
Sebelum pulang kepanti Ayisw berencana untuk mampir kemini market karena ada beberapa barang yang ingin dia beli dan sebagai ucapan terimakasihnya pada Byun soo dan Ryeon, Ayiswa mengajak mereka untuk ikut belanja.
"Kalian mau ikut aku belanja kemini market? Kalian boleh membeli beberpa barang biar aku yang bayarin mumpung aku baru gajian"
Mendengar akan dibayarin Ryeon dan Byun soo langsung menyetujui ajakan Ayiswa, mereka lalu pergi kemini market, sesampanya disana,mereka langsung memilih barang-barang yang akan dibeli, setelah selesai memilih barang-barang yang mereka butuhkan Byun soo dan Ryeon langsung kekasir untuk menghitung barang belanjaannya sambil dimasukan kedalam kantong plastik oleh kasir itu.
Saat semuanya selesai dihitung Ayiswa baru selesai memilih barang-barang yang hendak dibelinya, dia lalu mendekati kasir tanpa melihat Byun soo dan Ryeon yang masing-masing sudah menjinjing dua kantong plastik besar.
"Ayiswa, kami sudah selesai belanjanya tinggal kamu bayar" ucap Byun soo.
"Iya, mbak sekalian hitung sama barang-barang belanjaan mereka ya, jadi total semuanya berapa?" kata Ayiswa sambil mengambil dompetnya ditas.
"Total semuanya RP 1.523.000" jawab mbak kasir setelah menghitung barang belanjaan Ayiswa.
Dengan spontan Ayiswa langsung melongo kaget, Kenapa jumlahnya sangat banyak padahal dia cuma membeli dua buah barang yang kira-kira harganya cuma Rp 60.000, lalu dia melirik kearah Byun soo dam Ryeon yang berdiri tidak jauh dari Ayiswa.
"Kalian belanja apaan si ko banyak banget?" tanya Ayiswa heran lalu dia melihat barang-barang belanjaan Byun soo dan Ryeon sambil membaca produk-produk yang dibeli mereka.
"Primer, sun block, perona bibir, softlan, lulur mandi, eye liner, hand bady lotion, pencerah wajah, masker wajah, bedak, sabun pencuci muka, BB cream, cela, lipstik, fondation wajah, Astagfirullahaladzim, kenapa alat-alat make up semua si? Padahal aku aja yang perempuan gak pernah belanja yang kaya gituan" kata Ayiswa sambil menepuk jidatnya.
Mendadak Ayiswa jadi sesak nafas melihat semua itu lalu dia menatap mereka dengan tatapan sinis dengan kemarahan yang hampir meledak namun dia mencoba untuk tetap bersabar.
"Aku bilangkan beberapa barang beli dua atau tiga barang bukan masing-masing dua kantong plastik besar juga kali" kata Ayiswa berusaha untuk sabar.
"Salah sendiri kenapa kamu gak bilang jumlah barangnya, jadi kami pikir beberapa itu ya segini" kata Byun soo sambil mengangkat kedua kantong plastik yang dijinjingnya dengan wajah tanpa dosa.
Ayiswa menghela nafas berat karena sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat kelakuan mereka yang membua Ayiswa mengelus dada, karena antrian dikasir cukup panjang, mbak kasirnya lalu meninta Ayiswa untuk segera membayar barang belanjaan mereka.
Dengan berat hati dan terpaksa dia lalu membayar sejumlah uang yang tadi disebutkan oleh mbak kasirnya. Sementara Byun soo dan Ryeon yang menangkap ada kemurkaan dalam wajah Ayiswa, mereka lalu segera kabur sebelum diomelin abis-abisan oleh Ayiswa.
Setelah itu Ayiswa menyusul mereka tapi ternyata mereka sudah pergi jauh, saat Ayiswa sedang mencari mereka karena akan mengomeli mereka tiba-tiba handphonenya berbunyi, dia langsung mengangkat panggilan masuk dalam handphonenya.
📞Assalammualaikum, ada apa umi nelepon aku?
__ADS_1
📞Sekarang kamu dimana? Kamu udah pulang kerja belum?' tanya Umi dibalik telepon.
📞Udah Umi, sekarang aku lagi didepan mini market deket komplek perumahan kita, aku abis beli beberapa barang' jawab Ayiswa.
📞Mumpung kamu lagi disana sekalian ya Umi nitip beliin susu buat Alika dan Alisya, soalnya susu formulanya sudah habis.
📞Iya Umi, Aku balik lagi ke mini market buat beli susu.
📞Tapi beli susunya yang susu soya ya, soalnya Alika dan Alisya alergi susu sapi.
📞Baik Umi.
Setelah selesai teleponan mereka lalu mematikan handphonenya kemudian Ayiswa balik lagi kemini market untuk membeli susu, setelah membeli susu dia lalu pulang.Diperjalanan dia melewati pedagang minuman dingin, tiba-tiba penjualnya yang sudah mengenal Ayiswa lalu memanggil dia.
