
Setelah selesai makan, Rayyan menuangkan air minum untuk Laras kedalam gelas
"Ini minumlah" kata Rayyan memberikan segelas air kepada Laras
"Terima kasih Mas" kata Laras sambil tersenyum dan mengambil gelas yang diberikan oleh Rayyan
Setelah Laras selesai minum, Rayyan berdiri dari duduknya untuk meletakkan piring dan gelas yang tadi digunakan ke dapur
"Mas, biar saya saja" kata Laras yang ikut berdiri dari duduknya
"Sudah, kamu duduk saja, aku hanya meletakkannya didapur, nanti biar Bibi atau Nana saja yang mencucinya" kata Rayyan
"Baiklah" kata Laras yang kembali duduk ditempat duduknya kembali
Lalu Rayyan melangkahkan kakinya menuju dapur, setelah beberapa saat, Rayyan kembali ke meja makan dan duduk kembali ditempat duduknya disamping Laras
"Bee" kata Rayyan sambil memegang kedua tangan Laras
"Iya, ada apa Mas?" tanya Laras
"Aku akan mengajakmu ke Bali untuk bulan madu, bagaimana?, apa kamu mau?" tanya Rayyan kepada Laras
"Bukannya saya tidak mau bulan madu, tapi saya tidak ingin berbulan madu di Bali" kata Laras
"Jadi kamu ingin kemana Bee?" tanya Rayyan dengan suara lembut sambil mengelus kepala Laras
"Saya ingin ke Papua" kata Laras sambil melihat kearah Rayyan
"Kenapa kamu ingin kesana?" tanya Rayyan lagi
"Saya ingin ke Raja Ampat dan juga bertemu dengan anak-anak yang ada didaerah sana, saya ingin bermain-main dengan mereka disana" kata Laras sambil tersenyum kepada Rayyan dan menepuk-nepuk kedua tangannya seperti anak kecil yang mendapatkan maina
"Baiklah, besok siang kita pergi berangkat" kata Rayyan
"Besok?" tanya Laras kepada Rayyan
"Iya, besok siang kita berangkat" kata Rayyan
"Mas, saya belum mengemas barang-barang untuk dibawa kesana" kata Laras
__ADS_1
"Kita perginya siang sayang, tidak pagi, jadi kamu masih bisa mengemas-ngemas barangnya" kata Rayyan
"Baiklah, kalau begitu saya akan mulai mengemas barang-barang yang akan dibawa dari sekarang saja" kata Laras sambil berdiri dari duduknya
"Bee, istirahat dulu, ini baru jam 17.30 sore, kamu saja belum mandi" kata Rayyan yang juga ikut berdiri dari duduknya
"Iya juga sih, kalau begitu saya akan mandi dulu, nanti baru mengemas barang-barangnya" kata Laras
Rayyan hanya tersenyum kepada Laras lalu menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, saya akan kekamar dulu, untuk mandi dan membersihkan diri" kata Laras
"Ayo, aku juga ingin kekamar untuk istirahat sebentar" kata Rayyan
Laras menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu mereka berdua melangkahkan kakinya menuju tangga untuk kekamar
Mereka berdua telah sampai didalam kamar Rayyan yang kini sudah menjadi kamar Laras juga, Laras langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Rayyan langsung menuju ketempat tidur untuk istirahat sebentar
Setelah Laras selesai mandi dan membersihkan diri, sekarang giliran Rayyan untuk mandi dan membersihkan diri, Laras yang sudah selesai mandi tadi langsung memakai baju dan bersiap-siap.
Setelah beberapa menit kemudian, Rayyan sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi, dia melihat baju yang akan pakai sudah ada diatas tempat tidur, lalu dia melihat sekeliling kamar namun dia tidak menemukan apa yang dia cari, lalu dengan cepat dia memakai pakainya dan menyisir rambutnya dengan sisir yang ada dimeja rias milik Laras yang memang sudah dipindahkan ketika menyiapkan kamar pengantin kemaren.
