PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Janji halalkanmu asal anter ketoilet


__ADS_3

"Buruan keluar!! Aku tahu kamu sembunyi dibalik dinding kamarku kan" teriak Byun soo.


Akhirnya Ayiswa menampakan tubuhnya sambil terus menunduk tapi tetap dia tak berani masuk kedalam kamar Byun soo.


"Ini buburnya bawa lagi aja, aku gak mau makan dan gak mau minum obat kalau disuapin sama Hafis" kata Byun soo.


"Tapi kak Ayis, ini bang Byun baru makan sedikit" adu Hafis.


Ayiswa jadi kesal karena Byun soo seperti anak kecil tak mau makan dan tak mau minum obat padahal dia lagi sakit. Dia malah tiduran lagi sambil membelakangi Ayiswa sebagai wujud protesnya karena gak mau disuapin sama Hafis. Ayiswa yang tak mengerti apa mau Byun soo lalu ngomel-ngomel tapi tetap saja Byun soo tak mendengarkan ucapan Ayiswa dia malah menutup telinganya dengan bantal.membuat Ayiswa makin kesal.



"Bang Byuuuuunn,,!! Jangan pura-pura gak denger deh, peke ditutupin segala telinganya pake bantal, aku nyuruh kamu makan dan minum obat itu karena kasihan sama kamu biar kamu cepet sembuh, jadi orang itu jangan suka ngerepotin orang lain kenapa?" teriak Ayiswa.


Byun soo melirik pada Ayiswa yang masih mematung didepan pintu tak berani masuk kedalam kamar.


"Bodo amat, lagian aku gak pernah nyuruh kamu bawain bubur kesini, kalau kamu gak mau direpotin sama aku udah pergi aja sana, aku mau sakit, mau mati disini juga, kamu gak usah peduli" Lirih Byun soo lalu menutup telinganya kembali dengan bantal.


Ayiswa berdecak sambil geleng-geleng kepala karena sifat keras kepalanya Byun soo. Meski begitu dia tetap tak bisa membiarkan salah satu penghuni panti sakit sendirian, rasa solidaritas, saling menolong antara sesama penghuni panti dan keprihatinan sudah tertanam dihati Ayiswa jadi dia tidak bisa terus mempertahankan egonya akhirnya Ayiswa mengalah.


"Ya udah, bang Byun maunya gimana biar mau makan dan minum obat?"


"Aku mau kamu yang nyuapin aku" jawab Byun soo.


Ayiswa melongo kaget mendengar permintaan Byun soo, dia yang tak mau menuruti keinginannya langsung menolak.


"Aku nggak mau, bang Byun kan udah gede makan aja sendiri" kata Ayiswa.

__ADS_1


"Ya udah, aku ngga mau makan dan minum obat kalau kamu gak mau nyuapin aku" Byun soo kekeh pada pendiriannya.


Ayiswa yang tak punya pilihan lain akhirnya dengan terpaksa harus mau nurutin kemauannya Byun soo yang mau disuapin oleh Ayiswa agar dia mau makan dan minum obat. Tapi meski begitu dia tak mengabaikan peraturan panti yang melarang laki-laki dan perempuan berduan apa lagi ini didalam kamar.Karena dia tak mau terjadi fitnah akhirnya Ayiswa memanggil semua anak panti untuk menemaninya masuk kedalam kamar Byun soo dan Ryeon yang tidak terlalu luas hingga kamar Byun soo disesaki oleh anak-anak panti.


Sebenarnya Byun soo merasa sedikit terganggu dengan kehadiran anak-anak panti yang berjumlah 20 orang itu karena mereka masih kecil dan suka bikin keributan sedangkan Byun soo yang lagi sakit butuh ketenangan, tapi itulah persyaratan dari Ayiswa jadi terpaksa dia menuruti persyaratannya.


Melihat Byun soo yang terlihat sangat lemas, Ayiswa lalu menyuruh anak laki-laki panti yang paling besar untuk membantu membangunkan Byun soo karena Ayiswa tak mau ada sentuhan antara dirinya dan dia. Setelah itu dia mulai menyuapi dengan telaten.


Ketika sudah makan dan minum obat dia lalu tiduran lagi tapi tiba-tiba dia merasakan ada panggilan alam yang sangat mendesak, Byun soo lalu meminta Ayiswa untuk mengantarkannya kekamar mandi karena dia tidak kuat untuk berjalan sendiri sebab badannya terlalu lemas untuk pergi sendiri.


Ayiswa lalu menyuruh beberapa anak laki-laki yang paling besar untuk membantu Byun soo.Namun karena tubuh Byun soo lebih berat dan lebih tinggi dari anak-anak panti itu, mereka tidak kuat menahan tubuh Byun soo yang sempoyongan karena badannya terasa lemas akhirnya mereka melepaskan tubuh Byun soo hingga dia tersungkur jatuh kelantai, semua kaget melihat itu.


Byun soo lalu meringis kesakitan ketika kepalanya kejedot lantai, dia kemudian meringkuk dilantai sambil memegangi perutnya yang terasa sakit lagi. Untuk beberapa saat dia hanya dilihatin saja oleh para penghuni panti itu. Meski begitu dia tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak bisa banyak bergerak namun panggilan alam itu semakin mendesaknya, lalu Byun soo mencoba untuk bangun sendiri tapi ternyata dia sudah tak punya energi untuk bangun sendiri.