"Ayiswa,tunggu!" panggil pedagang minuman itu.
Ayiswa yang mendengar namanya dipanggil lalu menghentikan langkahnya kemudian dia menoreh kebelakang dilihatnya penjual minuman dingin itu sedang berlari kecil mendekatinya.
"Ada apa pak, manggil saya?" tanya Ayiswa.
Lagi-lagi Ayiswa melongo kaget ketika ada tukang penjual minuman meminta membayar minuman yang sudah dipesan padahal Ayiswa tidak merasa membeli atau pun memesannya.
"Berapa total semuanya pak?" tanya Ayiswa masih berusaha untuk sabar.
"Total semuanya RP 20.000" jawab penjual minuman itu.
"Sabar Ayiswa ini cuma RP 20.000 aja ko" batin Ayiswa mencoba meredam kemarahannya dan mencoba untuk terus bersabar.
Ayiswa lalu mengambil uang didalam dompetnya kemudian dia membayar minuman yang sudah dipesan oleh Byun soo dan Ryeon.
"Makasih Ayiswa" ucap penjual minuman dingin itu.
"Iya sama-sama"
__ADS_1
Ayiswa lalu melanjutkan perjalanannya sambil terus menggerutu kesal dalam hati. Ketika dia sudah jauh dari pedagang minuman dingin itu, dan melewati pedagang Ayam bakar yang sedang membereskan barang-barang dagangannya hendak pulang karena semua barang dagangannya sudah habis, lalu Ayiswa menyapa penjualnya karena dia sudah kenal pedagang ayam bakar yang merupakan langganannya itu.
"Wah! Tumben masih sore udah abis aja dagangannya biasanya suka sampai larut malam" sapa Ayiswa ramah.
"Iya Ayis, tadi ada yang borong dagangan ibu, kamu baru pulang kerja ya?" jawab ramah si ibu penjual ayam bakar itu lalu balik bertanya pada Ayiswa.
"Iya bu, Aku pulang dulu ya bu"
"Iya Ayiswa"
Baru beberapa langkah Ayiswa melangkah tiba-tiba si ibu penjual ayam bakar itu memanggil Ayiswa lagi untuk berhenti sejenak. Ayiswa lalu berhenti sambil membalikkan badannya menghadap si ibu penjual Ayam bakar yang sedang setengah berlari mendekatinya.
"Ada apa lagi bu?" tanya Ayiswa.
"Ibu lupa tadi orang yang memborong dagangan ibu mereka menyuruh kamu buat bayarin semua dagangan ibu yang sudah diborong oleh mereka" jawab ibu itu.
Seketika Ayiswa langsung membelalakkan matanya kaget, nafasnya mendadak berat dan sesak, Ayiswa benar-benar gak tahu lagi harus berkata apa atas perbuatan kedua pria itu.Dengan nada suara berat Ayiswa lalu bertanya.
"Be,, bera,,pa semua yang harus aku bayar?"
Ibu itu lalu memberikan bon dengan rincian total ayam bakar beserta nasi timbelnya yang harus dibayar oleh Ayiswa. Melihat nominal jumlah uang yang harus dibayar, Ayiswa tiba-tiba merasa lehernya serasa dicekik hingga dia benar-benar kehabisan nafas. Lalu dia mengelus dadanya sambil beristighfar setelah itu Ayiswa membuka dompetnya dengan ragu dan takut uang yang tersisa didompetnya tidak cukup untuk membayar Ayam bakar yang sudah dipesan oleh Byun soo dan Ryeon.
Dia mulai menghitung uang yang akan dibayarkan pada si ibu penjual ayam bakar itu.setelah jumlahnya pas dia lalu memberikan uangnya dengan bombay air mata dalam hatinya karena semua uangnya telah habis dan hanya tersisa uang kertas dengan nominal dua ribu rupiah.
Saat Ayiswa memberikan uang itu pada si ibu terjadi tarik menarik uang yang akan dia berikan karena sesungguhnya Ayiswa tak rela semua uang atas kerja kerasanya selama sebulan harus dihabiskan dalam waktu singkat oleh dua pria cantik itu.
"Ayiswa, kamu niat bayar tidak si?" tanya ibu itu mulai kesal karena Ayiswa tak mau memberikan uangnya.
"I,, i,, iya,, aku,, niat bayar ko" jawab Ayiswa gelagapan.
"Kalau niat jangan dipegangin terus dong uangnya, ibu mau pulang nih buruan lepasin uangnya"
Akhirnya dengan sedih dia harus merelakan juga uangnya berpindah ketangan orang lain. kini kesabarannya sudah habis, kemarahanya sudah diatas ubun-ubun dan sebentar lagi akan meledak. Ayiswa lalu mengedarkan pandangannya untuk mencari sesuatu setelah ketemu dia memungutnya. Kemudian Ayiswa pulang dengan keadaan marah.
__ADS_1
Next,,,,