
"Ayiswa?! Bagaimana bisa kamu sampai didepan rumahku?" tanya Byun soo kebingungan.
Bukannya menjawab Ayiswa yang masih meringkuk dengan kedua tangan diselipkan di kedua pahanya karena menahan rasa dingin langsung menangis dan merengek seperti anak kecil.
"Hiks,, hiks,, hiks,, bang Byun jahat, dari semalam aku pencet bel rumahnya tapi bang Byun nggak mau bukain pintu"
"Ya ampun jadi dari semalam yang nekan bel rumahku itu kamu? Maaf aku pikir itu wartawan jadi aku sengaja nggak buka pintunya"
Byun soo jadi merasa bersalah dan tidak enak hati pada Ayiswa.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Byun soo sambil menatap Ayiswa yang terus meringkuk tak memandangnya.
"Aku kedinginan" lirih Ayiswa sambil menggigil.
"Ya udah, ayo kita masuk kedalam rumah, didalam suhunya lebih hangat karena ada penghangat ruangannya, apa kamu bisa bangun sendiri untuk masuk kedalam?" tanya Byun soo.
Ayiswa lalu mengangguk sambil mengiyakan, kemudian Byun soo berdiri hendak masuk lagi kedalam rumah, tapi dia mengurungkan niatnya karena melihat Ayiswa kesulitan untuk berdiri sebab dia mengalami hipotermia karena cuaca yang dingin. Byun soo lalu jongkok kembali dan bertanya sambil menatap Ayiswa.
"Apa kamu butuh bantuanku? Aku bersedia membantumu kalau kamu mengizinkannya"
"Tidak usah, aku bisa bangun sendiri ko" lirih Ayiswa.
"Oke, kalau begitu"
Byun soo kembali berdiri sambil terus ngelihatin Ayiswa yang ringkih, yang sedang berusaha untuk bangun walaupun tubuhnya sangat lemah. Byun soo yang tak sabar menunggu Ayiswa yang tak bangun-bangun lalu bertanya sambil menyilangkan kedua tangannya diantara dada dan perutnya.
"Yakin kamu tidak butuh bantuanku? Kalau nggak butuh ko lama banget sih bangunnya?"
Sebenarnya Ayiswa enggan untuk menerima bantuan Byun soo, tapi apa daya tubuhnya yang lemas tak bisa bergerak akhirnya dia meminta pada Byun soo agar penghuni rumah lainnya yang bergender perempuan untuk membantunya bangun.
"Aku tinggal sendirian disini Ayiswa, disini nggak ada orang lain selain aku" tutur Byun soo menjelaskan.
"Katanya bang Byun masih punya orang tua, ko tinggal sendiri sih?" Ayiswa jadi bingung.
"Mereka ada dirumahnya, ini rumahku sendiri, sekarang aku mau nanya sama kamu, kamu mau tetap disini sampai mati membeku atau kamu mau masuk kedalam, didalam ada selimut tebal, mantel tebal dan ada penghangat ruangan jadi kamu mau pilih yang mana?"
"Aku mau masuk kedalam tapi tidak mau dibantu sama bang Byun" jawab Ayiswa dengan lirih.
Byun soo lalu menghela nafas berat, dia tahu sifat dan karakter Ayiswa seperti apa? Ayiswa pasti tidak mau bersentuhan dengannya walau keadaannya darurat dan mendesak, karena Byun soo tidak mau melihat Ayiswa mati membeku sebab mempertahankan egonya akhirnya dengan terpakasa dan tanpa persetujuan Ayiswa, dia lalu membopong tubuh Ayiswa untuk masuk kedalam rumah, lalu dia membawa Ayiswa kekamarnya sebab kamar yang lain belum dibereskan karena Byun soo baru pindah kerumah ini.
"Maafkan aku Ayiswa, terpaksa aku harus melakukan ini agar kamu tidak mati membeku,wajahmu sudah terlalu pucat, bibirmu membiru dan badanmu sangat dingin seperti es hingga aku bisa merasakannya, mungkin kamu terkena hipotermia karena kedinginan"
__ADS_1
Meski begitu dia tetap tidak bisa menerima Byun soo membawanya tanpa seizin Ayiswa.
