
Rayyan baru saja menidurkan bayinya dikamar tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, lalu dia segera membukanya. Saat dia membuka pintu Rayyan langsung melongo heran kenapa orang agensi itu bisa ada didepan rumahnya.
"Hay! Rayyan kita ketemu lagi" sapa Tora
"Ada perlu apa kamu datang kerumahku? Bukankah urusan kita sudah selesai" tanya Rayyan
"Iya, tapi saya datang kesini mau menawarimu untuk bisa merilis album,agensi kami akan mengajukan kontrak kerja denganmu" Tora menawari Rayyan
Rayyan lalu menutup pintunya lagi sambil berkata "Maaf saya tidak tertarik"
"Eh! Eh! Tunggu dulu bentar, saya masih mau bicara" kata Tora sambil mendorong pintu agar Rayyan tak menutup pintunya
"Apa lagi?" tanya Rayyan dengan malas
"Kalau kamu bisa merilis album kamu bisa mendapatkan popularitas yang banyak karena kamu akan berduet dengan George,,, " belum selesai Tora berkata Rayyan sudah memotong pembicaraannya
"Saya tidak tertarik dengan tawaranmu" kata Rayyan sambil menutup pintunya
Tapi Tora masih belum menyerah dia mengganjal pintu dengan kakinya agar tidak bisa ditutup sambil terus mendorong pintu itu hingga terjadilah dorong mendorong pintu antara Rayyan dan Tora.
"Kamu bisa mendapatkan uang yang banyak, kamu bisa membeli apa pun sesuai keinginanmu" bujuk Tora
"Tidak, tidak, tidak, Apa kamu tidak mengerti dengan apa yang saya ucapakan, SAYA TIDAK TERTARIK dengan tawaranmu, jadi kamu jangan ganggu saya lagi,oke" tegas Rayyan dengan penuh intonasi disetiap katanya
"Rayyan, tolonglah dengarkan saya dulu jangan tutup pintu dulu" Tora memelas
Rayyan lalu membuka sedikit pintunya sambil menimbulkan kepalanya. Tora yang melihat ada sedikit cela,dia segera mendorong pintunya dengan kuat kemudian tanpa permisi dan tanpa dipersilahkan oleh yang punya rumah dia segera masuk kedalam dan duduk disofa.
"Heh! Siapa yang menyuruhmu duduk disofa?" tanya Rayyan sambil berkacak pinggang
"Ini inisiatifku sendiri habisnya kamu tak juga mempersilahkanku untuk masuk dan duduk" jawab Tora sambil merentangkan kedua tangannya diatas sofa seperti rumah ini rumahnya sendiri.
Melihat tingkah Tora, Rayyan jadi muak dan merasa terganggu. sudah dia maksa, so akrab dan serasa rumah sendiri lagi. Tingkahnya itu membuat Rayyan mencibir.
"Kamu! Benar-benar menyebalkan ya, ya udah, buruan cepet ngomong, saya beri waktu 5 menit setelah itu kamu cepat angkat kaki dari rumahku" ucap Rayyan dengan ketus
Tak mau menyia-nyiakan waktu yang diberikan oleh Rayyan, Tora segera menjelaskan maksud kedatangannya dengan sedetail-detainya.Tapi tetap Rayyan menolak tawaran Tora sebab dia sudah jenuh dengan dunia hiburan yang sudah menekan batin itu.
"Saya tidak mau terjun lagi kedunia hiburan, sekarang hidup saya jauh lebih tenang dan damai jadi jangan paksa saya untuk masuk lagi kedunia hiburan" ucap Rayyan dengan tegas dan lugas
__ADS_1
Tora yang tidak tahu siapa Rayyan dimasa lalu bisa menyimpulkan kalau Rayyan mungkin dulu pernah berkecimpung didunia hiburan tapi n'tah apa alasannya hingga dia memutuskan untuk mundur dari dunia hiburan.
