PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Mendadak jadi babysitter


__ADS_3

Selepas Rayyan pergi, Dika terus berusaha mendiamkan Baby Zayn yang terus menangis karena mau minum susu, tapi usahanya nihil Baby Zayn tetap saja menangis hingga akhirnya pria muda yang berstatus bujangan itu menyerah dan putus asa lalu dia menyuruh kasir yang merupakan seorang gadis muda yang cantik dan belum menikah untuk bergantian menggendong Baby Zayn untuk mendiamkannya.


Segala usaha yang diketahui gadis muda itu untuk menenangkan Baby Zayn,sudah dia lalukan tapi seperti Dika usahanya tak membuahkan hasil Baby Zayn tetap menangis, karena masih gagal menenangkan Bayi mungil itu mereka lalu menyuruh semua waiter dan waitress serta para koki untuk menenangkan Baby Zayn, dan akhirnya semua karyawan lestoran itu mendadak jadi babysitter.


Namun, seperti yang sudah-sudah dari semua karyawan lestoran itu tak ada satu pun yang bisa menenangkan bayi mungil itu, semua jadi bingung dan panik ketika tangisan bayi mungil itu semakin menjadi-jadi karena dia merasa takut pada orang-orang baru yang dilihatnya itu serta dia merasa tidak nyaman digendong ke sana ke sini oleh para karyawan lestoran itu.


Hingga membuat kegaduhan dan keributan yang bisa terdengar kedalam ruangan bosnya. bos lestoran yang penasaran dengan keributan diluar lalu keluar untuk melihat apa yang terjadi.


"Hey! Kalian kenapa sih ribut-ribut?" kata bos dengan nada suara tinggi


Mereka semua lalu melirik kesumber suara itu, termasuk seorang koki yang sedang menggendong Baby Zayn.


"Ini bos, bayinya si Rayyan ngga mau diem dari tadi nangis melulu mungkin karena pengen minum susu" jawab Dika


"Ya udah, kasih susu aja apa susahnya sih"


"Masalahnya karena dia lahir prematur jadi dia tidak bisa sembarangan minum susu formula, dia harus minum ASI sementara ASInya malah dipake bikin kue nih sama bang Darko" jawab Dika


"Iih! Ada-ada aja deh!" gerutu bos


Bos tegas yang jarang tersenyum itu lalu menghampiri Baby Zayn yang waktu itu masih menangis. Dia lalu menggendong Baby Zayn dan ajaibnya, belum juga dia mengeluarkan jurus untuk menenangkan bayi mungil itu tiba-tiba dia sudah berhenti menangis. bayi itu menatap lekat wajah sibos yang terlihat sangar.tiba-tiba dia malah tersenyum melihat wajah sangar itu.semua karyawan kegirangan ketika Baby Zayn akhirnya berhenti menangis.


"Wah! Bos hebat! Dia udah berhenti nangis malah dia senyum tuh! Kayanya dia senang deh, digendong sama bos" tutur salah satu koki


Bos itu tak berkomentar dia hanya terdiam. setelah Zayn berhenti menangis bos lalu menyuruh karyawannya menggendong dia lagi tapi apa?,Baby Zayn malah nangis lagi.


"Bos, Dia nangis lagi gimana nih? Gendong lagi nih! Oleh bos"


Bos itu lalu menggendong Baby Zayn lagi setelah itu Baby Zayn langsung diam lagi dan ternyata dia cuma mau digendong oleh si bos lestoran itu.


"Dasar! Bayi pemilih, kamu cuma mau digendong sama si bos aja ya" gumam si koki


Beberapa menit kemudian, si bos merasa pegal juga menggendongin bayi mungil itu lalu dia duduk dikursi.tiba-tiba Baby Zayn nangis lagi dengan suara terkencangnya karena dia menolak untuk dibawa duduk.si bos lalu berdiri lagi sambil menenangkan Baby Zayn dan dia langsung diam lagi seolah tanpa ada bekas nangis tadi.


"Bos, jangan duduk dia ngga mau dibawa duduk tuh!" seru salah satu waiter


Si bos geleng-geleng kepala sambil menatap bayi mungil yang sedang tersenyum padanya itu.


"Ckckck,,,nih! bayi kecil-kecil udah pinter ngerjain orang ya, gimana n'tar gedenya dia? Nurutin siapa sih! nih! bayi,gini-gini amet?" gerutu si bos sambil berdecak.