"Lepaskan aku, lepaskan aku !!!" ucap Ayiswa terus meronta-ronta minta dilepaskan.
Tapi Byun soo tak menggubrisnya, dia malah segera mempercepat langkahnya agar cepat sampai dikamar. Ayiswa yang tak mau diam hingga membuat Byun soo agak sempoyongan mengangkat beban tubuh Ayiswa yang cukup berat hingga akhirnya kepala Ayiswa kejedot pintu saat mereka akan masuk kedalam kamar.
"Aaaawww,,,!! Sakit tahu" ringis Ayiswa sambil memegangi jidatnya.
"Makannya kamu diam dong, lagian aku juga nggak akan ngapa-ngapain kamu, aku cuma mau bawa kamu kekamar karena suhu disini lebih hangat"
Ayiswa langsung manyun kemudian Byun soo menidurkannya ditempat tidurnya. Setelah itu Byun soo mebuka ruangan tempat menyimpan pakaiannya yang ada dikamarnya untuk mengambil selimut tebal, syal, kaos kaki dan mantel tebal yang panjang.
Kemudian dia membantu Ayiswa memakaikan semuanya. Setelah itu Byun soo duduk dikursi tempat Ayiswa tidur.
"Bagaimana keadaanmu sekarang?"
"Jauh lebih nyaman dan hangat"
"Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu hingga kamu bisa sampai dikorea?" tanya Byun soo mulai mengintrogasi Ayiswa.
"Aku diculik, mereka membiusku, saat aku sadar aku sudah berada dikorea jadi aku tidak tahu bagaimana caranya aku bisa sampai disini" jawab Ayiswa.
Ayiswa lalu menjawab, orang yang sudah menculiknya itu adalah penggemar Byun soo, Ayiswa juga menjelaskan alasan kenapa mereka menculiknya dan dia juga menceritakan kalau dirinya hampir kehilangan nyawa karena ulah sipenculik itu, untungnya Allah masih melindungi Ayiswa hingga dia berhasil kabur dan selamat dari peristiwa maut itu.
Kejadian yang menimpa Ayiswa membuat Byun soo amat kesal, marah dan merasa bersalah karena dirinya Ayiswa harus mengalami kejadian yang mengerikan ini.
"Brengsek!! Sasaeng gila itu sudah benar-benar mengusik hidupku bahkan mereka berani berniat mencelakai orang yang kusayangi, ini tidak bisa dibiarkan aku harus menuntut mereka" kata Byun soo dalam hati dengan amarah yang meluap-luap, itu terlihat jelas dari tatapan matanya yang berapi-api.
Tapi saat melihat wajah Ayiswa yang teduh, membuatnya harus sejenak melupakan sipenculik itu karena Byun soo tak mau membuat Ayiswa cemas, dia lalu tersenyum pada Ayiswa sambil berkata.
"Cadar kamu kemana? Tumben kamu nggak malu memperlihatkan wajahmu padaku tanpa cadar?"
Seketika Ayiswa langsung memalingkan wajahnya dari Byun soo karena dia tidak mau terus dilihatin sama Byun soo. Menyadari Byun soo yang tak menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat wajah gadis yang dicintainya dengan bebas tanpa cadar, Ayiswa langsung menutup setengah wajahnya dengan selimut.
"Dilarang keras ngelihatin aku terus" ancam Ayiswa.
Byun soo lalu tersenyum mendengar ancaman Ayiswa yang terdengar menggelitik telinganya kemudian dia mengambil masker dilemari pakaiannya lalu memberikan pada Ayiswa.
"Aku tidak punya cadar jadi pakai saja masker ini" kata Byun soo.