"Nanti kalau misalnya saya sudah merilis album, kalau ada yang menyukai saya mungkin mereka akan meminta saya menghadiri banyak acara, jumpa fans, melakukan konser dan sebagainya, itu yang tidak bisa saya lakukan karena saya punya bayi yang mesti saya urus sendirian" kata Rayyan
"Ya nanti kan kamu bisa menyewa babysitter" saran Tora
"Saya tidak bisa percaya dengan babysitter"
Tak putus asa sampai disana atas penolakan Rayyan, Tora terus membujuknya sampai dia mengatakan kalau Rayyan tidak punya hati sebab perilisan album ini hasilnya sebagian akan didonasikan pada penderita kanker yang tak mampu.
"Ya gini aja, kamu bayangin kamu ini amat miskin tiba-tiba bayi kamu menderita kanker,,,"
"Jangan gunakan bayi saya sebagai perumpamaan,ucapan itu adalah doa" Rayyan menimpali pembicaraan Tora dengan tegas
"Iya, iya, saya minta maaf, ya udah contohnya saya ini orang miskin tiba-tiba saya kena kanker apa kamu tidak kasihan melihat saya harus berjuang hidup tapi tidak punya biaya untuk berobat" tanya Tora
Dengan wajah datarnya lalu Rayyan menjawab "Tidak, saya tidak merasa kasihan melihatmu sakit, siapa suruh kamu mau kena kanker"
Tora membulatkan matanya dengan sempurna sambil tercengang kaget.
"Astaga, Depresot gue kalau gini caranya, ko ada ya manusia kaya dia? Siapa juga yang mau kena kanker? Ini kan cuma perumpamaan doang, gue bingung nih! Gimana lagi ngebujuk dia agar dia mau berkolaborasi dialbum terbarunya George" batin Tora raut wajahnya terlihat frustasi menghadapi Rayyan
"Ya udahlah, kalau kamu tak mau tak apa, tapi ini kartu namaku kalau kamu berubah pikiran hubungi saja nomorku ini" ucap Tora
"Tidak perlu, saya tidak akan menghubungimu jadi ambil saja lagi kartunya" Kata Rayyan dengan wajah datarnya
Karena Tora takut Rayyan benar-benar tidak akan menghubunginya lagi, lalu dia bersujud dikaki Rayyan sambil menangis. sontak Rayyan jadi kaget dan tidak menyangka dia begitu niat membujuknya untuk berkolaborasi dengan George. Rayyan lalu berdecak sambil berkata dengan terpaksa.
"Ck,,, Ya udahlah, saya mau berkolaborasi dengan George tapi ada syaratnya"
Tora buru-buru bangkit sambil menyeka air matanya, dia lalu tersenyum.
"Saya janji akan penuhi syaratnya, jadi apa Syaratnya?" tanya Tora kegirangan
"Janji ya, kamu jangan mau kena kanker saya kasihan lihat kamu" jawab Rayyan sambil tersenyum
Tora lalu menepuk jidatnya kemudian dia berkata "Didunia ini pasti tak ada satu pun orang yang mau kena penyakit kanker, demikian juga dengan saya, amit-amit tujuh turunan,saya tidak sudi kena kanker"
"Hehe,,,gitu ya, bukan itu syaratnya, Saya mau bikin albumnya dan rekaman tapi saya tidak mau melakukan konser dan lain sebagainya. nantikan kalian bisa menjual album fisiknya dan hasil penjualannya bisa disumbangkan pada penderita kanker jadi saya juga sudah ikut berpartisifasikan dalam rencana kalian itu" tutur Rayyan
__ADS_1
Ya udahlah, mumpung dia bersedia melakukan kerja sama dengan agensinya apa pun persyaratannya akan dia penuhi. setelah itu Taro pamit pulang. Rayyan mengantarnya sampai depan rumah. belum lama Tora menghilang dari pandangannya tiba-tiba ada mobil truk berhenti tepat didepan rumahnya.
"Ini mobil ngapain berhenti didepan rumahku?" batin Rayyan
Tak lama turunlah seseoarang dari mobil itu.dia langsung menyapa Rayyan dengan keceriaan yang tergambar jelas diwajah tampannya itu.