Mendengar umpatan si bos yang lagi kesal pada si bayi para karyawan malah tertawa,Apa lagi kalau lihat wajah bayi itu yang tanpa dosa terus tersenyum melihat si bos yang lagi kesal karena dia pegel terus gendong Baby Zayn sambil berdiri.

__ADS_1


Tak lama beberapa pelanggan mulai datang si bos lalu menyuruh karyawannya mulai bekerja lagi sementara si bos membawa Baby Zayn kedalam ruangannya.


*****


Didalam ruangan si bos terus mondar mandir sambil menggendong Baby Zayn yang tak mau dibawa duduk. tiba-tiba terdengar suara kentut dari bayi mungil itu disertai bau tak sedap. rupanya Baby Zayn pup karena tak mau membersihkan pantat bayi mungil itu lalu dia menyuruh karyawannya mengganti pempers Baby Zayn.


Mereka semua malah saling tunjuk karena tak mau mengganti pempers baby Zayn. si bos yang tak mau mereka ribut lalu membagi tugas pada karyawannya itu.


"Udah-udah, kalian jangan ribut. biar saya bagi tugas buat kalian semua. Mamat kamu beli pempers kemini market terdekat, Darko kamu buang pemper yang ada Eenya ini, Prita nanti kamu yang pakein pempers barunya,Sandi kamu yang buka pempersnya Zayn, Dika kamu yang cebokin Baby Zayn" titah sang bos


"Ko saya sih! Bos yang cebokin dia, ngga mau ah!" Dika menolak sambil manyun


"Ngga boleh ada yang protes cepat laksanakan perintah saya" titah sang bos


Akhirnya dengan terpaksa mereka semua melaksanakan titah sang sang bos. setelah semua kelar Baby Zayn dibawa keruangannya lagi. Tak berapa lama Rayyan datang lagi kelestoran itu. dia langsung menghampiri Dika yang baru selesai mengantarkan pesanan pada pelanggan.


"Dika, Baby Zayn mana?" tanya Rayyan


"Dibawa bos keruangannya" jawab singkat Dika sambil manyun


"Jadi bos tahu aku pergi kerumah sakit buat bawa ASI? Aduh! siap-siap deh! dimarahin bos karena aku kabur dari tempat kerja sementara" gumam Rayyan cemas


"Kamu kenapa dari tadi manyun terus?" tanya Rayyan


"Aku kebagian nyebokin si Zayn tahu ngga?" ketus Dika lalu dia pergi


Rayyan jadi merasa tidak enak hati pada Dika. tiba-tiba dia inget kalau Zayn tadi mau minum susu kemudian dia pergi kedapur untuk menghangatkan ASInya.


"Akhirnya kamu nongol juga, kita semua kerepotan ngurusin bayi kamu yang tadi nangis ngga mau berhenti ditambah dia malah pup lagi jadi kita semua yang harus ngurusin dia karena si bos ngga mau ngurusin si Zayn" koki itu mengadu keluhannya pada Rayyan


"Aduh! maafin saya ya, saya jadi ngerepotin kalian semua" ucap Rayyan makin tidak enak hati pada mereka semua


Setelah itu dia pergi keruangan bosnya. didalam ruangan sang bos, dia melihat Baby Zayn terlihat seperti lagi ngeden.


"Baby Zayn, Apa kamu mau pup lagi?" tanya sang bos pada bayi mungil itu


Karena penasaran dia lalu mengecek pempers Zayn dengan sedikit membukanya dan tak lama Baby Zayn pipis. air pipisnya memancar seperti selang air yang memancarkan air. si bos yang lagi mendekatkan wajahnya pada bayi itu tak bisa mengelak,akhirnya air pipis Baby Zayn terkena muka si bos.dan kejadian itu tak sengaja dilihat oleh Rayyan yang baru datang keruangan itu.Rayyan yang merasa tidak enak hati lalu mengambil tissu untuk mengelap wajah si bos.


"Aduh! Bos maafin bayi saya ya, pipisin bos" kata Rayyan seraya membantu mengelap wajah si bos


Si Bos hanya diam, wajahnya terlihat marah tapi dia menahannya.tanpa henti Rayyan terus meminta maaf atas ulah bayi kecil itu karena dia takut dimarahin terus dipecat dari pekerjaannya.

__ADS_1


"Zayn, kamu jangan bikin ulah, kenapa? Bisa-bisa ayah dipecat karena ulah kamu" bisik Rayyan ketelinga Baby Zayn.


