
Pagi hari, jam sudah menunjukkan pukul 06.00, Namun dikediaman Rayyan belum ada tanda-tanda dimulainya aktivitas dihari yang baru ini.
Rayyan yang baru tidur beberapa jam, terbangun kembali karena ponsel miliknya berbunyi.
"Ya allah, aku baru saja tidur beberapa jam, siapa lagi ini yang menelpon ku" kata Rayyan sambil melihat ponsel yang sudah ada ditangannya
Rayyan melihat kearah layar ponselnya yang memperlihatkan sebuah nama seseorang yang menghubunginya.
"Azka?!, ada apa sepagi ini dia menghubungiku, apa telah terjadi sesuatu disana?" tanya Rayyan kepada dirinya sendiri
Rayyan langsung duduk diatas tempat tidurnya dan menggeser tombol hijau untuk menyambungkan panggilan dari Azka
"Assalamualaikum, Azka, ada apa?" tanya Rayyan langsung tutup poin
"Waalaikumsalam, Maaf tuan, aku menghubungi mu sepagi ini, aku hanya ingin bertanya kepada mu" kata Azka yang sengaja berbicara formal karena saat ini Azka berada dimarkas yang banyak anak buah Rayyan.
"Kamu ingin tanya apa?" tanya Rayyan kepada Azka
"Bagaimana dengan mereka, apa yang harus kami lakukan?" tanya Azka kepada Rayyan
"Kembalikan mereka kepada pemimpin mereka" kata Rayyan datar
"Baik tuan, kalau begitu kami akan mengerjakannya sesuai keinginanmu" jawab Azka
"Iya, ingat kalian tetap hati-hati" kata Rayyan yang memperingatkan Azka dan anak buahnya
"Baik tuan, kalau begitu saya tutup dulu" jawab Azka
"Tunggu sebentar Azka" kata Rayyan
"Ada apa tuan?" tanya Azka kepada Rayyan
"Apa hari ini kamu kekantor?" tanya Rayyan
"Iya tuan, jam 09.00 pagi ini saya akan kekantor sebentar, hanya ingin mengecek kantor sebentar" jawab Azka
"Baiklah kalau begitu, kamu saja yang kekantor, hari ini aku ingin istirahat, aku tidak bisa tidur, baru tidur beberapa jam kamu sudah menghubungiku, menganggu saja" kata Rayyan yang sedikit kesal kepada Azka
"Maaf tuan, saya tidak tau, baiklah kalau begitu, nanti biar saya sendiri saja yang kekantor, tuan istirahat saja" kata Azka
__ADS_1
"Iya tidak apa apa, nanti kamu tidak perlu berada dikantor lama-lama, setelah kekantor kamu dan Brian datang kerumah ku, aku membutuhkan bantuan kalian" kata Rayyan
"Baik tuan, nanti saya dan Brian akan kesana" jawab Azka
"Iya, sudah aku ingin tidur kembali" kata Rayyan
"Baik tuan, sekali lagi maafkan saya, saya tidak mengetahui jika tuan baru istirahat" kata Azka
"Tidak apa-apa" jawab Rayyan
"Terima kasih tuan, kalau begitu saya tutup dulu, assalamualaikum tuan" kata Azka
"Waalaikumsalam" jawab Rayyan
Setelah Azka menutup telponnya, Rayyan kembali membaringkan tubuhnya diatas tempat tidurnya yang empuk, sedangkan ponsel miliknya, dibiarkan begitu saja diatas tempat tidur.
"Aku ngantuk sekali" kata Rayyan sebelum benar-benar tertidur
Setelah beberapa menit Rayyan sudah tertidur pulas dan masuk kedalam alam mimpinya.
Ditempat lain, Azka yang sudah menutup panggilannya dengan Rayyan langsung menyimpan kembali ponsel miliknya kedalam saku celananya, Azka meminta kepada bawahannya untuk mengumpulkan semua mayat yang ada untuk dikirim kembali kepada Niel sebagai pemimpin mereka.
"Baik tuan" kata mereka semuanya serentak termasuk Elang dan Candra.
"Elang, Candra, aku serahkan ini semua pada kalian berdua, aku ingin pergi kekantor untuk mengecek keadaan disana" kata Azka kepada mereka berdua
"Baik tuan" jawab Elang dan Candra serentak.
