PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Dendam kesumat


__ADS_3


Rayyan baru saja turun dari angkot setelah membayar dia melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki tapi tiba-tiba disebrang jalan ada yang memanggilnya.


"Byun soo,,!!"


Rayyan lalu melirik kesumber suara itu, dilihatnya ada dua pria tampan berdiri disebrang jalan. mereka tersenyum sambil melambaikan tangan, saat jalannya mulai lengah kedua pria itu menghampiri Rayyan.


"Hyung, gue kangen sama lo" ucap seseorang sambil memeluk Rayyan sesaat,kemudian melepaskannya lagi.


"Ryeon, kak Hyun bin, ko bisa kalian ada disini?" tanya Rayyan


"Kami mencari kamu kemana-mana akhirnya kita ketemu juga disini" ucap Hyun bin


Pandangan Ryeon dan Hyun bin tiba-tiba terfokus pada bayi yang sedang digendong oleh Rayyan.


"Dia siapa?" tanya Hyun bin sambil menunjuk pada bayi yang digendong oleh Rayyan


"Namanya Lee Zayn, dia anakku" jawab Rayyan


"Apa ibunya Youri?" tanya Hyun bin lagi


Rayyan lalu mengangguk lesu, kemudian Hyun bin berkata lagi.


"Kakak, sudah tahu semuanya dari Ryeon, kakak tahu kalau pernikahanmu dengan gadis yang kamu suka gagal gara-gara Youri. maaf waktu itu kakak tidak datang kepernikahanmu karena ibu mertua kakak meninggal dunia. dan saat itu juga ibu lagi sakit dan dirawat jadi ayah menjaga ibu dirumah sakit"


"Oh! Pantas saja kalian tidak datang, tapi tidak apa-apa toh, pernikahannya juga gagal" tutur Rayyan tak semangat


"Oh! jadi bayi lucu ini keponakanku, Junno pasti senang kalau dia tahu punya saudara seperti Zayn. kapan kamu mau pulang kekorea?" tanya Hyun bin sambil mengelus lembut Baby Zayn


"Aku takut ibu dan ayah masih belum bisa menerimaku" jawab Rayyan


"Ibu sangat menyayangi dan merindukanmu Byun soo,kami mencarimu keIndonesia tapi tidak ketemu, sekarang kakak sudah menemukanmu jadi kembalilah pulang" bujuk Hyun bin


"Aku belum siap ketemu ibu dan ayah kak, karena aku sudah buat ibu dan ayah sakit hati, aku juga malu pada mereka karena hidupku kini udah hancur tidak sesuai dengan keinginanku"


"Apa kamu menyesal dengan pilihan yang udah kamu buat? Apa kamu menyesal telah memilih gadis itu dan lebih memilih meninggalkan keluargamu?" tanya Hyun bin


"Aku bukan ingin meninggalkan ibu, ayah dan kakak, aku hanya butuh waktu untuk pergi, untuk memperjuangkan cintaku, ya, meski pada akhirnya aku gagal juga tapi tak ada sedikit pun niatku untuk meninggalkan kalian hanya saja ibu malah mengusirku hingga aku belum siap kembali lagi kerumah karena alasan itu" tutur Rayyan sambil meyakinkan kakaknya itu


"Aku juga tidak menyesal karena memilih Ayiswa dan memutuskan untuk memeluk islam. meski aku harus gagal menikah dengannya. justru dari itu aku malah makin sadar,ternyata selama ini aku tak cukup baik untuk bisa bersanding dengan gadis mulia, solehah dan sebaik Ayiswa karena aku hanyalah seoarang pendosa yang tak pantas untuknya makannya dari itu aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sekarang" sambung Rayyan



Saat Rayyan dan Hyun bin tengah asyik ngobrol. Ryeon malah asyik dengan pikirannya sendiri.dia nampak sedang berpikir keras sambil mengerutkan dahinya. tapi saat pertanyan yang terus mengganjal dibenaknya sudah tak tertahankan lagi kemudian Ryeon menimpali pembicaraan serius antara adik dan kakak itu.

__ADS_1


"Hyung, tunggu dulu deh! Marga lo kan Park sedangkan marga Youri itu Kim lalu kenapa kalian tidak menyelipkan marga kalian pada nama Bayi kalian?" tanya Ryeon


"Youri yang memberikan nama itu, katanya nama itu lebih cocok untuk Baby Zayn" jawab Rayyan santai dan tak ambil pusing soal nama bayinya itu.


