
Penculik itu meraih balok kayu dia hendak memukul Ayiswa. Ayiswa yang melihat dan dia takut penculik itu mengenai Baby Zayn, lalu dia menutupi tubuh mungil itu dengan tubuhnya, dia jadikan tubuhnya sebagai tameng untuk melindungi Baby Zayn. penculik itu mengayunkan balok kayu hendak memukul Ayiswa, sejenak dia mendongakan wajahnya untuk melihat si penculik kemudian mendekap erat tubuh Baby Zayn.
"Aaaaaa,,,,!!" teriak Ayiswa saat balok kayu itu hendak dipukulkan padanya
BuUk,,,!!
Terdengar suara seseorang terjatuh. Ayiswa lalu mengangkat wajahnya saat pukulan itu tak jadi mendarat ditubuhnya.
"Bang Rayyan, pak Marwa !!" seru Ayiswa saat melihat sosok yang dikenalinya datang tepat waktu.
Rupanya sebelum penculik itu memukul Ayiswa Rayyan menendang dia duluan hingga ambruk. Rayyan lalu menghampiri Ayiswa dan Baby Zayn.
"Ayiswa, Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Rayyan sambil jongkok
"Aku tidak apa-apa bang" jawab Ayiswa
"Baby Zayn?"
"Dia juga baik-baik saja tapi dia tadi nangis mungkin karena takut" jawab Ayiswa lagi
Tiba-tiba penculik itu bangkit lagi dia lalu meraih balok kayunya dan hendak memukul Rayyan dari belakang.Ayiswa yang menyadari lalu berteriak.
"Bang Rayyan, Awas!! Itu dibelakangmu!!"
Rayyan menoleh kebelakang dia lalu berlutut untuk melindungi Ayiswa dan Baby Zayn dengan merangkulnya sedangkan Ayiswa langsung menunduk masih sambil memeluk Baby Zayn.
Deg,,
Seketika jantung Ayiswa berdegup lebih kencang saat pria yang ada dihadapanya begitu dekat dengannya hingga tak ada jarak antara mereka. Ayiswa bisa merasakan kehangatan hembusan nafas Rayyan.hatinya mulai kembang kempis tak karuan, perasaannya yang dulu telah terkubur dalam hatinya kini bergejolak kembali. tak kuasa lagi Ayiswa menahan rasa cinta dan kerinduan terhadap pria yang menjadi tambatan hatinya itu, hingga membuatnya tenggelam dalam linangan air mata yang tertahan.
Tapi lagi-lagi penculik itu ambruk karena dipukul oleh pak Marwa.
"Rayyan, tangkap penculik itu !!" seru pak Marwa
Mendengar seruan pak Marwa, Rayyan lalu bangkit dan menghajar si penculik hingga terjadi perkelahian antara mereka. lama-lama si penculik itu mulai kewalahan juga dengan serangan Rayyan yang membabi buta,dia lalu melarikan diri. setelah itu dia mendekati Ayiswa lagi.
"Ayiswa, makasih ya, kamu sudah menyelamatkan Baby Zayn, kalau tidak ada kamu mungkin aku bisa kehilangan Baby Zayn" ucap Rayyan
Ayiswa yang waktu itu sudah berdiri lalu memberikan Baby Zayn pada Rayyan kemudian dia berkata sambil mengelus lembut rambut Zayn.
"Bukan aku yang menyelamatkan Baby Zayn tapi kamu, kamu kan yang menghajar sipenculik itu" tutur lembut Ayiswa
"Tapi,,, " kalimat Rayyan terpotong oleh Ayiswa
__ADS_1
"Mulai sekarang kamu harus menjaga Baby Zayn dengan baik, aku takut penculik itu kembali lagi karena sekarang ini lagi marak penculikan anak jadi kamu harus lebih berhati-hati lagi menjaga Baby Zayn ya" kata Ayiswa
"Iya Ayiswa, aku berjanji akan menjaganya dengan baik, makasih kamu sudah perhatian pada Baby Zayn" ucap Rayyan sambil menatap mata gadis itu
Ayiswa lalu mengangguk kemudian dia berpamitan pergi sementara Rayyan hanya menatap kepergian gadis itu dengan tatapan nanar.
"Rayyan, kenapa kamu selalu menatap Ayiswa dengan tatapan seperti itu?" tanya pak Marwa membuyarkan lamunan Rayyan
Rayyan lalu menunduk sedih seraya mengenang kisah percintaanya dengan Ayiswa yang telah kandas itu. sebelum Rayyan menjawab pertanyaan pak Marwa, dia berkata lagi.
