PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Pria cantik


__ADS_3

Esok pagi kemudian, Ryeon dan Byun soo baru keluar dari kamarnya, mereka pergi keruang tamu disana mereka melihat Umi,bi Idah dan beberapa anak panti sedang membungkus pesanan catering untuk acara pernikahan.


"Umi ini buat apa?" tanya Byun soo sambil duduk disamping Umi yang duduk dilantai beralaskan tikar.


"Lagi bungkusin pesanan catering buat acara nikahan" jawab Umi sibuk memasukan makanan pada box makanan.


"Oh! Umi punya usaha catering, aku bantuin ya" kata Byun soo.


"Iya boleh, ini lumayanlah buat bantu-bantu kasih makan anak-anak panti jadi Umi buka catering" jawab Umi.


"Umi,ini nganternya kemana? Aku mau ikut boleh ya?" tanya Ryeon yang duduk disebelah Byun soo.


"Iya boleh, nanti mang Udin dan bi Idah yang akan mengantarkan caterinya nanti ikut aja sama mereka"


Setelah selesai mang Udin dan bi Idah akan segera berangkat mengantarakan cateringnya, karena Byun soo juga ingin ikut lalu dia mengikuti mereka. Sesampainya digedung acara pernikahan orang yang memesan catering dari Umi, mereka semua segera membawa cateringnya kedalam.


Byun soo yang berjalan paling belakang tiba-tiba melihat ada seseorang yang sedang mengambil segelas jus sambil berdiri. Sebelum orang itu kembali duduk,kaki jail Byun soo menggeser kursi tempat duduk orang itu agak jauh setelah itu dia segera pergi sambil cengengesan.


Dan ketika orang itu akan kembali duduk dia terjengkang karena saat hendak duduk tidak melihat posisi kursinya yang sudah berubah alhasil sudah jatuh tersiram segelas jus pula karena gelasnya terlepas dari tangannya saat dia kaget karena terjengkang. Melihat itu Byun soo menahan tawanya karena takut ketahuan.


Setelah berhasil menyusul yang lainnya seketika tawanya pecah, Ryeon, mang Udin dan bi Idah yang tak mengerti dan heran hanya menatap Byun soo penuh tanda tanya. Lalu Ryeon yang penasaran bertanya.


"Hyeong, kenapa lo ketawa-ketawa gitu?"


"Lucu aja,tadi gue lihat ada orang udah jatuh kesiram segelas jus pula" jawab Byun soo masih terkekeh-kekeh.


Ryeon lalu menatap Byun soo penuh curiga sambil berkata dengan menyernyitkan kedua alisnya yang tebal "Jangan bilang gila lo kumat lagi ya? Itu pasti kerjaan lo? Ayo ngaku"


"Hehehe,,,habisnya gue gak tahan si, tuh orang mukanya minta dijailin sama gue" jawab Byun soo tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"Ngadi-ngadi lo, mana ada orang yang minta dijailin kek gitu, buruan minta maaf sana" kata Ryeon.


"Ngga mau, orang gue gak salah ko" kata Byun soo dengan wajah tanpa dosa lalu dia melengos pergi ketempat parkir mobil mereka.


"Ya ampun bener-bener ya dia, gue pikir penyakit lamanya udah sembuh tapi ternyata malah kumat lagi" gumam Ryeon sambil menepuk jidatnya yang mulus.


Setelah itu mereka kembali pulang kepanti.Sesampainya dipanti asuhan,Byun soo langsung duduk dikursi panjang yang ada ditaman depan rumah sambil melihat anak-anak panti main bola, Ryeon yang mudah akrab dengan anak-anak panti juga ikut bermain bola. Tak lama mang Udin datang sambil membawa minuman segar untuk dibagikan pada anak-anak.


Mereka langsung menyerbu mang Udin dan silih berebut karena takut tak kebagian. Setelah semua anak-anak dibagi minuman,mang Udin juga membagi minumannya pada Ryeon.Sementara Byun soo hanya tersenyum melihat tingkah jenaka anak-anak panti itu.


Kemudian mang Udin duduk disamping Byun soo sambil memberikan minuman pada nya. Byun soo lalu meminum minumannya. Saat sedang minum mang Udin terperangah melihat jari-jari tangan Byun soo yang putih, lentik, panjang dan halus.Mang Udin lalu memegang tangan Byun soo padahal dia hendak minum bahkan dia sudah membuka mulutnya lebar-lebar tapi tidak jadi minum.


"Apaan si mang?" tanya Byun soo kaget karena tiba-tiba tangannya disentuh oleh mang Udin.

__ADS_1


"Ini serius tangan kamu? Ko tangannya kaya perempuan" tanya mang Udin tak percaya masih sambil megangin tangan Byun soo.


"Ya seriuslah mang,masa tangan orang, ini tangan tuh menyatu sama badan aku" jawab Byun soo.


"Kamu gak pernah kerja keras ya? Kamu orangnya manja dan suka malas-malasan ya?" tanya mang Udin.


