
Sepulangnya Byun soo dari rumah sakit, Upik langsung duduk dikursi bekas Byun soo tadi duduk, dia yang melihat ada jaket tergantung dikursi itu, lalu mengambilnya dan memperhatikan dengan seksama.
"Ayiswa, ini jaket siapa? Ko kaya jaket cowok?" tanya Upik.
Ayiswa melirik jaket itu lalu menjawab "Kayanya itu punya bang Byun deh, ketinggalan disini kali"
Upik jadi kegirangan, dia lalu mengendus bau jaket itu dan memeluknya sambil berkata dengan mata berbinar-binar karena senang.
"Aroma jaket ini wangi, pasti ini aroma tubuhnya oppa Byun soo, aku suka banget aromanya ini"
Ayiswa yang ilfil dengan tingkah Upik lalu menoyor kepala Upik seraya berkata.
"Udah deh, ngga usah lebay, ilfil aku lihatnya"
"Suka-suka aku dong, kenapa kamu jadi sewot?"
Upik yang tadinya sumringah mendadak jadi cemberut lalu dia melempar jaket Byun soo kewajah Ayiswa.
"Ih! Kamu tuh! Kenapa si?" tanya Ayiswa sambil menarik jaket karena menutupi wajahnya.
"Aku kesel sama kamu" jawab Upik dengan bibir maju kedepan sekitar 5 cm.
"Upik, nggak jelas nih! Kesel kenapa si?" tanya Ayiswa.
"Aku iri sama kamu, kayanya oppa Byun soo suka sama kamu, kalau dia nggak suka sama kamu ngapain juga dia jauh-jauh dari korea kesini cuma buat jengukin kamu doang?" jawab Upik.
Ayiswa yang tidak mau dibuat gede rasa karena hal itu lalu menyangkal ucapan Upik, Ayiswa juga berpikir mereka tidak mungkin bersama karena mereka sangat berbeda bagaikan langin dan bumi yang tak mungkin bersatu, ditambah lagi Byun soo pernah berkata padanya untuk tidak terlalu serius menanggapi ucapanya, makannya dari itu Ayiswa tidak akan dan tidak mau percaya apa pun tentang ucapan orang-orang disekitarnya dan juga Byun soo tentang sesuatu yang menjurus kearah cinta-cintaan.
"Dibilangin nggak percaya, dasar ngga peka" kata Upik. Ayiswa hanya cuek menanggapi Upik.
Di korea selatan
Sesampainya dikorea waktu sudah menunjukan pukul 20.00,sedangkan dia baru sampai dibandara internasional incheon, Byun soo segera mengambil mobil yang terparkir ditempat parkir bandara kemudian dia segera pergi keacara louncing produk baru dari suatu perusahaan ternama dikorea sebab dari tadi handphonenya terus berdering. Setelah mulai mengemudikan mobilnya dia memasang headset dikedua telinganya barulah setelah itu dia mengangkat telepon yang ternyata dari managernya. Jung min yang bawel lalu ngomelin Byun soo tanpa jeda.
__ADS_1
📞Akhirnya diangkat juga, Byun soo kamu kemana aja si? Acara udah dimulai ini, semua member sudah datang kecuali kamu, ayo buruan sini, jangan bikin gue naik darah ya.
📞Iya, iya, gue lagi on the way nih, bentar lagi nyampe ko, dasar bawel!
Setelah itu Byun soo segera mematikan panggilan teleponnya kemudian dia segera mempercepat laju mobilnya.
"Belum juga selesai ngomong udah dimatiin,dasar Byun soo, lo emang paling bandel dan paling susah diatur dari member lainnya" keluh Jung min kesal karena selalu dibuat khawatir oleh Byun soo.
Setelah sampai dia segera berlari keruang tunggu para artis, disana sudah ada Jung min yang sedang menunggu Byun soo dengan cemas. Dia lalu menyuruh hair stylest untuk menata rambut Byun soo yang lembut, ringan dan wangi setelah itu MUA (make-up artis) mulai memoleskan eyeshedow berwarna coklat dikelopak mata Byun soo lalu dipadukan dengan lensa kontak agar mata Byun terlihat lebih besar dan untuk menambah definisi serta mempertegas garis matanya MUA membentuk garis tipis dengan menggunakan eyeliner diarea sekitar bulu matanyanya setelah itu barulah dia pakaikan lipstik dengan warna yang natural.
Setelah selesai dimake-up dia segera mengganti pakaiannya dengan dibantu oleh asisten Jung min, dengan menggunakan jas hitam, kemeja putih dan dasi, Byun soo terlihat menawan dengan setelan jasnya itu.
"Oke, sudah sempurna, ayo cepat gabung sama member lainnya" seru Jung min.
Byun soo lalu pergi menemui member Super sun lainnya yang nampak sudah hadir, dia lalu menyapa mereka kemudian duduk.
"Acaranya udah mulai dari tadi ya? Gue telat banget dong?" tanya Byun soo.
"Sorry, gue abis jengukin saudara keluarga gue yang sakit ditempat yang jauh" jawab Byun dengan sedikit kebohongan.
Mereka semua langsung berdiri ketika semua penonton berdiri karena acara louncing untuk gunting pita sebagai simbolis telah diluncurkannya produk baru kini telah dimulai setelah tadi dibuka dengan beberapa acara. Riuh tepuk tangan mulai menggema didalam gedung tempat diadakannya acara tersebut ketika Ceo perusahaan itu selesai menggunting pitanya mereka duduk kembali.
