PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Namaku Ayiswa nahla


__ADS_3

"Ngapain juga aku lama-lama disini,toh aku juga gak kenal sama mereka" batin Ayiswa lalu melengos pergi tanpa sepatah kata pun.


"Hyeong dia pergi tuh" ucap Ryeon.


"Bodo amet lah dia kan galak banget jadi ngapain ngurusin dia" Byun soo cuek.


"Tapi hyeong, cuma dia yang kita tahu, dan cuma dia yang gak kenal siapa kita, kayanya dia tidak akan fanatik deh sama kita. Gimana kalau kita minta tolong sama dia" saran Ryeon.


"Emang dia bakalan mau nolongin kita?" tanya Byun soo ragu.


"Kita coba aja siapa tahu dia mau nolongin kita"


"Okelah, ayo kita ikutin dia"


Mereka lalu mengikuti Ayiswa yang ternyata dia pergi ketempat kerjanya dipasar. Sesampainya ditoko pakaian, dia langsung mencari Upik disekitar toko namun Upik tak ditemukan padahal tokonya sudah buka. Kemudian Ayiswa memanggil Upik.


"Upiiiikk,,, Upiiikk,,, Upiiikk,,,cepet tunjukin batang idung kamu, aku tahu kami pasti lagi sembunyikan?"


Meski Ayiswa terus memanggil-manggil namanya tetap saja Upik yang merasa bersalah tak berani menampakan dirinya, dia yang mendengar teriakan Ayiswa hanya terdiam sambil terus bersembunyi dibalik hanger baju yang tergantung, hingga akhirnya Ayiswa melihat ada sepasang kaki dibawah gantungan hanger baju yang menutupi tubuhnya sampai tumit kaki. Ayiswa lalu manggut-manggut sambil menyeringai.


"Pasti itu kakinya si Upik" batin Ayiswa.


"Heh! Upik, gak usah bersembunyi deh, aku tahu kamu sembunyi disana, ayo cepat keluar" hardik Ayiswa.


Tapi Upik tak mau keluar dari persembunyiannya karena dia tahu Ayiswa pasti akan ngomelin dia habis-habisan. Lalu Ayiswa menarik tangan Upik dari persembunyiannya karena dia tetap tidak mau keluar.


"Ngapain kamu ngumpet disana?" tanya Ayiswa dengan tatapan sinis.


"Hehehe,,, tadi ada kecoa jadi kecoanya mau aku tangkap dan dia lari kesini" Upik ngeles sambil cengengesan.


"Gak usah ngeles, aku tahu kamu lagi ngehindarin aku kan? Karena kamu punya salah sama aku?" tanya Ayiswa kesal.


Upik hanya cengengesan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Coba jelaskan sama aku kenapa para rentenir itu bisa ngejar-ngejar aku, padahal kamu tahu sendiri aku gak pernah minjam uang pada rentenir karena itu termasuk riba dan itu sangat dilarang oleh Allah sebab riba hanya akan menyengsarakan pelakunya saja dan dalam islam diharamkan memperjual belikan uang atau membungakan uang" kata Ayiswa tanpa jeda.


"Iya aku paham Ayiswa, tapi ini kebutuhan yang sangat mendesak karena namaku sudah diblacklist jadi aku gak bisa pinjam uang atas namaku sendiri terpaksa deh aku pinjam namamu"


"Bagaimana bisa kamu pinjam namaku?"


"Ya itu gampang aja aku tinggal kasih KTP kamu semua beres"


"Bagaimana kamu bisa dapatkan KTP aku? kamu maling ya?" tuduh Ayiswa.


Upik lalu tersenyum karena dia memang merasa mencuri KTP Ayiswa.


"Kamu gunain buat apa sih uang sebanyak itu?" tanya Ayiswa penasaran karena jumlah nominal uang yang dipinjam Upik itu puluhan juta.

