rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
34


__ADS_3

Ketika Nana ingin menuju tangga untuk turun ke dapur, ia teringat kepada Laras yang terluka, dan berniat ingin melihatnya sebentar, lalu ia melangkah mendekati kamar Laras.


"Tok..Tok..Tok" suara pintu kamar Laras yang diketuk oleh Nana dari luar.


"Nona, ini saya, Nana" kata Nana dari luar kamar.


"Iya Nana, masuk saja, tidak apa-apa" kata Laras dari dalam kamarnya


Nana pun masuk kedalam kamar Laras dan tidak lupa menutup pintu kamar itu kembali. Terlihat Laras sedang duduk diatas tempat tidur sambil membaca buku dan meluruskan kedua kakinya.


"Ada apa Nana?" tanya Laras yang sudah menutupkan buku yang dipegangnya.


"Tidak ada apa-apa Nona, saya hanya ingin melihat Nona" kata Nana yang melangkah mendekati Laras


"Oh, baiklah, ayo, duduklah disini" kata Nana sambil menepuk tempat tidur tepat disampingnya.


"Tidak usah Nona, saya hanya ingin melihat Nona sebentar saja, kasian Bibi didapur sendiri tidak ada yang membantunya jika saya berlama-lama disini" kata Nana


"Baiklah kalau begitu" jawan Laras


"Iya Nona, kalau begitu saya kembali ke dapur dulu, untuk membantu Bibi disana" kata Nana


"Nana, boleh kita bicara sebentar?" tanya Laras


"Boleh Nona, ada apa Nona?" tanya Nana yang masih berdiri


"Sejak kapan kamu bisa bela diri?" tanya Laras yang langsung menatap wajah Nana


"Ada apa Nona?, kenapa Nona ingin tahu?" tanya Nana kepada Laras


"Saya bertanya kepada kamu Nana, kenapa kamu malah balik bertanya kepada saya" kata Laras


"Maaf Nona, baiklah saya akan menceritakannya, boleh saya duduk disini Nona?" kata Nana yang menunjuk ditepi tempat tidur tepatnya disamping kaki Laras yang di luruskan nya, agar berhadapan dengan Laras


"Boleh, duduklah" kata Laras sambil menganggukkan kepalanya sekali.


"Saya bisa bela diri sejak seminggu setelah bekerja dirumah ini sebagai pembantu, pada saat itu, umur saya 15 tahun, saya di ajarkan oleh Tuan Azka, dia meminta saya untuk terus berlatih bela diri, untuk melindungi diri dari musuh, pada awalnya saya tidak mengerti, apa yang dikatakan oleh Tuan Azka dengan musuh, karena saya merasa saya tidak memiliki musuh, tapi saya tidak berani bertanya, saya hanya ikut apa kata Tuan Azka saja, hingga saat ini saya bisa menggunakan senjata apa saja, kecuali samurai" kata Nana

__ADS_1


"Samurai?" tanya Laras


"Iya, Nona, kerena Tuan Azka sama sekali tidak pandai menggunakan samurai, saya tidak tau alasannya" kata Nana


Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dia mengerti.


"Oooo, jadi begitu ceritanya, orang tua mu dimana?, kenapa kamu bekerja dirumah ini saat umur 15 tahun?" seharusnya diumur mu yang segitu, kamu sekolah kan?" tanya Laras lagi


"sejak saya umur 10 tahun, saya berhenti sekolah, karena ayah saya meninggal dibunuh oleh seseorang, ketika hendak mengantar saya ke sekolah" kata Nana


"Dibunuh?, kenapa?" tanya Laras kembali


"Iya Nona, karena ayah saya mengetahui sesuatu, mereka membunuh ayah saya tepat dihadapan saya, untung satu hari sebelum ayah saya meninggal, ayah telah menceritakan semuanya tentang yang dia ketahui itu" jawab Nana sambil menunduk


"Lalu ibu kamu kemana?" tanya Laras


"Ibu saya telah meninggal saat melahirkan saya" jawab Nana


"Jadi saat ini kamu yatim piatu?" tanya Laras dengan sangat hati-hati agar tidak membuat Nana sedih atau sakit hati dengan kata-katanya


