
"Alhamdulillah ya pak, hari ini yang datang ketoko banyak, ya walaupun sekarang kita harus pulang malam, tapi tak apalah sekali-kali" ucap syukur Rayyan
"Iya alhamdulillah ya" sahut pak Marwa
"Sebelum pulang kita cari makan dulu ya pak" ajak Rayyan sambil menutup tokonya
Sementara pak Marwa menggendong Baby Zayn. kemudian mereka pergi cari makan.
"Makannya dirumah aja ya pak, udah malam ini"
"Iya ngga apa-apa"
Setelah membeli nasi bungkus beserta lauknya Rayyan,baby Zayn dan pak Marwa segera pulang dengan berjalan kaki. ditengah perjalanan tiba-tiba ada dua anak kecil yang sedang meminta-minta.
"Pak, bang, tolong beri kami makan dari pagi aku dan adikku belum makan" tutur anak yang paling besar
Merasa iba dengan kedua anak kecil itu Rayyan lalu merogoh saku yang ada dipakaiannya tapi ternyara tak ada selembar pun uang yang bisa dia berikan pada anak-anak itu. yang ia punya hanyalah dua bungkus nasi dan lauknya untuk makan malam dia dan pak Marwa. melihat kedua anak kecil yang terus memelas itu akhirnya Rayyan memberikan nasi bungkusnya pada mereka.Dengan kegirangan kedua anak itu tersenyum bahagia karena perut lapar mereka akan segera diisi.
"Makasih bang, semoga abang dimurahkan rezekinya" ucap serempak kedua bocah itu lalu mereka pergi
Rayyan menatap kepergian anak-anak itu dengan senyuman bahagia dan puas karena bisa berbagi dengan mereka. saat dia terbuai dalam lamunannya pak Marwa membuyarkan lamunannya.
"Rayyan, ko nasinya dikasih kemereka nanti kita makan apa? Emang kamu masih punya uang buat beli makanan lagi?" tanya pak Marwa sambil menepuk bahu Rayyan membuyarkan lamunannya.
"Sebenarnya uangku dari aku bekerja dilestoran sudah habis, tapi tak apalah, hari ini hatiku lagi senang dan bahagia jadi aku mau berbagi dengan mereka" jawab Rayyan sambil tersenyum mengenang kejadian tadi sore saat dia ada diatas pohon bersama Ayiswa.
"Senang sih senang tapi perut bapak lapar, semenjak kerja ditoko buah itu kan bapak ngga pernah mulung lagi jadi bapak ngga punya uang buat beli makanan, kita kan belum gajian" gumam pak Marwa
"Besok kan gajian pak" kata Rayyan
"Bapak laparnya sekarang disuruh makannya besok gitu?" tanya pak marwa
"Ya udah,sekarang bapak ikutin aku ya"
"Ikutin apa?" tanya pak Marwa tak mengerti
"Buka mulut bapak lebar-lebar sambil bilang 'Aaaaaa,,!!' ayo ikuti aku" kata Rayyan sambil memeragakan ucapannya
Beberapa lama pak Marwa hanya nurut saja karena dia tidak mengerti tujuan Rayyan hingga akhirnya dia yang kebingungan karena terus disuruh mangap lalu bertanya.
__ADS_1
"Sampai kapan kita mangap terus" tanya pak Marwa
"Sampai perut bapak kenyang" jawab Rayyan seraya tersenyum
Pak Marwa lalu menjitak kepala Rayyan sambil berkata "Dasar anak nakal! beraninya kamu ngerjain bapak ya, masa bapak disuruh makan angin, bukannya kenyang yang ada bapak masuk angin"
Pak Marwa tak henti jitakin kepala Rayyan karena kesal udah dikerjain sama Rayyan, sementara Rayyan hanya terkekeh melihat ekpresi wajah pak Marwa yang lucu saat mangap seperti ikan yang kehabisan nafas.
"Hahaha,,, ampun pak,,, hahaha,,"
"Ah! Kamu minta ampunnya ngga sungguh-sungguh bapak jitakin lagi nih!" ancamnya sambil jitakin dan melintir telinga Rayyan
Rayyan lalu berontak kemudian dia lari sambil menggendong Baby Zayn dengan gendongan hipseat.kemudian dia merentangkan tangan mungil Baby Zayn sambil berlari.
