
Karena Youri terus mendesak dan memaksanya untuk segera menikahi Youri. akhirnya dengan ragu dan berat hati Rayyan menyetujui keinginannya untuk segera menikahinya. Tentu saja itu membuat Youri sangat bahagia karena sebentar lagi dia akan memiliki pria pujaan hatinya itu dengan seutuhnya, meski dia tahu hatinya tidak akan bisa dimilikinya lagi karena Youri tahu Rayyan hanya mencintai Ayiswa.
Youri sangat antusias untuk menyiapkan pesta pernikahannya dengan Rayyan.dari pemilihan gedung, dekorasi, catering,gaun pengantin dan lain-lain. Youri sangat senang menyiapkan semua itu meski kadang dia harus menyiapkannya sendiri karena Rayyan selalu berkilah harus pergi kerja sebab dia tidak mau kehilangan pekerjaannya itu.
Panti asuhan
Ditaman panti asuhan Kasih Bunda, Ayiswa termangu sendirian,tatapannya masih terlihat kosong dengan pikiran yang n'tah ada dimana?. semenjak gagalnya ia menikah, Ayiswa baru berani keluar dari rumah meski itu hanya dihalaman rumahnya saja, tapi itu sudah ada perkembangan baik terhadap dirinya.
Ayiswa yang sudah mulai bisa menata kembali hatinya yang telah hancur berantakkan kini sudah mau berinteraksi dengan penghuni panti lainnya setelah dia memutuskan untuk terus mengurung dirinya dikamar karena merasa malu. meski perasaan Ayiswa masih saja suka sensitif tapi orang-orang panti bisa memahami dan memalumi keadaannya itu.
Rayyan yang ternyata diam-diam datang kepanti bisa melihat Ayiswa yang sedang melamun dari kejauhan.tapi dia tidak berani mendekatinya karena mungkin kehadirannya akan mengoyak luka Ayiswa kembali.apa lagi dia datang dengan membawa berita buruk, kalau dia akan segera menikah dengan Youri.
Akhirnya Rayyan hanya bisa tertunduk sedih melihat keadaan Ayiswa. dia sangat menyesali atas perbuatannya yang sudah membuat Ayiswa amat terluka.
"Ayiswa, maafin aku,karena aku sudah membuatmu terluka, maafkan aku Ayiswa, aku hanyalah seorang pengecut yang tak mampu memperjuangkan cinta kita. aku harap suatu hari nanti kamu akan bahagia dengan pria lain yang akan selalu mencintaimu, menjagamu dan selalu melindungimu. tidak seperti aku yang hanya bisa membuatmu terluka. maafkan aku Ayiswa, Aku tidak bisa melawan takdir ini" lirih Rayyan dengan berderai air mata
Kesedihan itu sudah memuncak didadanya hingga tak kuasa lagi ia menahan air mata yang terus membajiri kedua pipinya. Rayyan yang sudah tak kuat lagi lalu pergi.
********
Sore itu Rayyan akan pulang karena jam kerjanya sudah berakhir. saat dia ada diparkiran motor tiba-tiba Dika, rekan kerjanya itu datang menghampiri Rayyan.
"Rayyan, aku ikut nebeng dong dimotormu,sampai depan, motorku ada dibengkel, didepan sana jadi aku ikut nebeng ya?" kata Dika
"Iya boleh, tapi aku cuma bawa satu helm, gimana dong?" tanya Rayyan
"Udah, biarin, aku kan nebengnya cuma sampai depan aja, ngga lama ko" jawab Dika
"Oke lah kalau begitu, ayo naik" ajak Rayyan
Dika pun segera naik kemotor Rayyan. saat Rayyan mulai menstater mesin motornya tiba-tiba handphone Rayyan berdering.
"Ka, tunggu dulu ya, aku angkat telepon dulu ya" kata Rayyan
Dika lalu mengangguk kemudian dia turun lagi dari motor Rayyan. sambil menunggu Rayyan selesai teleponan, Dika berdiri disamping Rayyan.
📞Assalammualaikum, ini siapa ya, nomornya ngga dikenal?' tanya Rayyan
📞Waalaikummusalam, ini saya Tatang, sopir pribadinya mbak Youri ini sama mas Rayyan kan?
📞Iya betul ini saya Rayyan, ada apa ya Tang, kamu nelepon saya?
📞Mas, cepat datang kerumah sakit sekarang juga, mbak Youri mau lahiran
📞Apa?! Ko bisa? Kan baru 8 bulan?