"Hyuuuung, lo lagi nungguin gue ya?" tanya Ryeon
"Ngapain lo bawa mobil truk kedepan rumah gue?" Rayyan malah balik nanya
"Selama dua hari ini, gue ngga pulang kerumah lo karena gue habis belanja buat keperluan kita, gue juga beliin banyak mainan buat Baby Zayn kali aja kalau dia dikasih banyak mainan sama gue, dia ngga akan musuhin gue lagi. gini-gini gue juga mau berdamai sama dia" jawab Ryeon
Rayyan lalu mengecek isi mobil truk itu dan ternyata memang benar. satu truk itu dipenuhi dengan barang-barang keperluan mereka seperti makanan, minuman, mainan Baby Zayn,susu formulanya Baby Zayn dan masih banyak lagi.
"Yeon, lo sebenarnya mau pindahan, mau jualan atau mau apa sih? Itu banyak banget barang belanjaannya, lo ngabisin duit berapa buat semua itu?"
"Ya, itu buat kitalah Hyung, jatah buat kita selama seminggu" jawab Ryeon
"Rumah gue kecil, mau ditaroh dimana tuh! barang-barang"
"Yaaaa,, dimana aja" kata Ryeon dengan wajah cerianya nan polosnya
Mereka lalu memasukan semua barang-barang itu kedalam rumahnya Rayyan.
"Ini mau ditaroh dimana lagi, rumah gue udah ngga muat nampung barang-barang lo?" tanya Rayyan kebingungan
Ryeon lalu tersenyum kemudian dia menunjuk kebeberapa sudut, diatas lemari, dibawah kursi, dibawah ranjang tempat tidur dan disemua tempat yang ada celanya hingga rumah Rayyan benar-benar dipenuhi oleh barang-barang belanjaan Ryeon.
****
Sejak kedatangan Tora kerumah Rayyan, Rayyan jadi sering pergi ke agensinya Tora untuk melakukan rekaman dan Syuting MV (musik video) album duetnya bersama George tanpa sepengetahuan Pak Marwa dan Ryeon.karena Rayyan tidak bisa pulang pergi keluar negri jadi syuting dan sebagainya dilakukan diIndonesia.setelah selesai rekaman dan membuat MV album, giliran pihak agensi dan George yang mempromosikan dan mengedarkan album fisiknya.
Sebab Rayyan tidak mau ikut campur urusan itu bahkan identitasnya pun masih dirahasiakan oleh pihak agensi karena itu salah satu syarat agar dia mau berkolaborasi dengan penyanyi legendaris asal Amerika itu. dan diluar perkiraan dalam waktu singkat permintaan pemesanan album fisik mereka melejit amat tinggi sehingga pihak agensi harus membuat banyak copy album fisiknya lagi.
Seperti mempunyai daya magnet, lagu yang dirilis antara George dan Mr. R begitu banyak digandrungi oleh banyak kalangan bahkan lagu bertajuk peduli kasih itu selalu menduduki anak tangga pertama dalam banyak acara diberbagai belahan bumi. George begitu banyak mendapatkan penghargaan atas lagu itu berbeda dengan Rayyan, dia masih menjadi orang biasa yang tak sepopuler George karena dia tak pernah bersedia untuk muncul dilayar kaca.
Meski kini pundi-pundi rupiah telah banyak masuk kedalam rekeningnya, Rayyan tetap memilih menjadi dirinya yang sekarang, seorang penjual buah-buahan dipasar tradisional yang selalu membawa bayi kemana pun dia pergi. Rayyan lebih memilih hidup sederhana ketimbang hidup bergelimang harta tapi hatinya selalu tidak tenang seperti dahulu saat dia masih menjadi member Super Sun.
Sosok Mr. R yang masih menjadi misteri bagi khalayak ramai karena sedikitnya informasi mengenai sosoknya ditambah dimana pun acaranya dia selalu menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya itu, jadi orang tak akan mudah mengenali dan mengorek informasi tentangnya.
__ADS_1
Next,,,