
Setelah beberapa menit mereka menunggu, terlihat Azka dan Nana keluar dari rumah sakit menuju kearah mobil
"Mas, mereka cocok ya?" kata Laras yang melihat kearah Azka dan Nana mendekati mobil.
"Azka memang menyukai Nana" jawab Rayyan
"Iya, saya tau itu, tapi bagaimana dengan Nana?, apa dia juga menyukai kak Azka?" tanya Laras kepada Rayyan
"Entahlah, kalau itu saya tidak tau" jawab Rayyan
Azka dan Nana langsung masuk kedalam mobil.
"Sudah selesai?" tanya Rayyan kepada Azka
"Sudah Tuan" jawab Azka
"Tidak perlu menggunakan kata 'Tuan' jika tidak ada orang lain" kata Rayyan
"Tapi..." kata Azka yang melihat kearah Nana dan Laras.
Rayyan yang tau arah pandangan Azka langsung mengerti
"Tidak apa-apa" kata Rayyan
"Baiklah kalau begitu" jawab Azka yang langsung menjalankan mobil untuk pulang keruang Rayyan
Jam sudah menunjukan pukul 18.00 sore, mereka sudah tiba dirumah Rayyan, Azka langsung memasukkan mobil ke halaman rumah Rayyan.
Azka dan Nana keluar dari mobil terlebih dahulu, Azka membuka pintu mobil bagian belakang untuk Laras dan Rayyan, Laras keluar terlebih dahulu barulah Rayyan keluar dan langsung mengangkat tubuh Laras kembali untuk membawanya masuk kedalam rumah, Azka menutup pintu mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah diikuti oleh Nana dibelakangnya.
"Assalamualaikum Bibi" kata Rayyan dan dibelakang nya sudah berdiri Azka dan Nana
"Waalaikumsalam" jawab Bibi Ina yang ada diruang tamu menunggu kepulangan mereka
Setelah Bibi menjawab salam, Rayyan langsung membawa Laras kekamarnya
Bibi yang melihat Laras diangkat oleh Rayyan langsung berdiri dan melangkah mengikuti Rayyan.
"Ya allah, ini Nona Laras kenapa Tuan?, kenapa bajunya berdarah seperti ini?" tanya Bibi Ina yang sudah panik dan mengikuti langkah kaki Rayyan yang menuju kamar Laras.
Diruang tamu, tinggal lah Nana dan Azka, mereka duduk diruang tamu, tidak ada diantara mereka yang mengeluarkan suara. Namun, tiba-tiba ponsel Azka berbunyi, Azka mengeluarkan ponsel dari saku celananya, lalu melihat siapa yang menghubunginya.
"Elang?", ada apa dia menelpon ku?" kata Azka dengan suara pelan
"Elang?", cepat angkat Tuan, mungkin telah terjadi sesuatu di markas atau dia ingin memberitahu hal yang penting " kata Laras
__ADS_1
"Hm" jawab Azka sambil menganggukkan kepalanya sekali
Azka sengaja menjawab panggilan dari Elang dihadapan Nana dan membesarkan volume ponselnya.
"Assalamualaikum" kata Azka kepada Elang diseberang sana.
"Waalaikumsalam Tuan Azka" jawab Elang
"Ada apa?" tanya Azka langsung
"Dugaan kita benar, ternyata yang menyerang Nona Laras pada saat membeli cilok dipinggir jalan kemaren itu adalah anak buah Niel" kata Elang.
"Apa kau sudah mengumpulkan bukti-buktinya?" tanya Azka kembali
"Iya, semua bukti-buktinya sudah saya kumpulkan, Tuan azka" kata Elang
"Baiklah, nanti malam kau datanglah kerumah Bos Rayyan, kita akan membahas masalah ini, saat ini aku berada dirumahnya" kata Azka
"Baiklah, jam 21.00 malam nanti, saya akan ke sana," jawab Elang.
"Oke, saya tunggu" kata Azka
"Baik Tuan Azka, kalau begitu saya tutup dulu, Assalamualaikum" kata Elang
"Waalaikumsalam" jawab Azka dan langsung menyimpan ponselnya kedalam saku celananya.
"Kalau begitu, saya juga ingin kekamar" kata Azka
Mereka pun melangkah menuju kamar masing-masing.
Sedangkan dikamar Laras, Rayyan menurunkan tubuh Laras ditepi tempat tidur dengan posisi duduk karena permintaan dari Laras sendiri.