__ADS_1


Kemudian dengan wajah tanpa dosa Upik menjawab "Aku gunain uang itu buat beli tiket konsernya Super sun"


"Apa! Uang sebanyak itu cuma buat beli tiket konser orang-orang tidak berguna itu? mahal banget sih tiketnya,mereka memang benar-benar maruk" Ayiswa melongo heran.


"Ya gak semuanya juga Ayis, harga tiket satu orangnya 3 juta, sisa uangnya aku beli album terbaru mereka, aku juga beli handphone baru dan kuotanya yang banyak biar nanti kalau aku nonton mereka gak loading melulu" kata Upik sambil tersenyum karena membayangkan kedelapan wajah tampan grup boyband Super sun.


Mendengar penjelasan Upik membuat Ayiswa jadi gereget kesal karena cuma buat hal gak penting aja Upik bela-belain minjam uang kerentenir dengan nominal yang cukup banyak. Padahal buat sehari-harinya saja Upik sering minjam kesana kemari karena gaya hidupnyanya yang so kaya padahal aslinya dia orang gak punya bahkan rumah pun dia ngontrak karena Upik adalah seorang gadis berusia 20 tahun yang sedang mengadu nasibnya dikota besar.


"Pokoknya aku gak mau tahu, kamu harus cepat lunasin hutang kamu karena aku gak mau umi tahu aku dikejar-kejar rentenir nanti umi akan marah sama aku kalau tahu tentang ini semua"


"Iya, iya, bawel amet sih"


Setelah itu mereka mulai melayani pembeli yang mulai berdatangan. Sementara Byun soo dan Ryeon terus mengawasi Ayiswa dari jauh. Mereka tak berani mendekati Ayiswa karena takut memancing keributan itu akan sangat merepotkan mereka apa lagi kalau ditempat ini ada Ss lovers.


Sore hari kemudian, Ayiswa dan Upik menutup toko karena ini sudah waktunya mereka pulang. Sebelum Ayiswa dan Upik berpisah karena arah pulang mereka berbeda Ayiswa mengancam Upik.


"Upik, kamu harus buruan lunasi hutangmu kalau tidak aku akan ambil barang-barang berharga di kontrakanmu" ancam Ayiswa.


"Ambil aja, orang dikontrakan aku gak ada apa-apa" Upik nantangin Ayiswa.


"Ada ko, aku akan mengambil handphone kamu biar kamu gak bisa nonton si,,, apa sih namanya itu grup idol kamu itu aku lupa?" Ayiswa mencoba mengingat-ingat.


"Eh! Jangan gitu dong, aku gak akan bisa tidur kalau belum lihat mereka"


"Bodo amet, aku gak mau tahu pokonya kamu harus cepet lunasi hitang kamu kalau gak lihat aja nanti" ancam Ayiswa lagi.


"Hey! Kalian siapa? Kalian mau menculikku ya" tanya Ayiswa ketakutan saat melihat dua pria yang lebih tinggi darinya dengan berpakaian serba hitam, menggunakan masker, topi dan kaca mata hitam.


Byun soo dan Ryeon lalu membuka masker dan kaca matanya, Ayiswa yang masih mengingat wajah mereka lalu berkata.


"Kalian lagi, mau ngapain lagi sih?" tanya Ayiswa.


Ryeon dan Byun soo lalu bersujud dikaki Ayiswa sambil memohon dengan sungguh-sungguh seketika Ayiswa yang kaget lalu beringsut mundur.


"Kami mohon tolonglah kami, cuma kamu yang kami kenal" serempak Byun soo dan Ryeon berkata.


"Kenal dari mana? Kita baru tadi pagi ketemu lagian aku gak tahu siapa nama kalian" sangkal Ayiswa.


Byun soo dan Ryeon lalu berdiri kemudian Byun soo menyodorkan tangannya duluan pada Ayiswa sambil memperkenalkan dirinya.


"Ya udah kita kenalan aja dulu, kenalin namaku Park Byun soo"


"Kalau aku Kim Ryeon, kami dari korea selatan, kami ketinggalan pesawat dan tak bisa pulang karena surat-surat, dompet dan handphone kami sudah dibawa oleh kru dan sekarang kami tersesat, kami tidak tahu harus berbuat apa?"