"Iya nona, sejak ayah meninggal, saya menjadi anak yatim piatu, tetapi saat ayah saya masih ada, beliau berperan sebagai ibu juga, tidak membiarkan saya kekurangan kasih sayang sedikit pun, semenjak ayah meninggal, saya bekerja untuk mencari sesuap nasi, mulai mencuci piring di warung makan, saya menjadi pengamen, dan banyak lagi" jawab Nana


"Saya menolong Tuan Azka saat ingin ditembak oleh seseorang" jawab Nana


"Ditembak?" tanya Laras


"Iya Nona, seseorang itu memegang sebuah pistol, saya yang sedang mengamen dijalan, melihat orang tersebut dibalik tembok, pistol yang dipegangnya mengarah kepada Tuan Azka yang sedang menelpon didepan gedung bertingkat, dengan sekuat tenaga saya berlari kearah Tuan azka dan mendorongnya, alhasil saya yang terkena tembakan" kata Nana


"Lalu, setelah itu apa yang terjadi?" tanya Laras


"Tuan Azka dengan cepat mengeluarkan pistol dari jasnya, menembak kearah seseorang itu dan peluru Tuan Azka tepat mengenai bagian kaki orang tersebut, tetapi sayangnya, orang tersebut menghilang ketika Tuan Azka mendekati tembok tempat orang tersebut bersembunyi untuk mengeceknya" kata Nana


"Lalu bagaimana dengan kamu, nana?" tanya Laras yang sudah penasaran.


"Tuan Azka membawa saya kerumah sakit, untuk mencabut peluru yang ada di bahu bagian kiri saya" kata Nana sambil memegang bahu sebelah kirinya.


"Apa saat itu kamu masih sadar atau sudah pingsan?" tanya Laras

__ADS_1


"Saat Tuan Azka mengangkat tubuh saya, ia berkata akan membawa saya kerumah sakit, dan memasukkan kedalam mobilnya, saya masih sadar, namun setelah beberapa menit dalam perjalanan menuju rumah sakit, saya sudah tidak sadarkan diri" jawab Nana


"Ooo, begitu, maafkan saya Nana, saya jadi mengingatkan mu pada masa lalu mu" kata Laras yang sudah memegang kedua tangan Nana


"Tidak apa-apa Nona" jawab Nana kembali mengangkat wajahnya.


"Apa saya boleh bertanya sesuatu yang sedikit menyangkut tentang perasaan mu?" tanya Laras


"Maksud Nona?" tanya Nana yang kurang paham dengan maksud Laras.


"Apa kamu menyukai Kak Azka?" tanya Laras


"Nona, tidak mungkin saya menyukainya, itu tidak pantas, dia orang berada dan berpangkat, sedangkan saya hanya seorang pembantu, Nona" kata Nana yang tersenyum simpul.


"Apa kamu yakin?, tidak sedikit pun menyukainya?" tanya Laras sambil menatap mata Nana


"Nona, siapa yang tidak menyimpan perasaan kepada Tuan Azka, dia begitu baik, tampan, pekerja keras" kata Nana


"Jadi kamu menyukainya atak tidak, Nana?" tanya Laras kembali


"Iya Nona, saya menyukainya, tapi saya minta kepada Nona, jangan memberitahu hal ini kepada siapapun, saya mau Nona berjanji kepada saya" kata Nana


"Iya Nana, saya tidak akan memberitahu siapapun" kata Laras


"Janji" kata Nana


"Iya, saya janji" jawab Laras


Sementara dimeja makan, sudah ada Rayyan, Azka dan Bibi yang sedang makan malam. Saat makan Rayyan bertanya kepada Bibi tentang Laras.


"Bibi, apa Laras sudah makan?" tanya Rayyan


"Sebentar lagi katanya, dia meminta kita untuk makan terlebih dahulu" jawab Bibi Ina


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sekali dan kembali menyuapi mulutnya dengan makanan yang ada dipiringnya.


"Kalau Nana kemana Bi?" tanya Azka

__ADS_1


"Sepertinya dia ada dikamar Nona Laras, tadi Bibi meminta dia memanggil kalian, tapi sampai sekarang belum turun juga" jawab Bibi Ina


Azka menganggukkan kepalanya sambil tangannya menyuapi makanan kedalam mulutnya.


__ADS_2