
Sesampainya dirumah, Ayiswa terus masuk kedalam rumah dengan terburu-buru tanpa menyapa dan memberi salam pada bi Idah yang sedang menyapu lantai didepan rumah.Melihat tingkah Ayiswa yang tak biasa, bi Idah lalu mengikuti Ayiswa kedalam rumah karena dia penasaran pada Ayiswa yang tidak seperti biasanya seperti itu. Sementara Byun soo dan Ryeon asyik bercanda dengan mang Udin dan anak-anak panti. Namun tiba-tiba mereka dikagetkan oleh suara pukulan meja yang amat keras.
BrRaAkkK,,,!!
Semua mata langsung mengarah pada sumber suara, mereka melihat Ayiswa berkacak pinggang dengan tatapan tajamnya yang penuh dengan kemurkaan. Byun soo dan Ryeon yang melihat singa betina itu sedang murka langsung menciut.
"Ayiswa kamu ini kenapa sih? Tak biasanya seperti ini, datang-datang langsung ngagetin" tanya mang Udin heran.
"Aku gak ada urusan sama mang Udin, urusanku hanya dengan mereka berdua, si pembuat masalah yang minta dihajar sama aku" kata Ayiswa garang.
Mang udin langsung melongo kaget melihat Ayiswa yang tak biasa seperti itu, sementara Ryeon dan Byun soo yang lagi duduk disofa,perlahan dengan pasti mulai merayap kebelakang sofa untuk berlindung dengan wajah yang cengengesan minta damai sama Ayiswa, karena mereka tahu Ayiswa pasti sangat marah atas ulah mereka berdua yang sudah menghabiskan uangnya.
"Heh!! Kalian berdua jangan coba-coba kabur ya, karena aku tak akan biarkan kalian lepas dari genggamanku" ancam Ayiswa dengan nada suara meninggi.
Byun soo dan Ryeon lalu melipat jari jempol, kelingking dan jari manisnya sambil mengangkat kedua tangannya setinggi telinga untuk minta damai sama Ayiswa, tapi Ayiswa terus mendekati mereka dengan perlahan sambil memegangi potongan kayu yang tadi dipungutnya dipinggir jalan. Kemudian dia menghajar Byun soo dan Ryeon dengan membabi buta, sontak mereka menghindar dengan berlari kesegala arah.
Ayiswa yang masih kesal terus mengejar mereka kemana pun mereka berlari, sedangkan mang Udin dan anak-anak panti hanya menonton mereka yang lagi kejar-kejaran sambil minta ampun pada Ayiswa, persis seperti Ton and Jerry. Hingga akhirnya Byun soo dan Ryeon terpojokkan disudut dinding oleh Ayiswa.
"Mau lari kemana lagi kalian hah?!" tanya Ayiswa galak.
"Ampun, Ayiswa, ampun !! Kami janji tidak akan seperti itu lagi" serempak Byun soo dan Ryeon berkata sambil jongkok dan memegangi kedua telinga mereka karena ketakutan.
Tapi Ayiswa tak menggubris mereka dia malah terus menghajar mereka dengan balok kayu yang dipeganginya meski mereka terus meminta ampun. Tak lama Umi datang dan menghentikan itu semua. Awalnya Ayiswa tak mendengarkan ucapan Umi, dia terus memukuli Byun soo dan Ryeon hingga akhirnya Umi menarik tubuh mungil Ayiswa dari belakang hingga dia beringsut mundur.
"Ayiswa udah, hentikan!! Kasihan mereka kesakitan lagian mereka sudah minta ampun kenapa kamu masih mukulin mereka? Kalau kalian ada masalah jangan selesaikan dengan cara seperti ini, coba ngobrol secara baik-baik" kata Umi dengan suara agak tinggi.
Akhirnya Ayiswa berhenti karena takut pada Uminya yang mulai marah sebab Ayiswa tak mau mendengarkan ucapannya. Dalam keadaan kecewa dan kesal Ayiswa lalu melemparkan balok kayu yang dipegangnya kesembarangan arah lalu dia duduk dilantai sambil menggerakan-gerakan kakinya seperti anak kecil yang merengek karena tidak dituruti kemauannya.
__ADS_1
"Aarrgghh,,,!! Aku kesel sama mereka Umi"
"Kesal kenapa?" tanya Umi penasaran.
"Mereka udah menghabiskan semua uang gajiku, hasil kerjaku selama sebulan ini habis oleh mereka hanya untuk membeli alat-alat make up yang gak ada gunanya sama sekali,,," jawab Ayiswa yang kalimatnya tiba-tiba dipotong oleh Byun soo.
"Itu semua berguna bagi kami, karena kami butuh perawatan supaya kami tetap terlihat sempurna dimata fans kami sebab kamikan seorang artis yang banyak fansnya" kata Byun soo dengan wajah tanpa dosa.
"Artis,,,artis,,, artis apaan kaya gitu? Kalau artis beneran itu gak akan kere kaya kalian" Ayiswa nyolot.
