
πππππππππππππππ
Begitu banyak rintangan dan ujian cinta yang harus kuhadapi. berdarah-darah aku menangis meratapi takdir yang selalu tak berpihak padaku. setelah sekian banyak pengorbanan yang telah aku lakukan dapatkah takdir membawaku kembali padamu???
πππππππππππππππ
,
,
,
,
,
Rayyan,Baby Zayn dan pak Marwa lalu melanjutkan perjalanannya kepengepul rongsokan itu. sesampainya dipengepul rongsokan yang dikumpulkan pak Marwa lalu ditimbang kemudian pengepul itu membayar hasil mulung pak Marwa.Rayyan melongo saat melihat pak Marwa dibayar dengan uang yang amat sedikit.
"Pak, ko bapak dibayar sedikit tapi ngga protes, rongsokannya kan banyak"
"Ngga apa-apa segini juga pengepul itu sudah mau bayar jadi bapak bisa makan hari ini" tutur pak Marwa sambil melengos pergi yang kemudian diikuti oleh Rayyan
"Pak ko gerobaknya ngga dibawa?" tanya Rayyan
"Gerobaknya punya pengepul itu, bapak cuma minjam aja" jawab pak Marwa
"Sekarang bapak mau kemana?"
"Bapak mau cari makan dan cari tempat buat tidur malam ini"
"Kenapa ngga pulang kerumah?"
"Bapak tidak punya rumah, bapak tidur dijalanan"
"Kalau begitu bapak tinggal saja sama saya, saya tinggal cuma berdua sama Baby Zayn dan kebetulan dirumah masih ada kamar kosong jadi bapak boleh menempatinya dengan gratis"
Awalnya pak Marwa menolak karena merasa tidak enak hati tapi Rayyan terus membujuknya hingga akhirnya pak Marwa mau tinggal dirumah Rayyan. sejak saat itu pak Marwa jadi bapak angkatnya Rayyan. karena Rayyan baru dipecat dari lestoran untuk sementara dia ikut mulung sama pak Marwa untuk menghidupi keluarga barunya itu.
Pak Ustad yang tahu keadaan Rayyan sekarang seperti apa, lalu menawarinya untuk menjadi penjaga toko buah-buahan ditoko saudara pak ustad yang cukup besar. dan dia butuh pegawai karena pegawainya yang dulu pulang kampung tentu saja Rayyan menerima tawaran itu karena dia membutuhkan pekerjaan itu.
Akhirnya pak Marwa dan Rayyan bekerja ditoko itu.mereka dibawa kesebuah toko buah yang ada didepan pasar tradisional.
"Nah! Ini tokonya. kalian boleh bekerja hari ini juga" tutur pemilik toko itu
Rayyan dan pak Marwa lalu melihat-lihat toko yang ukuranya cukup luas. tapi perhatian Rayyan lebih tertuju pada pasarnya dari pada tokonya.
"Kayanya aku hapal deh! Pasar ini, kaya tempat kerjanya Ayiswa, Apa Ayiswa masih kerja ditoko pakaian itu ngga ya?" batin Rayyan
__ADS_1
Ah! Sudahlah lagi pula kalau pun dia masih bekerja ditempat itu masihkah ada harapan untuknya? Rayyan mendadak menciut dia jadi minder dengan keadannya sendiri meski tak bisa dipungkiri kalau hatinya masih mengharapkan Ayiswa.
Mereka kemudian membuka toko dan bersiap-siap untuk menjajakan dagangannya. waktu pun terus berputar, semakin siang pembeli buah-buahan segar itu semakin banyak. pak Marwa dan Rayyan kini mulai disibukan dengan banyak pembeli dihari pertamanya kerja. karena toko buah itu sudah buka cukup lama jadi sudah punya banyak langganan.
Apa lagi toko itu cukup besar dengan buah-buahan yang masih segar dan paling komplit ditempat itu jadi banyak orang-orang yang memilih belanja buah-buahan ketoko itu.
"Zayn sayang, kamu duduk disini ya, main disini dengan mainan kamu, jangan nakal ya dan jangan pergi kemana-mana, ayah mau melayani pembeli dulu" kata Rayyan pada bayi yang sudah bisa duduk dan merangkak itu
Setelah mendudukkan Baby Zayn tak jauh darinya Rayyan mulai melayani pembeli.sedangkan Baby Zayn asyik bermain dengan mainan nya.
Sore hari kemudian,
Ayiswa dan Upik baru selesai menutup toko pakaiannya dan mereka bersiap untuk pulang.saat sedang berjalan keluar dari pasar tiba-tiba handphone Ayiswa berbunyi kemudian dia segera mengangkatnya.