"Sial! Kenapa badanku terasa lemas banget si? Sampai-sampai tidak bisa bangun sendiri" batin Byun soo kesal.


"Maaf bang, aku tidak bisa bantu kamu karena kamu tidak halal bagiku" jawab Ayiswa dengan tidak enak hati.


Mendengar jawaban Ayiswa membuat Byun soo jadi kesal karena dia udah gak kuat lagi pengen cepat-cepat ketoilet dia lalu menggeram kesal.


"Aarrrghh,,,!! Apa harus halal dulu baru kamu mau bantuin aku?"


Ayiswa jadi gelagapan, bingung harus jawab apa "Yaaaa,,,ngg,,,," kalimat Ayiswa terpotong oleh Byun soo.


"Ya udah, aku janji akan menghalalkan kamu kalau kamu mau anterin aku ketoilet sekarang juga, buruan aku udah gak kuat lagi nih!" gertak Byun soo asal bicara dengan suara agak ngegas karena gak sabar pengen cepat ketoilet.


Ayiswa jadi baper, bingung, ragu dan salah tingkah karena ini keadaannya darurat dan dia tak mungkin mengabaikan orang yang lagi sakit yang butuh pertolongannya, ditambah Byun soo terus marah-marah minta diantar ketoilet akhirnya Ayiswa membantu memapahnya kedalam toilet.

__ADS_1


Setelah sampai ditoilet dia langsung didudukan dicloset duduk. Ayiswa yang baper dan kebingungan malah diam mematung dikamar mandi berdua dengan Byun soo. Sedangkan Byun soo yang udah serasa diujung tanduk udah malas berkata apa-apa lagi dengan susah payah lalu dia menendang pintu kamar mandinya.


"Lah ko pintunya ditutup?" tanya Ayiswa dengan polosnya ketika menyadari pintu kamar mandinya tertutup.


"Ya terus, kamu mau diam aja disini? Buruan keluaaaarr,,,!!" bentak Byun soo yang tadinya udah malas bicara lagi tapi terpaksa dia bicara karena Ayiswa malah diam mematung ditempatnya.


Ayiswa yang kaget lalu segera keluar dan menutup pintu kamar mandinya. Wajahnya seketika terlihat memerah karena sangat malu.Dia lalu berkata dalam hatinya sambil mukulin kepalanya.


"Ya ampun! Kenapa aku malah diam aja disana sih? Bodoh,, bodoh,, ini benar-benar memalukan"


Dia lalu duduk dikursi yang ada dikamar Byun soo sambil terus mengutuki dirinya karena kebawa perasaan dan salah tingkah membuat Ayiswa melakukan hal konyol yang mempermalukan dirinya sendiri dihadapan Byun soo. Saking malunya dia mengingat kejadian tadi, dia serasa ingin masuk kelubang semut dan tak mau lagi menampakan mukanya dihadapan Byun soo.


"Gadis yang aneh, katanya gak mau berduan sama aku, katanya gak mau bersentuhan denganku karena aku tidak halal baginya tapi tadi, ko dia malah mau berduan didalam toilet kamar mandi si?" batin Byun soo tak mengerti dengan Ayiswa.


Setelah sakitnya mulai mereda dan rasa ingin buang airnya hilang Byun soo lalu memanggil-manggil Ayiswa lagi untuk membantunya kembali tiduran ditempat tidurnya.


"Ayiswa, aku udah selesai cepat kamu kesini lagi bantu aku kembali ketempat tidurku" teriak Byun soo dari dalam kamar mandi.


Ketika Byun soo memanggilnya beberapa kali namun Ayiswa tak menyahutnya, Byun soo pikir Ayiswa sudah keluar dari kamarnya dan meninggalkan dia sendirian dikamar mandi.


"Ayiswa kemana si? Ko gak nyahut-nyahut, masa aku harus terus diam dikamar mandi" batin Byun soo kecewa.


Lalu dia mencoba memanggil Ayiswa lagi berkali-kali. Sementara Ayiswa terus melamun memikirkan kekonyolannya tadi yang malah terus diam dikamar mandi padahal Byun soo ingin segera buang air. Hafis yang mendengar teriakan Byun soo didalam kamar mandi lalu membuyarkan lamunan Ayiswa.


"Kak Ayis, itu bang Byun manggil-manggil kakak terus, katanya dia udah selesai ditoilet"


Ayiswa yang mulai tersadar lalu bangun dari duduknya dan pergi mendekati Byun soo meski sesungguhnya dia sudah tak punya muka lagi untuk menemui Byun soo karena sangat malu atas kejadian tadi. Setelah itu Byun soo dipapah oleh Ayiswa untuk tiduran lagi. Ayiswa menyuruhnya untuk beristirahat tapi ketika melihat kondisi Byun soo yang tubuhnya makin lemas, wajanya makin pucat dan suhu tubuhnya sangat panas Ayiswa lalu menyarankan dia untuk pergi kedokter tapi Byun soo menolak. Dia meminta Ayiswa untuk menyuruh dokternya aja yang datang kesini karena kondisinya tidak memungkinkan lagi untuk pergi kedokter.

__ADS_1


Next,,,,,


__ADS_2