__ADS_1
Ayiswa menatap Byun soo dengan sinis kemudian mengambil dan memakai masker yang diberikan Byun soo. Setelah itu dia menelepon dokter pribadi untuk memeriksa keadaan Ayiswa, sambil menunggu dokter datang dia menyiapkan makanan dan minuman hangat untuk Ayiswa.
Setelah dokter datang Ayiswa segera diperiksa dan ternyata dugaan Byun soo benar adanya, dia mengalami penurunan suhu tubuh akibat cuaca atau suhu yang dingin dan jika itu dibiarkan akan membahayakan dirinya (hipotermia), setelah diperiksa dan memberikan obat dokter itu berpamitan pulang.Byun soo lalu mengambil makanan dan minuman untuk Ayiswa yang tadi sudah dibuat dan disiapkan oleh Byun soo.
"Sekarang kamu makan dulu ya, setelah itu baru minum obat" ucap Byun soo sambil membawa banyak makanan.
"Aku tidak bisa sembarangan makan" ucap Ayiswa yang waktu itu sudah duduk bersender pada bantal.
"Ini aku buat sendiri ko, bahan-bahannya halal jadi kamu bisa memakannya"
Ayiswa menatap makanan itu dari tampilannya sepertinya rasanya enak, tapi Ayiswa ragu karena makanannya dibuat oleh Byun soo.
"Ini yakin rasanya enak? Emang bang Byun bisa masak?"
"Kamu tuh! ya, suka ngeremehin orang lain, coba aja dulu, kalau nggak suka ya udah, jangan dimakan" Byun soo jadi manyun karena Ayiswa meragukan dan tak menghargai usahanya memasak makanan untuk Ayiswa.
"Ya maaf, soalnya waktu bang Byun tinggal dipanti aku nggak pernah lihat bang Byun bantuin bi Idah masak cuma bang Ryeon aja yang suka bantuin dia"
"Udah! Nggak usah banyak omong cobain aja masakan buatanku"
Ayiswa lalu membuka maskernya dan mulai mencicipi gimbap saat rasanya cocok dilidah Ayiswa, dia mulai melahap dan mencicipi semua makanannya sementara Byun soo hanya melongo heran melihat Ayiswa memakan semuanya dengan lahap dan rakus, mengingat saat pertama bertemu cara makan Ayiswa sangat pelan-pelan dan hati-hati itu beda jauh dengan sekarang.
"Kamu udah berapa hari nggak nemu makannan? Makannya ko cepat amet dan rakus gitu" komentar Byun soo.
Ayiswa sudah tidak mempedulikan soal itu, dia sudah tidak ingin menjaga imagenya yang ada dipikirannya saat ini hanyalah dia ingin makan yang banyak karena perutnya sangat lapar setelah beberapa hari tidak makan.
"Aku sangat lapar, ini makanannya sangat enak jadi bolehkah aku menghabiskan semua ini?" tanya Ayiswa dengan penuh makanan dalam mulutnya.
Byun soo hanya mengangguk dia tak menyangka perut kecil Ayiswa bisa menampung banyak makanan, kemudian Ayiswa menawarkan untuk makan bersama tapi Byun soo menolak, dia sudah merasa kenyang hanya melihat cara makan Ayiswa yang tak pernah diduganya itu. Sambil menunggu Ayiswa selesai makan dia menelepon orang butik untuk membuatkan pakain yang sesuai dengan keseharian Ayiswa, dan harus dikerjakan dalam waktu singkat sebab Ayiswa butuh pakaian ganti.
__ADS_1
Setelah itu dia juga mencari perawat yang bisa merawat Ayiswa selama dia sakit sekaligus menemani Ayiswa tinggal dirumahnya untuk sementara karena Byun soo tidak bisa tinggal satu rumah sama Ayiswa kalau cuma berdua meski mereka tidur dikamar yang berbeda, itu sebagai cara Byun soo untuk menghargai dan menghormati Ayiswa sebagai seorang muslimah. Jika malam dia akan pulang kerumah orang tuanya dan jika pagi dia akan datang kerumahnya untuk memberi Ayiswa makan.
Next,,,,