Lalu Rayyan melangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari kamarnya, ketika dia ingin menuju tangga, dia melihat kamar Lucy dan Lacy sedikit terbuka, lalu dia melangkahkan kakinya untuk menutup pintu kamar tersebut, namun ketika tangannya ingin menutup pintu kamar itu, dia mendengar suara Laras yang sedang tertawa, lalu dia membuka pintu tersebut dengan lebar untuk melihat dan mastikan apakah benar Laras ada didalam, ternyata benar Laras ada didalam kamar tersebut sambil bermain dengan Lucy dan Lacy.
"Ya allah Bee, aku mencari mu ternyata kamu disini" kata Rayyan yang langsung masuk kedalam kamar Lucy dan Lacy tidak lupa menutup pintunya kembali
"Maaf ya Mas, saya tidak memberitahukan kamu jika saya kesini" kata Laras
"Iya, tidak apa-apa" kata Rayyan sambil mengelus kepala Laras.
"Mas, ini sudah jam berapa?" tanya Laras kepada Rayyan karena didalam kamar Lucy dan Lacy tempati tidak memiliki jam dinding.
"Sudah jam 18.00, memangnya ada apa Bee?" kata Rayyan yang kembali bertanya kepada Laras
"Kita sholat magrib bareng yuk" kata Laras mengajak Rayyan untuk sholat magrib berjamaah
"Baiklah, ayo" kata Rayyan
"Beneran kamu bisa jadi imam?" tanya Laras kepada Rayyan
__ADS_1
"Bee, kamu jangan meremehkan suami mu ini, aku memang kejam tapi aku juga tahu tentang sholat wajib Bee" kata Rayyan
"Baiklah-baiklah, maaf ya suami ku" kata Laras sambil mengelus kepala Rayyan
"Iya, sudah-sudah, ayo kita kekamar dan siap-siap sholat magrib, lalu kita akan turun untuk makan dan memberitahu kepada semuanya bahwa besok siang kita akan berangkat ke Papua untuk bulan madu" kata Rayyan
"Ayo" jawab Laras
Mereka berdua pun keluar dari kamar Lucy dan Lacy dan menuju kekamar mereka kembali.
Adzan sudah berkumandang menandakan waktu sholat magrib sudah masuk, Laras dan Rayyan melaksanakan sholat magrib berjamaah yang pertama kalinya, setelah sholat, Laras bersalaman dengan Rayyan dan Rayyan mencium kening Laras.
"Terima kasih Bee, kamu menerima aku yang banyak kurangnya ini" kata Rayyan yang sudah berganti posisi dengan kepalanya sudah berada dipangkuan Laras
"Iya Mas, saya juga berterima kasih karena kamu telah mau menerima saya yang awalnya orang asing dan tidak jelas asal usulnya lalu sekarang kamu jadi saya sebagai orang yang sangat dekat dan memiliki status penting bagi mu" kata Laras sambil mengelus kepala Rayyan yang ada di pangkuannya.
"Aku sangat menyayangimu Bee" kata Rayyan sambil memeluk pinggang Laras dan mengarahkan wajahnya keperut Laras.
"Saya juga menyayangimu Mas" kata Laras sambil tersenyum melihat tingkah Rayyan yang sangat manja.
"Aku lapar" kata Rayyan yang masih memeluk pinggang Laras
"Ya sudah ayo kita turun kebawah" kata Laras
"Ayo" kata Rayyan yang sudah melepaskan pelukannya dan pinggang Laras
Mereka berdua terlebih dahulu menyimpan peralatan sholat yang tadi mereka gunakan, setelah selesai mereka berdua pun ingin turun, ketika Rayyan ingin membuka pintu kamarnya dari luar terdengar suara seseorang yang mengetuk pintu kamarnya ini.
"Tok...Tok...Tok..." suara pintu kamar mereka yang diketuk oleh seseorang dari luar
"Tuan....Nona....Makanan untuk makan malamnya sudah siap, Bibi meminta kalian untuk turun ke meja makan" kata seseorang tersebut
Rayyan langsung membuka pintu kamarnya dan melihat siapa yang mengetuk pintunya.
"Oh...Nana, baiklah, kami juga ingin kebawah" kata Rayyan
"Baiklah, ayo" kata Nana yang langsung melangkah dahulu untuk turun kebawah dan diikuti oleh Rayyan dan Laras.
Mereka bertiga pun turun melalui tangga untuk menuju ke meja makan untuk makan malam.
__ADS_1