rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
73


__ADS_3

Sesampainya salah satu anggota MUA tadi keruang ijab kabul, dia melihat Wali Hakim yang akan menikahkan Rayyan dan Laras sekaligus sebagai wali dari Laras karena Laras sudah tidak memiliki orang tua sudah datang begitu juga dengan Rayyan, mereka berdua sudah duduk berhadapan dihalangi oleh satu meja kecil.


"Alhamdulilah, aku tepat waktu ternyata, aku akan Videocall dengan temanku yang didalam kamar nona Laras agar nona bisa melihatnya juga" kata salah satu anggota MUA tersebut sambil mengeluarkan ponsel dari saku celana seragamnya.


"Assalamualaikum" kata anggota MUA yang ada diruang ijab kabul dengan ponsel yang ada dihadapannya


"Waalaikumsalam, ada apa mbak?" tanya anggota MUA yang didalam kamar Laras yang sengaja membesarkan volume ponselnya


"Ini proses ijab kabulnya sudah ingin dimulai, apa nona Laras juga ingin melihatnya?" tanya anggota MUA yang diruang ijab kabul


Anggota MUA yang ada dikamar Laras melihat Laras dan menunggu jawaban dari Laras


"Boleh, saya juga ingin melihatnya, tetapi jarak kamu dengan mereka jangan terlalu dekat" kata Laras


"Baik nona Laras" kata anggota MUA yang disana


Diruang ijab kabul, Rayyan sudah bersiap-siap untuk mengucapkan ijab kabulnya, Rayyan telah menyambut salaman dari wali hakim, lalu wali hakim memulai ijab kabulnya hingga semua tegang dan Rayyan berhasil mengucapkan ijab kabul tersebut dengan satu tarikan nafas lalu semua orang berkata 'sah'.


Laras yang ada didalam kamarnya tidak sadar telah menjatuhkan air matanya karena melihat proses ijab kabul tersebut, entah perasaan apa yang dirasakannya sehingga membuatnya mengeluarkan air matanya


"Alhamdulilah" kata semua orang


Lalu wali hakim tersebut membacakan doa setelah ijab kabul.


Setelah membacakan doa, wali hakim menanyai keberadaan pengantin perempuannya.


"Dimana pengantin perempuannya?" tanya wali hakim tersebut


"Sebentar pak saya panggilan dulu, dia ada diatas" kata Azka yang langsung berdiri dari duduknya lalu mendekati tangga untuk kekamar Laras.


Ketika Azka ingin naik ke tangga, anggota MUA yang tadi ada diruang ijab kabul menghentikan langkah azka dengan Videocallnya yang masih tersambung dengan temannya yang berada didalam kamar Laras.


"Tuan, biar saya saja yang memberitahu dan membawa pengantin perempuannya turun" kata anggota MUA tersebut yang sudah tahu bahwa Azka pasti akan memanggil Laras untuk turun


"Baiklah, cepat sedikit, kasian wali hakimnya dan pengantin prianya" kata Azka


"Baik tuan" jawab anggota MUA tersebut


Videocall yang masih terhubung tersebut langsung ditutup oleh anggota MUA tersebut lalu dia berlari menaiki tangga untuk kekamar Laras.


"Assalamualaikum semuanya?" tanya anggota MUA yang baru datang itu sambil membukakan pintu kamar Laras dengan lebar

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab mereka semua yang ada didalam


"Sudah siap?" tanya anggota MUA yang baru masuk tersebut kepada orang yang ada didalam kamar Laras


"Siap" jawab Laras sambil tersenyum


"Baiklah, waktunya turun" kata anggota MUA yang tadi baru masuk kekamar


"Apa kalian ikut turun juga?" tanya Laras kepada semua anggota MUA


Semua anggota MUA tidak menjawab tetapi hanya menggelengkan kepalanya


"Baiklah, berarti hanya aku sendiri yang membawa kakak turun" kata Nana


Laras hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya sekali


"Ayo, kita turun" kata Nana


"Ayo" jawab Laras


"Kami akan menyusul nanti, kami akan membereskan barang-barang kami dahulu dan mengganti pakaian kami" kata anggota MUA yang tadi baru masuk kekamar