Elang dan Candra langsung pergi untuk menjalankan tugasnya bersama teman-temannya, sedangkan Azka kembali ke apartemen miliknya terlebih dahulu untuk membersihkan diri lalu pergi kekantor sebentar.
Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 pagi, Azka pun sudah selesai membersihkan dirinya dan bersiap-siap untuk pergi kekantor, Azka menghubungi sahabatnya untuk memberitahu bahwa Rayyan ingin bertemu dengan mereka.
"Aku akan menghubungi Brian, jika tidak diberitahu pagi ini, entah kapan anak itu akan sampai dirumah Rayyan" kata Azka sambil mengeluarkan ponsel miliknya dari saku celananya dan mencari nama sahabatnya tersebutlah
Setelah Azka menemukan nama Brian, dia langsung menghubungi Brian.
"Assalamualaikum Azka" kata Brian dari seberang sana
"Waalaikumsalam, Bri" jawab Azka sambil melangkahkan kakinya keluar dari apartemennya.
__ADS_1
"Ada apa?, jam segini lo menghubungi gue" tanya Brian
"Gue cuma ingin kasi tau lo, nanti siang gue akan jemput lo, kita ditunggu Rayyan dirumahnya, katanya ada sesuatu yang ingin dia bicarakan, dia membutuhkan bantuan kita" jawab Azka yang sudah berada didalam mobil untuk berangkat kekantor
"Oke, tidak perlu lo jemput gue, gue pergi sendiri, nanti jam 11.30 siang gue berangkat keruang Rayyan" kata Brian
"Oke, gue tunggu lo disana" jawab Azka
"Kalau begitu, gue tutup dulu, gue mau siap-siap dulu" kata Brian
"Oke, assalamualaikum" kata Azka
"Waalaikumsalam" jawab Brian
Setelah Azka memutuskan sambungan telponnya terhadap Brian, Azka langsung menyimpan ponselnya kembali kedalam saku celananya dan menghidupkan mesin mobilnya untuk berangkat kekantor, sedangkan Brian langsung membuang ponselnya diatas tempat tidurnya didalam apartemen miliknya lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap-siap.
"Aku akan bersiap-siap dan pergi kerumah Rayyan, aku makan disana saja, ingin rasanya mencoba masakan gadis kesayangan milik tuan Rayyan yang super duper kejam itu" kata Brian yang sudah berada didalam kamar mandinya
Setelah beberapa menit, Brian sudah selesai membersihkan diri dan sudah bersiap-siap untuk berangkat kerumah Rayyan.
Brian sudah berada didalam mobil miliknya dan langsung melaju pergi dari apartemennya untuk kekediaman Rayyan.
Dikantor milik Rayyan, Azka yang baru sampai langsung masuk kedalam kantor untuk memantau dan melihat situasi kantor, setelah memastikan kantor dan para karyawan bekerja dengan baik, Azka kembali keluar menuju mobil untuk berangkat kerumah Rayyan.
Saat Azka ingin pergi kerumah Rayyan, dia melihat jam yang melingkar ditangannya menunjukkan pukul 10.00 pagi.
"Aku dari pagi belum makan, mending aku kerumah Rayyan langsung, makan disana saja, minta Nana memasak makanan, rindu sekali dengan kesayanganku itu, semoga saja luka akibat kejadian kemarin tidak begitu parah" kata Azka yang langsung melajukan mobilnya untuk kerumah Rayyan.
Dikediaman Rayyan, mobil Brian sudah sampai didepan halaman rumah Rayyan, ketika Brian ingin keluar dari mobilnya, terlihat mobil Azka memasuki halaman rumah Rayyan.
Azka keluar dari mobilnya begitupun dengan Brian. Mereka berdua melangkahkan kakinya menuju pintu rumah Rayyan yang masih tertutup.
"Ada apa Rayyan meminta kita untuk menemuinya?" tanya Brian kepada Azka sambil berjalan
"Entahlah, aku juga tidak tau" jawab Azka
"Jika tidak ada hal penting, tidak mungkin dia meminta kita menemuinya kan?" tanya Brian lagi
"Ya sudah, kita temui saja dia dulu, nanti juga kita tau ada apanya" jawab Azka
__ADS_1
Brian hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.