"Ayiswa itu gadis yang baik. dia begitu tulus melindungi Baby Zayn bahkan dia tak pedulikan keselamatannya"
"Hhhmm" komentar Rayyan singkat
Rayyan juga bisa melihat ketulusan Ayiswa saat melindungi anaknya itu padahal ibu dari Baby Zayn adalah orang yang sudah menghancurkan pernikahannya. tapi Ayiswa yang pernah terluka olehnya tak berniat membalas dendam atau pun membenci orang-orang yang sudah menyakitinya dia malah menolongnya dengan sengguh-sungguh dan tulus.
"Apa kamu belum berniat untuk mencari istri lagi? Kenapa kamu tidak jadikan Ayiswa sebagai istrimu saja?" tanya pak Marwa
"Aku takut mengecewakannya lagi, aku takut membuatnya terluka lagi" jawab Rayyan sambil menunduk
"Maksud kamu, Apa? Bapak tidak mengerti"
"Dulu kami hampir mau menikah tapi gagal karena aku telah membuat kesalahan besar yang menghancurkan segalanya, aku punya Baby Zayn" tutur Rayyan sedih sambil menunduk
Meski pun Rayyan tak menceritakan detail masa lalu yang kelam itu tapi pak Marwa bisa paham dengan apa yang terjadi.
Matahari kini mulai tenggelam dan berganti malam yang diterangi cahaya bulan yang terang. Rayyan dan Baby Zayn baru pulang dari mini market dia langsung masuk kerumah dan memberi salam tapi tak ada sahutan dari pak Marwa dan ini tidak biasanya karena pak Marwa tidak pernah pergi kemana-mana setelah pulang kerja. kemudian Rayyan mencarinya didalam rumah.
Saat masuk kekamar pak Marwa dia melihat pak Marwa tergeletak dilantai tak sadarkan diri. Rayyan segera memburu pak Marwa.
"Bapak, pak, bapak kenapa? Pak bangun pak" kata Rayyan panik sambil membangunkan pak Marwa
Tapi dia tidak bangun juga.Rayyan lalu memeriksa denyut nadinya tapi denyut nadinya masih terasa itu artinya pak Marwa hanya pingsan saja. meski begitu Rayyan tetap khawatir dengan kondisi pak Marwa kemudian dia berlari kerumah pak ustad untuk minta tolong.Tak berapa lama dia kembali lagi kerumahnya dengan pak ustad dan istrinya.
"Rayyan, kita bawa kerumah sakit aja" titah pak ustad
Rayyan lalu mengangguk kemudian bu Salma berkata "Rayyan, Baby Zayn biar sama ibu aja, kamu sama bapak pergi kerumah sakit, kasihan kan Zayn kalau malam-malam dibawa keruamh sakit"
"Iya bu, kalau begitu aku nitip Baby Zayn dulu ya" kata Rayyan sambil memberikan Baby Zayn pada bu Salma
Setelah itu mereka pergi kerumah sakit. butuh waktu satu jam untuk bisa sampai disana.dan ketika sampai dirumah sakit pak Marwa langsung dibawa keruangan UGD untuk segera ditangani oleh dokter.Rayyan dan pak ustad menunggu didepan UGD dengan cemas bahkan Rayayn tak bisa duduk dia terus mondar-mandir didepan ruangan hingga akhirnya doktet keluar dari ruangan UGD.
"Dok,bagaimana keadaan bapak saya?" tanya Rayyan
"Di dalam ginjalnya ada batu ginjal yang membuat dia merasa kesakitan dan itu harus segera dioperasi"jawab sang dokter
__ADS_1
"Kira-kira kapan bapak saya harus dioperasi?"
"Secepatnya lebih baik, tapi jangan lupa selesaikan dulu administrasinya ya"
"Hulffh,, Iya dok" kata Rayyan seraya membuang napas kasar
Rayyan mulai dilanda kebingungan karena dia bingung bagaimana mendapatkan uang buat bayar operasinya pak Marwa sementara uang gajinya hanya cukup buat biaya makan dan keperluan hidup mereka saja. semalaman Rayyan menunggu pak Marwa dirumah sakit sendirian karena pak ustad sudah kembali pulang kerumahnya.
Paginya pak Marwa sudah sadarkan diri tapi dia masih terbaring lemah ditempat tidurnya dengan jarum infusan yang terpasang ditangannya. setelah sarapan dan minum obat Rayyan berpamitan pulang sebentar karena dia mau membawa Baby Zayn kerumah sakit. takutnya dia nangis terus karena ingin ketemu sama ayahnya. pak Marwa mengizinkan Rayyan pergi sebab dia juga mau istirahan sambil tiduran.
Lalu Rayyan pulang untuk membawa Baby Zayn kerumah sakit. pukul 09.00 pagi dia sudah balik lagi kerumah sakit tapi dia tak lantas menemui pak Marwa, sebelumnya dia mampir dulu ketempat resepsionis untuk menanyakan berapa biaya yang harus dibayar untuk operasinya pak Marwa. saat melihat sejumlah uang yang harus dibayarnya, mendadak lutut Rayyan jadi lemas.
