PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Hot Deddy


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian. malam itu menunjukkan pukul 01.00 pagi dimana orang-orang masih terlelap dalam tidurnya begitu pula dengan Rayyan,dia masih terlelap tidur dalam buaian mimpinya yang indah hingga akhirnya ia terjaga dalam tidurnya karena tiba-tiba Baby zayn yang tidur disampingnya menangis.


"Hhmm,,Zayn! ko kamu malah nangis sih? Ini masih malam tidur lagi ya sayang" ucap Rayyan dengan mata yang masih terpejam dan masih setengah sadar.


Tapi bayi itu tak mau berhenti menangis hingga akhirnya dengan terpaksa Rayyan yang masih ngantuk harus bangun juga untuk menenangkan Baby Zayn. saat dia menggendong Zayn, badannya terasa sangat panas.


"Baby, badanmu panas banget apa kamu sakit?" Rayyan panik


Dia lalu memakaikan baju tebal dan bedong selimut bayi kemudian Rayyan membawa baby Zayn kerumah sakit dengan menggunakan kendaraan motornya. sesampainya dirumah sakit. untung malam menjelang pagi itu masih ada dokter jaga sehingga Baby zayn segera ditangani oleh dokter. ternyata dia hanya mengalami demam biasa saja jadi dokter meminta Rayyan untuk tidak terlalu khawatir.


Setelah selesai diperiksa, dokter itu meberikan resep obat yang harus ditebus oleh Rayyan diapotek rumah sakit itu.Rayyan pun segera menebus obatnya. kemudian dia kembali pulang.dirumah, bayi itu langsung diberi MP ASI barulah setelah itu diberi obat.


Setengah jam kemudian panasnya mulai turun tapi baby Zayn masih tetap rewel,dia terus saja menangis dan hanya sesekali saja berhenti menangis hingga Rayyan tak bisa tidur lagi karena harus menjaga Baby Zayn yang lagi sakit.


Waktu menunjukkan pukul 04.00 pagi,bayi itu masih terus terjaga dalam pangkuan Rayyan tapi kali ini dia sudah berhenti menangis. Rayyan yang matanya terus diserang oleh rasa kantuk akhirnya memutuskan untuk menidurkan bayi itu tapi saat ditidurkan Baby Zayn nangis lagi.


"Ya ampun Zayn, Kenapa kamu masih ngga mau tidur lagi sih? Panasnyakan udah turun. masa kamu mau terus digendong sama ayah sih! boleh ya, ayah tidur dulu sebentar aja. ayah ngantuk nih! nanti pagi ayah harus kerja,kamu tidur lagi ya baby" bujuk Rayyan


Tapi Baby Zayn tetap tidak mau tidur lagi akhirnya Rayyan terus menggendong dia sambil duduk ditempat tidur dengan keadaan mata yang udah 5 watt.saking ngantuknya dia hampir saja menubruk Baby Zayn yang ada dipangkuannya untungnya dia langsung tersadar dan membetulkan kemali posisi duduknya.


Kali ini Rayyan benar-benar merasakan gimana sulitnya membesarkan seorang bayi sendirian. tak ada kata lelah,tak boleh ada kata ngantuk dia harus siap setiap saat itulah yang harus dilakukannya.Rayyan jadi tahu gimana sulitnya membesarkan seorang bayi itu.


Dia jadi kepikiran pada ibunya, Rayyan jadi kangen sama ibunya, ingin rasanya dia ketemu lagi sama sosok ibu yang dulu selalu menyayanginya yang selalu perhatian padanya dan selalu mencemaskannya jika dia tak memberi kabar sehari saja.


"Aku jadi kangen sama ibu, ibu apa kabarnya ya? Apa ibu bisa menerimaku kembali setelah aku menyakiti hatinya" batin Rayyan jadi sedih


Pagi harinya dia pergi kerja meski sejak Baby Zayn bangun dia tidak bisa tidur lagi,tapi tetap dia masuk kerja sambil membawa Baby Zayn yang masih sakit. tapi ternyata ditempat kerjanya Zayn tetap masih rewel. dia mau terus digendong oleh Rayyan dan tidak mau diganti oleh siapa pun hingga ditempat kerja Rayyan tak bisa bekerja.


Sementara dilestoran sedang rame-ramenya, para waiter dan waittres kewalahan melayani para pelanggan yang datang hingga si bos ikut turun kelapangan. sedangkan dibelakang Rayyan sibuk ngurusin Zayn yang masih rewel.


"Si Rayyan gimana sih! disini rame pengunjung dia masih sibuk ngurusin bayinya, niat kerja ngga sih dia" gerutu sang bos


Dia lalu mencari Rayyan kebelakang.setelah menemukan si bos langsung menegur Rayyan.


