
Setelah beberapa menit, Laras yang sudah selesai membersihkan dirinya, turun ke dapur untuk memanggil Nana, disaat menuruni tangga, Laras bertemu dengan Bibi yang ingin kekamar Rayyan.
"Bibi mau kemana?" tanya Laras
"Bibi ingin kekamar Tuan, untuk membersihkan kamarnya" Jawab Bibi
"Baiklah bi, semangat!" kata Laras sambil tersenyum
"Terima kasih Nona" kata Bibi
Laras melangkahkan kakinya kembali menuju dapur untuk memanggil Nana.
Sesampainya di dapur, Laras mendekati Nana yang sedang membersihkan alat-alat yang digunakan untuk membuat jus.
"Assalamualaikum Nana" kata Laras yang sengaja mengucapkan salam agar Nana tidak terkejut.
"Waalaikumsalam Nona" jawab Nana sambil tersenyum
"Sudah selesai dengan jus nya Nana?" tanya Laras
"Sudah Nona" jawab Nana
"Kamu membuat jus apa ?" tanya Laras
"Saya membuat jus mangga dan jus apel Nona, apa Nona mau mencobanya?" tanya Nana
"Boleh, tapi saya ingin jus mangga saja, jus apelnya nanti saja" jawab Laras
"Baik Nona, sebentar saya ambilkan" kata Nana
"Tidak perlu Nana, saya bisa mengambilnya sendiri" kata Laras
"Tidak apa-apa Nona, saja juga sudah selesai mencuci alat-alat yang kotor ini" jawab Nana.
"Kamu langsung saja kekamar saya, pilih kan baju yang cocok untuk saya, saya tidak terlalu paham dengan itu semua" jawab Laras
"Baiklah, kalau begitu saya langsung masuk kamar Nona, tidak apa-apa kan?" tanya Nana
"Tidak apa-apa, masuk lah" jawab Laras
"Baiklah kalau begitu" kata Nana
"Eh..Nana, dimana kamu meletakkan jus yang kamu buat tadi?" tanya Laras
"Didalam kulkas Nona" jawab Nana
Laras pun mengambil jus yang dia mau dari dalam kulkas dan menuangkan kedalam gelas, sedangkan Nana melangkahkan kakinya menuju tangga untuk kekamar Laras, ketika Nana ingin menaiki tangga, terdengar olehnya suara pintu depan yang diketuk dari luar.
"Tok..Tok..Tok" suara pintu yang diketuk
"Assalamualaikum" kata orang yang mengetuk pintu dari luar.
"Waalaikumsalam" jawab Nana
__ADS_1
Nana pun melangkahkan kakinya menuju pintu untuk membukakannya dan melihat siapa yang datang.
"Eh..Tuan Azka" kata Nana yang sedikit terkejut
"Iya, saya kesini untuk mengantarkan baju pesanan Tuan Rayyan untuk Nona Laras" kata azka
"Ah.. iya, Nona Laras ada didapur, apa perlu saya panggilkan?" tanya Nana
"Tidak perlu, ini saya titip saja kepada kamu Nana," kata Azka
"Baiklah kalau begitu, terima kasih" kata Nana
"Dan ini untuk mu" kata Azka sambil memberikan sebuah kotak berbentuk persegi berukuran sedang.
"Apa ini Tuan Azka?" tanya Nana yang masih belum menerima kotak yang diberi oleh Azka
"Ini untukmu, bukalah saat kamu berada dikamar" kata Azka.
"Te..Terima kasih banyak Tuan Azka" jawab Nana sambil menerima pemberian Azka
"Iya, sama sama, kalau begitu saya pamit untuk kembali kekantor, assalamualaikum" kata Azka
"Iya Tuan, sekali lagi terima kasih banyak, waalaikumsalam" jawab Nana
Azka tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu melangkahkan kakinya menuju mobil yang digunakannya tadi.
Nana menutup kembali pintu depan, setelah mobil yang dikendarai oleh Azka sudah tidak kelihatan.
"Apa ini?" tanyanya sendiri sambil melangkahkan kaki menuju kekamarnya untuk menyimpan kotak tersebut
"Nana" kata Bibi dengan suara pelan
"Iya bi" jawab Nana yang langsung menoleh kearah Bibi
"Hadiah dari siapa ini?" tanya Bibi yang tau bahwa yang dipegang oleh Nana sebuah hadiah untuknya tetapi Bibi ingin tau, siapa pemberinya.
"Em.. Tuan Azka, bi" kata Nana
"Tuan Azka?" tanya Bibi memastikan agar dirinya tidak salah dengar.