📞Saya tidak tahu, mas tanya aja nanti kedokernya, karena yang saya tahu air ketubannya sudah pecah jadi mau tidak mau bayinya harus lahir sekarang kalau tidak bayinya bisa kehabisan nafas diperut ibunya.
📞Iya Tang, saya akan segera kesana, kamu tunggu aja ya
Setelah itu Rayyan menutup teleponnya.
"Ada apa ko, kayanya cemas gitu?" tanya Dika
__ADS_1
"Maaf ya Ka, aku ngga bisa cerita sekarang dan aku juga minta maaf ngga bisa nganterin kamu, aku harus segera pergi" jawab Rayyan
"Ya udah ngga apa-apa ko"
"Sekali lagi aku minta maaf ya, aku duluan ya Ka"
Dika lalu mengangguk sambil tersenyum. Kemudian Rayyan segera pergi kerumah sakit. sesampainya dirumah sakit dia segera mencari ruang persalinan. dan disana dia melihat ada Tatang sedang menunggu didepan ruang persalinan.
"Tang, gimana keadaan Noona Youri?" tanya Rayyan cemas
"Dokternya belum pada keluar, dari tadi saya sudah menunggu cukup lama" jawab Tatang
Rayyan lalu duduk sambil menunggu dokternya keluar hingga berjam-jam. tak berapa lama seorang suster keluar dari ruangan itu, dia langsung menghampirinya.
"Suster, gimana keadaan Youri sama bayinya?" tanya Rayyan
"Bayinya sudah lahir.karena dia lahir prematur jadi berat badannya kurang, normalnya bayi yang baru lahir itu dua kilo, setengah ons. sedangkan bayinya nyonya Youri hanya satu kilo sembilan ons jadi kami bawa bayinya keruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) karena dia harus diinkubator. sedangkan ibunya masih belum sadarkan diri setelah dia melahirkan, kini dia masih dalam penanganan dokter" tutur suster itu
Itu membuat hati Rayyan terenyuh.Rayyan lalu duduk lagi seraya terus berdoa agar Youri cepat sadar dan bayinya bisa segera normal. setelah ba'da isya, Dokter baru memindahkan Youri keruang ICU walaupun dia masih belum sadarkan diri. disitu Rayyan baru diperbolehkan menjenguk Youri dan menemaninya.
Rayyan terus menatap Youri yang tergolek lemah dengan banyak selang terpasang ditubuhnya dan alat bantu nafas yang terpasang dihidungnya. ada perasaan iba dihati Rayyan pada wanita yang dulu pernah singgah dihatinya itu.
"Noona, Kenapa kamu belum sadarkan diri juga? Apa kamu tidak ingin melihat bayimu?" gumam Rayyan
Tiba-tiba jari jemari Youri bergerak dan tak lama Youri mulai membuka matanya dengan perlahan.
"Noona, kamu sudah sadar? Tunggu ya,aku akan panggilkan dokter dulu"
Rayyan segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Youri dan tak lama Rayyan kembali bersama Dokter.Youri segera diperiksa oleh Dokter.
"Alhamdulilah kalau begitu dok"
Dokter itu lalu pergi.
"Noona bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Rayyan
"Aku agak baikan, bayiku,dimana dia?"
"Dia ada diruang NICU karena dia harus diinkubator sebab dia lahir prematur dan berat badannya kurang, aku sudah melihatnya dan keadaannya baik-baik saja"
"Aku belum sempat melihat wajahnya, dia itu perempuan atau laki-laki?" tanya Youri
"Dia laki-laki, dia sangat lucu, imut dan tampan" ujar Rayyan
"Apa kamu sudah memberikannya nama?"
Rayyan menggelengkan kepala dengan wajah datarnya.
"Kalau begitu aku mau memberi dia nama Baby Zayn, Ya, Lee Zayn kamu bisa memanggilnya Baby Zayn" ujar Youri sambil tersenyum membayangkan wajah bayinya
"Kenapa kau tak menyematkan marga Kim atau Park dinama bayi itu?" tanya Rayyan tak mengerti
"Nama itu lebih cocok buat dia" jawab singkat Youri
__ADS_1
******
Sore itu, Youri yang waktu itu ditemani oleh pengacaranya sedang ngobrol santai tapi tiba-tiba Youri meringisi kesakitan hingga membuat pengacaranya cemas.
"Kamu kenapa? Apa perlu saya panggilkan dokter?" tanya pengacara itu
"Tidak usah, aku mau Rayyan datang kesini" pinta Youri
"Tapi kan dia lagi kerja, kayanya sebentar lagi pulang"
"Ya sudah, aku akan menunggunya" kata Youri masih meringis
"Saya panggil kan dokter aja ya?"
