggunakan bahasa korea, setelah mereka menjawab barulah Baskoro menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia.
__ADS_1
"Kata nyonya Jung, putranya itu punya hubungan dengan orang-orang dipanti ini"
"Siapa dia? Siapa namanya? Mungkin kalau sudah disebutkan namanya saya baru tahu siapa orangnya" tanya Umi
Baskoro lalu menanyakan nama putra bungsu mereka setelah mereka menjawab barulah dia menjawab pertanyaan umi.
"Nama putra bungsu mereka adalah Park Byun soo"
"Oh, rupanya mereka adalah keluarga Byun soo dari korea" batin Umi
"Kenapa mereka mencari Byun soo?" tanya Umi lagi
Baskoro lalu menerjemahkan pertanyaan Umi dengan bahasa korea. setelah itu nyonya Jung eun mulai menceritakan duduk permasalahannya hingga Byun soo pergi dari rumah.
"Kata nyonya Jung, Byun soo dan mereka bertengkar gara-gara Byun soo minta restu karena dia ingin pindah agama, dia ingin memeluk islam. tapi keluarganya menentang itu, mereka tidak merestui Byun soo hingga akhirnya mereka bertengkar dan mengusir Byun soo dari rumah,mereka juga telah mencoret namanya dari daftar keluarga.dan itu membuat mereka sangat menyesal dan sedih karena kini Byun soo benar-benar pergi meninggalkan mereka"
"Ya ampun! jangan-jangan waktu itu dia ingin bilang kalau dia ingin masuk islam tapi aku malah terus memotong kalimatnya hingga dia tidak jadi ngomong, aku sangat menyesal terus memotong ucapannya, kasihan Byun soo udah dimusuhin sama keluarganya sendiri disini aku malah menolak dia sebelum dia mengutarakan keinginannya untuk masuk islam" kata Umi dalam hati dengan perasaan bersalah
"Jadi apakah anda tahu kabar Byun soo sekarang?" tanya Baskoro
"Iya beberapa bulan lalu tepatnya 6 bulan lalu dia memang datang kesini, dia mau melamar anak asuh saya Ayiswa, tapi saya menolaknya karena perbedaan agama mereka, saya tidak tahu kalau Byun soo ingin masuk islam lalu menikahi Ayiswa, saya malah langsung menolaknya, dia terlihat sangat kecewa dengan penolakan saya itu dan sejak saat itu dia tidak pernah kemari lagi,saya tidak tahu kabar tentang dia lagi, saya minta maaf karena sudah menolak niat baiknya itu" ucap Umi sedih dan penuh penyesalan.
Baskoro lalu menerjemahkan kalimat yang diucapkan oleh Umi pada keluarga Byun soo.seketika nyonya Jung langsung menguraikan air mata karena sedih,sebab dia tidak tahu kabar anaknya sekarang seperti apa? Dan dimana? .disaat Byun soo sedang diberi cobaan dalam hidupnya dia harus sendirian dan tak ada satu orang pun yang menguatkannya, pasti perasaannya saat itu sangat hancur dan putus asa.
*****
Semenjak Rayyan menjadi seorang mualaf dia tinggal dirumah pak ustad karena anak pertamanya sudah menikah dan punya rumah sendiri sedangkan anak bungsunya sedang menuntut ilmu dikairo mesir jadi pak ustad hanya tinggal berdua dengan istrinya.meski pun Rayyan tinggal dirumah pak ustad secara gratis tapi dia juga tahu diri, dia suka bantuin pekerjaan pak ustad dan istrinya.
Seperti bantu beresin rumah, jadi sopir pribadi pak ustad untuk pergi berdakwah, karena setelah berdakwah dia yang usianya sudah tidak muda lagi suka merasa lelah untuk nyetir sendiri makannya Rayyan berinisiatif jadi sopir pribadi pak ustad, sekalian agar dia bisa ikut pak ustad berdakwah supaya dia bisa mendengarkan ceramahnya.
Disuatu pagi, Rayyan sedang mencuci mobil tiba-tiba ada tamu, Rayyan lalu membukakan gerbang rumahnya pak ustad dan langsung mempersilahkannya untuk masuk karena pak ustad ada didalam rumahnya. Rayyan lalu melanjutkan mencuci mobil.
"Assalammualaikum" ucap salam tamu itu
"Waalaikumsalam" sahut pak ustad dari dalam rumah
Tamu yang sudah tak asing lagi bagi pak ustad itu lalu dipersilahkan duduk diruang tamu, dia lalu menyuruh istrinya untuk membuatkan minum.
"Ada apa Danu, kamu datang kemari?" tanya pak ustad
__ADS_1
"Anu itu pak ustad, saya kesini mau memberikan surat undangan ini untuk pak ustad, mohon hadir ya diacara syukuran juragan Saka, beliau mau pergi umroh" tutur Danu
"Oh iya, insya Allah saya akan datang"
"Pak, ngomong-ngomong yang didepan siapa? Ko bening amet,istri pak ustad yang muda ya?" tanya Danu yang sudah sangat akrab dan suka bercanda sama pak ustad
"Astagfirullahaladzim!! Kamu ini jangan asal ngomong, dia itu laki-laki bukan perempuan,namanya Rayyan"
"Masa sih pak? Tapi ko dia kelihatan cantik?" tanya Danu tak percaya
"Ya emang wajahnya aja kaya gitu, mau diapain lagi"
Danu lalu meminta maaf pada pak ustad setelah itu dia berpamitan pulang.saat dia melewati Rayyan yang sedang asyik mencuci mobil dia terus menatap Rayyan tanpa melihat kedepan.
"Sekilas dia emang kelihatan cantik tapi kalau dilihat disisi yang berbeda, iya, dia emang kaya laki-laki" batin Danu tak percaya
Karena pandangannya terus fokus pada Rayyan hingga dia tidak menyadari kalau didepannya ada gerbang akhirnya Danu menabrak gerbang itu.
"Aaaawww,,,!!" ringis Danu kesakitan sambil megangin jidatnya yang kepentok gerbang rumah pak ustad
Itu membuat perhatian Rayyan terarah pada Danu,dia lalu melirik Danu untuk memastikan apa yang terjadi.
"Itu orang kenapa aneh banget deh?" batin Rayyan seraya menghentikan pekerjaannya dan terus merhatiin Danu
Danu melirik kearah Rayyan, menyadari Rayyan terus menatapnya dengan tatapan heran,Danu segera pergi karena merasa malu udah nabrak gerbang. selepas kepergian Danu, pak ustad tiba-tiba manggil Rayyan, dengan segera dia lalu menghampiri pak ustad yang sedang berdiri didepan pintu rumahnya.
"Ada apa pak, manggil saya?" tanya Rayyan
Bukannya langsung menjawab pak ustad malah memperhatikan Rayyan dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Rayyan memang meresahkan, bukan cuma Danu yang nyangka dia itu istri muda saya, banyak orang juga yang nyangka begitu.kalau begini ibu bisa salah paham ini, nanti bisa-bisa terjadi perang dunia ke tiga lagi" batin pak ustad sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Rayyan yang tak mengerti kenapa dia dipanggil pak ustda dan cuma dilihatin aja lalu mengulang kembali pertanyaannya.
"Ada apa ya,bapak manggil saya?"
"Tidak apa-apa,ya sudah kamu boleh melanjutkan mencuci mobilnya" titah pak ustad lalu kembali masuk kedalam rumah
Rayyan hanya bisa melongo heran dan tak mengerti.
"Kenapa semua orang bersikaf aneh pagi ini?" pikir Rayyan benar-benar bingung
__ADS_1
Next,,,