Nominalnya cukup besar dan itu membuat Rayyan bingung karena dia tak punya uang sebanyak itu lalu dia pergi keruangan pak Marwa tapi dia menghentikan langkahnya saat berada didepan UGD. dia lalu duduk dikursi yang berjejer rapi didepan ruang UGD. otaknya terus berpikir keras untuk memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang sebanyak itu.
"Ah! Gimana ini? Apa aku harus cari kerja sampingan?" batin Rayyan
Tiba-tiba ada beberapa suster dan dokter yang membawa pasien korban kecelakaan yang lewat didepannya menuju ruang UGD. sepertinya korban kecelakan itu terluka cukup parah itu terlihat dari tangan korban yang menjuntai dan penuh darah.
"Kasihan orang itu" batin Rayyan tanpa sadar yang melihat sikorban kecelakaan
Tak lama setelah dokter dan suster itu masuk keruang UGD ada beberapa pria berjas rapi terlihat berlari menuju ruang UGD, mereka terlihat sangat cemas dengan keadaan sikorban. mungkin mereka itu keluarganya jadi wajar saja kalau mereka mencemaskan sikorban, batin Rayyan.Beberapa jam kemudian. Rayyan masih duduk termangu dikursinya demikan pula dengan orang-orang berjas rapi itu mereka masih duduk berhadapan dengan Rayyan.
Tak berapa lama datang lagi dua pria berjas rapi,dua pria itu langsung menghampiri pria-pria sebelumnya yang sudah datang duluan.
"Tor, gimana keadaan dia?" tanya seorang pria yang baru datang itu
"Kayanya parah pak bos, dari tadi dokternya belum keluar" jawab Tora pada pria yang dipanggil pak bos itu
"Huuh!! Gimana ini bisa-bisa konser nanti malam gagal, padahal tiketnya sudah terjual semua malahan kita bikin lagi karena kita kehabisan tiket sebab yang beli tiket konsernya banyak banget" gerutu pak bos
"Namanya juga musibah yang tak terduga, tak ada yang mau kejadian ini terjadi" timpal Tora
"Terus acara konsernya gimana dong? Mana si Georgenya udah nyampe bandara lagi, ngga mungkinkan kita ngebatalin duetnya si George sama si Barra? Dia jauh-jauh datang keIndonesia buat duet konser sama siBarra tapi siBarranya malah kecelakaan. masalahnya konser itu akan dilakukan nanti malam lagi, penonton bakal kecewa kalau konsernya dibatalkan, mereka bisa menuntut ganti rugi sama kita" gerutu kesal pak bos
Sejenak mereka semua diam menghadapi kemarahan pak bos hingga akhirnya Tora buka mulut dan mengajukan sebuah saran.
"Bos, gimana kalau kita cari pengganti si Barra aja, biar konsernya tetap berjalan, biar pihak si George tidak terlalu kecewa karena tidak jadi berkolaborasi dengan artis kita" tutur Tora
"Cari pengganti?! Siapa penggantinya? lo kira mudah cari pengganti yang selevel sama si Barra, apa lagi waktunya cuma sampai nanti malam, belum lagi dia harus latihan sebelun konser. kalau tidak ada persiapan apa pun bisa-bisa konsernya tidak sesuai harapan kita" kata pak bos dengan intonasi penekanan yang lugas dan tegas
"Lalu kalau bukan itu solusinya apa lagi yang bisa kita lakukan untuk mengatasi semua ini?" tanya Tora
Tak sengaja Rayyan mendengar percakapan mereka. sekilas dalam benaknya terlintas sebuah kata yaitu 'Pengganti Barra' Apakah dengan cara itu dia bisa mendapatkan uang untuk operasi pak Marwa? Haruskah dia kembali kedunia yang sudah lama ditinggalkannya itu? Apakah Rayyan akan mengajukan diri untuk menggantikan Barra yang akan berkolaborasi dengan penyanyi legendaris asal Amerika itu?.
Apakah ini sebuah titik terang yang akan membawanya bangkit kembali dari kehancurannya? Apakah dengan cara ini dia akan mendapatkan kembali sesuatau yang telah hilang dari hidupnya itu? Apakah cahaya aura bakat Rayyan sebagai seorang penyanyi yang telah meredup karena sekandal hidupnya akan kembali bersinar? Siapa yang tahu akan jalan hidup seseoarang? Karena hidup itu penuh misteri yang tak bisa tertebak dengan mudah.hanya waktu yang bisa menjawab semua itu.
__ADS_1
Next,,,