πAssalammualaikum Ayiswa, kamu dimana?' tanya Umi dibalik telepon
πWaalaikummusalam Umi,Aku masih dipasar mau pulang, ada apa Umi nelepon aku?
πAh! Kebetulan kamu masih dipasar, tolong beliin Umi buah-buahan ya, ada yang pesen salad buah dalam jumlah banyak nih!
πIya Umi, aku beli apa aja?
πTolong beliin, buah melon, mangga, apel, buah naga, buah kiwi, dan buah straubery. masing-masing 2 kilo aja kecuali buah melon terserah adanya ditoko aja. belinya di toko pak haji Imron ya, disana kan lengkap buah-buannya masih seger-seger lagi
πIya Umi aku beliin sekarang juga
Ditempat lain, Saat pembeli tak ada Rayyan selalu mengajak Baby Zayn bermain ditoko itu begitu pula dengan pak Marwa dia juga ikut bermain dengan Baby Zayn. tapi tiba-tiba pak Marwa mau ketoilet dia lalu minta izin pergi ketoilet sebentar sementara Rayyan yang menjaga toko sendirian sambil bermain dengan Baby Zayn.
Ayiswa datang ketoko buah itu disana dia tak melihat penjaga tokonya kemudian dia celingukan mencari penjaga tokonya.tak berapa lama dari pojok dia melihat ada seseorang tengah duduk dilantai sambil membelakanginya. tubuhnya hanya terlihat sebagian karena terhalangi oleh rak penyimpanan buah-buahan. Ayiswa lalu memanggil orang itu.
"Bang, saya mau beli buah-buahannya" ucap Ayiswa dengan setengah berteriak agar orang itu mendengar.
Rayyan lalu berdiri dan mendekati orang yang mau membeli buah-buahannya. betapa terkejutnya Rayyan ketika dia menyadari pembeli itu adalah Ayiswa begitu pula dengan Ayiswa dia sangat terkejut saat melihat Rayyan.
Ayiswa,,,?!
Bang Rayyan,,,?!
Itulah kalimat pertama yang keluar dari mulut mereka. sebenarnya Ayiswa masih belum siap bertemu dengan Rayyan tapi dia sudah terlanjur ada disana dan Umi juga menyuruhnya membeli buah-buahan ditoko itu akhirnya dengan terpakasa dia tetap membeli buah-buahan ditempat Rayyan bekerja.
Sebisa mungkin dia menahan perasaannya yang bergejolak tidak karuan dan sudah hampir mau meledak, tapi Ayiswa terus berusaha untuk tenang seolah-olah tidak terjadi apa pun antara mereka dan seolah-olah dia tidak mengenal Rayyan.
"Saya mau beli buah naga, melon,mangga,kiwi,apel dan straubery masing-masing dua kilo" ucap Ayiswa lalu dia memalingkan wajahnya karena tak sanggup melihat orang yang sudah mengkhianati cintanya itu.
"Iya Ayiswa" Bibir Rayyan begitu kelu dan kaku hingga cuma kalimat itu saja yang bisa ia ucapakan padahal begitu banyak kata yang ingin disampaikannya pada gadis yang hingga kini masih menempati dan memenuhi didalam ruang hatinya itu.
Rayyan kemudian segera menyiapkan buah-buahan yang dipesan oleh Ayiswa setelah itu barulah dia memberikan semuanya pada Ayiswa.
__ADS_1
"Berapa semuanya?" ketus Ayiswa
"Kamu ngga usah bayar ambil saja semuanya" jawab Rayyan
"Saya kesini bukan untuk minta-minta, saya kesini untuk beli buah jadi berapa semua ini?" tanya Ayiswa lagi dengan tegas
"Aku ikhlas, beneran kamu ngga usah bayar"
"Sekali lagi saya tanya berapa semua ini?" tanya Ayiswa lagi dengan tegas dan penuh penekanan pada kalimatnya itu.
"Ngga usah bayar udah bawa pulang aja" Rayyan pun kekeh pada pendiriannya
Ayiswa yang mulai kesal lalu mengeluarkan sejumlah uang dan menyimpannya dibuah-buahan yang sudah tertata rapi dirak penyimpanan buah-buahan kemudian dia pergi. Rayyan lalu mengambil uang itu dan mengejar Ayiswa.
