
Sedangkan didapur, Laras, Bibi Ina dan Nana sudah selesai dengan pekerjaannya yang membuat teh es dan beberapa cemilan.
"Alhamdulilah sudah selesai" kata Nana
"Iya, alhamdulilah" jawab Bibi Ina
"Ya sudah, ayo kita bawa keruang tamu" kata Laras dan diangguki oleh Nana, sedangkan bibi hanya tersenyum
Laras melangkahkan kakinya menuju ruang tamu sambil ditangannya membawa nampan yang berisikan seteko air teh es dan beberapa gelas, sedangkan Nana ditangannya membawa dua piring cemilan yang tadi dibuatnya bersama Bibi, lalu Bibi Ina tidak membawa apa-apa hanya mengikuti langkah kaki Laras dan Nana saja dari belakang.
Sesampainya diruang tamu, Laras dan Nana langsung menetapkan nampan dan 2 piring yang dibawa mereka dari dapur keatas meja yang ada didekat sofa dimana ada Rayyan, Azka dan Brian.
"Wah, pas banget nih ada air es lagi haus-haus gini" kata Brian yang langsung menuangkan air teh es kedalam gelas untuk dirinya minum
"Laras, duduk dulu disini, ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu" kata Rayyan sambil tangannya menepuk sofa disebelahnya
Laras tidak bertanya lagi, dia langsung duduk dimana Rayyan suruh tadi.
"Bibi Ina dan Nana juga jangan kemana-mana, ada yang ingin aku bicarakan dan ini menyangkut Kakak kamu Nana" kata Rayyan
"Apa!?, Kakak!?, jadi kamu sudah menemukan Kakak kamu Nana?" tanya Azka kepada Nana.
"Iya, Nana sudah menemukan kakaknya, Laras adalah Kakak Nana" jawab Rayyan
"Apa!?" kata Brian yang kali ini dia yang terkejut karena tadi tidak begitu mendengarkan perkataan Rayyan dan Azka karena dirinya asik memakan cemilan yang dibawa oleh Nana.
"Iya, Kak Laras adalah Kakak tiriku, kami satu ibu tapi beda ayah" jawab Nana.
"Oooo, begitu" kata Brian yang kembali menyuapkan cemilan kedalam mulutnya.
"Alhamdulilah kalau kamu sudah menemukan Kakak kamu" kata Azka
Nana hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kearah Azka.
"Kalian duduk juga disofa ini" kata Rayyan kembali
Bibi dan Nana menganggukkan kepalanya lalu duduk disofa yang masih kosong.
"Ada apa Mas?, kamu ingin bicara soal apa?, dan tentang apa?" tanya Laras kepada Rayyan
"Hmmm....Aku.....Aku ingin bertanya pada mu" jawab Rayyan yang sedikit gugup
"Ayolah bro, masa hal beginian kamu segugup ini, santai saja, sedangkan 100 musuh bisa lo habisi sendirian apa lagi hanya satu orang, perempuan lagi" kata Brian dan diangguki oleh Azka
Rayyan yang mendapat kata-kata seperti itu langsung menatap kearah Azka dan Brian dengan tatapan yang tajam
__ADS_1
"Mas, sebenarnya ada apa?" tanya Laras kembali kepada Rayyan
Rayyan kembali melihat kearah Laras lalu kedua tangannya menggenggam kedua tangan Laras.
"Ada apa Mas?" tanya Laras lagi
Rayyan tidak menjawab, dia turun dari sofa dan berlutut dihadapan Laras
"Mas kamu kenapa?" tanya Laras lagi
"Apa kau mau menikah dengan ku Bee?" tanya Rayyan yang masih menggenggam kedua tangan Laras.
"Mas, kamu serius dengan ucapan mu?" kata Laras yang kembali bertanya kepada Rayyan
"Iya Bee, aku serius" jawab Rayyan yang masih berlutut dihadapan Laras sambil tangannya masih menggenggam kedua tangan Laras
Laras terdiam, tidak berani menjawab dan mengeluarkan satu katapun, Laras hanya menatap dalam kedua mata Rayyan mencari kebohongan disana, namun kata tidak menemukan kebohongan dikedua mata Rayyan.
"Bee, apa kamu mau menerimaku dan menikah dengan ku?" tanya Rayyan kembali.