"Iya bi, Tuan Azka" jawab Nana kembali
"Semoga Nak Azka memiliki perasaan yang sama seperti kamu, Nana" kata bibi
"Em..Nana takut bi untuk begitu percaya padanya, Tuan Azka tidak pantas untuk saya" kata Nana
"Berdoa saja Nana" kata Bibi yang memegang bahu sebelah kanan Nana
"Iya Bi, terima kasih" jawab Nana.
"Sebentar ya Bi, Nana simpan dulu, nanti saja Nana bukanya" kata Nana
"Baiklah, simpan lah, Bibi ingin ke dapur sebentar" jawab Bibi
__ADS_1
Nana menganggukkan kepalanya dan masuk kekamar untuk menyimpan kotak pemberian Azka di lemari pakaiannya. Setelah menyimpannya ia langsung keluar untuk kekamar Laras.
Baru beberapa langkah Nana keluar dari kamarnya, Laras menyapanya, sambil membawa nampan yang berisikan dua gelas jus mangga buatan Nana tadi.
"Nana, kenapa masih disini?, bukannya kamu ingin kekamar saya?" tanya Laras
"Iya Nona, maaf tadi saya kekamar saya sebentar" jawab Nana tanpa memberi alasannya yang jujur
"Tidak apa-apa Nana, ya sudah ayo kita kekamar saya" ajak Laras
"Ayo" jawab Nana
"Tapi tunggu sebentar Nana, itu apa?" tanya Laras yang menunjukkan paper bag yang ditangan Nana dengan pandangannya
"Oh.. Ini isinya baju Nona, tadi Tuan Azka yang mengantarnya, atas perintah Tuan Rayyan" jawab Nana
"Baju?, untuk siapa?" tanya Laras kembali
"Baju untuk kamu Nona" jawab Nana sambil tersenyum
"Maksudnya, baju itu dari Tuan Rayyan?" tanya Laras lagi
"Iya Nona" jawab Nana
"Mengapa dia mengirim kan baju lagi?, baju kemaren saja masih ada yang belum terpakai, mubazir sekali" kata Laras
"Saya tidak tau Nona" jawab Nana
"Ah.. Ya sudahlah, ayo kita kekamar saya, sudah jam 10.30, nanti terlambat" ajak Laras yang sudah duluan melangkahkan kakinya menaiki tangga untuk menuju kekamarnya.
Nana berbicara, dia hanya mengikuti langkah kaki Laras sampai di kamarnya.
"Nana, ini saya bawakan jus, minumlah" kata Laras sambil meletakan nampan yang dibawanya keatas meja kecil samping tempat tidurnya.
"Iya Nona, nanti saya akan meminumnya, tapi sekarang Nona gantilah pakaian Nona, ini, cobalah beberapa baju yang ada didalam paper bag ini" kata Nana sambil memberikan paper bag yang ada ditangannya ke Laras
"Baiklah, saya akan mencoba baju-bajunya" jawab Laras sambil mengambil paper bag tersebut lalu menuju kekamar mandi, untuk berganti pakaian.
Beberapa menit kemudian, Laras keluar dengan pakaian pertama, yaitu baju berwarna hitam diatas lutut dengan panjang lengan tanggung, dan sedikit terbuka di bagian dada
"Nana, saya tidak nyaman jika keluar dengan berpakaian seperti ini" kata Laras
"Baiklah Nona, coba Nona ganti baju yang lain" kata Nana
"Oke" jawab Laras yang langsung masuk kembali kedalam kamar mandi untuk berganti pakaian yang kedua.
Setelah 5 menit, Laras keluar dari kamar mandi dengan pakaian keduanya, berwarna hitam yang lumayan panjang, sedikit mengembang dari pinggang kebawah, lengan bajunya panjang sampai pergelangan tangan dan bagian dada sangat tertutup sampai ke bagian leher.
"Nana, bagaimana kalau saya pakai yang ini saja?" tanya Laras yang sudah keluar dari kamar mandi dan memutarkan tubuhnya.
"Bagus, sangat cocok dengan tubuh Nona, apa Nona nyaman saat memakai pakaian ini?" tanya Nana
"Iya, sangat nyaman" jawab Laras
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu, ini saja" jawab Nana
Laras menganggukkan kepalanya dan masuk kembali kekamar mandi untuk mengambil baju yang masih ada didalam sana, lalu kembali ia keluar kembali dan meletakkan baju tersebut diatas tempat tidurnya.