PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Hilang


__ADS_3

Ayiswa terus berjalan tanpa menoreh ke arah Byun soo yang masih mematung kebingungan ditempatnya. Dalam keadaan kesal dan marah Ayiswa menggerutu dan terus mengutuki dirinya sendiri dalam hati dan menyesali atas kejadian yang sudah terjadi barusan.


Kenapa harus dia yang pertama kali melihat wajahku? Padahal selama ini aku terus menutupi wajahku karena aku ingin laki-laki pertama yang melihat wajahku dialah yang akan menjadi suamiku kelak.Tapi bagaimana dengan janji dan nazarku kalau udah kaya gini ceritanya? Apa aku pura-pura lupa aja dan tak usah bahas apa pun tentang ini pada bang Byun toh dia juga gak tahu tentang janji dan nazarku? Lagian tidak mungkin dia jadi suamiku karena kami beda agama, beda negara, beda kasta dan aku tidak suka pria cantik seperti dia.


Ayiswa menggeram kesal, dia hampir menangis karena bingung harus menepati janji dan nazarnya pada Allah dengan cara seperti apa? Mengingat perbedaan mereka yang teramat jauh hingga mustahil bagi Ayiswa bisa menepati janji dan nazarnya itu. Byun soo yang terus mengikuti Ayiswa dari belakang terus memperhatikan tingkah Ayiswa yang terlihat aneh, dia seperti sedang marah-marah sendirian dan terus mengutuki dirinya tanpa Byun soo tahu apa penyebab dia bertingkah seperti itu.


Sambil terus berpikir dan menerka-nerka atas perubahan sikaf Ayiswa yang tiba-tiba ketus dan mengacuhkan dirinya dia terus bertanya-tanya tapi tak ada jawaban dari semua pertanyaannya kecuali kalau dia bertanya langsung pada Ayiswa.


"Ayiswa, kenapa si ko tiba-tiba kamu ketus dan mengacuhkan aku? Emang apa salah aku?" tanya Byun soo yang sudah tak bisa menahan rasa penasaran akan perubahan sikaf Ayiswa padanya.


Ayiswa tidak menjawab pertanyaan Byun soo dia malah manyun dan terus mengacuhkannya membuat Byun soo makin penasaran lalu dia bertanya lagi sambil terus mensejajarkan langkah kakinya dengan Ayiswa sambil terus menatap Ayiswa.


"Apa karena tadi aku ngelihat wajah kamu jadi kamu marah? Ya udah aku minta maaf, aku kan gak sengaja aku janji deh gak akan ceritain tentang wajah kamu ke orang-orang"


Meski pun Byun soo terus ngoceh-ngoceh dan bertanya pada Ayiswa, dia tetap diam seribu bahasa dan mengacuhkan Byun soo karena perasaannya yang bercampur aduk antara marah, kecewa, sedih dan tak bisa menerima pria pertama yang melihat wajahnya itu adalah Byun soo si pria cantik yang bukanlah tipe idaman Ayiswa. Ayiswa lalu bergegas mengantarkan pesanan langganan Umi, setelah mengantarkan pesanannya dia lalu segera kembali kejalan utama dan menunggu angkot.


Sementara Byun soo hanya mengikuti saja tanpa berkata apa-apa lagi karena nampaknya Ayiswa sudah tidak mau bicara lagi sama dirinya. Ketika sebuah angkot berhenti tepat didepan mereka Ayiswa lalu masuk kedalam angkot duluan, lalu dia menyuruh tukang angkotnya untuk segera berangkat dan ketika Byun soo hendak naik angkot, angkotnya sudah melaju duluan, Byun soo lalu melongo tak percaya karena dia ditinggalkan oleh Ayiswa sendirian dipinggir jalan.


"Hah! Apa Ayiswa sedang bercanda denganku? Atau kah ini beneran? Ayiswa beneran ninggalin aku sendirian disini? Bagaimana bisa dia melakukan ini padaku? Apa dia gak tahu aku gak tahu daerah ini? Bagaimana caraku untuk pulang sedangkan aku gak punya uang buat bayar angkotnya dan aku juga gak tahu harus lewat jalan mana?" tanya Byun soo pada dirinya sendiri dengan kebingungan.


Dia lalu memasukan kedua tangannya kedalam saku celana sambil mondar-mandir ditempat itu berharap Ayiswa akan balik lagi untuk menjemputnya, tapi setelah lama ditunggu Ayiswa tak kunjung kembali dan ini membuat Byun soo jadi kesal lalu dia menendang batu yang ada dijalan sambil berkata.


"Ayiswa, keterlaluan masa dia tega si! Ninggalin aku sendirian disini"

__ADS_1


Lalu dia memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki dan menggunakan instingnya saja untuk mencari arah kemana dia harus pulang ke panti asuhan. Sementara Ayiswa baru sampai ditempat kerjanya masih dengan keadaan kesal dia lalu menyimpan tasnya dilaci dimeja kasir kemudian duduk disamping Upik dengan keadaan manyun. Upik yang menyadari mood temannya lagi gak bagus lalu bertanya.