Seperti mendapat karma, itulah yang kini dirasakan oleh Rayyan karena dulu dia juga sering ngejailin orang-orang, ternyata sifatnya itu malah menurun pada bayi mungil itu. kini perasaan takut dipecat mulai menghantui pikiran Rayyan, sebisa mungkin dia terus mengambil hati bosnya agar dia tidak dipecat atas kekacauan siang ini.


Keberuntungan mungkin masih berpihak pada Rayyan, kali ini si bos tidak marah lagi dan juga tidak memecat Rayyan, dia memaafkan Rayyan dan masih mengizinkannya untuk tetap bekerja dilestoran ini karena merasa iba padanya dan juga bayi mungilnya yang belum mengerti apa-apa itu.


Hari yang cukup berat dilestoran kini sudah berhasil dia lewati dan saatnya dia kembali pulang kerumahnya. sesampainya dirumah, Byong in rupanya sudah menunggu dia sejak tadi sambil duduk dikursi,teras rumahnya. Rayyan lalu menyapa dia dengan sedikit basa basi. kemudian dia menyuruh Byong in untuk masuk kedalam rumahnya.


"Silahkan duduk dulu, saya mau nidurin Baby Zayn dulu ya, tadi dia ketiduran saat dijalan" ucap Rayyan


Byong in lalu mengangguk. tak lama Rayyan kembali sambil membawa minum untuk Byong in. lalu Rayyan pun duduk.


"Ada apa kau mengunjungiku kerumah kecilku ini?" tanya Rayyan


"Sebagai pengacara Youri, saya akan menyelesaikan tugas akhir saya. saya ingin memberikan ini padamu" jawab Byong in sambil memberikan sebuah kotak segiempat cukup besar


"Apa ini?"


"Ini adalah surat-surat berharga milik Youri, ini bukti kepemilikan kekayaan Youri. dia berwasiat untuk memberikannya padamu"


"Saya tidak mau menerima ini karena saya tidak mau hidup dari belas kasihan Youri, apa pun yang terjadi saya tidak akan memakai sedikit pun harta Youri untuk keperluanku, jadi ambil lagi saja ini" tolak Rayyan


"Kamu jangan salah paham dulu, ini tidak semua diberikan padamu karena dalam surat wasiat Youri dia hanya memberi kekayaannya padamu sebanyak 40% dan yang 60% nya lagi buat Baby Zayn, karena dia masih bayi jadi sementara waktu kamu yang mengelola aset kekayaan Youri,setelah dia dewasa baru berikan padanya" jelasnya


"Oh! Seperti itu. tapi maaf tetap saja saya tidak akan mau menerima bagian saya itu, saya tidak akan menggunakannya"


"Ya! Terserah kau sajalah pokonya saya hanya menjalankan sesuai wasiat Youri saja,ini ambil karena sekarang saya mau kembali pulang kekorea" kata Byong in sambil menyodorkan kotak segiempat itu lagi


Akhirnya Rayyan menerima kotak itu.


"Oh, iya! Saya lupa, sebelum Youri meninggal dunia, dia menulis surat untukmu sepertinya surat itu sangat penting buat kamu jadi kamu jangan lupa membacanya ya, saya simpan surat itu dikotak ini"


"Iya, nanti saya akan membacanya"


Setelah selesai melakukan tugas terakhirnya sebagai pengacara Youri, Byong in lalu berpamitan pulang kemudian Rayyan mengantarnya sampai kedepan rumah. setelah Byong in menghilang dari pandangan Rayyan barulah dia kembail masuk kedalam Rumah.


Didalam dia melihat kotak yang diberikan Byong in padanya tersimpan diatas meja kemudian dia mengambilnya dan hendak membuka isinya. tapi tiba-tiba dia mendengar tangisan Baby Zayn dari dalam kamar. Rayyan kemudian pergi kekamar sambil membawa kotak segiempat itu lalu dia menyimpannya dinakas.


Setelah itu dia menggendong Baby Zayn untuk menenangkannya. dan sejak itu pula Rayyan tak pernah lagi membuka-buka kotak segiempat itu padahal didalam kotak itu ada surat yang mungkin bisa mengungkapkan siapa sebenarnya ayah biologis dari Baby Zayn. tapi sayangnya Rayyan tak pernah membuka surat itu malah dia melupakan surat itu.


Next,,,,,

__ADS_1


__ADS_2