"Tapi Hyung, rasanya aneh aja kalau nama bayi kalian tidak diselipkan nama marga kalian.dia malah menggunakan marga Lee dinama bayinya,Emang Lee itu marga siapa?" Ryeon kekeh dengan pendapatnya


Baby Zayn tiba-tiba menangis melihat dan mendengar perdebatan kedua pria dewasa itu.Rayyan yang sudah paham betul dengan karakter anaknya lalu menegur Ryeon.


"Ryeon, kamu jangan sembarangan ngomong dihadapan Baby Zayn,dia sangat sensitif dia mengerti apa yang orang dewasa katakan. dan kamu jangan sekali-kali lagi membahas soal namanya lagi"


Ryoen lalu diam sambil manyun tapi tetap saja Ryeon merasa ada kejanggalan disini, rasanya tidak lazim bagi seorang anak tidak diselipkan nama marga ayah atau ibunya. tapi dia memilih untuk diam karena tak mau berdebat lagi dengan Rayyan.


Setelah itu Rayyan mengajak Ryeon dan kakaknya untuk pergi kerumahnya. mereka pun pergi.


******


Tora terus melangkahkan kakinya disetiap lorong rumah sakit, matanya terus menjelajah kesekeliling tempat yang ia lewati berharap sosok yang dicarinya segera ketemu.namun dari tadi dia keliling rumah sakit, sosok yang dicarinya belum juga ketemu. Tora lalu pergi kedekat ruang UGD, disana dia bertanya pada banyak orang tentang sosok yang dicarinya tapi dari sekian banyak orang yang dia tanyai tak ada satu pun yang mengenal Rayyan.


Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang keluarga salah satu pasien disana. ciri-ciri yang disebutkan Tora hampir mirip dengan keluarga pasien yang kamarnya bersebelahan dengan kelurga pria yang ditanyai oleh Tora. dan dia mengaku sosok pria berkulit putih, mata sipit dan selalu menggendong seorang bayi laki-laki, itu pernah ngobrol dengannya


"Tapi setahu saya mereka sudah pulang" ujar pria itu


"Apa anda tahu siapa nama ayah dari pria bermata sipit itu?" tanya Tora


"Kalau ngga salah namanya Pak Marwa deh"


"Iya sama-sama"


Tora lalu segera bergegas pergi keresepsionis. karena dia akan menanyakan soal pasien yang bernama Pak Marwa.tapi ternyata mengorek informasi tentang pasien itu tak semudah yang dia bayangkan karena rumah sakit sangat menjaga privasi para pasiennya. setelah dia beradu argumen sekian lama dengan petugas resepsionis akhirnya Tora bisa mendapatkan alamat tempat tinggal Rayyan.


"Akhirnya alamat rumahmu sudah saya dapatkan, Rayyan. saya akan segera cari alamat ini" gumam Tora


******


Sesampainya dirumah Rayyan yang terbilang sederhana dan tidak terlalu luas, Rayyan mempersilahkan Hyun bin dan Ryeon masuk kedalam rumahnya.


"Disinilah aku tinggal, rumahnya emang kecil, tapi aku merasa nyaman tinggal disini. kalian duduk dulu ya, Baby Zayn tidur, aku mau menidurkannya dulu dikamar" tutur Rayyan


Tak lama dia kembali sambil membawa air minum seadanya. lalu memberikannya pada Hyun bin dan Ryeon


"Emang Youri mau diajak tinggal disini,Hyung?" celetuk Ryeon tiba-tiba


Rayyan lalu duduk dan menatap kedua pria itu kemudian dia berkata.


"Youri tidak tinggal disini, aku dan dia tidak pernah menikah. aku disini tinggal sama bapak angkatku namanya Pak Marwa, dia baru pulang dari rumah sakit karena sudah dioperasi,sekarang dia masih istirahat dikamarnya" Rayyan menjelaskan

__ADS_1


Kalimat Rayyan mengundang rasa penasaran dibenak Hyun bin dan Ryeon. bagaimana bisa bayi mereka tinggal sama Rayyan sedangkan ibunya tinggal ditempat yang berbeda?.Rayyan lalu menjelaskan kalau Youri itu sudah meninggal dunia beberapa hari setelah melahirkan Baby Zayn.tentu saja itu membuat Hyun bin dan Ryeon tercengan kaget dan tak menyangka Youri akan meninggalkan dunia ini secepat itu.


Setelah ngobrol cukup lama Rayyan lalu memperkenalkan Ryeon dan Hyun bin pada Pak Marwa. dan malam ini mereka akan menginap dirumah Rayyan. karena kamarnya cuma dua jadi terpaksa mereka harus tidur bersama. karena Ryeon ingin tidur dengan Rayyan jadi Hyun bin yang lebih tua dari kedua pria itu akhirnya mengalah dan dia mau tidur sama Pak Marwa.