"Baiklah, aku tunggu kalian dibawah, jangan sungkan, makan saja apa yang kalian ingin makan dibawah nanti" kata Laras


"Ayo kita turun" kata Laras sambil mengandeng tangan Nana


"Ayo" jawab Nana


Mereka berdua langsung melangkahkan kaki keluar dari kamar dan menuju tangga untuk turun keruang ijab kabul


"Nana, aku gugup sekali" kata Laras sambil berjalan menuju tangga untuk turun


"Tidak apa-apa kak, aku akan menemanimu hingga bertemu dengan tuan Rayyan" kata Nana sambil tersenyum


Laras membalas senyuman dari Nana sambil menganggukkan kepalanya sekali.


Ketika Laras dan Nana menuruni anak tangga, semua tamu mengalihkan pandangannya kearah mereka berdua, begitu juga Rayyan dan Azka.


"Wah cantik sekali pengantin perempuannya" kata salah satu tamu laki-laki disana


"Iya, eh, itu yang disamping pengantinnya cantik juga, sudah punya pacar belum ya?," tanya salah satu tamu laki-laki kepada teman laki-laki disebelahnya

__ADS_1


Azka yang mendengar kedua tamu laki-laki tersebut membicarakan Nana langsung memiliki ide untuk membuat mereka tidak lagi berfikir untuk mendekati Nana.


"Baiklah, aku akan membuat kalian iri" kata Azka dengan suara yang sangat kecil sambil tersenyum.


Sesampainya Laras dan Nana diruang ijab kabul, Nana langsung menuntun Laras untuk duduk disamping Rayyan yang juga berhadapan dengan wali hakim.


"Kak, untunglah gaun yang kamu pilih dan kamu pakai ini tidak terlalu kembang, jadi memudahkan kakak untuk duduk" kata Nana sambil terus berjalan mengantar Laras untuk duduk dikursi samping Rayyan


"Sudah ku duga ini akan terjadi" kata Laras


"Kakakku paling pintar" kata Nana


Laras hanya tersenyum kepada Nana, setelah berada disamping Rayyan, Laras langsung duduk dan Nana langsung mundur kebelakang untuk mencari tempat duduknya


"Duduk disini saja sayang" kata Azka sambil menarik pinggang Nana untuk duduk dikursi yang kosong tepat disampingnya


"Mas, kamu ini, apa kata orang nanti" kata Nana sambil memukul pelan bahu Azka setelah duduk dikursi kosong tersebut


Azka tidak menjawab, dia langsung melihat kearah laki-laki yang tadi membicarakan Nana sambil mengedipkan sebelah matanya.


Laki-laki tersebut mengerti dan langsung tersipu malu kemudian mengalihkan pandangannya lurus kedepan, melihat pengantin yang ada disana.


"Kalau begitu, pegang lah dulu ubun-ubun istrimu dengan tangan kananmu lalu bacakan doa setelah akat nikahnya" kata wali hakim tersebut


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sambut tersenyum kepada wali hakim tersebut lalu tangan kanannya langsung memegang ubun-ubun Laras


"Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih, amin" kata Rayyan lalu mencium kening Laras.


"Alhamdulilah, sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri, bersalaman dan ciumlah tangan suami mu nak" kata wali hakim tersebut kepada Laras


Laras menganggukkan kepalanya lalu bersalaman kepada Rayyan dan mencium tangan Rayyan


"Pakailah cincinnya" kata wali hakim tersebut


Rayyan dan Laras mengikuti apa yang dikatakan oleh wali hakim.


Setelah semuanya selesai dan wali hakim mohon undur diri, para tamu undangan sudah mulai berdatangan dan mengucapkan selamat kepada kedua pengantin.


"Mas, tamunya ramai sekali" kata Laras yang sudah duduk dipelaminan yang telah disiapkan


"Iya Bee, kamu kan tau suami mu ini orang penting" kata Rayyan sambil memainkan kedua alis matanya

__ADS_1


Laras hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu.


__ADS_2