"Ayo lari Zaynnnn,,, kakek ngejar kita tuh,,,!!" seru Rayyan sambil terkekeh
Tentu saja Baby Zayn merasa senang diajak bermain kejar-kejaran hingga bayi itu tertawa. Pak Marwa lalu mengejar mereka. dan akhirnya setelah kesedihan dan kemalangan yang selalu menimpa hidup Rayyan dia bisa kembali tersenyum dan tertawa lepas lagi oleh kehadiran dua laki-laki beda generasi yang kini menjadi penyemangat hidupnya itu.
Sesampainya dirumah. mereka hendak masuk tapi tiba-tiba bu salma datang kerumah Rayyan.
"Rayyan, pak Marwa, kalian baru pulang ya?" tanya bu Salma
"Ini tadi sibapak habis dari acara syukuran terus dikasih makanan banyak banget padahal hari ini ibu masak makanan kesukaan bapak banyak banget. jadi dari pada ini mubazir kalian makan aja ya" kata bu Salma sambil memberikan satu kantong plastik berisi makanan.
"Oh iya bu, makasih ya" ucap Rayyan sambil menerima makanan pemberian bu Salma.setelah itu bu salma kembali pulang kerumahnya.
"Pak,rezeki anak soleh ini, kita tidak punya uang buat beli makanan tapi Allah yang maha hidup yang menghidukan telah memberi rezekinya pada kita jadi kita tidak boleh takut tidak bisa makan karena Allah bisa memberikan rezeki itu dari mana saja datangnya" tutur Rayyan
"Iya benar kamu Rayyan, kita hanya perlu yakin pada Allah dan terus berusaha saja" ucap pak Marwa sambil tersenyum
Mereka lalu masuk kedalam rumah.
******
Matahari masih nampak malu-malu untuk menampakan cahaya keemasanya diupuk timur tapi Rayyan sudah bangun dari tidurnya karena setelah shalat subuh dia tidak pernah tidur lagi.sebelum berangkat kerja Rayyan selalu mengerjakan pekerjaan perempuan dipagi hari,karena sebagai seorang ayah tunggal Rayyan harus mengerjakan semuanya sendirian, dari mencuci baju, beres-beres rumah sampai menyiapkan makanan buat Baby Zayn karena dia sudah makan, makanan pendamping ASI. sedangkan untuk dirinya dan pak Marwa kadang dia masak sendiri atau beli makanan yang sudah jadi.
Saat dia akan menjemur pakain didepan rumah dia melihat pak Marwa sedang asyik nonton televisi sambil ngopi. saat melihat acara yang lagi ditonton pak Marwa,Rayyan langsung meledeknya.
"Bapak kaya perempuan aja pagi-pagi udah nonton gosif" ledek Rayyan
__ADS_1
"Ya ngga, bapak penasaran aja dari kemarin-kemarin beritanya ini aja. katanya ada artis legendaris dari Amerika yang namanya George Abraham mau ngadain konser diIndonesia katanya dia mau berkolaborasi sama penyanyi asal Indonesia yang lagi naik daun si Barra Anderesta. kamu tahu ngga, tiketnya itu mahal banget. heran bapak, ko mereka mau buang-buang uang buat beli tiket konser kaya gitu aja ya"
"Ish! Ko malah bapak yang ribet, itu urusan mereka ngapain dipikirin" kata Rayyan heran pada bapak angkatnya yang udah berumur tapi hidupnya kepo dan suka dibikin ribet karena ngurusin hal yang ngga penting.
Rayyan lalu pergi keluar untuk segera menjemur pakainnya sebelum dia tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumahnya karena Baby Zayn sudah bangun dari tidurnya.
******
Jam makan siang kini telah tiba tapi toko buah mereka masih banyak dikunjungi pelanggan. sebenarnya Rayyan dan pak Marwa sudah lapar tapi mereka tidak bisa pergi cari makan karena harus melayani pelanggan.