"Ya gak usah marah-marah gitu dong, kalau aku bisa pulang juga nanti uang kamu kita gantiin ko"
"Kapan pulangnya? Aku butuh uangnya sekarang juga karena uang itu untuk biaya hidupku dan anak-anak panti tapi kalian dengan mudahnya dan seenaknya aja main habis dalam waktu singkat hanya untuk hal yang gak berguna, gimana aku gak kesel coba? Nanti aku berangkat kerjanya lagi pake apa ongkosnya? Semua uangku habis oleh kalian"
"Ayiswa, kamu jangan marah-marah gitu,harusnya kami berterimakasi pada kita karena udah bantu kamu menyumbangkan sebagian uang kamu ke anak-anak jalanan dan para pemulung dengan cara kami membeli Ayam bakar dan nasinya lalu kami bagi-bagi pada mereka" kata Ryeon polos.
"Nyumbang sih nyumbang tapi jangan kaya gini juga caranya. So, so pake borong ayam bakar padahal gak punya uang, kenapa gak sekalian aja borong sama gerobaknya" tantang Ayiswa
karena terlalu kesal.
Ryeon lalu tersenyum sambil berkata dengan polos dan sambil bertepuk tangan "Ih! Ayiswa hebat bisa nebak apa yang ada dipikiranku,tadinya aku berencana untuk memborong gerobaknya juga soalnya kasihan si ibu penjualnya udah tua, harusnya dia udah pensiun dari dagangnya tapi setelah aku pikir-pikir lagi buat apa juga gerobaknya diborong, aku dan hyeong gak ada rencana buat jualan ayam bakar"
Mendengar ucapan Ryeon, Ayiswa jadi makin gereget sama mereka, dia lalu mengadu soal ini pada Umi dengan wajah hampir menangis saking gak kuatnya nahan kekesalan dia pada Ryeon dan Byun soo.
"Tuh! Umi denger gak? Dengan polosnya bang Ryeon berkata seperti itu, tanpa berpikir apakah aku ini punya uang sebanyak itu untuk membayari mereka atau tidak, mereka pikir aku kerja dimana? Hingga dapat gaji sebanyak itu"
Umi lalu tersenyum melihat derita Ayiswa atas ulah si pria cantik itu kemudian Umi berkata.
__ADS_1
"Udah, kamu jangan marah-marah atau kesal lagi, yang udah ya udah aja, nanti biar Umi kasih uang saku buat kamu biar kamu bisa berangkat kerja lagi"
"Maafin aku Umi, gara-gara mereka aku jadi ngerepitin Umi" ucap sesal Ayiswa.
Umi hanya tersenyum sambil mengangguk. Setelah itu Ayiswa bangun lalu dia pergi kekamarnya sambil terus manyun.
*****
Malam hari kemudian, seperti biasa mereka semua berkumpul untuk makan malam bersama dimeja panjang yang bisa menampung semua penghuni panti. Awalnya semua berjalan biasa saja hingga akhirnya Ryeon dan Byun soo mulai beradu mulut karena rebutan makanan seperti anak kecil.
"Ryeon, gue kan masih kurang gemuk jadi itu makanan yang lo pegang buat gue karena gue harus banyak makan, makanan yang bergizi jadi kasih makanan lo ke gue" pinta Byun soo.
"Tapi kan hyun, gue juga masih dalam masa pertumbuhan jadi gue juga harus banyak makan" kata Ryeon yang tak mau membagi makanannya pada Byun soo.
"Masa pertumbuhan pala lo, lo tuh udah tinggi malah lebih tinggi dari gue emangnya lo mau setinggi apa lagi? Mau setinggi gedung? Cepetan sini kasih kegua" bentak Byun soo sambil melototi Ryeon.
Ryeon langsung menciut ketika dipelototin sama Byun soo, sambil manyun lalu dia berkata "Gue juga kan masih lapar, gue suka makanan ini, gue juga mau makanan ini"
"Kasih ke gue gak, kasih ke gue gak, kalau gak nanti lo tidurnya sendirian karena gue gak mau tidur sama lo" ancam Byun soo.
"Ish! Hyung jangan kaya gitu dong, gue kan takut kalau harus tidur sendiran ditempat baru kaya gini, nanti malam lo tidur sama gue ya, jangan tinggalin gue ya please,, " Ryeon memohon pada Byun soo.
"Makannya cepetan kasih makanan lo ke gue" kata Byun soo masih melototin Ryeon.
Lalu dengan ragu dan terpaksa akhirnya Ryeon memberikan makanan kesukaannya pada Byun soo. Dengan perasaan puas dan senang Byun soo langsung melahap makanannya didepan Ryeon. Ryeon yang hanya bisa melihat Byun soo menghabiskan makanannya hingga gigitan terakhir cuma bisa menelan ludah karena dia harus membagi makanannya pada Byun soo.
Next,,,,,
__ADS_1