"Bibi, bantu lah Laras untuk mengganti pakaiannya, saya ingin kekamar sebentar untuk membersihkan diri" kata Rayyan
"Tunggu sebentar Tuan, Bibi ingin tau, mengapa Nona Laras seperti ini?, apa yang terjadi?" tanya Bibi kepada Rayyan
"Tidak ada apa-apa Bibi, cuman luka kecil, Laras saja yang kurang hati-hati" jawab Laras berbohong karena tidak ingin membuat Bibi khawatir.
"Apa itu benar Tuan?" tanya Bibi Ina yang sudah menatap ke arah Rayyan
Rayyan melihat kearah Laras yang menggelengkan kepala, seolah-olah meminta Rayyan untuk tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya. Rayyan yang mengerti langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya, itu benar Bibi" jawab Rayyan
"Baiklah, kalau begitu, ayo Nona, Bibi bantu kekamar mandi untuk sedikit membersihkan diri" kata Bibi yang sudah berdiri disamping Laras.
__ADS_1
"Ayo bi" jawab Laras yang sudah berdiri dan tangan kanan Laras langsung disambut oleh Bibi, karena Bibi tau bahwa bagian tangan kiri Laras ada yang terluka, terlihat dari lengan baju kiri Laras yang banyak noda darah.
"Kalau begitu, aku ingin kekamar dulu, untuk membersihkan diri" kata Rayyan
"Baik Tuan" jawab Bibi sedangkan Laras hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah Rayyan keluar dan menutup kembali pintu kamar Laras, Laras dan Bibi Ina melangkahkan kaki mereka menuju ke kamar mandi yang ada dikamar Laras.
Saat Bibi Ina membantu Laras untuk membersihkan diri, tidak ada pembicaraan diantar mereka, baik Bibi maupun Laras, mereka sama-sama diam.
Jam sudah menunjukkan pukul 19.30 malam, Bibi yang telah selesai membantu Laras untuk membersihkan diri, langsung turun ke dapur membuat makanan untuk makan malam yang dibantu oleh Nana.
Setelah beberapa menit, makanan sudah siap dan sudah terhidang diatas meja makan.
"Nana, kamu panggilan Tuan muda, dan Tuan Azka" kata Bibi
"Baiklah Bibi" jawab Nana dan langsung melangkah menaiki tangga untuk kekamar Azka dan Rayyan.
Sesampainya didepan pintu kamar Rayyan, Nana mengetuk pintu kamar tersebut.
"Tok..Tok...Tok" suara pintu yang diketuk oleh Nana
"Tuan,Bibi Ina meminta Tuan untuk turun ke meja makan, makanan untuk makan malam sudah siap" kata Nana dari luar kamar Rayyan dengan pintu yang masih tertutup.
"Baik Nana, sebentar lagi saya akan turun" jawab Rayyan dari dalam kamar
"Baik Tuan" jawab Nana
Setelah itu Nana melanjutkan langkah kakinya menuju kamar yang ditempati oleh Azka, setelah sampai didepan pintu kamar tersebut, Nana mengetuk pintu kamarnya terlebih dahulu.
"Tok..Tok..Tok" suara pintu yang diketuk oleh Nana dari luar
"Tuan Azka" kata Nana yang memanggil Azka dari luar dengan pintu yang masih tertutup.
Azka yang mendengar suara pintu yang diketuk dan memanggil namanya langsung membukakan pintu kamarnya.
"Iya, ada apa?" tanya Azka yang sudah membuka pintu kamarnya dan langsung berhadapan dengan Nana
"Astaghfirullahal'adzim" kata Nana yang langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Azka
"Maaf Nana, saya baru selesai mandi" kata Azka yang mengerti mengapa Nana membalikkan tubuhnya
"Tidak apa-apa Tuan, saya hanya ingin menyampaikan pesan Bibi yang meminta Tuan untuk turun ke meja makan, karena makanan untuk makan malam sudah siap" kata Nana yang masih membelakangi Azka.
"Baiklah, sebentar lagi saya akan turun, saya akan bersiap-siap terlebih dahulu" jawab Azka.
__ADS_1
"Baik Tuan, kalau begitu saya turun dulu" kata Nana yang langsung meninggalkan Azka tanpa melihat kebelakang.
Azka yang melihat tingkah laku Nana langsung tersenyum, Azka langsung menutup pintu kamarnya untuk bersiap-siap.