"Pak, bapak pergi cari makan dulu deh! ini toko biar aku yang ngurus karena kalau gini ceritanya kita ngga akan bisa makan siang pelanggannya terus berdatangan" ucap Rayyan
"Ya udah, bapak cari makan dulu deh! sama Baby Zayn ya" kata pak Marwa lalu dia pergi cari makan
Diwarung nasi dia bertemu dengan Ayiswa yang juga lagi makan siang. pak Marwa lalu memutuskan untuk makan siang bareng Ayiswa sambil ngobrol.setelah selesai makan pak Marwa minta dibungkuskan nasi sama lauknya buat Rayyan lalu Ayiswa dan pak Marwa akan kembali ketempat kerja mereka masing-masing dipasar itu.
Tapi saat mereka ada dijalan yang jauh dari keramaian tiba-tiba ada seorang pria bertubuh tinggi memakai jaket hoddie, topi,masker dan kaca mata hitam datang menghampiri mereka.pria itu merebut Baby Zayn dari gendongan pak Marwa. dengan sekuat tenaga dia berusaha mempertahankan Baby Zayn. sementara Ayiswa yang melihat itu lalu mukulin pria itu dengan tasnya.
Tapi pria itu mendorong Ayiswa hingga dia terjengkang jatuh dan terduduk ditanah. begitu pula dengan pak Marwa dia pun didorong hingga terjengkang jatuh dan pria itu berhasil membawa Baby Zayn yang saat itu menangis karena ketakutan.
"Pak cepat cari bantuan biar aku yang ngejar Baby Zayn" titah Ayiswa
Ayiswa lalu beranjak dan berlari mengejar sipenculik Baby Zayn. sementara pak Marwa pergi menemui Rayyan untuk melaporkan kejadain ini.setelah Rayyan tahu kalau Baby Zayn diculik tanpa pikir panjang dia segera meminta pak Marwa menunjukan tempat kejadian. mereka berdua lalu pergi ketempat kejadian.
Sementara Ayiswa masih terus mengejar sipenculik itu dengan segenap keberaniannya, padahal dia hanyalah seoarang gadis lemah yang tak mempunyai kekuatan apa pun dan bisa saja penculik itu melukai Ayiswa jika dia menyerang penculik itu. tapi Ayiswa tak mempedulikan keselamatannya,yang ada dipikirannya hanyalah menyelamatkan Baby Zayn.
Karena penculik itu terus berlari Ayiswa lalu meraih apa pun yang ditemuinya yang ada dijalan dan melemparkannya pada sipenculik.benda itu pun melesat tepat pada sasaran sehingga membuat penculik itu mengaduh kesakitan dan mulai memperlambat larinya hingga akhirnya Ayiswa bisa mengejar penculik itu.dia lalu merebut Baby Zayn dari penculik sambil terus menendang,mencakar dan menjambak sipenculik.
Hingga dia kewalahan tapi tetap saja kekuatan Ayiswa tidak sebanding dengan penculik itu hingga beberapa kali Ayiswa terpental karena dorongan sipenculik.Ayiswa lalu mengambil segenggam tanah kemudian dia menarik kaca mata dia lalu melemparkan tanah itu kemata sipenculik hingga dia kelilipan.
Tak menyia-nyiakan kesempatan ini Ayiswa segera merebut Baby Zayn kemudian dia segera kabur. tapi penculik itu tak tinggal diam, dia segera mengejar Ayiswa akhirnya terjadi kejar-kejaran digank sempit dan sepi itu antara Ayiawa dan si penculik.
Sampailah mereka dijalan buntu, Ayiswa mulai terpojok. dia mulai mengedarkan pandangannya kesekeliling sambil mencari jalan keluar dengan tatapan mata yang terus mengintai sipenculik yang setiap saat bisa saja menyerangnya. Ayiswa terus beringsut mundur dan terjengkang jatuh sambil memeluk Baby Zayn saat sipenculik mulai mendekatinya dengan perlahan tapi pasti.
"Barhenti,,,!! Kalau kau berani mendekatiku maka aku akan berteriak!" ancam Ayiswa
Sedikit pun sipenculik itu tak merasa takut dengan ancaman dari Ayiswa. dia terus mendekati Ayiswa sambil menyeringai.akhirnya Ayiswa berteriak minta tolong.
"Toloooongng,,,Toloooongng,,, Toloooongng,,,!!"
__ADS_1
Next,,,