"Rayyan! kamu ini niat kerja ngga sih, pengunjung lagi rame tuh! Cepet layani"


"Maaf bos, bayi saya sakit jadi dia rewel terus gak mau dilepas pengen digendong terus"


Si bos mendengus kesal lalu dia berkata


"Ya udah, kamu pulang aja,urusin tuh! bayimu sampai sehat lagi" ucap si bos


"Bos serius saya boleh pulang?" tanya Rayyan ragu


Si bos lalu mengangguk pertanda mengiyakan pertanyaan Rayyan. tentu saja itu membuat Rayyan jadi senang karena dia bisa fokus ngurusin Baby Zayn.dia lalu pamitan pulang.

__ADS_1


"Makasih ya bos, saya diizinkan untuk pulang cepat, saya pamit pulang dulu ya bos"


Si bos mengangguk sambil berkata "Iya sana pulang tapi besok jangan kesini lagi"


Ucapan si bos itu membuat Rayyan bingung, maksudnya si bos itu mengizinkan Rayyan pulang karena iba atau karena apa? Ko dia bilang Rayyan tidak boleh datang lagi kelestoran ini.


"Maksudnya gimana bos, saya tidak mengerti?"


"Kamu dipecat" jawab si bos sambil melengos pergi


"Ta-tapi bos, saya,, bos,,! Jangan pecat saya" Rayyan memohon


Si bos tetap pergi dan tidak memberikan kesempatan lagi pada Rayyan untuk bicara karena dia tidak mau mendengar apa pun lagi sebab si bos cuma butuh karyawan yang benar-benar serius bekerja bukan seperti Rayyan kerja sambil bawa bayi.


Akhirnya Rayyan hanya bisa pasrah dan menerima kemalangan demi kemalangan yang selalu menimpa hidupnya.meski begitu dia tak lantas berputus asa karena Rayyan yakin pasti ada hikmah dibalik semua ini. soal rezeki dia pasrahkan saja semuanya pada sang maha pemberi rezeki karena Rayyan yakin pada sang maha hidup yang menghidupkan bahwa selama dirinya masih diberi nafas artinya masih ada rezeki baginya. kecuali kalau dia sudah tiada maka terputuslah dan habislah semua jatah rezekinya itu.


Rayyan hanya perlu bersabar dan berusaha soal hasilnya dia serahkan semua pada Allah. lalu dia meninggalkan lestoran itu. kakinya terus melangkah membawanya jauh dari lestoran hingga tibalah disebuah halte yang sepi dia lalu duduk disana sambil menggendong Baby Zayn yang nampak terlelap tidur dipangkuan ayahnya.



Baby Zayn


Rayyan menatap bayi polos yang tak berdosa itu. tak terasa bayi yang lahir dengan berat badan sangat kecil sebesar botol itu kini sudah memiliki banyak lemak ditubuhnya hingga banyak guratan garis diarea tangan dan kakinya.semakin kesini wajahnya semakin mirip dengan ibunya. membuat Rayyan ingat lagi pada Youri karena dia tak menyangka Youri akan tega meninggalkan bayinya yang masih kecil untuk selama-lamanya.


Rayyan lalu terbuai dalam lamunannya. dari kejauhan nampak seorang bapak tua yang membawa gerobak sampahnya dengan ringkih.tubuh tuanya terus menarik gerobak itu dengan susah payah hingga dia melewati Rayyan yang masih terbuai dalam lamunannya.


"Assalammualikum nak" sapa salam bapak tua itu membuyarkan lamunan Rayyan.


"Eh! Waalaikummusalam, Ada apa ya pak?"


"Kamu masih inget bapak ngga nak?"


"Bapak siapa ya?" tanya Rayyan seraya memutar kembali memorinya untuk mengingat sosok bapak tua itu.


"Ini bapak, yang waktu itu dikasih nasi bungkus sama kamu" jawab bapak tua itu


"Aku ngga inget pak"


"Waktu itu kamu pernah ngumpulin pemulung sama anak jalanan terus kamu bagi-bagi nasi bungkus. saat itu tangan bapak kotor lalu kamu membuka dan nyuapin bapak. tak lama ada yang jemput kamu. dua orang laki-laki yang satu masih muda, tampan, bertubuh tinggi, berkulit putih dan bermata sipit yang satunya lagi bertubuh gempal dan sudah agak tua"


Akhirnya Rayyan bisa mengingat kejadian itu. saat dia tidak bisa pulang kepanti gara-gara ditinggalkan oleh Ayiswa sendirian dipinggir jalan sebab Ayiswa marah karena Rayyan sudah melihat wajahnya tanpa cadar. karena waktu itu Rayyan dan bapak tua itu belum sempat berkenalan, sekarang mereka lalu berkenalan.