Acara demi acara pun terus berlangsung hingga larut malam, Byun soo yang mulai jenuh menunggu mereka tampil, mulai merasa tidak nyama disekujur tubuhnya, mungkin saat ini dia butuh untuk segera beristirahat karena kemarin malam dia kurang tidur sebab cemas memikirkan Ayiswa yang sakit, ditambah lagi dia melakukan peejalanan jauh dengan pulang pergi menggunakan pesawat selama 14 jam itu membuatnya sangat lelah.
Apa lagi sekarang sudah sangat malam, dimana waktunya tubuh manusia untuk beristirahat namun dia harus tetap bekerja, rasa kantuk yang mulai menyerang mata Byun soo semakin membuat tubuhnya ringkih, sesekali dia terlihat menguap sambil ditutupi oleh tangannya, dia yang lagi duduk juga terlihat membungkukkan badannya karena menahan berbagai rasa yang menyerang tubuhnya akibat kelelahan dan ngantuk.
Byun soo berkali-kali menunduk sambil memegangi jidanya yang terasa pusing dia juga sesekali menggeliatkan tubuhnya untuk meregangkan persendiannya yang terasa kaku.Tae hyun yang duduk disampinya lalu bertanya.
"Lo kenapa? Dari tadi gue perhatiin kaya kurang fit gitu?"
"Nggak tahu nih, badan gue gak enak, kepala gue agak pusing" jawab Byun soo.
__ADS_1
"Kayanya lo kecapean deh, kalau hari-hari kerja lo harus banyak istirahat, jangan kelayaban melulu, ya udah sini gue pijitin lo, kasihan banget si lo" kata Tae hyun lalu mijitin pundak dan kepala Byun soo.
"Thanks my brother" ucap Byun soo. Tae Hyun hanya menggangguk sambil tersenyum.
Tak lama mc memanggil grup boyband mereka untuk segera tampil. Mereka lalu naik dan mulai menyanyikan lagu slow. Rentetan acara demi acara telah berjalan dengan lancar hingga acar selesai, mereka semua akhirnya pulang. Karena besok Byun soo libur kerja jadi dia memutuskan untuk pulang kerumah orang tuanya sebab dia mau istirahat total dan akan bangun siang. Ditempat parkir mobil, tiba-tiba Jung min memanggil Byun soo, dia lalu menghentikan langkahnya lalu melirik kearah Jung min dengan malas.
"Apaaa,,?? Manggil-manggil gue" tanya Byun soo dengan malas karena dia pengen cepat rebahan dirumahnya.
"Sebelum lo pulang mampir dulu kekantor CM Entertainmen?"
"Mau ngapain?"
"Ambil hadiah yang dikirim penggemar lo yang dikirim kekantor, itu udah numpuk banyak, setiap kali gue suruh lo ambil, lo bilangnya nanti-nanti melulu, kantor CM Entertainment itu bukan tempat penitipan barang ya" kata Jung min agak nyolot.
"Nggak mau ah! Malas, kek gak ada waktu lain aja, ini tuh! Udah jam setengah satu pagi, gue mau pulang cape, mau cepat rebahan, barang-barangnya ambil aja buat lo" kata Byun soo sambil melengos pergi menuju mobilnya.
Jung min hanya menatap Byun soo sambil geleng-geleng kepala karena dia itu susah diatur dan suka ngerepotin Jung min. Sesampainya dirumah Byun soo langsung masuk kamarnya dan langsung rebahan dikasurnya yang empuk dan lembut tanpa membuka dulu jas dan sepatunya. Saking cape dan lelahnya dia langsung ketiduran dengan posisi kaki menjuntai kelantai.
Ditempat lain, Ayahnya terbangun dari tidurnya karena merasa tenggorokannya kering dan rasa ingin minum membuatnya terpaksa harus bangun untuk mengambil air didapur yang berada dilantai bawah. Saat melewati kamar Byun soo dengan pintu kamar yang sedikit terbuka tuan Jun gyu menghentikan langkahnya dan melihat kedalam kamar Byun soo.
"Ternyata dia sudah pulang, sepertinya dia sangat lelah sampai-sampai ketiduran tanpa mengganti pakaiannya dan tanpa membuka sepatunya" gumam tuan Jun gyu.
Dia lalu masuk kedalam kamar putra bungsunya itu kemudian dengan penuh kasih sayang terhadap anaknya itu, dia membuka jas dan sepatu Byun soo, setelah itu dia menarik dan membetulkan posisi tidur anaknya itu dengan susah payah karena dia sudah dewasa hingga beban tubuhnya cukup berat, setelah selesai dia mengambil handphone Byun soo dari saku celananya kemudian menyipannya diatas meja sebelah tempat tidur Byun soo lalu ia menyelimuti Byun soo. Kemudian menatap putranya dengan seksama.
"Hhmm,,, bayiku kini sudah tumbuh besar menjadi seoarang pria dewasa, meski umurmu sudah 29 tahun tapi bagiku engkau masih seperti bayi" gumam tuan Jun gyu.
"Dibalik wajahmu yang baby face kamu adalah seorang yang pekerja keras dan bertanggung jawab, tapi ayah sangat mengkhawatirkan kesehatanmu belakangan ini, kenapa kamu harus bekerja terlalu keras seperti ini kalau hanya untuk menghidupi dirimu sendiri? Kamu kan masih belum punya tanggung jawab terhadap seseorang seperti ayah pada ibumu, lalu kenapa kamu harus bekerja terlalu keras seperti ini Byun soo?" gumam tuan Jun Gyu lagi.
Padahal kalau Byun soo mau, ayahnya masih sanggup menafkahi dia karena perusahaannya ada dimana-mana namun Byun soo memilih untuk hidup mandiri dan tak mau merepotkan kedua orang tuanya. Setelah itu tuan Jun gyu mematikan lampu kamar Byun soo kemudian dia pergi ketujuan awalnya untuk mengambil air minum dilantai bawah.
Next,,,
__ADS_1