"Ayiswa tunggu! Ayiswa tunggu!" seru Rayyan
Tapi Ayiswa tak menggubrisnya dia terus berlalu pergi hingga Rayyan berlari mengejarnya setelah dekat Rayyan lalu menarik sebelah tangan Ayiswa yang waktu itu menjinjing kantong plastik berisi buah-buahan.
"Lepaskan tangan saya! kau tidak berhak menyentuhku" bentak Ayiswa,Rayyan lalu melepaskan tangan Ayiswa
"Ayiswa, Aku minta maaf" ucap Rayyan memelas
"Sudahlah, tak perlu ada yang meminta maaf dan dimaafkan anggap saja semua itu tak pernah terjadi.saya tidak mau membahasnya lagi" kata Ayiswa sambil membuang wajahnya sebab dia tak mau melihat wajah Rayyan karena masih ada rasa marah dan kecewa atas penghianatan yang sudah Rayyan lakukan.
"Kumohon Ayiswa maafkan aku"
"Berhentilah memohon bang, aku tidak sudi melihatmu lagi, jangan pernah kau ikuti aku lagi kalau tidak aku akan semakin marah padamu" bentak Ayiswa
Rayyan lalu bergeming karena dia tak mau Ayiswa makin marah padanya. Ayiswa lalu pergi sementara Rayyan hanya bisa terpaku, mematung ditempatnya hingga dia menghilang dari pandangannya karena dia tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk bisa mendapatkan kata maaf dari Ayiswa.
Tanpa Rayyan ketahui Baby Zayn yang sudah bosan dengan mainannya sediri lalu dia merangkak pergi keluar dari toko dan terus merangkak hingga dia jauh dari toko. tak ada yang menyadari kepergiannya karena pak Marwa yang baru kembali dari toko langsung melayani pembeli.
Demikian pula dengan Rayyan setelah Ayiswa pergi dia lalu kembali ketoko dan melayani pembeli yang mulai berdatangan. Rayyan dan pak Marwa baru menyadari kalau Baby Zayn tak ada ditempatnya setelah tak ada lagi pembeli yang datang. mereka baru saja akan mengecek keadaan Baby Zayn tapi ternyata dia hilang dan tak ada diarea toko itu. pak Marwa dan Rayyan langsung panik mereka lalu mencari Baby Zayn kemana-mana.
Ditaman dekat pasar Ayiswa menghentikan langkahnya karena sudah tak kuat lagi menahan bendungan air mata yang hendak tumpah dari tadi tapi dia terus menahannya karena tak mau menangis dihadapan Rayyan. seketika butir bening itu mulai membanjiri kedua pipinya. Ayiswa lalu melepaskan jinjingan kantong plastik itu ketanah.
"Hiks,, hiks,, hiks,, bang Rayyan, kenapa aku harus ketemu lagi sama kamu? Hatiku sakit saat melihatmu lagi" batin Ayiswa sambil terisak-isak
Dia lalu membungkuk sambil memukuli dadanya dengan sebelah tangan sebagai wujud kesakitannya yang tertahan didada. kemudian dia berdiri tegap lagi sambil mendongakan wajahnya menatap langit yang terlihat cerah.sebisa mungkin dia berhenti untuk menangis karena tak mau lagi ada air mata yang dia keluarkan untuk seoarang pria yang sudah menyakiti dan mengkhianati cintanya itu.
Saat Ayiswa sedang menenangkan dirinya sambil menatap langit tiba-tiba dia merasa ada seseorang yang menarik-narik baju gamisnya dari bawah. Ayiswa lalu melirik kebawah, betapa terkejutnya dia melihat ada seoarang bayi laki-laki yang duduk ditanah disampingnya sambil menarik-narik baju gamis Ayiswa. dia lalu celingukan mencari orang tua dari bayi itu.
Tapi ditempat itu tak nampak ada orang dewasa,Ayiswa lalu menyeka air matanya kemudian dia jongkok dan menggendong bayi itu.
"Sayang, kenapa kamu sendirian disini? Mana orang tua kamu?" tanya Ayiswa pada bayi itu
Tentu saja dia yang masih bayi belum bisa menjawab pertanyaan Ayiswa. dia hanya tersenyum, n'tah apa yang ada dipikiran bayi itu? Ayiswa lalu mencari orang tua dari bayi itu dia hendak mengembalikan pada orang tuanya tapi tak ada satu pun orang yang dia temui yang mengakui bayi itu sebagai anaknya. Akhirnya Ayiswa membawa bayi itu duduk dikursi yang ada ditaman sambil terus berharap ada orang yang menghampirinya untuk mengambil kembali bayi yang ditemukanya itu.
__ADS_1
Next,,,,