Seperti biasa subuh-subuh Rayyan sudah bangun karena akan mengerjakan shalat subuh. tapi saat dia bangun dia melihat Ryeon dan Baby Zayn masih terlelap tidur dengan posisi acak karena Baby Zayn tidurnya muter semua area tempat tidur dijelajahinya. kaki dan tangan Zayn terlihat terentang hingga mengenai wajah Ryeon.Rayyan hanya tersenyun melihat bayinya yang lucu tertidur dengan posisi seperti itu.Setelah shalat subuh dilanjutkan dengan beres-beres rumah hingga matahari mulai terbit diupuk timur.


Dan saat semua masih tertidur pulas dan pekerjaan rumahnya sudah beres lalu Rayyan pergi belanja untuk sarapan mereka semua.Sementara Ryeon masih tertidur hingga dia mulai terjaga dari tidurnya karena mendengar suara tangisan bayi. dia lalu membuka matanya sambil menguap karena masih ngantuk.


"Hyuuuung, bayi lo udah bangun tuh!" lirih Ryeon masih setengah sadar


Tapi tak ada sahutan dari Rayyan.karena masih ngantuk Ryeon malah tidur lagi sambil membelakangi Baby Zayn.Zayn yang merasa terus diacuhkan malah meninggikan suara tangisannya hingga memekikkan telinga Ryeon.akhirnya Ryeon bangun lalu menggendong Baby Zayn.bukannya diam Baby Zayn malah menangis menjadi-jadi dan terus berusaha melepaskan diri dari gendongan Ryeon.


Seperti belut yang amat licin Zayn terlepas dari gendongan Ryeon kemudian dia mencoba menggendong lagi tapi Zayn yang mulai kesal malah menggigit tangan Ryeon dengan kedua gigi atasnya yang baru tumbuh dua buah.


"Aaaaawww,,,kamu galak amat sih! Zayn" Ryeon meringis kesakitan


Bayi itu lalu merangkak keluar kamar mencari ayahnya. merasa bertanggung jawab pada Baby Zayn, Ryeon lalu mengikutinya sambil terus membujuk dia agar mau digendong sama Ryeon, tapi apa? Baby Zayn malah melemparinya dengan barang-barang yang bisa dijangkaunya.


Seperti sedang bertempur dimedan perang itulah yang terjadi antara Ryeon dan Baby Zayn.Zayn terus melempari Ryeon dengan barang-barang yang diraihnya sementara Ryeon terus menghindar dan mengikuti Zayn yang terus merangkak sampai dapur



"Zayn, sayaaang,, sini dong, jangan kabur terus, paman punya mainan nih! buat kamu, sini ya, sayang" bujuk Ryeon


Tak mempan dengan Rayuan gombal Ryeon, Baby Zayn malah terus menangis.sementara diluar rumah,Rayyan baru pulang dengan menjinjing dua kantong plastik besar.saat membuka pintu betapa kagetnya dia. rumahnya seperti kapal pecah padahal belum lama dia meninggalkan rumah dalam keadaan bersih dan rapi tapi sekarang semuanya berantakan lagi.


Dengan kesal dia lalu masuk kerumah dan melihat semuanya berantakan. tak ada tempat untuk bisa menginjakan kaki karena semua dipenuhi barang-barang yang berserakan. tiba-tiba dia medengar tangisan Baby Zayn dari arah dapur. Rayyan lalu segera pergi kesana.rupanya Hyun bin yang baru bangun tidur juga mendengar tangisan Baby Zayn. dia lalu keluar dari kamarnya.


Betapa kagetnya dia, melihat rumah dalam keadaan berantakan seperti kapal pecah. dia lalu pergi kedapur.


"Ada apa Ryeon?" tanya Hyun bin


"Ini Baby Zayn ngga mau berhenti nangis" jawab Ryeon


Hyun bin lalu menggendong Baby Zayn dan menenangkannya. tak lama Baby Zayn lalu diam.


"Kak Hyun bin, Ryeon ada apa ini, Ko rumah berantakan?" tanya Rayyan yang baru datang



"Ini nih! Baby Zayn,kayanya dia punya dendam kesumat sama gue, dari tadi gue coba gendong coba tenangin dia yang terus nangis tapi dia malah ngajak gue perang. eh! pas kak Hyun bin gendong dia, Zayn langsung diem" jawab Ryeon agak dongkol juga dengan kelakuan bayi itu


Rayyan hanya membuang nafas kasar sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.


__ADS_1


Next,,,


__ADS_2