"Terserah mang Udin lah mau ngomong apa pun, yang pasti kerjaanku itu megangin mix" jawab Byun soo.


"Sebenarnya kamu ini perempun atau laki-laki sih? Ko kadang-kadang kamu kelihatan cantik tangan kamu juga kaya perempuan? Tuh! lihat Ryeon ada jakunnya kalau kamu mana jakun dilehermu ko gak ada?"


"Jakunku ketelen jadi sekarang ilang" jawab


Byun soo asal.


"Serius jakutnmu ketelen? Ko bisa? Gimana caranya?" tanya mang Udin dengan wajah serius.


Tak lama Ryeon datang dan duduk bersama mereka.


"Aahh! Hyeong didengerin, orang dia kalau ngomong suka asal bunyi aja kaya kentut" Ryeon menimpali.


"Yang benar yang mana si mamang jadi bingung nih?" mang Udin kebingungan harus percaya sama siapa.


Byun soo lalu tersenyum membuat mang Udin makin ragu sambil berkata "Hehehe,,,soal jakun udahlah itu gak penting. Beneran mang aku ini laki-laki emang mamang gak percaya aku beneran laki-laki tulen?"


"Ngga, mamang gak percaya"


"Ya udah, kalau gitu ayo kita ketoilet" ajak Byun soo.


"Mau ngapain?"


"Buat ngebuktiin kalau aku benar-benar laki-laki tulen" kata Byun soo tanpa ada rasa malu sedikit pun.


Mang Udin yang ogah melihat Byun soo langsung pura-pura percaya aja kalau Byun soo itu benar-benar laki-laki tulen.


"Ngga, ngga mamang mendadak percaya ko sama kamu" ucap mang Udin sambil melengos pergi.


Byun soo hanya tersenyum simpul melihat mang Udin pergi. Sementara batin mang Udin berkata.


"Dia benar-benar gila masa aku disuruh lihat yang kaya gitu padahal aku juga kan punya"


Beberapa hari kemudian,pagi itu Byun soo baru bangun dari tidurnya,dia menggeliatkan badannya kemudian mengucek-ngucek matanya sambil menguap setelah itu dia mengusap wajahnya. Saat dia mengusap wajahnya dia menyentuh dua benjolan kecil dijidatnya.


"Apaan nih, ko ada dua gunung kembar?" batin Byun soo.

__ADS_1


Lalu dia mencari cermin untuk melihat dua gunung kembar dijidatnya.


"Ya ampun, gue ada jerawatnya, muka gue kelihatan agak kusem ini pasti gara-gara sekarang gue gak pernah perawatan lagi deh" gerutu Byun soo kesal.


Kemudian dia mandi,setelah selesai mandi dia pergi keruang keluarga disana nampak sudah banyak anak-anak yang berkumpul sambil menunggu umi dan bi Idah selesai menyiapkan sarapan bersama. Byun soo yang waktu itu membawa cermin kecil kemudian menyenderkan cermin kecil itu dipas bunga yang ada dimeja dekat sofa. Byun soo lalu duduk dilantai sambil terus lihatin jerawatnya lewat cermin kecil yang dibawanya.


Saat semua orang sedang sibuk beraktifitas dengan rutinitas dipagi hari tiba-tiba terdengar suara teriakan yang cukup kencang dari kamar Byun soo dan Ryeon dan itu membuat gempar seisi panti.


Ada apa?


Ada apa?


Ada apa?


Mereka semua saling bertanya tentang sumber teriakan tadi. Tiba-tiba Ryeon berlari dari kamarnya kearah Byun soo dengan masih menggunakan piyamanya.


"Hyeong, gawat hyung" Ryeon terlihat panik setengah mati.


"Gawat kenapa si?" tanya Byun soo serius.


"Ada jerawat dihidung gue nih" kata Ryeon hampir menangis.


Byun soo lalu berdiri dan melihat jerawat Ryeon kemudian berkata.


"Ah! Cuma jerawat satu aja bikin heboh, nih! lihat gue ada dua gunung kembarnya"


Tak lama Ayiswa datang setengah berlari sambil membawa spatula karena dia lagi masak didapur.


"Ada apa ini, ko teriak-teriak?" tanya Ayiswa cemas.


Byun soo dan Ryeon lalu menunjuk jerawat mereka pada Ayiswa. Ayiswa yang tak mengerti dengan maksud mereka lalu bertanya lagi.


"Ada apa sih? Aku gak ngerti"


"Aku ada jerawatnya nih dihidung, kalau gini aku gak ganteng lagi dong" kata Ryeon sedih.


"Kalau aku ada dua nih! Dijidat ini pasti gara-gara kami udah lama gak melakukan perawatan pada wajah kami jadi deh jerawatan" kata Byun soo sambil murung.


Ayiswa melongo kaget, kemudian dia menghela nafas berat.


"Cuma gara-gara jerawat aja kalian bikin heboh seisi panti?" tanya Ayiswa tak habis pikir pada kelakuan para pria-pria cantik itu.


Next,,,,

__ADS_1


__ADS_2