PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Tes DNA


__ADS_3

Seperti biasa,rutinitas pagi dirumah yang dihuni oleh empat laki-laki beda generasi itu masih tetap sama. Rayyan yang sudah bangun sebelum shalat subuh untuk shalat dan beresin rumah, Pak Marwa yang jagain Baby Zayn karena dia sudah bangun dan sudah mandi. sementara Ryeon baru bangun dari tidurnya.


Dengan rambut masih acak-acakan bekas tidur semalam sambil bawa handuk dia lalu menyapa Rayyan yang sedang sibuk nyiapin sarapan pagi.


"Pagi, Hyung, masak apa lo pagi ini ? Baunya sedap bener, nyobain dong gue" kata Ryeon


"Mandi dulu sana, baru boleh makan" ucap Rayyan tanpa melihat Ryeon karena dia fokus nyiapin sarapan.


"Iya ini juga mau mandi, tapi gue nyobain ya, satu aja" kata Ryeon sambil mencomot makanan yang sudah dibuat Rayyan lalu dia pergi kekamar mandi yang dekat dapur.


"Jorok lo, baru bangun tidur juga udah pasang makan aja"


"Bodo amet, mulut-mulut gue" sahut Ryeon


Dia lalu mandi. Sementara Pak Marwa lagi nyuapin Baby Zayn sambil mengajaknya main tapi tiba-tiba bayi itu merangkak keluar rumah setelah dikasih minum. Pak Marwa kemudian mengambil mangkuk makanannya yang disimpan dimeja,diruang tamu.


"Ih! Kamu mau makannya diluar ya, Zayn? Bentar ya, Kakek ambil makanan kamu dulu" ucap Pak Marwa pada Baby Zayn.


Tapi bayi itu tak menghiraukan Pak Marwa, dia yang terlalu asyik dengan dunianya sendiri terus merangkak keluar dengan rasa penasarannya yang amat tinggi. Setelah diluar Baby Zayn duduk.Ketika dia menemukan bola mainannya yang ada diluar rumah, tangan mungilnya memegangi bola itu,dengan mulut yang terbuka lebar dia hendak memasukan bola itu kedalam mulutnya yang kecil.


Belum sempat dia memasukan bola kedalam mulutnya tiba-tiba ada seseorang yang berjaket hoddie, pake topi, masker dan kaca mata menggendong Baby Zayn lalu seseorang itu membawa pergi Baby Zayn.Bola yang dipegangnya terlepas dari genggaman bayi itu dan menggelinding kehalaman rumah.


Pak Marwa yang baru menyusul keluar melihat Baby Zayn dibawa pergi. Dia lalu berteriak.


"Hey,,,!! Kamu siapa jangan bawa cucu saya"


Seseorang itu melirik kearah Pak Marwa yang berteriak padanya lalu dia segera mengambil langkah seribu. Pak Marwa lalu masuk kedalam rumah dan memberi tahu Rayyan dan Ryeon kalau Baby Zayn diculik sebab dia tak mungkin bisa mengejar sipenculik itu karena faktor usianya yang sudah tak muda lagi.


"Rayyan!! Ryeon!! Baby Zayn diculik,buruan kejar penculik itu" teriak panik Pak Marwa sambil berlari kedapur mencari Rayyan dan Ryeon


"Ada apa pak, teriak-teriak?" tanya Rayyan yang tadi kurang jelas mendengar teriakan Pak Marwa


"Baby Zayn diculik, Rayyan. Capat kejar penculiknya" jawab Pak Marwa panik


Seketika Rayyan lalu membelalakan kedua matanya karena kaget. Kemudian tanpa pikir panjang lagi dia segera berlari keluar untuk mengejar penculiknya. Tanpa sengaja Ryeon yang waktu itu masih keramas mendengar pembicaraan Pak Marwa dengan Rayyan,didalam kamar mandi, karena kamar mandi dan dapur bersebelahan.


"Apa!! Baby Zayn diculik?" batin Ryeon kaget dan penasaran.

__ADS_1


Akhirnya dia memakai pakaian seadanya yang tergantung dikamar mandi tanpa sempat membilas rambutnya yang masih berbusa.Dia lalu keluar dan langsung lari mengejar mereka dengan memakai kaos, celana kolor selutut, rambut yang masih berbusa dan tanpa alas kaki.


Menyadari dirinya dikejar oleh Rayyan dan Pak Marwa, penculik itu lalu mempercepat laju larinya.Pak Marwa yang sudah tak kuat mengejar pencuri itu lalu berhenti. Dengan nafas yang ngos-ngosan dia membungkukan setengah badannya sambil mengatur nafasnya agar kembali normal hingga Ryeon bisa mengejar Pak Marwa.


"Pak, penculiknya lari kemana?" tanya Ryeon


"Kesana, kamu bantu Rayyan kejar penculiknya bapak udah ngga kuat ngejar mereka" jawab Pak Marwa sambil menunjuk kearah penculik itu lari,masih dengan nafas yang ngos-ngosan.


Ryeon lalu segera berlari menyusul Rayyan dan penculik itu. Tak berapa lama dia bisa menyusul Rayyan dan penculik itu. ketika sudah dekat Ryeon menarik jaket sipenculik dari belakang hingga dia beringsut mundur. Ryeon segera menggaet leher sipenculik dan menguncinya dengan kuat.Rayyan lalu segera mengambil Baby Zayn dari sipenculik itu.


"Brengsek lo! Mau curi bayi hyung gue" kata Ryeon geram


"Hyung, enaknya sipenculik ini kita apain ya? Apa kita laporin aja kepolisi" saran Ryeon


"Boleh juga, tapi gue penasaran siapa sih! Orang ini. Coba buka topi, masker dan kacamatanya" titah Rayyan


"Eh! Jangan! Jangan! Jangan bawa saya kepolisi" kata penculik sambil memohon.