"Ngga usah, aku hanya mau kertas dan pulpen, aku mau menulis surat untuk dia"
Pengacara itu lalu memberikan kertas dan pulpen. kemudian dia mulai menulis, raut wajahnya nampak terlihat sedih saat sedang menulis surat, sempat juga dia meneteskan air mata saat menulis kemudian dia menyekanya. setelah selesai menulis Youri memberikan surat itu pada pengacaranya.
"Byong in, tolong berikan surat ini pada Rayyan, karena aku takut tidak bisa mengungkapkan fakta yang sebenarnya tentang Baby Zayn, aku merasa kondisiku semakin tidak membaik jadi tolong berikan surat ini pada Rayyan" lirih Youri
Kemudian dia tiduran lagi. tak lama Rayyan datang,dia baru pulang kerja langsung kerumah sakit.Youri langsung menyambutnya dengan senyuman.
"Noona apa kamu baik-baik saja selama aku tinggalkan?" tanya Rayyan
"Iya aku baik-baik saja.Rayyan, bisakah kamu mengantarkanku untuk melihat Baby Zayn?" pinta Youri
"Tapikan kamu tidak boleh kemana-mana dulu, kondisimu belum sepenuhnya membaik" ujar Rayyan cemas
"Aku kangen sama Baby Zayn, aku ingin melihatnya sebentar saja, tolonglah antarkan aku melihat Baby Zayn" Youri terus memohon
Akhirnya Rayyan mau mengantarkan Youri keruangan NICU dengan menggunakan kursi roda. tapi mereka tidak bisa masuk kedalam karena ruangan itu benar-benar harus steril jadi mereka hanya bisa melihat lewat kaca jendelanya saja.
Melihat bayi mungil tak berdosa itu Youri jadi ingin meneteskan air matanya karena bayi mungil itu harus menanggung dosa yang telah Youri perbuat.
"Rayyan, aku mohon tolonglah sayangi dia sepenuh hatimu, jangan tinggalkan dia, apa pun yang terjadi, karena aku tidak mau melihatnya sendirian dan kesepian tolonglah Rayyan, jagalah dia untukku" lirih Youri seraya menatap Rayyan yang berdiri dibelakang kursi rodanya
Meski pun Rayyan sudah tidak mencintainya lagi dan hatinya selalu menolak mereka tapi Rayyan merasa terenyuh juga melihat Youri dan bayi mungilnya itu, itu membuat Rayyan harus mengesampingkan sementara rasa cintanya pada Ayiswa meski itu sangat tidak mungkin bagi Rayyan.
"Kenapa kamu ngomong seperti itu? meski tanpa kau pinta pun aku akan menjaga kalian aku tidak akan meninggalkannya"
"Berjanjilah padaku, agar aku bisa tenang"
Sejenak Rayyan menatap bayi itu dan juga Youri.
"Iya, aku berjanji akan menjaganya, menyayanyinya dan tidak akan meninggalkannya" kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Rayyan tanpa dia tahu apakah dia akan bisa menepatinya atau tidak yang ada dipikirannya saat ini hanya ingin membuat Youri tenang dan tidak sedih
Setelah hatinya merasa tenang karena mendengar janji dari Rayyan,Youri lalu mengangkat sebelah tangannya dan menyentuh kaca seolah-olah dia menyentuh bayinya yang berada diinkubator. setelah itu Youri menurunkan tangannya dengan perlahan kemudian dia menunduk cukup lama.merasa ada kejanggalan Rayyan lalu mengecek keadaan Youri. dia melihat Youri memejamkan matanya.
"Noona! Apa kau tidur? Bangun noona, noona kenapa kamu diam aja? Noona bangun noona" ucap Rayyan seraya menggoyangkan tubuh Youri
Tapi Youri malah terkulai. Rayyan jadi panik kemudian dia membawa ke Dokter untuk memeriksa keadaannya. setelah diperiksa oleh Dokter,Dokter itu menatap Rayyan dengan tatapan sedih.
"Maaf saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi, detak jantungnya sudah berhenti, dia sudah meninggal dunia" ucap Dokter itu
__ADS_1
Seketika Rayyan membelalakan matanya tak percaya, nafasnya mulai tak beraturan dia langsung beringsut mundur dan menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya kalau Youri yang dikenalnya itu sudah meninggal dunia.
Next,,,,