"Iya Mas, saya mau" jawab Laras sambil air matanya keluar dahulu dari sebelah kanan yang menandakan dirinya sangat bahagia.
Rayyan yang mendapatkan jawab tersebut langsung mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya dan membuka kotak tersebut lalu memasangkan cincin tersebut kejari manis Laras.
"Terima kasih Bee" kata Rayyan sambil mencium kedua tangan Laras.
Rayyan berdiri dan duduk kembali ketempatnya semula, tangan Rayyan mengusap air mata yang masih ada dipipi kanan Laras.
"Alhamdulilah, kalau begitu, secepatnya akan kita laksanakan acara pernikahannya" kata Bibi Ina
"Iya Bibi" jawab Rayyan dan Laras serentak
"Kalian berdua harus membantu semuanya, aku serahkan ini kepada kalian" kata Rayyan kepada Azka dan Brian
"Enak saja, lo yang mau nikah kenapa kita yang harus repot" jawab Azka dan diangguki oleh Brian
"Baiklah kalau begitu, gaji lo gue potong saja, dan tidak ada bonus untuk kamu selama-lamanya" jawab Rayyan
"Eh....Lo mah gitu, ancamannya sangat tidak mengenakkan, kalau dipotong dan tanpa bonus bagaimana caranya aku nabung agar cepat nikah" kata Azka sambil menundukkan kepalanya.
"Makanya kayak aku dong, tidak tergantung pada dia, kan aku bebas mau ngapain aja" kata Brian menyombongkan diri
"Lo juga sama, apartemen milik lo dan mobil milik lo akan gue sita walau pun atas nama lo dan hasil kerja keras lo sendiri, apa sih yang tidak buat Rayyan Zalendra" kata Rayyan sambil menatap tajam kearah Brian
"Oke-oke, santai-santai, gue cuma bercanda saja, kami akan membantu mempersiapkan semuanya" kata Brian
__ADS_1
"Bagus, minggu depan kita buat acaranya, semakin cepat semakin bagus" kata Rayyan
"Apa!?, minggu depan!?" tanya Azka dan Brian yang terkejut
"Lo gila ya?, mana bisa secepat itu, banyak yang harus dipersiapkan" kata Brian
"Kalian kan berdua, sedangkan peluru didepan mata saja bisa kalian hindari, apa lagi hanya mempersiapkan ini semua" kata Rayyan yang membalas ejekan Brian tadi
"Tidak apa-apa, kami akan membantu kalian" jawab Bibi Ina dan diangguki oleh Nana.
"Terima kasih Bibi, Nana" jawab Azka
"Berapa pun yang kalian butuhkan, bilang saja Laras" kata Rayyan yang sengaja berbicara seperti itu agar membuat Laras sedikit
"Apa!?" tanya Laras kepada Rayyan yang sedikit terkejut
"Kenapa?" tanya Rayyan
"Mas, dari mana saya memiliki uang untuk persiapannya Mas" kata Laras
"Mulai saat ini, uang ku adalah uang mu Bee" kata Rayyan sambil mengelus kepala Laras
"Tidak perlu seperti itu Mas, kamu saja yang mengeluarkan semua biayanya, saya tidak tau apa-apa soal itu semua Mas" kata Laras
"Tidak masalah Kak, adik mu ini akan membantumu" kata Nana
"Nah, Nana akan membantumu begitu juga dengan Bibi Ina, pasti juga akan membantu mu, bukan begitu Bibi?" tanya Rayyan kepada Bibi Ina
Bibi tersenyum kearah Laras dan menganggukkan kepalanya sekali sebagai jawaban.
"Terima kasih banyak Nana, Bibi Ina" kata Laras
"Sama-sama" jawab Bibi Ina dan Nana serentak.
"Kita membantu ini dapat bonuskan?" tanya Azka
"Maksud kalian?" kata Rayyan yang pura-pura tidak mengerti
"Jangan pura-pura tidak tahu dan tidak mengerti lo" kata Brian
"Iya-iya, oke-oke, bonus untuk kalian aman" kata Rayyan
"Kami juga kan?" tanya Nana
"Iya Nana, Bibi, bonus untuk kalian juga aman" jawab Rayyan
__ADS_1
"Terima kasih tuan" kata Nana dan diangguki oleh Bibi
Mereka berlima lanjut membicarakan tentang persiapan pernikahan antara Rayyan dan Laras.