"Nama bapak, Marwa nama kamu siapa?"


"Namaku Rayyan pak"

__ADS_1


"Eeemm,,! bayi itu,,?" belum selesai pak Marwa menyelesikan kalimatnya Rayyan sudah memotong ucapannya


"Ini bayiku pak namanya Lee Zayn, aku biasa panggil dia dengan sebutan Baby Zayn"


"Oh! Kamu sudah menikah ya? Dan ini anak kamu"


Rayyan tak menjawab pertanyaan pak Marwa karena dia bingung dengan statusnya sendiri. dibilang duda tapi dia belum menikah, dibilang bujangan tapi dia sudah punya anak, N'tahlah sebutan apa yang cocok untuknya?.akhirnya Rayyan yang tak mau bercerita banyak tentang masa lalunya yang kelam hanya bisa menyunggingkan senyuman dibibirnya.


"Istri kamu mana, ko kamu cuma sama bayi kamu aja?" tanya pak Marwa lagi


"Ibunya Baby Zayn sudah meninggal dunia" jawab Rayyan


"Eh! Maaf ya, bapak tidak tahu kalau istri kami sudah meninggal dunia" pak Marwa jadi merasa tidak enak hati dengan segala ketidak tahuannya tentang kehidupan Rayyan


"Tidak apa-apa pak, aku baik-baik saja ko" ucap Rayyan seraya tersenyum ramah.


Akhirnya mereka ngobrol panjang lebar hingga pak Marwah berpamitan karena akan segera menjual hasil mulungnya pada pengepul.


"Pak, aku boleh ikut sama bapak? Aku belum mau pulang, aku mau jalan-jalan dulu" ujar Rayyan


"Boleh aja sih! Tapi apa ngga apa-apa kamu ikut bapak? Bapak kan bawa sampah hasil mulung nih!" tutur pak Marwa sambil menunjuk kegerobak sampahnya.


"Ngga apa-apa pak, kami tidak masalah ko" tutur Rayyan


Mereka lalu pergi sambil terus ngobrol. ditengah jalan tiba-tiba dari arah berlawanan Rayyan melihat Ayiswa dan Upik semakin mendekat. Rayyan yang tak siap menampak wajahnya dihadapan Ayiswa lalu menghentikan langkah pak Marwa. kemudian dia jongkok sambil bersembunyi dibalik gerobak sampah pak Marwah.


"Pak jangan berisik ya, tolong tutupi saya dari kedua gadis itu" ucap Rayyan setengah berbisik


"Emang kenapa?" tanya pak Marwa tak mengerti


"Nanti aku jelasin, sekarang diem dulu mereka semakin mendekat tuh!" ucap Rayyan sambil memberi isyarat dengan jari telunjuk yang didekatkan kebibirnya.


Pak Marwa lalu menuruti apa mau Rayyan, tak berapa lama Ayiswa dan Upik melewati melewati mereka. saat mereka sudah agak jauh baru Rayyan berdiri dan menatap Ayiswa dari kejauhan dengan tatapan sedih.


"Syukurlah, sekarang kamu nampak lebih ceria dari yang terakhir kulihat. mungkin sekarang kamu sudah mulai melupakan kesedihanmu Ayiswa" batin Rayyan


"Maafkan aku atas semua kekacaun yang kubuat ini Ayiswa, hingga kamu harus mengalami hal memalukan ini, aku sangat menyesal Ayiswa" batinnya lagi dengan penyesalan yang amat mendalam.


"Sekarang aku memang gagal menikah dengan Noona Youri, tapi apakah masih ada kesempatan untukku agar bisa menikahimu,Ayiswa? Sekarang aku sudah berbeda, aku sudah menjadi seoarang ayah dari anak wanita lain, lalu apakah kamu masih bisa menerima keadaanku, Ayiswa? Apakah kamu bisa menerima Baby Zayn sebagai anakmu juga, Ayiswa? Aku ragu dengan itu semua. harusnya aku sadar diri siapalah aku ini masih mengharapkanmu jadi istriku" batin Rayyan menciut dan sedih karena keadaan yang tak berpihak padanya.


Saat Rayyan masih terus menatap Ayiswa yang sudah menghilang dari pandangan matanya, pak Marwa lalu membuyarkan lamunan Rayyan.


"Rayyan, kamu ini gimana sih! pas orangnya deket malah sembunyi, pas orangnya jauh dan sudah menghilang dari pandangan mata masih aja dilihatin" kata pak Marwa sambil menepuk bahu Rayyan


Rayyan hanya tersenyum menanggapi ucapan pak Marwa.

__ADS_1


Next,,,,


__ADS_2