"Jadi kamu mohon, tolonglah kami, kami tidak tahu harus minta tolong sama siapa lagi" Byun soo memohon dengan sungguh-sungguh.


"Apa yang bisa kubantu untuk kalian?" tanya Ayiswa.

__ADS_1


Krucuk,,,


Krucuk,,,


Tiba-tiba terdengar suara perut keroncongan Ayiswa lalu bertanya.


"Sepertinya itu suara perut kelaparan, suara perut siapa itu?"


Ryeon tersipu malu sambil memegangi perutnya yang keroncongan karena lapar kemudian dia berkata dengan wajah sedih.


"Itu suara perutku, aku lapar kami tidak punya uang buat beli makanan"


Byun soo lalu menatap Ryeon dengan sedih tak lama setelah itu Byun soo juga mulai merasakan kelaparan karena semenjak dari bandara itu mereka tak pernah makan atau pun minum.


Ayiswa menghela nafas kemudian berkata "Ya udah, aku tlaktir kalian makan. Tuh! Disana ada tukang mie ayam, kita makan mie ayam ya, maaf aku gak bisa tlaktir kalian yang mahal-mahal karena aku juga gak punya banyak uang"


"Iya,,,iya,,, ayo, kami setuju, gak apa-apa makan mie ayam juga yang penting kita makan" serempak Byun soo dan Ryeon berkata dengan mata yang berbinar-binar karena bahagia akhirnya ada seseorang yang memberi mereka makan juga.


Kemudian mereka bertiga pergi kepenjual mie ayam itu, Ayiswa lalu memesan tiga mangkuk mie ayam, sementara Byun soo dan Ryeon langsung duduk.


"Mang, mie ayam buatku sausnya sedang aja, kalian berdua gimana mau pake saus gak"


"Aku yang pedas ya" kata Ryeon.


"Kalau aku gak pake saus" kata Byun soo.


"Makan mie ayam tanpa saus kurang mantap kali" ucap Ayiswa.


"Aku anti sama makanan pedas" jawab Byun soo.


Ayiswa lalu mengangguk setelah itu dia duduk berhadapan dengan Ryeon dan Byun soo. Tak lama penjual mie ayam itu menyajikan mie ayamnya pada mereka bertiga. Ayiswa lalu memakan mie ayamnya dengan pelan-pelan sambil membuka sedikit cadarnya. Setiap kali Ayiswa membuka cadarnya Byun soo dan Ryeon selalu memiringkan kepalanya karena penasaran ingin melihat wajah Ayiswa, tapi meski begitu tetap saja mereka tidak bisa melihat wajah Ayiswa.


"Kalian kenapa sih, setiap kali aku hendak makan selalu memiringkan kepala kalian?" tanya Ayiswa penasaran.


"Aku penasaran aja, kita kan lagi makan tapi kamu tetap pake penutup wajahmu itu, apa itu gak ribet?" tanya Byun soo balik.


"Memakai cadar ini hukumnya sunah dalam agamaku, ini tidak membuatku kesulitan dalam beraktifitas karena aku senang menggunakannya" jawab Ayiswa.


Setelah selesai makan Ayiswa mengambil dompet dari tas kemudian dia mengambil dua lembar uang lima puluh ribu rupiah lalu memberikannya pada Byun soo dan Ryeon.


"Ini ada sedikit uang buat ongkos kalian, aku saranin kalian hubungi polisi untuk membantu kalian" kata Ayiswa lalu membayar mie ayamnya setelah itu dia pergi.


"Gadis bercadar siapa namamu?" tanya Byun soo setengah berteriak.


Ayiswa lalu menghentikan langkahnya dan berbalik pada mereka lalu dia berkata sambil tersenyum dibalik cadarnya.


"Namaku Ayiswa nahla"

__ADS_1



__ADS_2