Ryeon lalu membuka topi, masker dan kacamatanya. Saat tabir penutup wajahnya terbuka seketika Rayyan dan Ryeon mengerutkan dahinya. Orang itu terlihat seperti bukan asli orang Indonesia tapi kenapa dia begitu paseh berbahasa Indonesia.


Rayyan lalu menggelengkan kepalanya pertanda dia tak mengenali sosok pria itu. Rayyan dan Ryeon mulai mengintrogasi pria itu sebelum menindak lanjutinya, dengan berbagai pertanyaan yang dijejali padanya.


"Siapa lo? Kenapa lo mau culik bayi gue? Tujuan lo culik bayi gue untuk apa? Lo mau berbuat jahat ya, sama bayi gue? Lo bukan orang Indonesia ya? Tapi ko paseh banget bahasa Indonesianya" desak Rayyan dengan berbagai macam pertanyaannya.


"Byun soo, saya bingung harus menjawab pertanyaanmu yang mana dulu" penculik itu kebingungan.


"Ko lo bisa tahu nama gue? Apa lo mengenal gue?" tanya Rayyan makin kebingungan.


"Kita memang tidak pernah berkenalan secara langsung tapi kita pernah berpapasan beberapa kali" jawab penculik itu.


"Siapa sebenarnya lo?" tanya Rayyan makin penasaran.


Sebelum penculik itu menjawab pertanyaan Rayyan, pak Marwa baru datang dengan nafasnya yang ngos-ngosan lagi karena dia berlari lagi.


"Apa penculiknya sudah ketangkap?" tanya pak Marwa sambil membungkukkan badannya karena lelah dan sambil menyentuh bahu Rayyan dari belakang.


Sontak pandangan ketika pria muda itu terarah pada pak Marwa.

__ADS_1


"Ini penculiknya" tunjuk Ryeon Sambil melintir tangan sipenculik kebelakang tubuhnya.


Setelah itu mereka kembali ketopik utama yang sedang mengintrogasi sipenculik.


"Lo belum jawab pertanyan gue.Siapa lo?" tanya Rayyan sekali lagi


"Saya akan menjawab pertanyaanmu tapi kalian janji dulu, kalian jangan bawa saya kepolisi karena sedikit pun saya tak punya niat jahat sama kalian semua" kata penculik itu seraya memohon ampun.


"Eh! Kalau lo gak punya niat jahat lo ngga akan nyulik bayinya hyung gue" kata Ryeon sambil melintir tangan sipenculik makin kuat hingga dia meringis kesakitan.


"Auh,,!! Sumpah, saya tidak punya jahat sedikit pun, saya punya alasan untuk itu"


"Apa alasan lo?" tanya Rayyan dengan tatapan tajam


"Saya hanya ingin menebus kesalahan saya pada Youri dan bayinya, saya ingin merawat dan membesarkan bayi kami" tutur sipenculik itu.


Ryeon dan pak Marwa tak percaya dengan apa yang didengarnya.Apa lagi Rayyan,dia amat tak percaya dengan pernyatan yang membuatnya amat kaget, terpukul dan amat terluka. Bagaimana bisa bayi yang selama ini dia besarkan, sudah mempunyai ikatan batin yang amat kuat dengannya kini tiba-tiba ada seseoarang yang mengaku sebagai ayahnya?.


"Kamu jangan berbohong, saya tahu ini cuma akal-akalanmu saya agar bisa membawa bayi saya pergi iyakan?" bentak Rayyan tak percaya


"Saya berani bersumpah kalau bayi yang kamu gendong itu adalah darah dagingku.Bahkan untuk membuktikannya agar kamu percaya saya berani melakukan tes DNA" tantang sipenculik sambil meyakinkan Rayyan kalau pernyatannya itu benar.


Rayyan yang saat itu ragu lalu menatap pak Marwa dan Ryeon untuk meminta dukungan dan saran, Apa yang harus dilakukannya menghadapi situasi ini?.Ryeon yang bisa menangkap ada keraguan diwajah Rayyan lalu memberinya saran.


"Hyung, Apa pun yang terjadi, lo juga berhak mengetahui fakta yang sebenarnya seperti apa? Gue rasa bukan hal buruk jika kita ingin mengungkapkan kebenaran dengan melakukan tes DNA biar kita semua yakin"


Sebenarnya Rayyan ragu untuk melakuakan tes DNA karena dia tidak mau mempermasalahkan soal ini lagi tapi tak bisa dipungkiri kalau hatinya juga penasaran dengan fakta yang sampai detik ini masih terlihat samar dan semu Akhirnya Rayyan menyetujui untuk melakuakn tes DNA.


"Siapa namamu?" tanya Rayyan


"Panggil saja aku Jong ki" jawab sipenculik


"Oke, Jong ki, saya setuju untuk melakukan tes DNA antara kamu, saya dan bayi saya. Kalau begitu, ayo! sekarang juga pergi kerumah sakit untuk melakukan tes DNA" ajak Rayyan


Jong ki pun mengangguk. Ternyata Ryeon dan pak Marwa pun ingin ikut kerumah sakit karena mereka juga penasaran dengan hasil tes DNAnya.Tapi karena Ryeon belum selesai mandi,rambutnya pun masih berbusa akhirnya dia minta pulang dulu untuk menyelesaikan mandinya setelah itu barulah mereka pergi kerumah sakit untuk melakukan tes DNA.


Next,,,

__ADS_1


__ADS_2