"Kamu kenapa sih, datang-datang moodnya gak bagus gitu?"


"Ngga apa-apa" jawab Ayiswa ketus.


"Kalau gak apa-apa gak akan ketus gitu, ayo cerita sebenarnya kamu ini kenapa si?"


"Kamu udah ngelunasin hutang kamu belum? Awas! Aja ya, kalau gak bayar aku akan sita handphone kamu" ancam Ayiswa mengalihkan pembicaran karena dia tidak ingin membahas kejadian tadi bersama Byun soo.


"Jangan dong, itukan satu-satunya alat supaya aku tetap bisa melihat member Super sun setiap saat, kalau lunas si belum tapi aku mulai nyicil ko" jawab Upik.


"Dasar tukang ngehalu, dipikirannya cuma ada Super sun melulu, lama-lama aku jitak juga kepala kamu biar kamu bangun dari mimpimu" kata Ayiswa hendak menjitak Upik.


Lalu Upik mengindar sambil mencibir dan terawa karena gak kena tak lama setelah itu mereka lalu melayani pembeli yang datang. singkat cerita, sore hari hari kemudian Ayiswa dan Upik menutup tokonya dan pulang kerumah-masing. Sesampainya dirumah Ayiswa melihat Umi sedang nyuapin Alika dan Alisya didepan rumah, Ayiswa lalu memberi salam.


"Waalaikumsalam" jawab Umi.


Ayiswa lalu menyapa Alisya dan Alika setelah itu dia hendak masuk kedalam rumah tapi Umi menghentikan langkahnya.


"Ayiswa, Byun soo mana ko kamu pulangnya sendirian?" tanya Umi.


Ayiswa lalu berbalik dan menatap Uminya dengan penuh tanda tanya sambil bertanya.

__ADS_1


"Emangnya bang Byun belum pulang?"


"Ko kamu malah balik nanya sih? Bukannya tadi pagi dia sama kamu?"


Ayiswa lalu menepuk jidatnya saat mengingat kembali kejadian tadi pagi sambil berkata.


"Astagfirullahaladzim, tanpa sadar aku malah meninggalkan dia digank langganan Umi itu"


"Ya ampun Ayiiiss,,,,!! kamu ini gimana sih, Umi suruh kamu nganter pesanan berdua sama dia karena dia gak hapal alamatnya dia kan bukan orang Indonesia, sekarang dia pasti nyasar dan gak bisa pulang gara-gara gak tahu arah pulangnya harus kemana" kata Umi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Maafin Ayis Umi, Ayis menyesal udah ninggalin bang Byun" kata Ayiswa penuh penyesalan sambil menunduk murung.


"Ya udah, sekarang kamu suruh mang Udin buat nyariin Byun soo" perintah Umi.


"Iya Umi" Ayiswa segera bergegas mencari mang Udin untuk memintanya mencari Byun soo yang mungkin sekarang lagi tersesat tak tahu arah jalan pulang.


Ryeon yang mendengar berita hilangnya Byun soo jadi kecewa sama Ayiswa karena dia udah tega meninggalkan Byun soo sendiran yang gak punya apa-apa dan tak tahu arah jalan pulang. Lalu Ryeon ikut sama mang Udin dan beberapa anak panti juga ikut untuk mencari Byun soo karena dia khawatir dengan keadaannya.


Sesampainya digank tempat terakhir Byun soo ditinggalkan sendirian oleh Ayiswa mereka turun dari mobil dan mencari Byun soo disekitar tempat itu namun Byun soo sudah tak ada disana. Kemudian mereka bertanya pada orang-orang sekitar tapi mereka tak ada yang melihat Byun soo, mungkin dia sudah pergi jauh dari tempat itu.


Mang Udin dan yang lainnya lalu melanjutkan pencarian Byun soo dengan menelusuri jalan-jalan disekitar tempat itu hingga hari mulai larut malam tapi Byun soo masih belum juga ditemukan, mengingat mereka membawa anak-anak panti untuk mencari Byun soo dan ini sudah sangat malam akhirnya mang Udin memutuskan untuk berhenti mencari Byun soo dan itu akan dilanjutkan esok hari kemudian.


Meski sebenarnya Ryeon sangat mengkhawatirkan hyeongnya itu tentang bagaimana dia makan, sekarang tidur dimana? Dan bagaimana keadaannya sekarang? Namun terpaksa dia pun harus ikut pulang meski hatinya sangat kecewa.

__ADS_1


Orang-orang panti yang mencemaskan keadaan Byun soo masih menunggu mang Udin dan yang lainnya pulang dengan membawa Byun soo tapi saat mereka pulang Byun soo tak ikut pulang karena dia masih belum ditemukan, itu membuat semua penghuni panti merasa sangat khawatir dengan keadaan Byun soo dan tentunya itu juga membuat Ayiswa merasa semakin bersalah pada Byun soo yang sudah ditinggalkannya sendirian ditempat yang asing bagi Byun soo.


Next,,,,


__ADS_2